Kalandra Pramana adalah putra sulung dari pasangan Sabda Pramaditya dan Cinta Nirmala, ia menjadi pewaris berikutnya dari keluarga Pramana, Kalandra atau yang akrab di sapa Andra, adalah pria dewasa yang sudah cukup usia untuk menikah, namun ia lebih suka melajang.
Apa jadinya saat Cinta meminta Andra menikahi gadis yang belum lulus SMA?
Kalya Mahira adalah gadis berusia 18 tahun terpaksa mengikuti keinginan orang tuanya menikah dengan Kalandra yang usianya jauh diatasnya.
Season 1 :
Seorang pewaris tunggal bernama Sabda Pramaditya, memiliki paras tampan dan populer.
Awalnya terpaksa membuat kesepakatan dengan gadis cantik seperti bidadari bernama Cinta Nirmala,
Namun siapa sangka, Sabda yang tidak pernah manis terhadap wanita, karena trauma dengan Mantan kekasihnya dahulu. justeru malah jadi budak cinta istrinya sendiri.
Kisahnya Manis ^^
Semanis senyuman pembaca.
Jangan Lupa Tekan Love, Like dan tinggalkan Komentar Ya :P
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apple Cherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sabda Cinta - Bucin
Setelah Sabda dan Cinta selesai Sarapan. Sabda yang masih terus memperhatikan cinta dengan seksama. ia terus tersenyum senyum sendirian. cinta melirik sekilas dan merasa malu.
"Kamu kenapa sih merhatiin aku sampai seperti itu? Emang ada yang salah dengan aku?" Tanya Cinta.
Sabda Menggeleng.
"Nggak ada yang salah kok. kamu kan cantik jadi aku maunya perhatiin kamu terus." Sahut Sabda menggoda Cinta. lagi lagi berhasil membuat Cinta tertegun tidak bisa berkata apa-apa lagi. ia hanya bisa membalas senyuman sabda saja.
"Hmm.. kamu mau jalan-jalan nggak?" Tanya Sabda.
"Apa ini ajakan kencan?" Jawab Cinta tercengir.
"Bisa dikatakan begitu. karna sebelumnya kan kita nggak pernah kencan yang spesial. bagaimana kalau hari ini kita habiskan waktu untuk kencan spesial kita saja?" Ucap Sabda.
"hmm.. Oke setuju," Cinta mengangguk.
"Yes! Oke kalau begitu ayo kita berangkat!" Ajak Sabda dengan penuh semangat. ia langsung menggandeng tangan Cinta dan mempersilahkan Cinta untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Silahkan Masuk Tuan Putri.." Seru Sabda dengan senyuman manisnya.
"Kamu bisa aja sih!" Celetuknya.
Sabda hanya tersenyum. dalam hatinya bergemuruh perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. bahkan ketika ia berpacaran dengan Sharena pun seingatnya ia tidak pernah sebahagia ini.
"Sini biar aku yang pasangin seatbelt buat kamu," Sabda dengan cekatan langsung memasangkan Seatbelt untuk cinta.
Setelah itu mereka saling memandang satu sama lain. Sabda seolah lupa diri setiap kali berada dengan jarak yang terlalu dekat dengan cinta seperti saat ini.
"Nta.. gimana nih apa sebaiknya kita masuk kamar lagi aja?" Tanya Sabda yang tidak bisa mengontrol dirinya.
"Apa sih! Udah buruan jalan deh. nggak lucu ih!" Sahut Cinta melengos.
Sabda Terkekeh.
"Kamu lucu kalau lagi malu!" Ucap Sabda seraya mengelus ujung kepala cinta.
"Cup"
Tiba-tiba saja Cinta malah mencium pipi Sabda.
sontak membuat Sabda terkesiap tidak menyangka akan mendapatkan ciuman dari cinta. meskipun hanya di pipi tapi ini kali pertama cinta berinisiatif menciumnya lebih dulu pikirnya.
"Makasih.. aku seneng di cium sama kamu." Ucap Sabda dengan polosnya. sambil terus memulai konsentrasi menyetir.
Cinta hanya tersenyum kecil. ia sebenarnya merasa sangat malu. tapi entah kenapa ia merasa ingin melakukanya.
"Sabda.."
"Hn?"
Kira-kira kalau aku bertanya tentang mantan pacar dia yang banyak itu dia tersinggung tidak yaa.. Batin Cinta.
"Kenapa? Kamu mau tanya sesuatu?" Tanya Sabda melirik cinta.
"Iya tapi maaf kalau menyinggung kamu.." jawab Cinta ragu.
"Katakanlah. Aku nggak bakal tersinggung kok kalau sama kamu." sahutnya.
"Hmm.. Kamu punya mantan pacar banyak ya Sabda?" Tanya Cinta ragu ragu.
"Mantan pacar? Aku sih nggak nganggep mereka mantan pacar. aku udah cerita belum kalau aku nggak jadiin mereka pacar loh.." Ucap Sabda tercengir.
"Lalu? Maksud kamu mereka itu kamu anggap apa?" Tanya Cinta heran.
"Tapi kamu jangan kesel ya. eh tapi kalau kesel juga wajar sih. sebenarnya aku agak keterlaluan sama mereka. mereka bilang mau jadi pacarku. terus aku bilang jadi pacarku itu nggak enak. harus mau di suruh ini dan itu. kasarnya udah kayak budak juga sih. tapi bukan nyuruh yang macem-macem kok Nta. cuma nyuruh ambilkan ini dan itu. beliin makanan dll.. tapi mereka mau demgan sukarela. aku jahat pasti deh menurut kamu.." Tutur Sabda sambil menggaruk hidungnya yang tidak gatal.
Cinta menggelengkan kepalanya.
"Kamu harus minta maaf sama mereka." Ujar Cinta serius.
Sabda mengernyit. ia menghela napas panjang.
"Maksud kamu?"
"Sabda kamu udah keterlaluan. meskipun kamu nggak bersikap tidak senonoh sekalipun. tapi kamu nggak menghargai perasaan mereka tandanya. kamu tetap salah." Tutur Cinta dengan nada serius.
"Kamu marah ya sama aku Nta?" Sabda melirik Cinta yang justru malah tersenyum manis kepadanya.
"Enggak kok. asal kamu mau meminta maaf sama semua perempuan yang udah pernah kamu perlakukan tidak semestinya." Jawab Cinta tersenyum.
"Fiuuhh..."
sabda menggaruk-garuk kepalanya. .
"Jadi kamu mau aku minta maaf sama semua mantan aku?" Tanya Sabda memastikan.
"Huum.. kamu mau kan?" Cinta melengkungkan senyuman yang begitu manis sampai Sabda tidak sanggup menolak keinginan istrinya itu.
"Baiklah, aku akan meminta maaf kepada mereka semua nanti. setelah hari ini kita jalan-jalan. Bolehkan?" Ucap Sabda memohon.
"Oke deh.." Sahut Cinta.
"Terimakasih.." Sabda tersenyum bahagia.
"Baru kali ini gue nggak marah disuruh suruh sama cewek. emang gue udah jadi bucin ya sekarang? Ah bodo amat lah mau bucin kek mau nggak kek. gue nyatanya bahagia kok.." Batin Sabda.
"Kita sudah sampai Nta.."
Sabda keluar dari mobil lalu membukakan pintu untuk Cinta.
"Nah ini, kamu suka nggak?" Tanya Sabda pada Cinta. ia mengajak Cinta pergi ke sebuah taman bermain. ia merasa mungkin cinta akan lebih menyukai tempat seperti ini di banding pergi ke tempat yang mewah.
"Ya Tuhan.. Kamu kok Tahu aja kalau aku udah lama pengen banget ke taman bermain. tapi nggak ada yang mengajak aku." Tutur Cinta yang merasa sangat senang.
"Benarkah? kalau begitu aku akan ajak kamu ke taman bermain kapanpun kamu mau. dan kemanapun kau mau pergi aku akan mengantar." Ucap Sabda seraya mengecup jari jemari Cinta. membuat Cinta kembali merasa berdesir.
"Ayo kita masuk." Ajak Sabda yang langsung menggandeng tangan Cinta.
Suasana Taman Bermain yang begitu Ramai membuat Cinta merasa bersemangat. sementara Sabda sendiri sebenarnya baru pertama kali mengajak cinta ke taman bermain. entah kenapa Sabda malah memilih taman bermain sebagai tempat kencan spesial mereka berdua.
meskipun Sabda tidak terlalu suka keramaian namun ia merasa senang melihat Cinta yang tidak berhenti tersenyum sejak tadi.
"Sabda, Kamu mau itu nggak?" Cinta menunjuk permen kapas yang dijual di sekitar sana.
"Kamu mau?" Tanya Sabda.
"Boleh nggak?" Cinta mengangguk..
"Ya Ampun. apa perlu aku beli sama gerobaknya sekalian? Ayo kita beli." Sahut Sabda langsung mengajak cinta membeli permen kapas.
Sabda memberikan satu permen kapas berukuran cukup besar untuk Cinta.
"Ini buat kamu." Sabda memberikan permen kapas itu kepada Cinta. Tentu saja cinta menerimanya dengan sigap lalu mencuilnya dan memasukkanya kedalam mulut membiarkan gula-gula itu lumer di dalamnya.
"Hmm.. Manisnya.. Kamu mau nggak?" Cinta menawarkan Sabda.
"Hmm.. aku nggak suka yang manis kayak gitu. satu hal yang manis banget tapi aku suka. kamu tahu nggak itu apa?" Sabda malah melontarkan pertanyaan yang membuat Cinta bingung.
"Hmm.. memangnya Apa?" Tanya Cinta penasaran.
"Itu Kamu.." Jawab Sabda dengan senyuman yang begitu manis. hingga Cinta terbuai.
"Kamu ih bikin malu aja! emangnya aku manis?" Tanya Cinta.
"Maniiiss banget. sampai aku kena diabetes!" Celetuk Sabda.
"Ih kamu yaa.. kalau ngomong sembarangan. tiati loh nanti diabetes beneran aku nggak mau ah. nanti aku sedih kalau kamu sakit." Tutur Cinta mencubit perut Sabda.
"Aww.. Ampun sayang.. iya iya Maaf yaa.."
Mereka berdua pun menghabiskan waktu mereka di taman bermain. menaiki Gondola, dan juga komedi putar.
"Gue heran padahal sebelumnya gue paling anti ketempat yang model begini. tapi kenapa gue malah ngerasa lebih bahagiaa di sini. apa karena ada cinta? Sabda.. Lo beneran udah fix jadi Bucin!"