NovelToon NovelToon
Aku Menyerah, Mas!

Aku Menyerah, Mas!

Status: tamat
Genre:Cerai / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.3
Nama Author: Rita Tatha

Hanya karena ingin membalas budi kepada Abram, lelaki yang telah menolongnya, Gisela memaksa menjadi istri lelaki itu meskipun ia harus mendapat perlakuan kasar dari Abram maupun mertuanya. Ia tetap bersabar.


Waktu terus berlalu, Gisela mengembuskan napas lega saat Abram mengajak tinggal di rumah berbeda dengan mertuanya. Gisela pikir kehidupan mereka akan lebih baik lagi. Namun, ternyata salah. Bak keluar dari kandang macan dan masuk ke kandang singa, Gisela justru harus tinggal seatap dengan kekasih suaminya. Yang membuat Gisela makin terluka adalah Abram yang justru tidur sekamar dengan sang kekasih, bukan dengannya.

Akankah Gisela akan tetap bertahan demi kata balas budi? Atau dia akan menyerah dan lebih memilih pergi? Apalagi ada sosok Dirga, masa lalu Gisela, yang selalu menjaga wanita itu meskipun secara diam-diam.

Simak kisahnya di sini 🤗 jangan lupa selalu dukung karya Othor Kalem Fenomenal ini 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Walaupun Dirga sudah memberi penjelasan kepada Gisela kalau wanita itu bukanlah penyebab Stevani keguguran. Akan tetapi, Gisela tetap saja terus menyalahkan dirinya. Padahal dari rekaman itu bisa terlihat jelas kalau Stevani lah yang mendorong Gisela bukan malah sebaliknya. 

Hari demi hari yang dilalui Gisela selalu tidak tenang. Wanita itu terus saja kepikiran sampai-sampai kehilangan selera makan dan tidur pun tidak pernah bisa nyenyak. Akhirnya, Gisela pun memutuskan untuk menemui Stevani yang saat ini sudah berada di rumah suaminya. Rumah yang dulu ia tinggali bertiga. 

Gisela berdiri di depan pintu utama yang menjulang tinggi. Lalu mendes*h kasar saat teringat semua kenangan di sana. Tentang rasa untuk Abram, jujur Gisela masih memiliki meskipun wanita itu sedang terus belajar untuk menghapusnya. 

"Mau nyari siapa, Mbak?" tanya seorang pelayan. Wajahnya belum terlalu tua, tetapi sangat ketus. Gisela pun sampai merasa heran padahal ini pertemuan pertama mereka. 

"Maaf, apa Stevani ada?" tanya Gisela gugup. 

"Oh nona muda. Ada. Mau tunggu di sini atau masuk?" tanya wanita itu menawari masih dengan raut tidak suka. 

"Sini saja." Gisela lebih memilih untuk menunggu di luar karena tidak ingin terlalu larut kelas kenangan masa lalu. Lagi pula, tujuannya mengunjungi rumah tersebut hanyalah untuk meminta maaf. Tidak lebih ataupun kurang. 

Sementara pelayan tadi langsung nyelonong pergi begitu saja tanpa sekadar basa-basi berpamitan kepada Gisela. Dengan perasaan yang teramat gugup, Gisela menunggu Stevani di depan pintu dengan harap-harap cemas. Bahkan, ada beberapa pikiran buruk yang mulai mengusiknya hingga membuat hatinya merasa begitu gelisah. 

"Untuk apa kamu datang ke sini!" Bentakan Stevani menggema hingga membuat Gisela terperanjat kaget karena ia sedang melamun tadi. 

"Ste-Stev ...." Tubuh Gisela mundur beberapa langkah karena didorong cukup kasar oleh Stevani. 

"Aku yakin kamu ke sini pasti ingin merebut Abram dariku! Kamu sudah berhasil membuatku keguguran dan sampai tidak ada lagi yang bisa membuat Abram mau bertahan denganku! Iya, 'kan! Dasar licik!" Stevani melayangkan tatapan sangat tajam hingga membuat Gisela tertunduk dalam. 

"Aku hanya ingin minta padamu, Stev. Aku tidak ada niatan sama sekali untuk merebut Mas Abram," sahut Gisela lirih. 

"Cih! Aku tidak percaya. Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini sebelum aku melaporkan kamu ke polisi karena sudah menjadi pembunuh!" ancam Stevani. 

Gisela pun menatap Stevani nyalang lalu beranjak pergi karena tidak ingin masalah semakin rumit. Meskipun Stevani tidak pernah memaafkannya, setidaknya ia sudah berusaha untuk meminta maaf. Ia memang sengaja tidak menemui Abram karena takut akan dibunuh oleh lelaki itu. 

***

"Kamu mau ke mana, Sayang?" tanya Vera ketika melihat Gisela sudah bersiap hendak pergi. Padahal mereka baru saja selesai makan malam. 

"Jalan-jalan, Ma. Suntuk sekali di rumah," keluh Gisela. 

"Bukankah papa sudah menyuruhmu ke kantor agar tidak suntuk," kata Hendarto setengah menyindir. Ia sudah bosan terus merayu putrinya agar mau belajar mengurus perusahaan. 

"Baiklah. Senin depan Gisela akan mulai berangkat ke kantor. Sudah bosan juga di rumah hanya makan tidur. Takut gemuk juga." Gisela mencium pipi papa dan mamanya bergantian. 

"Baiklah. Papa akan menagih janjimu itu," ucap Hendarto. 

Gisela hanya menanggapi dengan senyuman lalu melangkah pergi untuk sekadar mencari angin segar. Awalnya Gisela tidak tahu ke mana arah dan tujuannya. Namun, entah dapat dorongan dari mana, Gisela tiba-tiba masuk ke sebuah klub malam. Hatinya merasa ragu, tetapi kakinya justru melangkah yakin masuk ke sana. 

Kepala Gisela terasa pusing ketika melihat lampu kedap-kedip yang terus menyala juga bau alkohol yang menguar dan sangat memenuhi ruangan itu. Membuat Gisela rasanya mual, tetapi ia sekuat tenaga menahan agar tidak muntah. Jangan sampai ia mempermalukan dirinya sendiri. Begitulah pikir wanita itu. 

Tubuh Gisela begidik ngeri ketika melihat pria dan wanita seksi bercampur menjadi satu. Saling bergoyang dan bersenggolan. Bahkan tanpa perasaan risih sama sekali.  Merasa tidak betah, Gisela pun berniat untuk pergi dari sana. Namun, sebelum mencapai pintu, Gisela mematung di tempat ketika melihat seseorang yang tidak asing sedang duduk bersama dua orang wanita dengan pakaian terbuka. 

Kening Gisela terlihat mengerut dalam ketika ia sedang memastikan penglihatannya tidaklah salah. Setelah yakin tidak salah mengenali, Gisela pun segera mendekati lelaki itu. 

"Mas Abram," panggil Gisela. Mengalihkan Abram dan dua wanita yang sedang menggerayangi lelaki itu.

1
Endah Lestary
karakter Gisel sangat tidak masuk akal
emma
kenapa Gisel yg meninggal mau nya jeni sama adik nya
M Raihan Afif Siahaan
gisel go*l*k
M Raihan Afif Siahaan
kok jd geregetan yaa thor
bodoh kali nii gisela
Yuli Yanti
ya ampun thor udh lma banget aq ga bca novel mu,maaf bru mamfir lgi
Achmad Yuli
kok critanya wanita bodoh gini sih..
Evy
Gak ada pemeran utama bisa meninggal...waduh..
aneh bin ajaib nih cerita...
Evy
masih ada misteri kayaknya...
Evy
Ternyata cintanya Dirga begitu tulus hingga menembus tulang...
Evy
jangan bilang Gisel Hami karena kejadian malam itu ya...kalo sampai terjadi..ih ... gak banget...
Evy
kenapa harus ada kejadian begitu Thor..
Evy
sudah punya rasa cemburu...tapi sungguh tinggi gengsi untuk bisa mengakui.. yang akhirnya akan jadi gigit jari..
Evy
sudah jadi pelakor...tukang fitnah juga... lengkap sudah...
Evy
waduh...ada ya .. wanita sebodoh itu...
Evy
Balas Budi yang seperti apa?
Evy
kalo suami sudah punya selingkuhan.. jangan ngotot beradu kata ... sudah pasti akan dikasari.. hanya ada dua pilihan.pergi atau bertahan...
Evy
Benar benar tuh...suami gak ada Akhlaq nya...
Juhariah Hariah
biasanya dunia nyata kebanyakan perempuan pinter kok d sini bodoh nya kebangetan ya
Evitha Win's
dasaaar gizela oonn, kayak gak ada pria lain..
Lili Herlina
kasih bintang 2 aja biar next othor bs trima kritikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!