NovelToon NovelToon
Jerat Sumpah Sang Mantan

Jerat Sumpah Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Ibu susu / Mantan
Popularitas:67.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Bayinya baru saja lahir ke dunia. Namun, dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, mobil yang membawa sang istri duluan pulang, ternyata mengalami kecelakaan maut, sehingga menelan korban. Nyawa istrinya melayang.

Kini Kapten Daviko sedih sekaligus kalang kabut mencari ibu susu untuk sang putra yang masih bayi merah.

Saliha perempuan 26 tahun, baru saja patah hati dan ditinggal pergi kekasihnya, stress berat sehingga mengalami galaktorea, yaitu kondisi di mana ASI melimpah.

Selain stres Saliha mendapat tekanan dari tempat kerjanya, karena kondisinya tidak memungkinkan untuk bekerja. Perusahaan memberhentikannya bekerja. Ia tertekan sana sini, belum lagi tagihan uang kos yang sudah nunggak.

Saliha butuh pekerjaan secepatnya. Tapi, siapa yang mau menerimanya bekerja, sementara perusahaan jasa tempat ia bekerja saja memilih mengeluarkannya tanpa pesangon?

"Lowongan pekerjaan, sebagai ibu susu". Mata Saliha terbelalak seketika, setelah ia membaca berita online.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Panggilan Yang Menyayat Hati

     ​Tiga hari telah berlalu, namun waktu seolah berhenti berputar di lorong dingin Rumah Sakit Anak itu. Kondisi Kaffara benar-benar berada di titik paling mengkhawatirkan. Tubuh mungil itu tampak semakin ringkih di bawah balutan selimut rumah sakit.

     Susu kedelai khusus medis yang diberikan tim dokter memang sempat memberikan sedikit harapan karena bisa diterima oleh sistem pencernaan Kaffara, akan tetapi jumlah yang masuk sangatlah sedikit. Kaffara tetap menolak asupan itu dengan rintihan yang menyayat hati.

     ​Kepala tim dokter yang menangani Kaffara akhirnya keluar menemui keluarga dengan wajah yang penuh kecemasan. Ia menghela napas panjang sebelum bicara kepada Pak Arkaffa.

     ​"Kondisinya tidak menunjukkan kemajuan yang berarti. Tubuh bayi ini hanya memberikan respon positif pada ASI, bukan susu formula atau susu kedelai medis yang kami coba. Ini bukan sekadar masalah nutrisi, tapi masalah psikologis bayi yang menolak asupan selain yang biasa ia terima," jelas dokter tersebut.

     ​Dokter itu menatap satu per satu wajah yang ada di sana, Mama Davira yang sembab, Papa Arkaffa yang tegang, hingga Bu Ratna dan Tari yang tampak pucat.

     "Saya harus bertanya, di mana ibu kandungnya? Tolong, hadirkan ibunya secepat mungkin. Hanya dekapan dan ASI ibunya yang bisa menyelamatkan bayi ini sebelum organ-organnya mulai melemah karena kekurangan cairan."

     ​Pertanyaan dokter itu seperti petir di siang bolong. Mama Davira dan Papa Arkaffa terhenyak, sementara Bu Ratna dan Tari hanya bisa menunduk dalam dengan tubuh gemetar.

     Papa Arkaffa akhirnya memberanikan diri menjelaskan kenyataan yang pahit. Ia bercerita tentang kepergian Amara, hingga hadirnya Saliha sebagai ibu susu yang kemudian harus berhenti karena masa kontrak yang selesai.

     ​Mendengar penjelasan itu, tim dokter justru semakin mendesak. "Apapun statusnya, kontrak atau bukan, bayi ini mengenali wanita itu sebagai sumber nyawanya. Sebelum semuanya terlambat dan terlambat yang saya maksud adalah kehilangan nyawa, kami harap ibu susu bayi ini segera dihadirkan. Sekarang juga."

     ​Suasana di ruang tunggu semakin tegang. Mama Davira tidak bisa lagi membendung amarahnya. Ia menoleh ke arah Bu Ratna dan Tari yang duduk di pojokan. Kesedihan Mama Davira pecah menjadi kemarahan yang luar biasa.

     ​"Kalian dengar? Nyawa cucuku sekarang di ujung tanduk karena keangkuhan kalian!" teriak Mama Davira sambil terisak. "Demi ego kalian yang setinggi langit, kalian tega mengorbankan bayi yang tidak berdosa ini."

     ​Bu Ratna dan Tari hanya bisa menghela napas dalam-dalam, mereka tidak punya lagi kekuatan untuk membantah. Rasa takut mulai menggerogoti hati mereka. Apalagi saat Pak Dino, suami Bu Ratna, tiba di rumah sakit dan mengetahui akar masalahnya.

Pak Dino tampak sangat geram.

​"Kalian berdua benar-benar keterlaluan!" bentak Pak Dino pada istri dan anaknya. "Arogan! Hanya karena merasa punya hak, kalian main ancam dan mengusir orang sampai cucu kita sendiri yang jadi korbannya. Kalau sampai terjadi apa-apa pada Kaffara, aku sendiri yang tidak akan memaafkan kalian!"

***

     ​Sementara itu, di tempat yang sangat jauh, Saliha sedang berjuang dengan penderitaannya sendiri. Setelah menempuh perjalanan panjang, ia tiba di Yogyakarta saat tengah malam. Tanpa arah dan tujuan, serta uang yang terbatas, ia tidak sempat mencari tempat penginapan.

     Kakinya yang lemas membawanya ke sebuah masjid di kawasan Malioboro. Di emperan masjid itulah, Saliha merebahkan tubuhnya yang lelah.

​Malam itu sungguh menyiksa. Bukan hanya karena dinginnya lantai masjid, tapi karena dadanya yang terasa sangat kencang dan panas.

     ASI-nya terus keluar merembes hingga membasahi bajunya. Saliha sesekali menyekanya dengan tisu sambil menangis pelan, teringat Kaffara yang seharusnya sedang berada dipelukannya saat ini.

     ​Menjelang Subuh, seorang marbot masjid menemukannya. Saliha buru-buru bangkit dan berwudu, berpura-pura seperti pengunjung biasa agar tidak dicurigai. Di dalam sujudnya, Saliha menangis sejadi-jadinya. Ia meminta kekuatan untuk bisa bertahan hidup di kota orang.

     ​Setelah matahari terbit, Saliha mulai mencari kontrakan kecil. Ia berencana membuka usaha kecil-kecilan di Yogyakarta yang ramai. Akhirnya ia menemukan sebuah kamar kos sempit di sebuah gang. Meski sederhana, Saliha bersyukur. Namun, tubuhnya tidak bisa berbohong. Ia terserang demam tinggi.

     Selama tiga hari, ia hanya bisa terbaring lemas di kasur tipisnya, bergelut dengan panas tubuh dan rasa rindu yang luar biasa pada Kaffara.

     ​Hingga pada hari ketiga, rasa penasarannya mengalahkan rasa sakit hatinya. Saliha meraih ponselnya yang selama ini ia matikan. Begitu layar menyala, ribuan notifikasi masuk. Panggilan tak terjawab dari Daviko dan pesan-pesan singkat dari Bi Tita membanjiri layarnya.

     ​Saliha gemetar saat membaca pesan dari Daviko yang memintanya kembali dengan nada memohon. Lalu pesan dari Bi Tita menyusul. Isinya kurang lebih sama, memintanya segera datang karena konsidi Kaffara sangat mengkhawatirkan.membuat dunianya seolah runtuh.

     ​Seketika, rasa sakit hati Saliha karena diusir oleh Daviko dan mertuanya menguap begitu saja, berganti dengan ketakutan yang luar biasa. Air matanya tumpah.

     "Kaffara... anakku...jangan sampai terjadi apa-apa denganmu, Nak. Kalau tidak, maka Ibu tidak akan pernah memaafkan diri Ibu sendiri."

     ​Tiba-tiba ponselnya berdering. Sebuah panggilan dari Bi Tita. Dengan tangan gemetar, Saliha mengangkatnya.

     ​"Assalamualaikum. Mbak Saliha! Tolong, Mbak... cepat kembali!" Suara Bi Tita terdengar mendesak dan penuh isak tangis di seberang sana.

     "Kondisi Den Kaffara semakin lemah. Tim dokter sudah menyerah mencari cara lain. Hanya Mbak yang bisa menyelamatkannya. Tolong, Mbak, demi bayi yang tidak berdosa ini...."

     Saliha terduduk lemah, Hp nya terlepas begitu saja sesaat setelah ia mendengar penjelasan Bi Tita di telpon. Kondisi Kaffara sangat mengkhawatirkan, ia harus segera pergi untuk menyelamatkannya.

     "Aku harus segera ke sana. Kaffara harus tetap hidup. Dia anakku. Tunggu Ibu, Nak...." Isak tangis Saliha tidak terbendung, ia meraih tas jinjingnya, lalu memasukkan barang-barang miliknya yang sudah dikeluarkan sebelumnya.

     ​Tanpa pikir panjang lagi, dan tanpa menghiraukan kondisi tubuhnya yang masih demam, Saliha bangkit. Ia menyambar tas jinjingnya dan berlari keluar rumah menuju terminal. Ia tidak peduli dengan rasa lelahnya.

     Di dalam bus menuju Jakarta, Saliha tidak berhenti berdoa. Pikirannya hanya satu, Kaffara harus selamat.

     Tidak lama setelah Saliha di dalam bus, sebuah panggilan dari Daviko memenuhi layar Hpnya. Tangan Saliha bergetar, ia seperti parno melihat nama Daviko terpampang.

     Rasa kecewa dan sedih karena penghinaan dan sikap dingin Daviko, tidak sanggup membuat jemari Saliha menekan tombol terima. Ia tidak mau bicara dengan pria itu. Mungkin rasa kecewa itu sudah menjalar dalam sanubarinya.

     "Aku akan datang, tapi bukan untukmu, Mas. Aku datang hanya untuk, Kaffara," gumamnya tanpa mengangkat panggilan itu. Panggilan itu terabai, Davira segera mematikan kembali Hpnya setelah dering panggilan itu berakhir.

1
Tamirah Spd
Sekarang tahu rasa, perasaan bingung selalu muncul karena Saleha selalu jaga dan membentengi diri agar tidak diremeh kan.
Tamirah Spd
Nah sumpah yg kamu ucapkan pada Saleha berbalik padamu tuan kapten.Kapte dan anakmu gak akan tenang dan bahagia sebelum kapten memohon maaf pada Saleha.Tiba saatnya memohon dan menghiba pada sang mantan pacar.
Tamirah Spd
Huru hara dan drama di rumah itu segera dimulai setelah Saleha keluar rumah neraka itu lanjut Thor.
Tamirah Spd
Sumpah dari mantan pacar yg terwujud hanya ada di dunia halu. Hanya sumpah seorang ibu yg sangat tersakiti oleh anak durhaka yg dikabulkan doanya oleh Allah SWT.
Lebih baik tinggalkan rumah itu cari kerja yg lain dari pada hidup merana di rumah itu . Toh kalau bayinya butuh asi dan kasih sayang sang kapten tentu akan mencari mu dan memohon padamu untuk kembali' ke rumah itu.
Nasir: Hehhe... iya bnr Kak.... 🤭🤭
total 1 replies
cecla9
sukaaa
Nasir: Mksh banyak Kak.... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Ai Oncom
❤️❤️❤️
Nasir: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Ai Oncom
Berbahagialah Saliha..❤️
Ai Oncom
koq blm up kak..?
Nasir: Nanti agak siang ya Kak. Kmrn bentrok sama kesibukan di rumah. Maaf ya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Anonymous
greget dengan alur yang mendayu-dayu..... bagus bgttttt.....lain dari yang lain.semangat thorrrr..... sekuelnya sampai Kafarra married ya
Nasir: Iya Insya Allah ya Kak... doakan idenya lancar..... 😄😄🙏🙏
total 1 replies
Eva Tigan
Habis ini Kapten Daviko pasti candu sama tubuh istrinya..ternyata Pak Kapten yg bekas..kal9 Saliha masih perawan..menang banyak kan Pak Kapten😄
Nasir: Banyak bgt dia Kak. Belum lagi pernah berpikir hasutan Huda. Dia memang kayak dpt durian runtuh dpt Saliha.
total 1 replies
Ai Oncom
jangan tamat dulu ya kak.. ceritanya lanjut sampe Saliha punya anak..🙏🤭
Nasir: Wkwkwkw.... takut bosan. Doakan sy idenya byk ya... 🙏🙏
total 3 replies
Eva Tigan
Eeehhh...malah tidur..aku kira ada malam pertama yg indah dan berbunga bunga🥰
kalo mau bulan madu ke Bali dan Lombok.. sekalian bawa bi tita dan kaffra ..biar sekalian jalan2 keluarga 😊
Eva Tigan: okey👍🙏
total 2 replies
Arin
Akhirnya sah......
Ayo..... kondangan. Jangan lupa amplopnya🤭🤭🤭🤭
cecla9: mantan mertua Dan mantan ipar Di undang Kan ...wajib biar pingsan wkwkwkwkw
total 3 replies
Ai Oncom
Alhamdulillah..❤️
Siti Maimunah
yaa sakit hati lah,di sumpahin emg lw.siapa viko???!!! TUHAN??!!!
Ai Oncom
❤️❤️❤️
Arin
Sebelum sampai hari H.... perlu diamankan dulu tuh mantan mertua sama mantan adik ipar biar tak mengacaukan pernikahan
Ariany Sudjana
memang seperti itu peraturan menikah dengan anggota TNI, saya tahu, karena saya juga anak anggota TNI
Nasir: Iya Kak.... 🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Farid Atallah
doubel up dong Thor 😥
Ariany Sudjana
dasar jalang murahan ga tau diri kalian berdua itu, harus dibinasakan
Nasir: Setuju Kak...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!