NovelToon NovelToon
Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia
Popularitas:992
Nilai: 5
Nama Author: richard ariadi

Tanda tangani ini, dan semua hutangmu dianggap lunas," ucap Minghua Zhang sambil melemparkan kontrak pernikahan ke atas meja yang penuh puntung rokok. Chen Song menatap angka di kertas itu, lalu menatap wajah dingin Luna di pojok ruangan. Baginya, ini bukan pernikahan, ini adalah tiket keluar dari neraka—yang tanpa ia sadari, justru akan membawanya ke neraka jenis baru.

Chen Song adalah seorang pria dari kelas menengah ke bawah yang memiliki kecanduan judi yang parah. Dalam sebuah permainan berisiko tinggi di kasino bawah tanah, ia kehilangan segalanya. Ternyata, lawan mainnya adalah seorang kolektor hutang kejam yang bekerja untuk relasi bisnis keluarga Zhang. Chen Song berhutang dalam jumlah yang mustahil ia bayar miliaran yuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon richard ariadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

makam leluhur ke 12 mei song

Kekalahan Chen Song di aula lelang menciptakan efek domino yang menghancurkan. Gou Cheng kini berada di bawah cengkeraman teror keluarga Fei. Dengan kekuatan absolut Fei Kang, aturan main di Bhurut Sarenteng telah berubah total.

Fei Dog tidak pernah berniat menjadi sekutu yang setia. Begitu melihat Chi Min lemas ketakutan, ia langsung menunjukkan taringnya.

Penyitaan Paksa Di bawah todongan energi petir adiknya, Fei Dog memaksa Chi Min menandatangani pengalihan seluruh proyek energi nasional ke tangannya.

Nasib Chi Min Chi Min, yang tadinya mengira Fei Dog adalah penyelamatnya, kini diusir dari kantornya sendiri tanpa membawa selembar saham pun.

Pusat Kekuatan Baru Gedung utama Gou Cheng Iron & Power kini berubah menjadi markas besar Fei Syndicate.

Fei Kang bukanlah kultivator bodoh yang hanya mengandalkan otot. Ia tahu bahwa Chen Song memiliki jaringan intelijen yang kuat. Ia memerintahkan pasukan elitnya, "The Lightning Hounds", untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.

Menyisir Eternal abadi Group: Anak buah Fei Kang masuk ke kantor Luna, menghancurkan server komputer, dan menyiksa para manajer untuk mencari lokasi bunker rahasia.

Memburu Pasukan Gelap Mereka mulai melacak keberadaan Elara dan Gorgon. Fei Kang menggunakan teknik Pulse Tracking untuk merasakan sisa-sisa energi hawa iblis Chen Song yang tertinggal di berbagai sudut kota.

Teror pada Loyalis Setiap orang yang pernah bekerja untuk Chen Song atau Luna ditangkap. Fei Kang ingin memutus semua "mata dan telinga" milik suamimu.

Fei Kang "Cari setiap lubang tikus tempat mereka bersembunyi. Jika kalian menemukan pasukannya, jangan sisakan nyawa. Aku ingin Chen Song kembali ke kota ini dan tidak menemukan apa pun kecuali tumpukan mayat."

Di sebuah gua tersembunyi yang dilindungi oleh formasi kuno keluarga Song, Chen Song terbaring lemah. Luka bakar akibat petir hitam Fei Kang meninggalkan bekas keunguan yang sulit sembuh.

Luna Zhang terus mengalirkan energi Teratai Ungunya, namun ia menyadari sesuatu yang mengerikan: Petir Fei Kang mengandung racun pemakan jiwa.

"Bajingan itu... dia menghancurkan semua yang kita bangun, Luna. Aku bisa merasakan satu per satu koneksi energiku dengan para bawahanku terputus. Mereka sedang dibantai."

Luna Zhang

(Matanya berkaca-kaca namun penuh tekad)

"Jangan bergerak dulu, Song! Energi petirnya masih bersarang di meridianmu. Jika kau memaksakan diri keluar sekarang, kau hanya akan mengantarkan nyawa."

Chen Song

"Lalu kita harus apa? Menunggu sampai dia membunuh ayah dan ibumu?"

Luna Zhang

"Satu-satunya jalan adalah membuka Segel Makam Leluhur Song di dasar gua ini. Di sana tersimpan Cairan Kehidupan Abadi yang bisa menetralkan racun petir dan membangkitkan Kekuatan Iblis-Dewa Sejati milikmu. Tapi risikonya... kau mungkin kehilangan kemanusiaanmu sepenuhnya."

Kedatangan Asosiasi Seni Bela Diri (ASBD) ke Gou Cheng bukanlah kunjungan biasa. Kali ini, mereka tidak mengirim delegasi biasa, melainkan Pasukan Penegak Hukum Langit yang dipimpin oleh Grandmaster Yan, seorang tetua yang dikenal sangat kaku terhadap pelanggar kode etik dunia kultivasi.

Kehancuran aula lelang dan penggunaan kekuatan petir tingkat tinggi oleh Fei Kang di area sekuler telah memicu alarm bahaya di markas pusat Asosiasi.

Lampu-lampu kota Gou Cheng mendadak redup saat sembilan pilar cahaya turun dari langit, mengelilingi gedung pusat milik Fei Dog. Grandmaster Yan berdiri di udara, jubah putihnya berkibar, menatap dingin ke arah gedung tersebut.

Grandmaster Yan "Fei Kang! Kau telah melanggar Traktat Sarenteng Pasal 1 tentang larangan penggunaan kekuatan tingkat Bumi di zona sekuler berpenduduk padat. Keluar dan serahkan inti petirmu untuk diaudit, atau kami akan meratakan tempat ini!"

Fei Kang berjalan keluar ke balkon dengan santai, petir hitam masih memercik di ujung jarinya. Ia tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun, meski di depannya ada otoritas tertinggi dunia bela diri.

Fei Kang

"Audit? Kalian para orang tua dari Asosiasi selalu datang terlambat. Saat Chen Song membawa hawa iblis ke kota ini, kalian bersembunyi. Sekarang setelah aku membersihkan sampah itu, kalian datang sebagai pahlawan?"

Grandmaster Yan

"Chen Song bergerak dalam bayangan dan menjaga keseimbangan. Kau, sebaliknya, menghancurkan infrastruktur negara dan mencampuri urusan politik Presiden Bo Fakyu secara terang-terangan. Serahkan dirimu untuk diperiksa, atau kami akan menggunakan Formasi Penyegel Roh."

Fei Dog

(Berteriak dari dalam)

"Jangan dengarkan mereka, Kang! Kita punya uang dan kekuasaan sekarang! Presiden pun tidak berani menyentuh kita!"

Fei Kang

(Tersenyum sinis)

"Auditlah mayat-mayat ini jika kalian bisa, Tua Bangka!"

Alih-alih menyerah, Fei Kang justru melepaskan ledakan petir hitam ke arah para penegak hukum. Pertempuran pecah di atas langit Gou Cheng. Masyarakat sekuler hanya melihatnya sebagai "badai petir aneh", namun bagi para kultivator, ini adalah perang antara otoritas lama dan kekuatan baru yang liar.

Di persembunyian mereka, Luna Zhang melihat kilatan petir di langit melalui celah gua.

Luna Zhang "Song, Asosiasi sedang menyibukkan Fei Kang. Ini adalah satu-satunya kesempatan kita. Segel Makam Leluhur sudah mulai terbuka karena resonansi energi petir di atas sana. Kita harus masuk sekarang!"

Chen Song, dengan tubuh yang masih dibalut perban namun matanya memancarkan api tekad, bangkit berdiri.

Chen Song: "Biarkan mereka saling gigit. Saat Fei Kang kelelahan melawan Asosiasi, aku akan kembali dengan Pedang Pemutus Langit untuk memanen nyawanya."

Di Kota: Pertempuran hebat antara Fei Kang melawan Pasukan Penegak ASBD menyebabkan kekacauan. Fei Dog mulai panik karena aset-aset yang baru ia rebut kini hancur akibat perang adiknya.

Di Makam Luna dan Chen Song memasuki pintu batu raksasa yang memancarkan aura kuno yang sangat pekat.

Saat Chen Song dan Luna melangkah masuk ke bagian terdalam makam, gerbang batu raksasa itu bergetar hebat. Di sana, terukir nama besar yang sudah lama hilang dari catatan sejarah: Mei Song, leluhur ke-12 dari silsilah keluarga Song.

Berbeda dengan makam-makam sebelumnya yang penuh dengan aura kematian, ruangan ini justru dipenuhi dengan hawa dingin yang menusuk dan kristal-kristal es hitam yang tumbuh dari dinding.

Mei Song dikenal dalam legenda sebagai satu-satunya wanita yang pernah memimpin klan Song menuju puncak kejayaan. Ia bukan hanya seorang kultivator, tetapi seorang jenius perang yang menggabungkan Hawa Iblis Song dengan Inti Es Abadi.

Di tengah ruangan, sebuah peti mati kristal transparan berdiri tegak. Di dalamnya, jasad Mei Song tampak masih utuh seperti sedang tertidur, mengenakan jirah perang berwarna perak gelap. Di tangannya, ia mendekap sebuah gulungan sutra dan sebuah belati yang memancarkan aura dingin yang luar biasa.

Saat Chen Song mendekat, bayangan proyeksi (Will) dari Mei Song muncul di udara. Matanya yang tajam menatap tajam ke arah Chen Song dan Luna.

Mei Song (Will)

"Keturunanku yang malang... kau datang dengan tubuh yang hancur oleh petir murahan. Mengapa kau membawa wanita dari klan luar ke tempat suci ini?"

Chen Song

(Berlutut dengan hormat namun tetap tegas)

"Luhur Mei Song, dunia telah berubah. Aku datang bukan untuk meminta perlindungan, tapi untuk menuntut kekuatan. Fei Kang telah menghina darah Song dan menindas rakyatku. Wanita ini adalah Luna, belahan jiwaku yang menjagaku saat aku jatuh."

Mei Song (Will)

"Cinta adalah kelemahan, tapi pengabdian adalah kekuatan. Jika kau ingin mewarisi Teknik Sembilan Lapas Es Iblis, kau harus membiarkan es ini membekukan jantungmu. Kau akan kehilangan rasa sakit, tapi kau juga akan kehilangan kehangatan manusia. Apakah kau siap?"

Tiba-tiba, mata Mei Song beralih ke arah Luna. Ia melihat energi Teratai Ungu yang mengalir dalam tubuh Luna.

Mei Song (Will)

"Dan kau, Gadis Teratai... energi unsurmu terlalu lembut untuk dunia yang kejam ini. Di samping peti matiku, terdapat Embun Es Jiwa. Minumlah, dan biarkan Terataimu membeku menjadi Teratai Es Ungu. Hanya dengan begitu kau bisa menjadi perisai yang tak terpatahkan bagi suamimu."

Chen Song melangkah masuk ke dalam kolam es di bawah peti mati Mei Song. Saat ia mulai menyerap energi es hitam, racun petir dari Fei Kang mulai dipaksa keluar dari pori-porinya dalam bentuk uap hitam yang membeku.

Peningkatan Chen Song Kultivasinya mulai merangkak naik, menembus batas-batas yang sebelumnya terkunci. Auranya kini tidak lagi hanya hitam legam, melainkan hitam dengan kilatan kristal es yang mematikan.

Peningkatan Luna Luna meminum Embun Es Jiwa. Kelopak teratai ungu di sekitar tubuhnya perlahan berubah menjadi kristal yang sangat tajam dan dingin, mampu memotong energi petir sekalipun.

Di dalam keheningan makam yang membeku, suara Mei Song bergema bagaikan lonceng perak yang memecah keheningan ribuan tahun. Ia melambaikan tangannya, dan dinding-dinding es di sekitar mereka mulai menampilkan proyeksi sejarah masa lalu yang berdarah dan agung.

Mei Song menjelaskan bahwa Keluarga Song bukanlah keluarga pebisnis biasa yang jatuh miskin, melainkan keturunan dari Sekte Dewa Perang Langit yang dikhianati oleh aliansi sembilan sekte besar ribuan tahun lalu.

Mei Song "Chen Song, kau adalah pewaris dari garis darah yang dikutuk sekaligus diberkati. Klan kita sengaja menyembunyikan diri di dunia sekuler Bhurut Sarenteng untuk menghindari pembersihan total. Namun, darah naga tidak bisa selamanya berpura-pura menjadi cacing."

Klan Song membagi kekuatannya ke dalam 30 Tingkatan Makam Leluhur, yang masing-masing dijaga oleh esensi jiwa leluhur terhebat. Mei Song hanyalah gerbang awal—leluhur ke-12 yang menguasai elemen es dan intelijen.

Mei Song memberikan sebuah artefak berbentuk bola kristal hitam yang berisi peta astral kepada Chen Song.

Kelompok Leluhur

Fokus Kekuatan

Lokasi Tersembunyi

1-10: Para Penjaga Dasar

Fisik Iblis & Ketahanan Tubuh

Hutan Kematian Bhurut Sarenteng

11-20: Para Master Elemen

Es (Mei Song), Api Hitam, Badai

Pegunungan Terlarang & Dasar Laut

21-29: Para Penghancur Jiwa

Manipulasi Ruang & Waktu

Dimensi Cermin di Ibu Kota

Leluhur ke-30: Sang Pendiri

Kekuatan Penciptaan & Kehancuran

Langit Tertinggi (Belum Terjangkau)

Mei Song: "Kau baru membangkitkan aku. Masih ada 29 jiwa lain yang harus kau taklukkan. Jika kau bisa menyatukan semua esensi mereka, kau bukan lagi sekadar kultivator... kau adalah Kaisar Langit yang sah."

(Merasakan energi es hitam mengalir di meridiannya)

"Tiga puluh leluhur... Jadi perjalananku baru saja dimulai. Fei Kang hanyalah kerikil kecil di jalan menuju takhta ini."

Luna Zhang

(Sambil menggenggam tangan Chen Song, tubuhnya kini memancarkan hawa dingin yang suci)

"Aku akan menemanimu ke setiap makam itu, Song. Jika kau harus menghadapi 30 leluhur, maka aku akan menjadi 30 perisai yang melindungimu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!