Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 Kilas Balik-Kencan Rahasia disudut kota
Satu Tahun yang lalu...
Sebelum angka-angka saham menjadi satu-satunya bahasa yang mereka pahami, Queen dan Adrian pernah memiliki dunia yang hanya milik mereka berdua.
Saat itu tahun pertama perkuliahan. Jauh dari kemewahan Alistair University, Adrian membawa Queen ke sebuah kedai ramen kecil di pinggiran kota, tempat yang tidak mungkin didatangi oleh supir pribadi atau mata-mata keluarga mereka.
"Kau membawaku ke sini agar tidak ada yang melihat kita berkencan?" tanya Queen sambil mengaduk ramennya, berusaha menyembunyikan rasa senangnya.
Adrian meletakkan sumpitnya, menatap Queen tanpa ada jejak kesombongan di matanya. "Aku membawamu ke sini karena di sini, aku bukan pewaris Alistair Group. Di sini, aku hanya Adrian, pria yang sangat ingin tahu kenapa wanita di depannya ini selalu membaca buku filsafat di tengah kelas kalkulus."
Malam itu, mereka berjalan kaki di bawah rintik hujan. Adrian memberikan jaketnya untuk melindungi Queen. Di bawah lampu jalan yang temaram, Queen pertama kali merasakan bahwa tembok pertahanannya runtuh.
"Berjanjilah padaku satu hal, Adrian," ucap Queen saat itu. "Jangan pernah biarkan dunia bisnis keluarga kita yang kotor menyentuh kita."
Adrian menarik Queen ke dalam pelukannya, mencium keningnya dengan penuh janji. "Aku bersumpah, Elara. Kau adalah satu-satunya hal yang akan selalu kujaga agar tetap bersih."
___________________________
Kembali ke masa kini, di atas rooftop perpustakaan tua.
Saat Queen dan Adrian masih terhanyut dalam ciuman yang penuh keputusasaan, sebuah kilatan cahaya kecil memantul dari balik pintu darurat yang sedikit terbuka. Hanya satu detik, namun cukup untuk menghancurkan segalanya.
Di balik pintu itu, Clarissa menyeringai puas. Di layar ponselnya, ia baru saja menangkap gambar paling berharga tahun ini, Queen Elara Alexandra, wanita yang baru saja menghancurkan saham Alistair Group, sedang berciuman panas dengan putra mahkota perusahaan tersebut.
"Gotcha," bisik Clarissa dengan nada penuh racun. "Mari kita lihat apakah para investor masih percaya pada integritas sang Ratu jika mereka tahu Ternyata selama ini dia sudah sering tidur diranjang Adrian alistair."
Keesokan paginya, Queen tidak disambut dengan tepuk tangan atas kemenangannya di bursa Saham. Sebaliknya, saat ia melangkah masuk ke koridor utama kampus, keheningan yang memuakkan menyambutnya.
Setiap layar ponsel mahasiswa menampilkan foto yang sama. Foto dirinya dan Adrian di atas rooftop.
"REKA ADEGAN: Apakah Kehancuran Saham Alistair Group Hanya Drama Pasangan Ini untuk Memanipulasi Pasar?", Itulah judul utama yang dirilis oleh media milik keluarga Clarissa.
"Queen yang cerdik," teriak seseorang dari kerumunan. "Ternyata kau hanya boneka Adrian untuk menjatuhkan ayahnya sendiri demi kekuasaan kalian berdua!"
Queen berdiri terpaku. Ini benar-benar buruk, tuduhan konspirasi kriminal. Jika para investor percaya bahwa ini adalah drama manipulasi pasar, Queen bisa dipenjara, dan seluruh dana yang ia kumpulkan untuk menyelamatkan ayahnya akan disita.
Clarissa muncul dari kerumunan, berjalan dengan gaya kemenangan yang memuakkan. "Bagaimana rasanya, Queen? Kau pikir kau bisa menghancurkanku? Sekarang dunia tahu bahwa kau tidak lebih dari sekadar wanita simpanan Adrian Alistair yang membantunya melakukan kudeta terhadap ayahnya sendiri."
Adrian muncul dari arah berlawanan. Wajahnya mengeras, tangannya mengepal. Ia menatap Clarissa dengan kilat membunuh, namun saat matanya bertemu dengan mata Queen, ia melihat sesuatu yang menghancurkan hatinya.
Queen menatapnya dengan kekecewaan yang mendalam.
"Kau bilang kau menjagaku agar tetap bersih, Adrian," suara Queen bergetar, terdengar sangat hancur di tengah keramaian itu. "Tapi sekarang... kau adalah orang yang memberikan Clarissa peluru untuk menembak jantungku."
"Elara, aku tidak tahu dia ada di sana..."
"Jangan panggil namaku!" Teriaknya, Queen mundur satu langkah saat Adrian mencoba mendekat. "Clarissa benar tentang satu hal. Berada di dekatmu hanya membawaku ke dalam kehancuran. Kita sudah selesai. Dan kali ini, aku akan memastikan tidak ada lagi sisa kita yang bisa kau hancurkan."
Queen berbalik dan berlari pergi, meninggalkan Adrian yang kini menjadi sasaran kemarahan massa dan Clarissa yang tertawa puas. Mahkota Queen tidak hanya jatuh ke lumpur, mahkota itu kini hancur berkeping-keping.
DRama di Alistair University telah mencapai titik didih. Skandal foto di atas atap bukan lagi sekadar gosip kampus; itu adalah ancaman pidana bagi Queen dan aib besar bagi dinasti Alistair.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
happy reading😍