Alga adalah seorang pria bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja untuk mencari ikan setiap hari untuk kuliah istrinya dan makan sehari-hari. Pergi pagi pulang malam agar bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Sayangnya saat istrinya sudah S2 dan menjadi sekretaris, istrinya malah selingkuh dengan CEO tempat ia bekerja dan meninggal Alga dan anaknya.
Istrinya malu mempunyai suami nelayan seperti Alga dan akhirnya meminta cerai lalu menikah dengan pria pilihannya itu.
Hancur hati Alga setelah bercerai dengan istri tercintanya, saat sedang menjaring ikan, Ia tak sengaja jatuhkan kelaut karena Ia masih dalam kesedihan, tapi siapa sangka jika ia mendapat sebuah sistem.
Sistem Nelayan, setiap ia menangkap ikan, menjual ikan, maka ia mendapat hadiah dan poin yang mengubah hidupnya menjadi orang sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5~
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
...Happy reading...
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
"Aaaaaa!" teriaknya panik.
Alga terduduk di sampannya menatap sebuah layar besar di depannya itu.
Grisha mendekat. "Papa! Papa kenapa?" tanya Grisha memegang tangan Papanya yang terjatuh ke sampan tersebut.
"Ka-kamu nggak lihat? Ada sesuatu di depan Papa?" tanya Alga menunjuk ke arah depan sambil melihat ke arah Grisha
Grisha menggeleng. "Grisha nggak lihat apa-apa Papa," jawab Grisha bingung.
"Itu... ada... ada sebuah layar besar, kamu beneran nggak bisa lihat?" tanya Alga memastikannya.
"Tidak Pa," jawab Grisha lagi. "Emang ada apa Pa?" tanya Grisha tak mengerti.
Alga terdiam, mungkinkah hanya ia sendiri yang bisa melihatnya? "Ah sudahlah, nanti akan Papa jelaskan padamu, semoga saja ini adalah pertanda baik untuk hidup kita," kata Alga berusah menenangkan hatinya dengan keterkejutannya saat ini.
"Baiklah putri kecil Papa, kita berjuang untuk menangkap ikan yang banyak hari ini," kata Alga menyemangati anaknya itu.
Alga melemparkan jalanya ke laut, berharap ia mendapat ikan yang banyak dan menyelesaikan misinya.
"Wah, sepertinya ada ikan besar nih," kata Alga merasa di jalanya terasa berat.
Saat ia menarik jala tersebut, ia mendapatkan 3 ekor ikan ukuran yang sama besar. "Lihatlah Grisha, kota mendapatkan ikan yah seperti beratnya 1 kg 3 ekor, sementara Papa harus menangkap 10 ekor ikan Yang beratnya 1 kg, jadi tinggal 7 ekor lagi, ayo semangat," kata Alga kembali menebarkan jaringnya di laut kembali.
Grisha yang mendengar ucapan papanya menjadi bingung. "Papa kenapa ya? Apa karena dia terbentur batu karang di bawah?" gumamnya pelan. Tapi Grisha memilih diam saja, dan ia berdiri di tepi Sampan menunggu tangkapan ayahnya itu.
Alga kembali merasa sangat berat, dan ia menarik jalanya ke atas dan ia mendapat 4 ekor ikan berukuran yang sama besar, dan beberapa ekor ikan ukuran kecil.
"Ayo Grisha, masukkan ikannya ke dalam ember," kata Alga bersemangat, dan kembali menebarkan jalanya.
...*****...
Sudah menunggu hingga tengah hari, bahkan matahari sudah condong, Alga tidak mendapat lagi ikan yang ukuran besar. Mereka hanya berdiam diri di tengah-tengah laut yang tenang itu.
"Haishh, sayang sekali Grisha kita hanya mendapat ikan yang kecil saja, kenapa sulit sekali ya? Bisanya Papa selalu mendapatkan tangkapan ikan yang besar, apa karena misi ini ya?" tanya Alga menujuk ke arah sistemnya di depannya itu, Grisha hanya mengikuti arah tangan Papanya itu, tapi tidak melihat apa pun di depannya itu.
"Ya sudahlah kalau begitu, kita bakar ikan untuk makan siang kita hari ini, nanti setelah makan, kita lanjutkan lagi," kata Alga.
Alga segera membakar ikan dengan menggunakan kompor mini, ia menaburkan garam dan mengoleskan dengan kecap manis hingga matang.
Setelah selesai, Alga meletakkan di tengah-tengah sampan dan memberikan kepada Grisha.
Sampan Alga
"Makan yang banyak ya, Nak. Biar cepat besar, biar jadi anak pintar, biar jadi anak sukses, nggak seperti Papa yang cuma seorang nelayan," kata Alga memegang kepala putrinya itu.
Grisha mengangguk dan menyantap ikan bakar tersebut.
Alga melihat layar hologramnya, jika ia menyelesaikan misi, maka ia mendapat sebuah rumah, itu yang membuat ia bersemangat.
[Hasil tangkapan 7/10]
"Masih ada 3 lagi," kata Alga. Ia melihat ke arah Grisha. "Ya sudah, kamu makan ya, Papa mendayung sampan dulu, kita cari tempat perburuan lain," kata Alga mengambil dayungnya lalu mendayung sampannya meninggalkan tempat tersebut.
Saat mendayung, Alga melihat seekor ikan melompat ke udara, Alga memberhentikan dayungnya, tanpa pikir panjang lagi, ia melempar lagi jalanya.
Seketika, jalanya menjadi berat, dan ia menariknya dengan hati-hati.
Akhirnya ia mendapat tangkapan ikan yang ia inginkan.
"Grisha, Papa menangkap ikan lagi," ucapnya dengan senyum lebar karena bahagia.
[Hasil tangkapan 10/10]
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...