NovelToon NovelToon
Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: RantauL

Season 2 dari Novel Sang Penakluk.

Hi Cesss, Novel Sang Penakluk kembali lagi ni. Semoga klean suka dengan alur ceritanya Cesss.

Jangan Lupa Like, Komen dan Supportnya Cesss. Karena setiap like, komen dan support dari kalian akan sangat berguna bagiku yang pemula ini.

Selamat Membaca...,,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RantauL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25. Dia Tuanku

Kabut pagi berubah menjadi helaian tipis yang perlahan menghilang ditelan cahaya matahari.

Hutan kembali memperlihatkan wujud aslinya—pepohonan tinggi dengan batang kasar, tanah lembap yang penuh jejak pertarungan, serta bekas retakan dan lubang yang menjadi saksi betapa sengitnya pertempuran barusan.

Gorblac berdiri tegak, tubuh besarnya seperti pilar hitam yang kokoh. Matanya yang berwarna merah menatap dua anak muda di depannya dengan ekspresi datar, namun jelas ada sedikit rasa lega di sana.

“Apa kalian terluka?” tanyanya dengan suara rendah.

Ren Zen tersenyum tipis. Senyum itu tidak lebar, tapi cukup untuk menunjukkan bahwa ia baik-baik saja. “Sedikit,” jawabnya jujur.

Ia lalu duduk bersila di atas tanah tanpa ragu. Telapak tangannya bertemu di depan dada, napasnya diatur pelan dan stabil. Dalam hitungan detik, cahaya putih keemasan mulai terpancar dari tubuhnya—lembut namun kuat, hangat namun tidak menyilaukan. Energi itu mengalir seperti air, menyelimuti setiap luka yang tadi menggores tubuhnya.

Bekas darah mengering perlahan memudar. Memar di bahu dan dada menghilang. Luka robek tertutup seakan tak pernah ada. Bahkan napasnya yang sempat berat kini kembali teratur dan kuat.

Beberapa saat kemudian, cahaya itu meredup dan menghilang sepenuhnya.

Ren Zen membuka mata. Tatapannya kembali tajam dan jernih. Ia berdiri, tubuhnya terasa ringan, energinya pulih sepenuhnya—seperti kondisi prima.

Lyra yang sejak tadi memperhatikan dari samping tidak bisa menahan tawa kecil. “Menakjubkan…” gumamnya pelan, matanya berbinar. “Aku sudah sering melihat teknik penyembuhan, tapi jarang yang secepat dan setenang itu.”

Ia menyilangkan tangan di dada, lalu menatap Ren Zen dengan senyum penuh rasa ingin tahu. “Apakah kau seorang kultivator tipe ganda?” tanyanya. “Kau bertarung seperti seorang Fighter, tapi kau juga bisa menyembuhkan seperti seorang Healer.”

Ren Zen tidak langsung menjawab.

Ia hanya melangkah mendekat, lalu tanpa banyak kata, meraih lengan Lyra. Gadis berambut ungu itu sempat terkejut, namun tidak menolak. Ren Zen menutup mata, dan cahaya putih keemasan kembali mengalir—kali ini berpindah dari telapak tangannya ke tubuh Lyra.

Rasa hangat menjalar dari lengan hingga ke seluruh tubuhnya. Luka di sisi lengan, memar di bahu, bahkan kelelahan yang menumpuk sejak tadi perlahan lenyap.

Dalam hitungan napas, Lyra kembali pulih.

Ia berkedip beberapa kali, lalu menggerakkan lengannya. “Hah… luar biasa,” katanya sambil tersenyum lebar. “Cepat, tenang dan tidak menyisakan rasa sakit sama sekali.”

Gorblac memperhatikan semua itu tanpa banyak reaksi. Sebagai makhluk buas yang telah hidup ratusan ribu tahun, ia sudah melihat berbagai macam teknik—termasuk energi penyembuhan tingkat tinggi. Meski begitu, ia tetap mencatat satu hal dalam benaknya.

Anak ini… tidak sederhana.

Ren Zen lalu menoleh ke arah Gorblac dan menangkupkan kedua tangannya di depan dada dengan sopan. “Terima kasih banyak, pak tua,” ucapnya tulus. “Jika bukan karena bantuanmu, pertarungan tadi bisa berakhir jauh lebih buruk.”

Lyra ikut menunduk sedikit, meski caranya jauh lebih santai. “Terima kasih banyak, pak tua hitam,” katanya sambil tersenyum jahil. “Kalau tidak ada kau, temanku ini mungkin sudah tidak bisa melihat matahari pagi lagi.”

Alis Gorblac terangkat tipis.

Ia menatap Lyra beberapa detik, lalu menghela napas pelan. “Syukurlah kalian selamat,” katanya. Kemudian ia menambahkan dengan nada agak kaku, “Tapi… bisakah kau tidak memanggilku ‘pak tua hitam’?”

Lyra memiringkan kepala. “Eh?”

“Namaku Gorblac,” lanjutnya. “Panggil saja aku Gorblac. Itu sudah cukup.”

Sejenak, hening menyelimuti mereka—lalu Lyra tertawa ringan. “Baiklah, baiklah. Gorblac. Maaf soal itu.”

Ren Zen tersenyum kecil melihat interaksi itu.

Ia lalu melangkah maju setengah langkah. “Namaku Ren Zen,” katanya memperkenalkan diri. “Dan dia Lyra.”

Lyra mengangkat tangan kecil, melambaikan ringan. “Pengembara tanpa tujuan,” tambahnya santai.

Begitu mendengar nama belakang Ren Zen, mata Gorblac sedikit menyipit. Bukan curiga—lebih ke arah terkejut.

“Zen…?” ulangnya pelan.

Ia menatap Ren Zen lebih seksama, seakan baru benar-benar melihatnya. Bentuk wajah, garis rahang, sorot mata itu—ada kemiripan yang sebelumnya tidak ia sadari sepenuhnya.

“Bolehkah aku bertanya,” kata Gorblac akhirnya, suaranya tetap tenang namun lebih serius, “apakah kau memiliki hubungan dengan Ray Zen?”

Ren Zen tidak terlihat terkejut dengan pertanyaan itu. Ia mengangguk ringan. “Ray Zen adalah kakak kandungku. Apakah kau mengenalnya?”

Hening.

Untuk sesaat, Gorblac benar-benar terdiam.

Lalu, sebuah tawa pendek keluar dari mulutnya. Bukan tawa mengejek, melainkan tawa penuh keheranan. “Jadi begitu…”

Ia mengangguk perlahan. “Pantas saja.”

Ren Zen mengerutkan kening. “Pantas?”

Gorblac menatapnya lurus. “Kau bertanya apakah aku mengenal kakakmu,” katanya. “Jawabanku—lebih dari sekadar mengenal.”

Ia menegakkan tubuhnya sedikit. “Ray Zen adalah tuanku.”

Kini giliran Ren Zen yang terkejut.

Mata tajamnya melebar sedikit. “Tuan…?"

Setahunya, kakaknya Ray Zen tidak pernah memiliki bawahan bernama Gorblac. Karena saat ia pergi dua tahun yang lalu, kakaknya hanya memiliki lima orang pengawal pribadi yang begitu ia kenal, yaitu Bai Hu, Han Yu, Bear, Tiger, dan Trile.

Lalu ia kembali bertanya, "Kalau begitu apakah kau juga mengenal Paman Bai Hu? Kakek Han Yu? Bear? Dan yang lainnya.”

"Ya, aku mengenal mereka." balas Gorblac singkat.

Lyra juga mengangkat alis. “Tunggu, tunggu,” katanya. “Kau adalah bawahan dari Ray Zen itu?”

Gorblac meliriknya sekilas. “Benar.”

“Orang sekuat dirimu mengabdi pada kakaknya Ren Zen?” Lyra menatap Gorblac lekat-lekat, lalu berbalik menatap Ren Zen. “Apakah kakakmu orang yang sangat kuat?”

Ren Zen menghela napas pelan, lalu tertawa kecil. “Entahlah,” katanya jujur. “Tapi satu hal yang pasti.., kakakku itu selalu melakukan hal-hal yang sulit dipercaya.”

Gorblac mengangguk setuju. “Tuan Ray adalah orang yang memberiku tujuan baru,” katanya singkat. “Kesetiaanku padanya mutlak.”

Percakapan mereka berlanjut dengan lebih ringan setelah itu. Ketegangan pertarungan barusan perlahan memudar, digantikan suasana yang lebih hangat. Angin pagi berhembus lembut, membawa aroma daun dan tanah basah.

“Jadi,” kata Gorblac setelah beberapa saat, “apakah kalian sekarang ingin menuju ke Istana Kekaisaran?”

Ren Zen menatap ke arah selatan, ke arah yang tak terlihat namun jelas ia kenal. “Ya,” jawabnya. “Aku telah berjanji pada keluargaku untuk kembali. Dan aku juga merindukan mereka.”

Lyra tersenyum mengejek. “Ternyata pemuda sepertimu memiliki kerinduan juga,” katanya, "Apakah telingaku tidak salah mendengar?"

Ren Zen tidak membalas. Ia sudah terbiasa dengan tingkah mengesalkan dari Lyra. Setelah keluar dari dalam Hutan Kabut, wanita itu terus mengikutinya, dan selalu melakukan hal-hal konyol yang menyebabkan banyak masalah.

Gorblac terdiam sejenak, lalu tertawa rendah. “Kalau begitu, aku akan ikut bersama kalian.”

Ren Zen menoleh. “Maksudmu?”

"Aku bisa mengantar kalian sampai ke depan gerbang ibu kota. Jalan yang akan kalian tempuh tidak selalu aman, apalagi dengan orang-orang yang mengejarmu barusan.” jawab Gorblac menjelaskan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan Lupa Like dan Komennya Cesss.....

Selamat Membaca.....

Lanjut Terussss.....

1
Zul Fiandi
jadi lira musuh nya keluwarga rayzen apa ada salah paham tor ayotur semangat😄
Zul Fiandi
ayo tor sebelum kompenrisi bawa adiak adiak nya raizen kedunia tersembunyi untuk menambah kekuatan nya toor
teguh andriyanto
lima tangkai mawar 🌹 buatmu thor..
teguh andriyanto
setidaknya ada keterangan siapa si lyra wanita terkutuk ini Thor...🤣🤣
Jojo Prabowo Gemblung
ayo dunk lebih semangat lagi,thor.....
reader yg setia masih menanti update yg terbaru
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hary
pertanyaan kaisar belum di jawab lyra
Salsa billa 1494
lanjut thor.....
Abdul Rahman
Lanjuuuut👍
Hary
Mu Che... MUKA CHETAN....😜
Hary
PANGERAN KOPLAK LAH....
Zul Fiandi
makasih up nya yg memuaskan ini tor ayoraizen bawak adiak mu kedunia tersembunyi itu buat adiak adik dan kakak mu menjadi kuwat biar kamu meni gal kan kekaisan nanti kamu gak perlu kuwatir lagi dengan saudara dan ayah mu semya sudah kuwat masak pengawal musaja yg di bawa ayo tor semangat
Zul Fiandi
boleh saran tor biasa nya kalau anak nya kuat biaaa bapak nya ju ga di bawa kuat sama anak nya kwnapaya raizen gak memperkuat kekuatan kasar bapak nya sendiri jagi gak bisa pejabat nya semena mena lagi
RantauL: Sippp Cesss, makasih sarannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
teguh andriyanto
5 mawar buatmu thor👍👍
MF
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
MF
💪💪💪💪💪
Harno
cuuus
teguh andriyanto
Thor.. Tuhan selalu suka hitungan ganjil, kenapa author sukanya hitungan genap, spt apdetannya..🤭
RantauL: Aduhh Cesss... kayak mana lagi ya kan 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ArganLK10
Wihhh dah ada lanjutannya nih.. Gassss terusss Thor, jngan nanggung" lah.👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!