NovelToon NovelToon
Ketika Putri Istana Menjadi Antagonis

Ketika Putri Istana Menjadi Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:867
Nilai: 5
Nama Author: Larasa

Ruoling hidup di istana seperti di neraka setelah ibunya di hukum mati karna katanya 'sudah menuangkan racun di makanan utama saat perayaan ulang tahun Kaisar' hingga banyak yang kehilangan nyawa.

Semua penderitaannya itu di mulai saat dirinya di cap sebagai "anak pembunuh", lalu di fitnah, di jauhi sampai di perlakukan tidak selayaknya tuan putri. Parahnya anak-anak itu tak ragu untuk membayar pelayan yang bekerja dengannya untuk membuatnya berada di posisi yang jahat.

Tapi Ruoling remaja diam saja, tapi beranjak dewasa Ruoling sadar mereka tidak pantas memperlakukannya seperti itu. Namun saat kebenaran tentang ibunya terungkap dalam suatu kebetulan yang tak di sengaja membuat Ruoling rela mempertaruhkan nyawa, masa depan dan namanya semakin buruk untuk membongkar pelaku yang tak pernah di sangkanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Larasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak mudah

Permaisuri tidak pernah menyangka bahwa mencari pasangan untuk Putri Long Ruoling akan sesusah ini.

Pada awalnya, ia menyusun daftar nama calon mempelai dari keluarga terhormat di seluruh negeri mulai dari putra para jenderal, ahli strategi muda dari akademi tinggi, anak bangsawan lama, putra dari para menteri, sampai kandidat pejabat sipil yang sedang naik daun.

Tak peduli kalau Ruoling adalah putri dari orang paling berperan penting di negeri, tapi begitu mendengar yang di jodohkan adalah Ruoling, mereka langsung menolak.

Permaisuri juga sudah mengirim surat pada kerajaan lain dengan harapan awalnya Ruoling bisa menikah dengan salah satu pangeran, Putra mahkota atau anak dari keluarga berpengaruh di sana yang berakhir sama di tolak.

Pihak kerajaan atas perintah permaisuri juga diam-diam juga mengirim surat pada anak-anak yang memiliki status tertentu, anak gubernur atau walikota, tapi semuanya tetap menolak karna satu hal yang sama yaitu:

“Putri itu memukul pelayan.”

“Putri itu kasar kepada anak-anaknya menempuh pendidikan yang sama sepertinya.”

“Putri itu sulit diatur, bahkan oleh Yang Mulia sendiri.”

“Putri itu mungkin mewarisi sifat kejam ibunya.”

"Saya takut nanti di racuni kalau menerimanya jadi istri."

Dan masih banyak lagi penolakan yang membuat Permaisuri pusing sebab kalau pencarian pria yang cocok untuk Ruoling di batalkan maka anak itu bisa saja tidak akan pernah menikah.

Ternyata berita tentang Ruoling sudah menyebar sampai di seluruh tempat di kerajaan. Bahkan mereka yang lebih sering bertugas di luar juga tahu sikap buruk putri itu.

Permaisuri juga menyadari mungkin harus menurunkan kriteria yang cocok bersama Ruoling, tapi ternyata beberapa orang yang menurutnya cocok bersama Ruoling juga melakukan hal yang sama.

“Aku hanyalah rakyat biasa yang kebetulan memiliki beberapa toko besar di seluruh kekuasaan Kaisar. Anakku juga tidak layak bersanding dengan Putri."

“Keluarga kami belum siap dan mampu menyambut menantu dari keluarga kekaisaran.”

“Aku harus mempertimbangkan kondisi kesehatan putraku lebih dulu karna dia kurang sehat.”

“Itu kehormatan bagi kami, namun… putra kami sudah dijodohkan.”

Tapi Permaisuri tahu, alasan mereka hanya kedok. Semua pria yang menolak karena takut menerima Putri yang memiliki reputasi buruk.

Mereka juga mungkin berpikir Permaisuri saja tidak bisa mendisiplinkannya apa lagi mereka?

"Ini surat balasan yang ke delapan puluh tiga, Yang Mulia." Kata seorang pelayan dengan sopan menyadarkan Permaisuri dari lamunannya.

"Letakkan di meja," perintahnya membuat wanita itu menuruti.

Setelah pelayan itu pergi, Permaisuri membuka surat yang di kirim padanya. Ia mendengus kasar karna penolakan lagi di terimanya lalu menutup suratnya dengan sedikit kasar.

"Astaga, ternyata tidak semudah yang aku pikirkan." Gumamnya sambil mencoret daftar nama terkahir yang memberikan balasan. "Tapi aku tidak boleh menyerah, pasti masih ada keluarga yang terlewatkan."

Lin kembali membuka buku yang berisi nama-nama keluarga penting di istana, kebayangkan putra dari mereka juga menjadi korban keracunan.

Ada juga yang memilih hidup di luar istana menjadi orang biasa karna mengaku trauma setelah menyaksikan dengan mata kepala sendiri orang tua mereka meninggal dunia.

Tapi masalahnya tak ada yang tahu di mana anak-anak itu berada. Dengan keluar dari istana mereka seolah sengaja menghilangkan dari mata kerajaan.

"Seandainya dia menjadi anak baik dan penurut bukannya membuat masalah maka tidak akan sulit mencarikannya jodoh," gumam Permaisuri pelan lalu cepat-cepat menggeleng.

Fokus lagi membaca nama keluarga yang mungkin saja tanpa sengaja terlewatinya dengan keyakinan kalau pasti ada pria yang menerima Ruoling dan mengubah anak itu menjadi lebih baik.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!