NovelToon NovelToon
Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin

Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Dokter
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Alisa Putri adalah seorang guru TK yang lembut dan penuh kasih, sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk keceriaan anak-anak.

Namun, dunianya yang berwarna mendadak bersinggungan dengan dunia dr. Niko Arkana, seorang dokter spesialis bedah yang dingin, kaku, dan perfeksionis.

Niko merupakan cucu dari pemilik rumah sakit tempatnya bekerja dan memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga reputasi keluarganya.

Pertemuan mereka bermula lewat Arka, keponakan Niko yang bersekolah di tempat Alisa mengajar.

Niko yang semula menganggap keramahan Alisa sebagai hal yang "tidak logis", perlahan mulai tertarik pada ketulusan sang guru.

Sebaliknya, Alisa menemukan bahwa di balik dinding es dan jubah putih Niko, tersimpan luka masa lalu dan tanggung jawab berat yang membuatnya lupa cara untuk bahagia.

Bagaimana kelanjutan???

Yukk baca cerita selengkapnya!!!

Follow IG: @Lala_Syalala13

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LArtisan Bakery

Alisa menunduk dan baru menyadari noda itu.

“Oh iya tidak apa-apa Pak, ini bisa dicuci nanti.” ucap Alisa.

“Darah yang mengering akan sulit hilang.” sela Niko.

Ia berjalan menuju wastafel kecil di ruangannya kemudian mengambil sepotong kapas yang sudah dibasahi cairan pembersih khusus lalu berjalan kembali ke arah Alisa.

Tanpa peringatan, Niko memegang lengan Alisa.

Waktu seolah berhenti bagi Alisa, jantungnya berdebar sangat kencang hingga ia takut Niko bisa mendengarnya melalui stetoskop yang tergantung di leher pria itu.

Tangan Niko terasa dingin namun mantap saat ia mengusapkan kapas itu pada kain blus Alisa.

Jarak mereka sangat dekat dan Alisa bisa mencium aroma sabun medis dan sisa-sisa aroma kopi dari tubuh Niko.

Niko sendiri merasa ada yang salah dengan dirinya, seharusnya ia membiarkan perawat yang melakukan ini atau membiarkan Alisa melakukannya sendiri.

Tapi entah dorongan darimana ia ingin melakukannya, ia bisa merasakan kehangatan dari kulit lengan Alisa meski terhalang kain.

Ia juga menyadari betapa kecil dan rapuhnya lengan wanita ini dibandingkan tangannya.

“Selesai.” ucap Niko tiba-tiba, seolah tersadar dari lamunan singkatnya.

Ia segera menjauhkan diri dan kembali ke belakang meja kerjanya dengan gerakan kaku.

“Lain kali perhatikan langkah Arka, saya tidak ingin dia mengganggu jadwal operasi saya hanya karena jatuh lagi.” seru Niko sepertinya tidak sesuai dengan hatinya.

Kata-kata itu dingin namun Alisa entah mengapa tidak merasa tersinggung, ia mulai bisa membaca bahwa kekakuan Niko adalah caranya melindungi diri dari dunia luar.

“Baik Pak Niko, kami permisi dulu. Arka ayo pamit pada Om Niko.” ajak Alisa.

Arka, yang kini sudah kembali ceria karena diberi permen oleh perawat yang sempat masuk tadi, melambai pada pamannya.

“Dah, Om Dokter Galak!” serunya sambil berlindung dibelakang Alisa.

Niko hanya mengangkat satu alisnya dan menatap kepergian mereka dari balik pintu.

Begitu pintu tertutup ruangan itu kembali sunyi, namun keheningan kali ini terasa berbeda bagi Niko, ia menatap tangannya yang tadi memegang lengan Alisa.

“Guru yang aneh.” gumamnya pelan.

Namun untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun ada senyum tipis ingat sangat tipis hingga nyaris tak terlihat yang tersungging di bibir Dokter Niko Arkana.

Di luar ruangan Alisa berjalan menuju lift dengan perasaan yang campur aduk.

Wajahnya masih terasa panas, ia menyentuh lengan yang tadi dipegang oleh Niko, ia sadar dinding es di sekitar pria itu mungkin memang tebal tapi di balik itu semua Dokter Niko Arkana memiliki sepasang tangan yang sangat lembut saat menyembuhkan.

Dan Alisa... ia merasa mulai ingin tahu lebih banyak tentang apa yang ada di balik dinding es tersebut.

...****************...

Pagi setelah kejadian di rumah sakit, suasana di sekolah Pelangi Bangsa terasa sedikit lebih sejuk karena sisa-sisa hujan semalam.

Alisa tiba di kelasnya dengan perasaan yang sulit digambarkan, setiap kali ia melihat ke arah kursi Arka maka ingatannya selalu terlempar kembali pada momen di ruang praktik Dokter Niko.

Sentuhan tangan pria itu pada lengannya meski hanya beberapa detik, seolah meninggalkan bekas yang tak kasat mata namun terasa hangat.

Alisa menggelengkan kepalanya pelan dan mencoba mengusir bayangan wajah kaku namun tampan itu.

“Fokus Alisa, dia itu dokter sibuk dan cucu pemilik rumah sakit sedangkan kamu hanya guru yang kebetulan mengajar ponakannya.” gumamnya pada diri sendiri sembari menyusun balok-balok mainan di sudut ruangan.

Alisa harus sadar diri, tidak semua kisah Cinderella akan berakhir manis, ini dunia nyata bukan dongeng jadi Alisa tidak boleh memikirkan hal-hal yang bukan kapasitasnya.

Namun ketenangan Alisa terusik ketika seorang staf tata usaha sekolah yaitu Bu Ratna masuk ke kelas dengan wajah penuh rasa ingin tahu yang besar.

Bu Ratna membawa sebuah tas kertas besar berwarna putih minimalis dengan logo sebuah toko roti dan buah premium yang terkenal sangat mahal di pusat kota yaitu LArtisan Bakery.

“Bu Alisa ada kiriman untukmu.” ucap Bu Ratna dengan nada menggoda.

“Tadi ada kurir yang mengantarnya, katanya untuk 'Ibu Guru yang menangani Arka'. Siapa ya kiranya? Apa ayahnya Arka?” tanya bu Ratna begitu penasaran.

Alisa mengernyitkan dahi.

“Ayahnya Arka sedang di Singapura bu Ratna, mungkin ini dari pengasuhnya?” seru Alisa.

“Ah, mana mungkin pengasuh mengirimkan keranjang buah impor dan paket roti artisan kelas atas begini? Harganya mungkin bisa setara gaji sebulan staf honorer!” Bu Ratna tertawa kecil lalu meletakkan bingkisan itu di meja kerja Alisa.

“Ada kartu ucapan di dalamnya, aku keluar dulu ya jangan lupa bagi-bagi ceritanya!” seru nya sebelum pergi.

Setelah Bu Ratna pergi Alisa menatap bingkisan itu dengan ragu, di dalamnya terdapat susunan buah anggur Muscat yang hijau segar, apel Envy yang merah merona, dan sekotak roti croissant yang masih menebarkan aroma mentega gurih.

Alisa mengambil amplop kecil berwarna putih di atasnya.

Isinya sangat singkat, ditulis dengan tulisan tangan yang sangat rapi namun tegas yaitu khas tulisan seseorang yang terbiasa menulis resep medis dengan cepat.

"Sebagai pengganti blus yang terkena noda kemarin. Terima kasih sudah menjaga Arka."

N.A.

Alisa merasakan pipinya memanas. "N.A." Niko Arkana.

Pria sedingin es itu ternyata memperhatikan noda darah di bajunya sampai sejauh ini.

Alisa terduduk di kursinya memandangi kartu itu berulang kali, ada rasa haru yang menyelip di hatinya.

Niko tidak perlu melakukan ini namun ia memilih untuk melakukannya dengan cara yang sangat berkelas namun tetap menjaga jarak.

Di sisi lain kota di dalam ruang operasinya yang steril Niko baru saja menyelesaikan prosedur pembedahan kecil.

Saat ia melepas sarung tangan karetnya, pikirannya tiba-tiba melayang pada bingkisan yang ia pesan tadi pagi.

Ia sempat ragu saat memilih toko buah tersebut, takut jika tindakannya dianggap terlalu berlebihan atau yang lebih ia takutkan dianggap sebagai bentuk perhatian personal.

"Aku hanya melakukan apa yang benar secara etika, dia terluka bajunya karena menolong keponakanku." alasan itu terus ia ulang di dalam kepalanya sebagai pembelaan logis.

Niko keluar dari ruang operasi dan berpapasan dengan Dokter Hendra yaitu rekan sejawatnya yang merupakan dokter spesialis anak sekaligus teman masa kecilnya.

Hendra adalah satu-satunya orang yang berani menggoda Niko tanpa takut kena semprot.

“Tadi aku lihat kau memesan bingkisan dari LArtisan Bakery, Sejak kapan Dokter Niko Arkana yang perfeksionis ini suka roti manis di pagi hari?” tanya Hendra sambil menyeringai.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN ⬇️⬇️⬇️...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA...

1
💝F&N💝
secangkir kopi susu manis, thor

ayo lanjut lagi
Nar Sih
10menit jdi 1jam ngj kerasa keasyikan memandang bu guru cantik kesayangan☺️
Ariany Sudjana
dasar satria ga tahu diri, udah tahu Alisa ga suka sama kamu, masih juga didekati
Nar Sih
waah ..ada dr yg lgi jatuh cinta nih ☺️tpi ..mlu mengakuinya😂😂
Nar Sih
maaf kak bru sempat lanjur bca nya sibuk di dunia nyata☺️
partini
good story
partini
si kakek bisa Dengan cara mengancam kakek" kesepian
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 💪🏻😍🙏🏻
Zainab Ddi
alasan melulu niqo Uda kalo cinta lansung ajak nikah aja biar kapok tuh satria
tiara
ceritanya bagus dan menhgibur thor semangat upnya sehat selalu
tiara
doktet Niko ada-ada aja tuh.alesannya👍
Lala_Syalala
Jangan lupa terus dukung author ya dengan cara Beri ulasan bintang limanya, vote, like dan komen,,, jangan lupa hadiah mawar atau kopi nya yaaaa🤗
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 🙏🏻💪🏻😘
Zainab Ddi
saling mengkapi dan sali mengutamakan adakah hal bagus untuk cinta yg suci
Asyatun 1
lanjut
Ariany Sudjana
skak mat satria, makanya jangan kepedean mau pura-pura perhatian dengan Alisa
partini
si kakek kesepian tapi egonya Segede gaban,coba sakit atau kena stroke baru dia mikir
tiara
apakah kakek mengancam dokter Niko lagi ya,semoga saja Niko dapat tetap melindungi Alisa
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 🙏🏻💪🏻😘
Zainab Ddi
untung ngak seperti kskeky yg otoriter dia mengikuti jejak ayahnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!