NovelToon NovelToon
Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia
Popularitas:155.9k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Sejak kecil Celine Attea selalu berdiri di sisi Ethan Solomon Montgomery, Presiden Direktur Montgomery Group sekaligus pemimpin organisasi dunia gelap Amox. Celine adalah satu-satunya perempuan yang mampu masuk ke semua pintu keluarga Montgomery. Ia mencintai Ethan dengan keyakinan yang tidak pernah goyah, bahkan ketika Ethan sendiri tidak pernah memberikan kepastian. Persahabatan, warisan masa kecil, ketergantungan, dan cinta yang Celine perjuangkan sendirian. Ketika Cantika, staf keuangan sederhana memasuki orbit Ethan, Celine merasakan luka bertubi-tubi. Max, pria yang tiba-tiba hadir dalam hidup Celine membawa warna baru. Ethan dan Celine bergerak dalam tarian berbahaya: antara memilih kenyamanan masa lalu atau menantang dirinya sendiri untuk merasakan sesuatu yang baru. Disclaimer: Novel ini adalah season 2 dari karya Author, “Falling in Love Again After Divorce"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertangkap

Sambo mondar-mandir cemas di dekat jendela kaca yang menghadap laut. Tirai tipis berwarna gading tersibak oleh angin malam, memperlihatkan garis pantai yang berkilau diterpa cahaya lampu. Debur ombak terdengar teratur, berlawanan dengan detak jantung Sambo yang tak kunjung tenang.

Raga duduk di sofa kulit putih dengan punggung tegak. Sikapnya terlihat santai, satu lengan bersandar di sandaran sofa, kaki disilangkan rapi. Namun kegelisahan di matanya tetap tak bisa ia sembunyikan. Ethan, Celine, Rega, sambo dan dirinya adalah inti Amox. Mereka bersahabat sejak kecil, namun justru persahabatan ini membuat posisi mereka terjepit.

Rega meletakkan ponselnya di meja, lalu mendongak menatap mereka berdua dengan ekspresi jengah.

“Oh ayolah, sudahi kegalauan ini.” katanya sambil berdiri. “Lihat ini.”

Ia menggeser pintu kaca lebar-lebar. Angin laut langsung menerobos masuk, membawa aroma asin yang segar. Mereka berada di vila pribadi berarsitektur tropis-modern: dinding batu alam, pilar kayu gelap, dan pencahayaan temaram yang sengaja dirancang untuk menciptakan kesan eksklusif. Di bagian bawah terdapat beach club, kolam infinity, dan bar terbuka menyajikan minuman premium. Suara musik mengalun di tepi pantai, kursi dan tenda warna warni dipenuhi tamu-tamu dari berbagai negara.

“Its time to party, Bro,” lanjut Rega santai.

Sambo menghela napas keras, sementara Raga menoleh tajam.

Shoot. Sebuah sendok dari piring buah melayang ke arah Rega.

“No, no!” Rega reflek menangkapnya, tertawa singkat, lalu melemparnya balik.

Sendok itu mengenai lengan Raga keras.

“Kau berani kurang ajar pada kakakmu?” bentak Raga, berdiri setengah.

Rega berdecak malas. “Jangan drama! Kita lahir cuma beda lima menit.”

Ia melepas kausnya begitu saja, memperlihatkan tubuh atletis yang penuh kepercayaan diri, lalu melemparkannya pada Sambo.

"Sial!" Sambo mendesah keras lalu melemparnya balik ke wajah Rega.

Raga menarik kaus itu dari wajahnya lalu menjatuhkannya di sofa begitu saja." Dengarkan aku!” katanya tegas, nadanya berubah serius.

“Kepergian Celine bukan salah kita,” lanjut Rega. “Jadi kenapa kita harus takut? Kalau kalian mau duduk di sini sambil gemetar, silakan. Tunggu sampai Ethan menemukan kalian.”

Ia berbalik, melangkah keluar dengan langkah ringan. Musik semakin keras seakan siap menyambutnya. Dalam hitungan detik, Rega sudah bergabung di tengah beach club, dikelilingi tawa dan beberapa gadis Eropa berambut pirang yang langsung menarik perhatiannya. Ia menari tanpa beban, seolah dunia benar-benar sedang baik-baik saja.

Raga dan Sambo saling menoleh. Mereka menghela napas kasar hampir bersamaan.

“Rega benar,” kata Raga akhirnya, seolah meyakinkan dirinya sendiri. “Kenapa kita harus takut?”

Ia meraih pergelangan tangan Sambo. “Its time to party.”

Sambo masih terlihat ragu, namun ia tetap membiarkan dirinya ditarik dalam kesenangan itu. Sekilas Raga melirik ke arah Rega yang sedang tertawa lepas di bawah sana, lalu tersenyum licik.

Lagi pula… aku memang tidak tahu ke mana Celine pergi, batinnya. Satu hal yang ia tahu pasti, tidak ada yang tahu ke mana Celine menghilang kecuali Rega.

Ethan turun dari jet pribadi berlambang Montgomery Corp dengan langkah tenang. Ia tersenyum licik, layar ponsel di tangannya menyala dengan titik merah berdenyut pelan. Hans berjalan setengah langkah di belakangnya. Ethan selalu terlihat tenang, tapi ia tahu seringai mengerikan itu menyimpan sesuatu.

Ponsel Ethan berdering memecah keheningan. Nama Sean Montgomery muncul di layar. Ethan tidak memperlambat langkahnya. Dengan satu sentuhan dingin ia menekan tombol merah, memutus panggilan tanpa ragu. Urusan malam ini tidak membutuhkan restu seorang ayah.

Pria yang dibalut jas cream itu melangkah memasuki beach club terbesar di Bali. Lampu-lampu keemasan memantul di permukaan kolam dan pasir putih yang dibentuk sempurna. Musik berdentum rendah namun eksklusif, deep house dengan bass berat. Para tamu berbusana minim tertawa, menari, hidup dalam ilusi kebebasan.

Beberapa wanita langsung bersiul ketika Ethan masuk. Tatapan mereka terang-terangan penuh minat. Dua di antaranya bahkan melangkah mendekat, senyum menggoda terukir percaya diri.

Namun langkah mereka terhenti secepat kilat. Ethan hanya perlu menatap satu kali dengan pandangan tajam yang dingin, defensive dan penuh ancaman sunyi. Aura yang dilepaskannya bukan aura pria kaya yang bisa dipermainkan, melainkan aura predator yang tidak sedang berburu kesenangan. Seketika jarak tercipta, tak satu pun dari mereka berani melangkah lebih dekat.

Ethan melihat ponselnya kembali. Titik merah itu masih ada, target berada di lokasi yang sama.

“Bagus,” gumamnya nyaris tak terdengar.

Ia menyimpan ponsel ke saku jasnya tanpa menoleh sedikit pun. Hans menangkap isyarat itu. Ia mengangguk singkat, satu gerakan profesional tanpa kata lalu berbalik, menyatu dengan keramaian.

Tidak ada tempat di dunia ini yang benar-benar aman, ketika Ethan Montgomery sudah menjadikannya sebagai target.

“Huhuiiiii!”

Rega berputar liar di tengah lantai dansa, tawa pecah dari bibirnya. Tangannya dengan mudah melingkar di pinggang seorang wanita, lalu beralih ke yang lain tanpa jeda. Bibirnya mengecup sembarangan, semua dilakukan tanpa rasa canggung dan tanpa beban. Malam ini, bagi Rega adalah pesta tanpa konsekuensi.

Raga dan Sambo memperhatikannya dari kejauhan. Keduanya ikut menari, gelas minuman tak pernah kosong di tangan, namun gerak mereka jauh lebih terkendali. Tidak seekstrem dan semurahan bibir Rega.

“You’re so sexy,” dengus Rega pada seorang wanita Eropa berambut pirang, matanya setengah terpejam oleh alkohol dan musik.

Wanita itu tertawa, jemarinya menyusuri dada Rega yang telanjang. “Tubuhmu bagus,” katanya jujur, penuh apresiasi.

Rega menggeram puas. Malam ini benar-benar surga sejati.

Rega masih asyik menari ketika mendadak ekspresi wanita di depannya berubah lebih sensual. Ia, yang mengira itu bagian dari permainan menyeringai penuh percaya diri. Dengan senyum mematikan, ia menyentuh helaian rambut wanita itu, mengangkat tangan sang wanita perlahan.

“Apa yang kau lihat, sexy?” godanya ringan.

Namun tatapan kagum di mata wanita itu membuat pikiran Rega tersentak, dan menyadari ada yang salah. Perlahan ia menoleh ke belakang.

“Shit…” umpatan itu lolos begitu saja dari bibirnya. “What the fuck.”

Ethan berdiri di sana. Tenang, di tengah hiruk-pikuk orang-orang yang sedang sibuk dalam delusi.  Sorot matanya gelap, dingin, dan mematikan. Tidak ada amarah yang meledak-ledak, namun justru itu yang membuatnya jauh lebih menekan.

Raga dan Sambo melihat pemandangan itu dari jauh. Wajah keduanya langsung menegang. Ini… bencana. Ethan menemukan mereka bahkan sebelum 1×24 jam berlalu. Ini tidak layak disebut pelarian. Ini hanya eksekusi yang tertunda.

Tanpa aba-aba, Raga dan Sambo spontan berbalik, refleks yang lahir dari insting bertahan hidup. Mereka bergerak cepat, berusaha menjauh dari pusat kehancuran secepat mungkin. Namun langkah mereka terhenti.

Hans sudah berdiri di belakang mereka. Menunduk hormat, namun tidak berarti memberi ruang untuk lari.

1
dika edsel
mau apa lo...mau menggatal lagi...??? heh wanita setres...pergi jauh2 sono,sadar posisi kau siapa?? hadeeeh selama msh ada Cantika.. entah knp darah tinggi ku akan sering kumat..., bawaannya pngen memgumpat aja, pelakor kelas teri.. hempaskan saja..!!
Icka R
kasi space yang banyak celline..semoga nti bertemu dengan versi terbaik masing-masing sehingga apapun cobaan ya nti tetap kuat berpegang berdua💪
Vtree Bona
rasakan ethan
Moh Zaini Arief
mau otor saja kenapa upnyaberantakan baaangeeet siihq
Vtree Bona
dih pelakor menye menye bikin sebel pengen muntah
Vtree Bona
kemana aja kak thor
dika edsel
iyo..salah satunya itu, jd klo kau peka.. jauhi dia..jauhi wanita stres kayak dia, apa kau mengerti ethan...!!!! jd mulai sekarang ayo bersikap tegas.. sama cantika ataupun wanita lain yg mgkin akan mendekati mu. ,kalau kau cinta Celine buktikan dgn tindakan jgn omng doang..
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
Keputusan yang berat, tapi keputusan yang Celine ambil memang yang terbaik untuk kalian. Dan ini kesempatan untuk Ethan untuk memperbaiki diri. 💪
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
/Facepalm//Facepalm/ bisa aja alasannya.
Diva Yuwena
Si cantikan lama" obsesi sama ethan😬
Fazira Aisyah
Rega memang yg ter Best 👍👍👍
Fazira Aisyah
Keputusan yg bijak Celine walau bikin aku mewek 😭😭😭, Kalian memang harus saling berjauhan dulu, saling menjauh dan jgn bertemu, dgn saling berjauhan kalian akan mengerti perasaan dan hati masing-masing, terutama Untuk Ethan. dan bertemu lah kembali dalam keadaan yg lebih baik dan siap, tanpa ada paksaan dr siapanya piur dari ❤ sendiri, Semoga dengan langkah yg di ambil Celine ini, Ethan akan Menyadari perasaan Cinta yg tanpa paksaan, atau cinta yg sdh terlanjur terbiasa dr kecil, atau apapun itu.,..
Fbian Danish
huaaaaaa😭😭😭😭😭😭 km bikin aku nangis tengah malam tor...... setelah bolak balik nungguin km up, akhirnyaaa😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
RAIN GUNAWAN: ikut sedih😭😭😭
total 1 replies
Irma Luthfah
si tika ini dia ko muka tembok bangettt yah.. gak tau diri
Rahayu Ayu
Rega.... Rega.... aksi mu sungguh luar biasa,
Berharap Cantika kapok oleh ancaman Rega, kalaupun si Cantika mau mencoba lagi jadi racun untuk si SEthan, berharap Rega juga tidak melupakan dan merealisasikan ancamannya.
sagi🏹
selama Cantika masih berkeliaran di sekitar Ethan maka hubungan Ethan dan Celine tidak akan pernah ada titik temu dan tidak akan pernah membaik selagi Cantika masih menghantui kehidupan mereka.
itin
haisshhhhh.... rega terlalu bermain main dgn cantika ntar jatuh cinta baru nyaho loh.... males lihat ethan berharap di rega ehhhh podo ae 🤭😁
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆: aduh jgn 😭
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Semoga Cantika kapok ,gak coba ganggu Ethan lagi...
Kalau aku sih dukung Cantika,bisa liat juga gimana kata hati Ethan...mau tetap ngurus Cantika atau fokus ke Celine... Rega,kamu ganggu Cantika aja,udah berbinar tuh matanya liat Ethan.akhirnya mewek liat pisau mu 😆😆😆😆
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆: aku jadi penasaran.. gimana cara Ethan buat jauhin Cantika 🤭
total 5 replies
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
Astaga apa maksudnya manggil² Ethan 🤣 bener-bener ga punya muka
astr.id_est
haish si ular ni belum di pecat k...
mampus kau 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!