Nuna yang berniat menggrebek calon suaminya yang sedang berselingkuh di hotel tapi nasib nya begitu sial karena dia malah di sangka seorang menjual diri.
"Hey lepaskan aku!"
"Apa kau sedang membuat drama, dasar wanita murahan! Cepat puaskan aku atau aku tidak akan membayar mu sepeserpun!"
Malam yang tak seharusnya benar-benar merubah kehidupan Nuna, apalagi setelah Nuna mengetahui jika yang mengambil kesucian nya itu adalah Ananda Haidar, bos di tempat dia bekerja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 32
Liana masih menunggu lobby, matanya nampak melihat sekeliling dan tak lama kemudian Liana melihat sosok yang dia tunggu.
"Sayang, rindu" ucap Liana manja.
Masih aura pengantin baru membuat nya menggebu-gebu merindukan sang istri.
Rama memeluk pinggang istrinya, matanya melihat sekeliling nya terlihat seperti mencari seseorang.
"Kamu sendiri?" tanya Rama.
"Hem, aku sangat merindukanmu" balas Liana cepat.
Dan kembali memeluk suaminya, menghirup aroma harum tubuh sang suami yang membuat nya candu.
Tangan Liana meraba dada suaminya, dan di tahan oleh Rama yang sadar dengan kelakuan istrinya.
"Jangan disini, kita ke kamar saja" ajak Rama.
"Itu yang aku mau" Liana tersenyum senang.
Lalu Liana menarik tangan Rama untuk mengikuti nya, saat di lift Liana yang sudah bergairah langsung mencium bibir Rama dengan liar.
Rama sebenarnya tidak suka dengan gairah istrinya yang menurut nya terlalu tinggi, Liana memiliki libido yang di luar rata-rata bahkan sangat gila.
"Hampir terbuka" kata Rama.
"Satu detik lagi" Liana melihat ke arah tombol lift.
Dan Tring..
Pintu lift terbuka, lalu Liana mengajak Rama untuk mengikutinya hingga ke kamar hotel nya.
Setelah keduanya masuk Liana tak bisa menahan diri lagi dan langsung membuka pakaian nya.
"Kau menggodaku" Rama membuka dasinya.
"Ya, aku menggoda mu. ayo sentuh aku dan buat aku melayang seperti terbang ke angkasa" ucap Liana sambil mendekati Rama.
Di mulai dari mencium bibir Rama hingga terjadi percumbuan panas yang membuat keduanya sama-sama meleguh nikmat.
Ralat hanya Rama yang merasakan enak, tidak untuk Liana yang belum merasa nikmat nya bercinta, meski begitu dia paling suka gaya doggy style yang selalu menjadi andalan mereka.
Arghhh..
Leguhan terakhir Liana dan Rama bersama, dan setelah itu Rama menggulingkan tubuhnya di samping sang istri.
"Apa kamu minum obat?" tanya Liana.
"Hem" balas Rama.
Liana tersenyum dan memeluk suaminya, dia sebenarnya masih ingin tapi Liana tak mau memaksa.
Meski sebenarnya dia masih belum puas, libido nya yang tinggi sama sekali tidak terpenuhi dan alih-alih bisa merasakan nikmat nya surga dunia Liana malah masih merasa haus akan sentuhan lain.
"Mau kemana?" tanya Rama saat Liana turun dari ranjang.
"Aku akan ke kamar mandi sebentar" balas Liana tersenyum.
Rama membiarkan istrinya masuk ke kamar mandi, dan tanpa sepengetahuan Rama Liana malah bermain sendiri di dalam kamar mandi.
Ketidakpuasan menjadi alasan Liana mencari kepuasan dengan caranya sendiri, meski jijik tapi Liana tidak punya pilihan karena untuk berpaling dari Rama dia tak bisa karena rasa cinta nya.
"Ohhh..Rama, ya lebih cepat" Liana meleguh panjang.
Dan setelah puas dengan cara nya sendiri Liana pun keluar dari kamar mandi dan kembali ke ranjang.
Liana memeluk Rama yang masih berbaring di sebelah nya.
"Aku sangat rindu kamu sayang" sekali lagi Liana memberitahu seberapa cinta nya dia pada Rama.
"Aku lelah" Rama memejamkan matanya.
"Aku juga, sayang" balas Liana masih dengan memeluk Rama.
Dan Rama sedikit risih, dia melepaskan pelukan Liana dan tidur tanpa menghiraukan Liana yang masih ingin bermanja padanya.
Liana menghembuskan nafasnya kasar melihat Rama yang selalu tidur setelah bercinta.
"Kapan sih aku puas, hufh.. kalau saja aku tidak mencintai mu Rama mungkin aku akan mencari kepuasan di luar sana, hanya saja aku tak bisa, aku sangat sayang kamu Ram" batin Liana di dalam hatinya.
Jika saja dia tahu sejak lama jika Rama loyo mungkin dia akan mencoba move on, tapi cinta nya jauh lebih besar dari apa yang Rama ketahui, Liana tak mau kehilangan Rama.
Saat akan mencoba tidur tiba-tiba saja Liana mendengar suara Rama yang memanggil nama Nuna.
"Nuna"
Begitu Rama terus mengulangi kata-katanya dengan memanggil-manggil nama Nuna.
"Ram" panggil Liana.
"Iya kenapa Nuna sayang?" Rama menjawab sambil memejamkan matanya.
Apa!
Nuna sayang!
Liana nampak marah, dia langsung memukul tangan Rama.
"Apa maksud mu! kenapa kamu memanggil aku dengan nama wanita sialan itu hah!" teriak Liana marah.
Rama mendengar suara teriakan pun membuka matanya dan dia kaget dengan wajah marah Liana.
"Kamu kenapa?" tanya Rama bingung.
"Kenapa? kamu masih bilang kenapa? aku tidak habis pikir setelah apa yang di lakukan wanita Jalaaaaang itu kamu masih bisa mencintainya, apa kamu tidak mengganggap aku yang sebagai istri mu hah!" Liana marah-marah.
Rama bangkit dari duduknya, dia pikir dia tadi bermimpi bisa tidur bersama Nuna tapi kenyataannya yang di samping nya saat ini adalah Liana istrinya.
"Aku bisa jelaskan, itu tidak seperti yang kamu bayangkan sayang" Rama memegang tangan Liana.
"Halah, kamu memang tidak pernah serius mencintai ku kan! kamu hanya mencintai Nuna kan! jawab Rama" ucap Liana bertanya.
"Iya, aku memang belum bisa move on dari Nuna" Rama menjawab apa adanya.
Apa!
Liana semakin kecewa, dia memukul dada Rama berulang kali meluapkan kemarahan nya.
Air matanya jatuh dan melihat itu Rama merasa bersalah dia langsung memeluk Liana untuk menenangkan sang istri.
"Tenanglah, aku minta maaf. mulai saat ini aku akan melupakan nya, aku janji" ucap Rama berjanji.
Liana masih menangis sedih karena pria yang dia cinta tak bisa mencintainya.
Dalam hatinya Liana semakin membenci Nuna dan menyalahkan semuanya yang terjadi pada kehidupan nya adalah karena Nuna.
harga kesucian cinta?