NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Bullying dan Balas Dendam / Pengantin Pengganti / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22. KEMBALI

Perjalanan menuju perbatasan wilayah timur bukanlah perjalanan yang ramah.

Kabut tipis menyelimuti pegunungan, jalur tanah berubah licin oleh embun malam, dan angin membawa aroma besi, aroma wilayah yang terlalu dekat dengan medan monster. Namun semua itu tidak berarti apa pun bagi Alaric.

Kuda hitamnya melaju tanpa ragu, seolah memahami urgensi tuannya.

Di balik mantel perjalanan yang kotor dan senjata yang terikat kuat di pinggangnya, Alaric hanya membawa satu hal dalam pikirannya: Liora.

"Bertahanlah, aku akan kembali secepatnya," gumam Alaric lagi dan lagi selama perjalanan.

Setiap langkah kuda yang menghantam tanah seolah berdetak seirama dengan jantungnya, cepat, tak sabar, penuh kecemasan. Ia mengingat wajah pucat Liora pagi itu, darah yang menodai seprai, dan suara napasnya yang lemah.

Ia tidak boleh menunggu.

Ia tidak bisa menunggu.

Tanaman bernama Veridorn Aegis tumbuh di wilayah pegunungan tinggi, di batas tempat manusia dan monster sama-sama jarang menginjakkan kaki. Akar tanaman itu mampu menyerap racun yang sudah mengikat darah dan organ dalam.

Aldren sudah menjelaskan segalanya.

Dan Alaric memilih jalan tercepat, meski itu berarti melewati wilayah yang berbahaya.

Sementara itu, di kastil Duke ...

Liora terbaring di tempat tidur dengan ekspresi tidak sabar.

Sudah tiga hari.

Tiga hari penuh ia dilarang menyentuh dokumen, dilarang berjalan terlalu lama, bahkan dilarang duduk terlalu lama di meja kerja.

Dan kini, ia berhadapan langsung dengan tembok bernama Gideon.

"Aku hanya ingin melihatnya," kata Liora, suaranya tenang tapi jelas kesal. "Dokumen jalur dagang wilayah utara itu belum selesai dianalisis."

Gideon berdiri di dekat meja kecil, kedua tangan memegang map dokumen yang jelas bukan untuk diserahkan. Senyumnya lembut, hampir menyebalkan.

"Maaf, Nyonya Duchess," kata Gideon sopan, "tapi Yang Mulia Duke memerintahkan saya agar Anda istirahat total. Tidak bekerja. Terutama sampai Anda meminum penawar racun."

Liora menghela napas panjang.

"Tubuhku kaku karena terus berbaring," gumamnya. "Aku merasa lebih sakit karena tidak bergerak."

Gideon tersenyum kecil. "Itu karena Anda tidak terbiasa diam."

"Karena aku memang tidak seharusnya diam," balas Liora cepat.

Gideon mengangkat bahu ringan. "Anda harus bersabar. Jika sesuatu terjadi pada Anda ... Duke akan kembali khawatir."

Kalimat itu membuat Liora terdiam.

Wajah Alaric yang panik saat ia muntah darah kembali terlintas di benaknya, bagaimana pria itu berlari tanpa peduli penampilan, bagaimana tangannya gemetar saat menyentuh wajahnya.

Liora menunduk, menarik napas pelan.

"Aku tidak menyangka dia akan sekhawatir itu," gumamnya jujur.

Gideon tidak menanggapi. Ia hanya tersenyum lebih lembut. Tahu kalau Gideon bisa menggunakan kekhawatiran Duke sebagai senjata untuk menghentikan aktivitas Nyonya-nya yang keras kepala ini.

Ketukan di pintu memecah suasana.

Gideon berjalan membuka pintu, dan seketika ekspresinya melunak.

"Lilola?"

Suara kecil dan cadel itu menyelinap masuk lebih dulu dari pada tubuh pemiliknya.

Kepala kecil dengan rambut cokelat sedikit berantakan mengintip dari balik Gideon.

Liora langsung tersenyum lebar.

"Aku di sini," kata Liora hangat.

"Lilola!"

Rowan berlari kecil masuk ke dalam kamar, langkahnya tergesa dan tidak rapi. Ia langsung menghampiri Liora dengan penuh semangat.

"Lilola? Liola?" katanya terbata-bata, "aku dengal Lilola cakit."

Liora tertawa kecil, lalu mengangkat bocah itu ke pangkuannya. "Benar. Aku sakit beberapa hari ini."

Rowan menatapnya dengan mata besar penuh rasa ingin tahu. "Lilola kenapa? Lilola Cakit kalena apa?"

"Aku sakit karena Gideon terus menggangguku," ucap Liora dengan nada dan air muka mendramatisir.

Gideon tersenyum kaku saat tiba-tiba dirinya menjadi kambing hitam.

Spontan Rowan langsung melihat ke arah Gideon dan berseru, "Gideon nakal! Kenapa ganggu-ganggu Lilola. Lilola jadi cakit kalena Gideon!"

"Aku tidak melakukan apa pun, Tuan Muda," jawab Gideon gelagapan.

"Akan Lowan kacih tahu Paman kalau Gideon nakal Cama Lilola nanti," ancam Rowan yang tidak menakutkan sama sekali

Liora tertawa melihat betapa menggemaskannya Rowan memarahi Liora.

"Aku hanya bercanda, Gideon tidak membuatku sakit, Rowan. Aku hanya perlu istirahat," jawab Liora lembut.

Rowan melihat Gideon dan Liora bergantian, lalu mengernyit gemas dan berkata, "Oke, Gideon dimaafkan."

"Aku bahkan tidak tahu salahku apa," gumam Gideon dengan senyum kikuk.

"Kau sendiri bagaimana? Aku tidak melihatmu akhir-akhir ini," tanya Liora pada Rowan.

Rowan mengangguk serius. "Mama sama Papa bawa Lowan ke kota. Beli hadiah untuk Lilola."

"Hadiah?" Liora terkejut. "Untukku?"

Rowan mengangguk kuat lalu merentangkan tangan untuk menggambarkan hadiahnya, "Iya. Untuk Lilola. Banyakkkk sekali."

Belum sempat Liora bertanya lebih jauh, ketukan terdengar lagi.

Gideon memberi hormat saat pintu terbuka.

Seorang wanita berdiri di ambang pintu, tinggi, anggun, dengan paras lembut dan tatapan hangat. Rambutnya disanggul rapi, namun ada kehangatan alami dalam senyumnya.

"Mama!" seru Rowan ceria.

Wanita itu tersenyum dan mengelus kepala putranya. "Ya, Sayang."

Liora langsung mengenali wajah itu.

Gladis Ravens, atau sekarang berganti nama setelah menikah menjadi Gladis Wanningston kakak perempuan Alaric.

Liora hendak bangun, namun Gladis segera mengangkat tangan. "Duduk saja. Tidak perlu memberi salam."

Gladis mendekat, menatap Liora dengan penuh perhatian. "Jadi ini Lilola yang selalu kau ceritakan," katanya sambil tersenyum.

Rowan mengangguk bangga. "Benal. Lilola cantik, kan, Mama?"

"Iya," jawab Gladis lembut. "Sangat cantik."

Liora hanya tersenyum kecil.

Gladis lalu menyentuh wajah Liora dengan lembut. "Bagaimana keadaanmu?"

"Aku baik-baik saja," jawab Liora jujur. "Tabib Aldren merawatku dengan sangat baik. Begitu juga Gideon dan para pelayan."

Gideon tersenyum dari kejauhan.

"Kami sebenarnya sangat bersemangat membelikanmu hadiah," kata Gladis. "Tapi aku tidak menyangka akan mendengar kabar kau jatuh sakit."

Liora menggeleng pelan. "Anda tidak perlu repot."

Gladis tersenyum. "Aku melewatkan pernikahanmu karena aku berada di Wilayah Barat. Dan kau juga sudah menjaga Rowan dengan sangat baik. Tentu aku harus membawa hadiah."

Rowan menepuk dada kecilnya. "Lowan teman Lilola!"

Liora mengelus rambutnya. "Aku yang harus berterima kasih karena Rowan benar-benar seperti oasis."

Tawa kecil memenuhi ruangan hingga ...

BRAK!

Pintu terbuka keras.

"LIORA?!"

Semua menoleh.

Alaric berdiri di ambang pintu, mantelnya kotor, rambutnya acak-acakan, sepatu dan lengan bajunya ternoda lumpur dan debu. Ada lecet kecil di pipinya, dan napasnya masih belum teratur.

Liora berdiri refleks. "Kau sudah kembali?"

Alaric tidak menjawab.

Pria itu berjalan cepat, lalu langsung memeluk Liora erat.

"Bagaimana keadaanmu?" suara Alaric serak.

"Aku baik-baik saja," jawab Liora lembut.

Alaric melepas pelukan, merengkuh wajah sang istri. "Kau tampak kurusan. Kau yakin kau baik-baik saja?"

"Aku baik-baik saja," ulang Liora.

Gladis berdeham. "Alaric. Kau sadar pakaianmu kotor?"

Alaric melirik dirinya, lalu melihat gaun Liora yang ikut ternoda. "Maaf."

"Tidak masalah," jawab Liora.

Rowan menunjuk Alaric. "Paman kotol cekali. Bau."

"Aku tidak bau," sahut Alaric.

"Paman bau!" kekeh Rowan.

Gladis tertawa. "Rowan benar, kau bau, Alaric."

Alaric menghela napas. "Kalian berisik."

Namun senyum tipis muncul di sudut bibir Alaric. "Aku akan membersihkan diri," katanya akhirnya.

Gideon melangkah maju. "Saya akan menemani Anda. Sekalian ingin melapor kabar akhir-akhir ini."

Alaric menoleh ke Liora. "Aku akan segera kembali."

Gladis tersenyum menggoda. "Jadi cinta istri, huh."

Alaric mendengus dan pergi.

Namun saat itu ...

Liora menatap gaunnya.

Ada bercak darah kecil.

Bukan darah Liora.

Dadanya menegang.

Liora tahu persis, itu darah Alaric.

Tanpa berpikir panjang, Liora melangkah keluar kamar. Karena bukan hanya Alaric yang boleh khawatir.

Liora juga seorang istri.

Dan kali ini Liora-lah yang khawatir.

1
Yuli Budi
cie cie cie ... ahay 👏
Miss Typo
cuit cuit cuit akhirnya Alaric buka puasa setelah 5 bln pisah dgn istri tercinta nya 🤣
besok tunjukkan kecantikan dan kuasa mu Liora
Jelita S
Alaric hanya ada di dunia pernovelan😄😄😄
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐀𝐥𝐚𝐫𝐢𝐜 𝐛𝐮𝐤𝐚 𝐩𝐮𝐚𝐬𝐚 🤣🤣
Maria Lina
😍😍
Maria Lina
lgi thot ku ksh bintang ya biar up lgu ya thor😍😍
Jelita S
Liora mulai berani y sama Duke😄😄😄
Pawon Ana
waduh waduh diawal bab ngakak baca kelakuan duo paman ponakan diakhir bab...wow siapakah liora?🤔😂😂😂😂
Pawon Ana
Rowan pengacau...😂
Eli Rahma
bikin penasaran aja nih
Pawon Ana
nah kan ... jngn suka mempercayai rumors yang tidak jelas asal usulnya...✌️😂 ternyata....
Pawon Ana
bisa ku bayangin liora bikin heboh dari pagi ,ujug2nya bengong lihat Duke masuk kamar😂
Pawon Ana
salut sama asistennya .... bijaksana ✌️
Miss Typo
kenapa Liora sampai menendang Marquess? pasti Marquess melakukan sesuatu atau ngomong sesuatu yg bikin Liora marah
Miss Typo: apa Marquess ngeledekin Liora 🤔
total 5 replies
Warung Sembako
terkejut dia istrinya gk gemoy lg...
Archiemorarty: Kan kan untung masih ngenali istrinya dia 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
lanjuut kak
Eli Rahma: selalu dtunggu kak othor..
total 2 replies
Ummu Dzaky
istri ny pingin kurus suaminya suka yg gembil2😁😁😁
Archiemorarty: Karena gx semua laki suka perempuan kurus 🤭
kalau kata mereka yang kurus gx enak dipeluk 🤭
total 1 replies
Amaya Fania
mau liat liora balas dendam dan jadi kurus
Archiemorarty: Ohoho.. sebentar lagi ya drama balas dendam dimulai 🤭
total 1 replies
Jelita S
Alaric kehilangan pipi gembul yg menggemaskan😄😄😄😄😄😄
Archiemorarty: Pipi gembul itu enak dicubit 🤭
total 1 replies
Ir
wkwkwk Alaric be like : kenapa istriku kurus hah!! apa kalian tidak memberinya makanan yang baik!! 🤣🤣

btw aku ngebayangin, kalo seandainya di masa Alaric udah ada HP, lagi perang sambi live streaming : hay guys kita lagi siapp² mau perang nih, kita mau musnahin moster, nanti aku kasih tau yaa monster nya itu seperti apa
🤣🤣🤣
Ir: kan sekarang apa² di viralin kak 🤣🤣
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!