NovelToon NovelToon
Kultivator Pengembara 2

Kultivator Pengembara 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Lanjutan novel kultivator pengembara

Jian Feng berakhir mati dan di buang ke pusaran reinkarnasi dan masuk ke tubuh seorang pemuda sampah yang di anggap cacat karena memiliki Dantian yang tersumbat.

Dengan pengetahuannya Jian Feng akan kembali merangkak untuk balas dendam dan menjadi yang terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Satu atau sekaligus?

​Udara di pusat kota kini tidak lagi berbau debu dan amis darah, melainkan hawa dingin yang menusuk tulang hingga ke sumsum.

Jian Feng berdiri tegak dalam balutan zirah kristalnya, sosoknya terlihat begitu agung namun mematikan di bawah temaram rembulan.

Di hadapannya, empat monster tangan banyak mulai mengepung, raungan mereka menciptakan getaran yang meruntuhkan sisa-sisa atap bangunan.

​"Satu persatu, atau sekaligus?" gumam Jian Feng. Suaranya kini terdengar jernih namun sedingin es kutub. "Sama saja. Kalian hanya akan menjadi patung hiasan di kota ini."

​Monster pertama melesat, ratusan tangannya memanjang seperti tentakel kelaparan. Jian Feng tidak menghindar.

Ia hanya mengayunkan Pedang Kristal Salju-nya dalam satu gerakan horizontal yang lambat namun bertenaga.

​"Seni Pedang Es: Nafas Musim Dingin!"

​Gelombang hawa beku yang dahsyat meledak dari bilah pedangnya. Tangan-tangan monster yang baru saja akan menyentuh jubah Jian Feng mendadak kaku.

Warna abu-abu daging mereka berubah menjadi putih pucat, lalu membiru, dan akhirnya membeku total sebelum sempat menarik kembali serangan mereka.

​KRAAAKKK!

​Jian Feng melesat maju, menerjang tumpukan tangan yang sudah menjadi es tersebut hingga hancur berkeping-keping seperti kaca.

Dengan satu putaran tubuh yang elegan, ia menebas leher raksasa monster tersebut.

Kepala monster itu jatuh ke tanah, hancur berkeping-keping tanpa mengeluarkan setetes darah pun karena seluruh cairannya telah membeku.

​Tiga monster lainnya meraung marah melihat kawan mereka hancur.

Mereka menyerang dari tiga sisi berbeda secara bersamaan. Alun-alun kota berubah menjadi zona perang antara daging dan es.

​Jian Feng melakukan gerakan melompat ke udara, memutar pedangnya di atas kepala.

​"Hujan Jarum Es Abadi!"

​Ribuan jarum es seukuran belati tercipta di udara dan menghujam ke bawah dengan kecepatan suara.

Setiap jarum menembus mata, persendian, dan pusat saraf monster-monster tersebut. Saat para monster itu meronta kesakitan, Jian Feng mendarat dengan ringan di atas salah satu bahu monster terkecil.

​Ia menusukkan pedangnya ke punggung makhluk itu, mengalirkan energi es murni langsung ke jantungnya. "Tidurlah selamanya." bisiknya.

Dalam sekejap, monster itu membeku dari dalam ke luar, berubah menjadi patung raksasa yang mengerikan di tengah jalan.

​Jian Feng kemudian melesat ke arah dua monster terakhir. Gerakannya kini bukan lagi sekadar bertarung, melainkan sebuah tarian kematian.

Setiap tebasan pedangnya menciptakan bunga es yang mekar di atas luka para monster. Ia memotong tangan demi tangan, kaki demi kaki, hingga kedua monster itu hanya bisa merayap di tanah tanpa daya.

​Dengan satu hentakan kaki yang kuat, Jian Feng melompat tinggi dan mengayunkan pedangnya ke arah tanah.

​"Eksekusi Es: Penjara Surgawi!"

​Pilar-pilar es raksasa mencuat dari dalam tanah, menusuk tubuh kedua monster itu dari bawah hingga tembus ke langit. Mereka mati seketika dalam kondisi tergantung di pilar es yang berkilauan.

​Jian Feng mendarat perlahan, napasnya keluar sebagai uap putih. Ia mengibaskan pedangnya, menghilangkan sisa es yang menempel, lalu berjalan menuju tempat Tuan Fang berdiri dengan mulut ternganga.

​Tepat saat itu, dari kejauhan terdengar suara gemuruh langkah kaki dan kepakan sayap hewan terbang. Cahaya dari berbagai jimat dan senjata pusaka menerangi langit malam.

​"Pasukan bantuan dari Sekte Pedang Langit dan Sekte Awan Putih telah tiba!" teriak seorang prajurit dari atas tembok kota.

​Beberapa saat kemudian, puluhan kultivator dengan pakaian mewah mendarat di alun-alun.

Pemimpin mereka, seorang pria tua dengan jenggot panjang yang tampak angkuh, melangkah maju dengan pedang terhunus.

​"Di mana monster-monster itu?! Biarkan Sekte Pedang Langit yang membereskan kekacauan ini!" serunya dengan nada sombong, matanya mencari-cari musuh untuk dibantai demi nama baik sektenya.

​Jian Feng berhenti melangkah, ia berbalik pelan dan menunjuk ke arah pilar-pilar es raksasa yang kini menghiasi kota. "Kalian terlambat, Pak Tua. Pertunjukannya sudah selesai sepuluh menit yang lalu."

​Para kultivator sekte itu terdiam. Mereka menatap patung-patung es raksasa dan pilar-pilar kristal yang mengunci monster-monster tersebut.

Mereka bisa merasakan sisa energi yang sangat luar biasa kuat dari tempat itu—energi yang jauh melampaui kemampuan mereka.

​"Siapa... siapa yang melakukan ini?" tanya pendekar dari Sekte Awan Putih dengan wajah pucat.

​Jian Feng tidak menjawab. Ia hanya menatap mereka dengan tatapan dingin yang membuat para Kultivator hebat itu merasa kecil. "Daripada kalian berteriak mencari musuh, lebih baik gunakan tangan kalian untuk membantu warga yang tertimbun reruntuhan. Atau apakah martabat sekte kalian hanya sebatas membunuh monster yang sudah mati?"

​Jian Feng berjalan melewati mereka, zirah esnya perlahan menghilang dan kembali menjadi pakaian birunya yang compang-camping namun bersih dari darah. Petir Kecil merangkak naik ke pundaknya, tampak bangga.

​"Tuan, lihat wajah mereka! Seperti baru saja melihat hantu!" bisik Petir Kecil lewat pikiran.

​"Mereka memang melihat hantu, Kecil. Hantu dari masa lalu yang baru saja membersihkan sampah mereka." jawab Jian Feng dalam hati.

​Ia berhenti di depan Tuan Fang. "Tuan Fang, monster-monsternya sudah habis. Jangan lupa apa yang kita bicarakan tadi. Aku ingin hadiahku dikirim ke penginapan terbaik di kota ini... dan pastikan ada sepuluh tusuk Tanghulu baru sebagai bonus."

​Tuan Fang hanya bisa mengangguk cepat. Di hadapan Jian Feng, bahkan pejabat korup dan Kultivator sekte besar kini tampak seperti butiran debu.

Jian Feng melangkah pergi, meninggalkan kota yang kini diselimuti salju tipis—sebuah pemakaman indah bagi para monster, dan sebuah monumen bisu tentang kekuatan sang pemburu yang terlupakan.

1
MF
💪/Hunger//Hunger/💪💪💪💪💪💪
aku
sedikit
Agen One: Hehe, Nuhun pisan🤣🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aku
ber arti adeganngewetidakpernahterjadiyathor
aku
lalu emas yg banyak itu,sdh masuk cincin ya thor.
thor lu kaya Jiang Feng
Ra_Lathia
knp jadi tubuh ganda, cb tetep pke tubuh satu tp kmdian jd kultivator yg menipu "penulis takdir", tp ttp bgus laah👍
Agen One: /Rice//Rice//Rice//Rice/
total 1 replies
Ra_Lathia
pembukaan season yang bagus👍
MF
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Adibhamad Alshunaybir
mantap kak author lanjutkan up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!