NovelToon NovelToon
RITUAL PUJON BAYI

RITUAL PUJON BAYI

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Tumbal / Kutukan / Romansa pedesaan
Popularitas:96.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Tiga kali mengalami kehilangan calon bayinya saat usia kandungan hampir melewati trimester pertama, membuat Ainur, calon ibu muda itu nyaris depresi.

Jika didunia medis, katanya Ainur hamil palsu, tapi dia tidak lantas langsung percaya begitu saja. Sebab, merasa memiliki ikatan batin dengan ketiga calon buah hatinya yang tiba-tiba hilang, perut kembali datar.

Apa benar Ainur hamil palsu, atau ada rahasia tersembunyi dibalik kempesnya perut yang sudah mulai membuncit itu ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17 : Macan kumbang

“Dia, makhluk jadi-jadian. Jenis apa?” Ainur melongo, dadanya terasa nyeri, dan baru dia sadari belum menghela napas.

Macan kumbang berpostur gagah, besar, cakar tajam, mendengus. Mata kuningnya bercampur hijau, memandang tajam Ainur yang terlihat terkejut, berekpresi persis orang bodoh.

Dwipangga kembali ke wujud asli, tidak bersuara tapi menatap penuh intimidasi.

“Bukan makhluk jadi-jadian, tapi manusia setengah siluman,” kata Kinasih penuh nada hormat.

“Raden Dwipangga memiliki darah campuran. Titisan siluman Macan kumbang, penguasa alam tak kasat mata hutan belantara Tugu Ireng. Dibalik gua yang pernah kamu masuki, adalah tempat kami tinggal, menjalani kehidupan layaknya manusia,” lanjut Kinasih tenang.

Ainur menggelengkan kepala, dia bertambah bingung. Semua ini hal baru baginya. Terlalu tiba-tiba dan cepat.

“Macan kumbang, tadi kamu cerita – kutukan itu terlontar dari indukan Macan kumbang yang tengah hamil, apa ada hubungannya?”

“Dia istriku, dan calon anak pertama kami yang dibunuh dengan cara keji,” suaranya berat, dalam. Terdapat dendam berkobar, siap membalas para manusia yang telah merenggut nyawa orang terkasihnya.

“Sebentar, maaf sebelumnya. Puluhan tahun lalu bukankah seharusnya panjenengan (kamu) sekarang sudah berumur ndak jauh berbeda dengan mereka?” ia meminta jeda demi hatinya lega. Pria dihadapannya ini, berdiri dengan jarak tidak terlalu jauh, masih terlihat seperti berumur diakhir dua puluhan tahun.

“Siluman bisa berubah wujud seperti yang dia kehendaki. Bukankah aku sudah pernah mengatakan kalau umur kita tak jauh berbeda, Inur?” Kinasih bertanya dan mencoba memberi paham.

Ainur ingat percakapan beberapa saat, atau sudah entah berapa lama yang lalu. “Iya.”

“Disini, alam manusia – aku menyamar sebagai ibunya Raden Dwipangga, untuk mengelabui para mata manusia, dan demi menyempurnakan sandiwara,” tuturnya ringan.

“Tujuan kami jelas, menanti saat yang tepat untuk balas dendam. Diantara hewan mati mengenaskan di tangan para manusia bejat itu – orang tuaku ikut terbunuh. Kulit mereka dibuat keset. Kami siluman dari klan Macan tutul,” terdengar nada menyakitkan disetiap kata diutarakan. Sekilas sorot mata Kinasih penuh kerinduan dan juga dendam.

“Aku turut berduka cita, Kinasih.” Ainur menunduk, ungkapannya tulus. Dia lanjut bertanya. “Apa kalau siluman meninggal sama seperti manusia? Hilang dari dunianya? Tidak abadi?”

Dwipangga menjelaskan dengan nada rendah nan dalam. “Tidak. Jika sewaktu kematian berwujud asli yaitu hewan, serta tidak di wilayah dunia kami, dan tepat dimalam keramat. Satu suro.”

‘Itu artinya dia tidak bisa lagi bertemu dengan istri dan calon anak mereka, kan?’

Tarikan napas Inur bertambah panjang sampai cekungan tulang tampak lebih dalam. “Jadi semua ini saling terhubung? Memiliki tujuan masing-masing, tak lain dan tak bukan balas dendam kah?”

“Kurang lebih seperti itu. Kamu butuh pertolongan, kami perlu perantara membalas dendam puluhan tahun lalu,” ungkapnya tanpa basa-basi.

“Pertolongan? Apa yang bisa diselamatkan? Aku sudah kehilangan semuanya. Dijadikan pemuas nafsu. Bayi-bayiku dicuri, tak memiliki jati diri, dan kini tubuhku sangat lemah digerogoti penyakit.”

“Ainur, kamu istimewa. Ki Ageng tahu itu, karenanya dia menyegel keistimewaan menggunakan mantra-mantra mengikat. Hal tersebut secara perlahan merusak sistem tubuhmu, lambat laun melemahkan saraf dan juga otak. Terlebih mereka memaksa kamu mengandung diwaktu yang sudah ditentukan. Kehamilanmu bukan terjadi karena takdir semata, tapi campur tangan mereka _”

“Apa keistimewaanku?” Inur memotong kalimat Kinasih dengan tidak sabaran. Berharap memang punya kelebihan untuk dijadikan senjata.

“Kamu tak memiliki aroma, sehingga bisa begitu dekat dengan mereka tanpa terendus,” ungkap Kinasih, kala Ainur masih kurang paham, dia melanjutkan. “Setiap orang memiliki aromanya sendiri, sama halnya makhluk hidup lainnya. Namun dirimu tidak berbau.”

"Benar juga.” Ainur manggut-manggut. “Seperti Kamila yang wangi samar bunga Kenanga. Warti aroma Melati meskipun tidak tajam. Sugianto bau tembakau.”

Ainur menyebutkan aroma khas para manusia jahat, tidak terlalu tajam apabila tidak berjarak sangat dekat.

Kinasih tampak puas, Ainur mulai cepat tanggap. “Dirimu juga tidak memiliki bayangan, sehingga pada malam-malam tertentu, kamu keluar disaat merasa ada yang janggal, tidak ada yang memergoki aksimu meskipun tersorot pantulan cahaya lampu pada dinding tembok.”

“Apa sebelumnya aku pernah keluyuran di malam hari?”

“Sering. Persetubuhan antara Neneng dan Tukiran bukan pertama kalinya kamu lihat. Pun, sewaktu Daryo diam-diam masuk ke dalam kamar Kamila _”

“Benarkah?” selanya dengan mata terbelalak, “kenapa aku tak ingat apapun, aku pikir yang semalam dan tadi, baru pertama kalinya.”

“Bukan. Ingatan itu dihapus disaat ki Ageng mengetahui lewat hipnotis sewaktu memijatmu,” jelas Kinasih.

Setiap kali sesi pijat, yang aslinya menekan, melemahkan titik saraf agar Ainur tetap dalam kendali. Pada saat bersamaan, ki Ageng mencari tahu apa saja yang sudah didengar, dilihat oleh Inur.

"Dirimu juga tidak memiliki suara derap langkah kaki, seolah tak menapak pada tanah. Ketiga keistimewaan itu malapetaka bagi mereka. Oleh karenanya di segel,” Kinasih sudah selesai menjelaskan kelebihan Ainur.

“Jika kamu tak memiliki kelebihan, disaat dirimu berlari setelah melihat Daryo dan Kamila tengah bercinta di gazebo – pasti sudah ketahuan, sebab derap langkahmu sangatlah berisik,” Dwipangga menggantikan Kinasih dalam menjelaskan.

Kini Ainur sudah mengerti, dan mencoba untuk mempercayainya. Disaat seperti ini, dia tidak memiliki banyak pilihan, waktu, dalam memutuskan. Semuanya harus serba cepat, tepat.

“Apa yang bisa kulakukan? Dan apa pula imbalannya? Bisa tidak ketiga putraku kembali? Aku tak sudi mereka tumbuh di rahim wanita jahat itu,” ia menggeram.

"Ada jalan agar para bayimu tak terlahir kedunia fana. Namun ada harga yang harus dibayarkan, serta menempuh jalan tak mudah, mungkin juga tak masuk akal menurutmu.”

“Katakan, Kinasih! Apapun itu akan kulakukan, asal mereka kembali, dan kedua putriku terbebas dari cengkeraman dukun biadab itu. Cepat beritahu aku caranya!!”

.

.

Bersambung.

Maaf ya Kak, kalau hari Sabtu sama Minggu, aku gak bisa respon komentar. Pun, updatenya gak bisa banyak. Karena sibuk banget didunia nyata, waktu buat nulis sangat terbatas.

Terima kasih banyak atas dukungannya, Kak ❤️

1
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
Bu Mamik, kau bilang dungu? Dungu juga akibat ulahmu, tunggu saja kala si dungu ini menemukan serpihan otak waras nya, pembalasan terencana akan segera menghampiri dan mengoyak semua milikmu.
menghanguskan mu si paling pintar.
SENJA
enak banget ngatain dungu 😶
SENJA
ini peliharaannya bayi atau balita doang ini si dukun 😶
SENJA
susah juga balas dendam sama orang sakit jiwa pada 😶😶😶
Monica Lora
lama lama kelihatan lebih sakti mb neneng dr pd ki ageng 🤭🤭🤭
SENJA
mba neng ilmunya tinggi juga 😳
Y.S Meliana
si dungu yg skrg sdh tak dungu lg 😒😏
Ayudya
lanjut kak
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ainur kamu jng lemah kamu hrs kuat dan hrs lbh sadis dr mereka ingat anak"mu tlh dijadikan monster oleh mereka 😱💪💪
Kaka Shanum
dungu?...kemarin mungkin iya tapi sekarang ainur jauh lebih cerdas daripada kamu bu mamiek..
FLA
ayo Inur, kali ini kau gak boleh lemah harus lebih kejam lagi dari perbuatan mereka
Ayudya
ainur kamu.u jangan sampai ketahuan ma Ki Ageng
mmh nengmuti
aki bacanya sambil tahan napas ngeriiii😱😱
Aprisya
awassss hati2 nur
Muah Gg padi
aduuh ainuuuur gmn?jgn smp ketahuan
Reni
duh Gusti OPO maneh Iki , inur metu kah
Ineke Susanti
Selalu bagus kak..
FiaNasa
kasihan anak² Ainur ini jadi alat Ki ageng
☠ SULLY
lantas hubungan yg bagaimana
Ki Ageng dgn mbak Neneng
apa hubungan badan dgn Tukiran waktu itu di ketahui Ki Ageng ??
☠ SULLY
duhh ngiluuu nyaaa . ..
untung nyawamu 1 wesa
klo bisa hidup pasti di siksa smpai monster itu puass
Ki Ageng menjadikan arkadewi
istri nya ??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!