NovelToon NovelToon
JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

JANDA SHOLEHAH JODOH CEO DUDA AROGAN

Status: tamat
Genre:Tamat / Duda / CEO / Janda / Romansa
Popularitas:6M
Nilai: 4.7
Nama Author: Tiara Pradana Putri

Nicholas Bryan. 35 tahun. CEO sebuah TV Swasta. Masuk dalam Jajaran Konglomerat. Arogan, Dingin, Jarang Tersenyum dan Sangat menyayangi putri satu-satunya. Seorang Duda memiliki seorang putri berusia 7 tahun. Istri Nick meninggal setelah melahirkan putri mereka. Sejak kepergian istrinya Nick larut dalam kesedihannya dan ia melampiaskan pada pekerjaannya hingga kini tak diragukan lagi Nick menjadi salah satu pengusaha papan atas yang digilai para wanita. Tidak ada satupun wanita yang mampu mengetuk hati Nick yang telah tertutup hingga suatu ketika Putri, Caca memanggil seorang perempuan dengan sebutan Bunda yang membuat Nick tidak suka dengan wanita tersebut. Nick yang sangat menyayangi putrinya tanpa sengaja membentak putrinya saat melihat Caca memeluk wanita asing dan memanggilnya. Siapakah wanita itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pradana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adegan Romantis

Kanaya sudah siap di meja kerjanya dengan setumpuk pekerjaan yang menantinya.

Baru 1 minggu ia berada di NBC. Artinya masih ada 1 minggu lagi Kanaya menyelesaikan masa trainingnya sebagai pegawai baru.

"Nay dipanggil Miss Lala ke ruangannya." Dira menyampaikan pesan pada Kanaya.

"Makasi ya Ra."

Kanaya mengetuk pintu ruang Miss Lala.

"Masuk."

"Permisi Miss, panggil Saya?"

Miss Lala yang sedang berbicara di telpon mengisyaratkan Kanaya untuk duduk.

Kanaya menuruti perintah atasannya.

"Nay, kamu bisa bahasa mandarin kan?"

"Insha Allah bisa. Ada apa Miss?"

"Good. Nanti akan ada investor dari Tiongkok. Beliau tidak bisa bahasa asing selain bahasa nya sendiri. Kamu diminta menjadi penterjemah. Siap?"

"Insha Allah siap Miss."

"Good. Sekarang kamu temui Pak Gusti. Beliau ada di lantai 25. Nanti beliau yang akan menjelaskan."

"Kalau begitu Saya permisi Miss."

Anggukan kepala Miss Lala mengiringi Kanaya yang segera menuju lantai 25.

Baru kali ini Kanaya memasuki Lift yang khusus disediakan untuk CEO dan jajarannya.

Lantai yang dituju Kanaya memang lantai yang sama dengan ruang CEO NBC.

Pintu Lift terbuka Kanaya bergegas menuju meja resepsionis menanyakan ruang Gusti.

Kanaya membaca nama yang bertuliskan " I Gusti Ngurah Rai."

Kanaya mengetuk pintu.

"Masuk."

"Silahkan duduk." Gusti menempatkan diri di kantor dimana posisi dirinya sebagai asisten executive CEO.

"Pak Gusti memanggil Saya?"

Begitupun Kanaya meski Gusti lebih muda darinya dengan profesionalisme kerja dan sopan santun begitulah Kanaya menyapa Asisten Executive CEO.

"Sudah diberitahu oleh Lala soal penterjemah?"

"Iya Pak. Sudah. Jadi apa yang harus Saya lakukan?"

Gusti menjelaskan mekanismenya seperti apa yang harus Kanaya lakukan.

"Ayo kita ke ruang CEO."

Kanaya tertegun.

"Ayo!" Gusti mengulangi perkataannya.

Tok Tok Tok!

"Masuk."

"Permisi Boss, ini Kanaya dari Departemen HR&Admin yang akan mendampingi Boss bertemu Klien kita dari Tiongkok."

Nick sedikit terkejut. Ada keraguan dengan kemampuan wanita yang kini ada di hadapannya.

"Betul kamu bisa bahasa Mandarin? Klien Saya ini orang penting. Jadi Saya ga mau kamu merusak hubungan bisnis Saya dengannya."

Oma Marisa boleh izin getok kepala anak kesayangan Oma Ga? Soalnya mulutnya maksa orang mau jitak Oma.

"Boss bisa mengujinya sendiri kalau tidak yakin." Kanaya merasa diragukan.

"Oke. Saya beri kamu 1 kesempatan. Kalau urusan bisnis ini lancar. Saya akan membebaskan kamu dari masa training kamu yang masih kurang seminggu. Tapi, kalau bisnis Saya jadi hancur, segera keluar dari perusahaan Saya!"

Tatapan Nick kaku dengan sorot mata yang tajam.

"Ya Allah, sabar Naya. Ingat Naya sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." Batin Kanaya mengingatkan.

"Mengerti tidak?" Bentak Nick.

"Mengerti Boss."

"Good!"

"Kalau begitu kami kesini. Kita perlu bahas garis besar apa yang akan nanti saya bicarakan agar kamu tahu dan nyambung. Saya ga mau nanti pegawai Saya terlihat bodoh di depan rekan bisnis Saya."

Sabar Mak-Mak Online. Tahan. Relax. Ada saatnya Babang Nick kita kerjain nanti ya Mak. Tenang dulu Mak-Mak Readers.

"Gusti, bawakan materinya."

"Baik Boss."

Sepeninggal Gusti Kanaya masih diam mematung.

Suasana menjadi horor tanpa suara bagai di tengah malam dalam hitan rimba semua seakan mencekam.

"Kamu jadi penterjemah apa penjaga pintu?"

Nick saat melihat Kanaya tak bergerak masih dalam posisi yang sama.

Kanaya menghampiri Nick dan duduk di kursi yang berada di depan Nick.

"Permisi. Ini Boss materinya."

Gusti menyerahkan slide presentasi yang diberikan oleh klien dalam bahasa Mandarin.

"Kamu ngapain duduk disitu materinya ada sama Saya."

Kanaya jujur Saya masih jetlag dengan sikap Nick yang bagai gunung es, dingin nya mengalahkan kutub utara dan kutub selatan.

Nick bangkit dari kursinya meminta Kanaya duduk menggantikannya.

"Cepat kesini. Lama banget!"

Kanaya segera menuruti perkataan Nick.

Dengan santun Kanaya meminta izin sebelum ia duduk di kursi Nick atas perintah si empunya kursi.

"Malah melamun. Cepat jelaskan apa isi slide ini?"

Kanaya perlahan menarik nafasnya kemudian ia menjelaskan satu persatu isi dari slide tersebut.

Sedangkan Gusti mencatat point-point yang diperlukan sebagai garis besar yang akan mereka diskusikan pada sang klien saat mereka tiba.

Posisi Nick yang semula berada di belakang kursi yang ditempati Kanaya kini ia menunjuk ke arah laptop yang ada di hadapan Kanaya.

"Maksud dari tabel ini coba kamu jelaskan."

Posisi Nick yang menunduk kini membuat dagu kepala mereka sejajar dan terlihat wajah Nick persis berada di sebelah wajah Kanaya.

Sontak saja Kanaya yang menengok ke kanan harus berhadapan langsung dengan wajah Nick yang kini hanya berjarak beberapa senti dari wajah Kanaya.

Deg Deg Deg!

Sepersekian detik keduanya saling mengunci dalam tatapan yang tak dapat diartikan.

Tak Nick pungkiri wajah Kanaya begitu cantik.

Mata bulat dengan bulu mata yang lentik, Alis tebal tersusun rapi alami, hidung mancung bangir layaknya perosotan TK, bibir padat sempurna ditambah lesung pipi menghiasi kanan dan kiri menambah manis semua yang ada di wajah Kanaya.

Tak jauh berbeda dengan Nick.

Selain Alvin mantan suaminya, tak pernah Kanaya segini dekat dengan seoeang pria.

Wajah blasteran, netra biru dengan cekung bak burung elang, alis tebal laksana semut berbaris, hidung mancung, bibir tipis dan bulu-bulu yang menghiasi sepanjang dagu Nick tak dapat dipungkiri pesona sang hot duda terasa menggetarkan jiwa.

"Ehem!" Gusti sengaja memecah keheningan penuh adegan romantis di depan matanya seakan berkata, "Please Boss kasihanilah Daku yang jomblo akut ini!"

Kesadaran keduanya telah kembali dari lamunan imajinasi indah menikmati pahatan sempurna sang maha pencipta.

Entah sejak kapan nafas keduanya tertahan, kejutan suara Gusti membuat hembusan nafas keduanya yang tertahan terlepas sempurna hingga nyapu hangat wajah keduanya.

"Lanjutkan penjelasanmu." Nick kini memilih duduk di sofa ruangannya memberi jarak agar detak jantung yang sempat tak berharmoni saking kencangnya dapat ia atur kembali seirama.

Begitupun Kanaya, menarik nafasnya perlahan seperti senam pernafasan mengatur sedemikian rupa agar debaran dalam dadanya kembali normal seperti sedia kala.

Kanaya melanjutkan pekerjaannya menerjemahkan satu persatu apa yang ada dalam slide di dalam laptop.

Sementara Nick memilih mendengarkan tanpa memandang si pemilik suara karena jantungnya belum benar-benar kembali normal.

"Boss Mr. Andy Lau sudah ada di lobi menuju kesini." Gusti memberikan informasi yang ia peroleh dari staf yang ditugaskan mengawal kedatangan Mr. Andy Lau.

"Kamu bersiap. Jangan grogi. Relax. Kita hadapi bersama. Ingat kita team work. Oke?"

Nick menatap Kanaya seolah kata-kata Nick bagaikan mantra yang membuat Kanaya memperhatikan dengan seksama setiap sugesti yang Nick berikan.

Kini Mr. Andy Lau dan jajarannya sudah berada di ruang kerja Nick.

Nick menatap sekilas pada Kanaya dan berkata sedikit berbisik " This is Show Time, Naya!"

1
Safa Almira
suka
Rubiyanti
Luar biasa
TIARA: Makasi Kakak sudah mampir
total 1 replies
Robiyana Syamsulbahri
👍
TIARA: Makasi Kakak sudah mampir
total 1 replies
indah
Luar biasa
TIARA: Makasi Kakak sudah mampir
total 1 replies
Maryana Fiqa
ya Allah,,so sweet banget pasangan ini jd iri 🥰🥰🥰🥰🥰
Maryana Fiqa
ilmu yg bermanfaat,, terimakasih banyak Thor 🙏🙏
Mur Wati
sotoy orang yg bilang mandul apalagi mantan mertua noh ..kenapa gak lanjut lagi kan nenek lampir belum lihat kenyataan si khalisa
Mur Wati
sayang ya udah gak up lagi padahal ceritanya bagus loh
Mur Wati
boleh juga bos
Ryan Jacob
semangat Thor ditungggu karya-karyanya
Fitriyanti Siregar
Luar biasa
Mur Wati
selamat berbahagia khalisa n nick ...dulu kan khalisa punya suami yg selalu termakan hasutan ibunya dan pelakor.. sayang ya novel gak lanjut bab lagi padahal harus nya ibunya Alvin sembuh dari stress nya trus lihat kebahagiaan khalisa menantu yg dulu di hina terus 😡
Mur Wati
🤣🤣🤣
Ratna Suminar
kayaknya Dira PMS deh
Ratna Suminar
setuju banger kalo Dira sama ustdz Salman
Ratna Suminar
bahus
Afika Dury
jahaaaat ayah
emak diwi
wo ai ni Lao kung😂😂😂😂
emak diwi
ohh my my my,,,,yg aku bacanya meleleh abis 🥰🥰🥰
emak diwi
aduhhh banggg neng bacanya smpe mleyottt nich ati neng bang🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!