NovelToon NovelToon
Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Enemy to Lovers / Idola sekolah
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Di sekolah, Kella hanyalah gadis yatim piatu yang miskin, pendiam, dan jadi sasaran bullying, Gala si mirid baru yang angkuh juga ikut membulinya. Kella tidak pernah melawan, meski Gala menghinanya setiap hari.

Namun, dunia Gala berputar balik saat ia tak sengaja datang ke sebuah Maid Cafe. Di sana, tidak ada Kella yang suram. Yang ada hanyalah seorang pelayan cantik dengan kostum seksi yang menggoda iman.

Kella melakukan ini demi bertahan hidup. Kini, rahasia besarnya ada ditangan Gala, cowo yang wajahnya sangat mirip dengan mendiang kekasihnya.

Akankah Gala menghancurkan reputasi Kella, atau justru terjebak obsesi untuk memilikinya sendirian?

#areakhususdewasa ⚠️



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 (Part 2)

Pukul 05.00 WIB – Rencana Pelarian Kedua

Gala melepaskan pelukannya perlahan. Napasnya masih terasa panas di leher Kella. Ia bersandar di dinding semen yang lembap, wajahnya tampak lebih pucat dari sebelumnya.

"Kita nggak bisa lewat pintu depan," bisik Gala. Suaranya hampir habis. "Hendra ninggalin orang di luar."

Kella mengatur napasnya. "Pak Heru bilang ada saluran pembuangan air yang terhubung ke gang belakang. Dulu Gabriel sering menggunakannya untuk membuang limbah kopi agar tidak mampet di pipa depan. Lubangnya cukup besar untuk satu orang dewasa, tapi..."

"Tapi kotor dan sempit," sambung Gala dengan senyum miring yang lelah. "Cocok buat kita sekarang. Kita ini tikus got bagi ayah gue, kan?"

Kella menatap Gala dengan rasa bersalah. "Kamu lagi sakit, Gala. Masuk ke saluran pembuangan dalam kondisi begini bisa bikin demammu jadi pneumonia."

Gala meraih tangan Kella, meremasnya pelan. "Lebih baik sakit daripada busuk di penjara pribadi ayah gue. Ayo."

Kella mencari lubang palka di sudut ruangan yang tertutup papan kayu tua. Begitu dibuka, bau lumpur dan air yang menggenang langsung menyeruak. Itu adalah terowongan kecil yang mengarah ke sistem selokan kota yang lama.

Mereka mulai merangkak masuk. Kella memimpin di depan dengan senter ponsel yang redup, sementara Gala mengikuti di belakang dengan sisa tenaganya. Air setinggi mata kaki yang dingin membuat kaki mereka membeku.

"Kella," panggil Gala pelan dari belakang.

"Ya?"

"Kalau kita berhasil keluar dari sini... jangan pernah balik ke kontrakan lo lagi. Gue udah minta Adrian buat siapin paspor palsu buat kita berdua. Kita harus keluar dari Jakarta."

Kella berhenti sejenak, menoleh ke belakang. "Keluar dari Jakarta? Tapi sekolah kita? Masa depan kita?"

Gala tertawa getir, suaranya bergema di terowongan sempit. "Kella, sejak lo ngambil dokumen itu dari brankas Ayah, 'masa depan' sekolah kita udah tamat. Kita sekarang adalah buronan kelas kakap bagi Alangkara Group. Pilihan kita cuma dua: menang dan menghancurkan mereka, atau lari sejauh mungkin."

Kella terdiam. Ia baru menyadari betapa besarnya harga yang harus ia bayar. Namun, saat ia melihat wajah Gala yang penuh tekad di tengah kegelapan selokan, ia tahu ia tidak akan menyesal.

...

Pukul 06.00 WIB – Cahaya Fajar yang Dingin

Mereka muncul dari sebuah lubang got di sebuah gang buntu yang berjarak tiga blok dari kafe. Hujan sudah berhenti, menyisakan udara pagi yang sangat dingin. Tubuh mereka kotor, basah, dan bau lumpur.

Kella membantu Gala berdiri. Pria itu sudah hampir pingsan. Tubuhnya menggigil sangat hebat.

"Kita harus... ke safe house Adrian," gumam Gala.

Kella melihat sebuah taksi tua yang sedang terparkir di ujung gang. Supirnya sedang tertidur di dalam.

Kella merogoh sakunya, mengeluarkan sisa uang hasil kerjanya di kafe dan sedikit uang yang sempat ia ambil dari laci kasir (atas izin Pak Heru lewat kode semalam).

"Pak! Tolong, Pak!" Kella mengetuk kaca taksi itu.

Supir taksi itu terbangun dengan kaget, melihat dua remaja yang tampak seperti korban kecelakaan atau perkelahian. "Aduh, Dek! Kalian kenapa?"

"Tolong antar kami ke alamat ini, Pak. Saya bayar tiga kali lipat. Tolong jangan banyak tanya," pinta Kella dengan suara memelas.

Supir itu awalnya ragu melihat kondisi mereka yang kotor, namun saat melihat lembaran uang di tangan Kella, ia akhirnya mengangguk

.

Di dalam taksi, Kella membiarkan kepala Gala bersandar di bahunya. Ia mengambil jaket cadangan milik supir taksi yang ada di kursi belakang dan menyelimutkannya ke tubuh Gala.

"Tahan sebentar lagi, Gala. Sebentar lagi," bisik Kella sambil mengusap rambut Gala yang basah.

Gala menggenggam tangan Kella erat, seolah-olah jika ia melepaskannya, ia akan tenggelam ke dalam kegelapan. Di bawah cahaya fajar yang mulai menyingsing, Kella melihat layar televisi di sebuah toko elektronik yang mereka lewati.

Berita pagi menampilkan wajah mereka berdua.

Headline: "PUTRA MAHKOTA ALANGKARA GROUP DICULIK."

...

Dunia kini resmi memburu mereka.

Pukul 07.30 WIB – Apartemen Safe House

Mereka sampai di sebuah apartemen murah di pinggiran Bekasi. Ini adalah tempat yang disiapkan Adrian sebagai cadangan. Begitu pintu terbuka, Adrian langsung menarik mereka masuk.

"Kalian selamat!" seru Adrian. Ia segera membantu Kella memapah Gala ke tempat tidur.

"Bagaimana dokumennya?" tanya Kella, napasnya masih tersengal.

Adrian menunjukkan layar laptopnya. "Sudah tersebar. Aku sudah mengirimkannya ke tiga kantor berita internasional dan komisi pemberantasan korupsi. Pukul sembilan pagi ini, saham Alangkara Group diprediksi akan anjlok. Ayahmu sedang dalam tekanan besar, Gala."

Gala tersenyum pucat dari atas tempat tidur. "Bagus. Biar dia rasain gimana rasanya kehilangan pijakan."

Adrian kemudian menatap Kella dengan serius. "Tapi ada satu masalah. Bramantyo mengeluarkan perintah 'pencarian orang hilang' dengan hadiah satu miliar rupiah bagi siapa saja yang menemukan kalian. Polisi lokal mungkin tidak bisa disuap, tapi warga sipil dan pemburu bayaran... mereka akan sangat bernafsu."

Kella menatap pantulan dirinya di cermin. Gadis sekolah yang dulu hanya ingin lulus dengan tenang kini menjadi buronan dengan harga kepala satu miliar.

Ia menoleh ke arah Gala yang sudah mulai terlelap karena kelelahan.

Kella mengambil gunting dari meja Adrian. Ia menatap rambut yang mulai panjang yang selama ini menjadi kebanggaannya. Dengan tangan yang stabil, ia mulai memotong rambutnya hingga pendek sebahu. Ia harus mengubah identitasnya. Ia harus menjadi lebih kuat.

"Mulai hari ini," bisik Kella pada dirinya sendiri, "Kella yang lemah sudah mati di selokan tadi."

Di tempat tidur, Gala bergerak dalam tidurnya, memanggil nama Gabriel. Kella mendekat, menyentuh kening Gala yang masih panas, dan berjanji bahwa ia tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh pria ini lagi.

...

1
𝐈𝐬𝐭𝐲
menarik...
𝐈𝐬𝐭𝐲
hadir thor semoga ceritanya gak putus di tengah jalan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!