Zafira Amara, belajar bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan indah. Ditinggal Anggara tanpa kabar setelah janji melamar, ia membangun benteng tinggi di hatinya.
Hingga akhirnya datang Aditya Pranata, pengagum rahasia yang mengisi kekosongan itu. Dari teman, menjadi hubungan tanpa status, hingga akhirnya resmi berpacaran.
Namun ironi terjadi, saat status sudah jelas, mereka justru kehilangan esensi. Trauma masa lalu Zafira bertabrakan dengan ketakutan komitmen Aditya.
Di tengah hiruk pikuk Yogyakarta, mereka belajar bahwa tidak semua yang dicintai bisa bertahan. Tidak semua janji bisa ditepati. Dan terkadang, melepaskan adalah bentuk cinta paling tulus meski itu menyakitkan. Sebuah kisah tentang kehilangan, trauma, dan keberanian untuk move on.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertahan dengan Status HTS
Malem itu, Fira nggak bisa tidur sama sekali. Dia rebahan di kasur sambil melihat layar ponselnya yang gelap, pikirannya kemana-mana. Kata-kata Ditya tadi malam, terus mengganggu pikirannya.
"Meskipun kita cuma HTS, tapi aku nggak mau kehilangan kamu."
"Aku nggak tau, apakah kita akan HTS untuk selamanya. atau kita akan punya hungan yang resmi."
Setiap kata itu begitu menusuk dalem banget. Tapi di saat yang bersamaan, ada bagian dari hati Fira yang masih nggak mau untuk menyerah.
Fira menyalakan ponselnya, lalu membuka galeri. Scroll ke folder yang ada foto dia dirinya ketika bersama Ditya. Nggak banyak sih, cuma beberapa selfie, pas mereka jalan ke Alun-Alun Kidul, foto waktu makan bareng, foto Ditya lagi senyum sambil pegang gelas kopi.
Fira melihat satu-satu foto itu, dengan air mata yang mulai turun perlahan.
Di foto ini, Ditya keliatan bahagia, senyumnya tulus, matanya berbinar, dan Fira juga bahagia waktu itu.
Kenapa semuanya jadi serumit ini?
Kenapa cinta harus sesakit ini?
Fira menutup galeri, membuka pesan chat bersama Ditya. Scroll ke atas, baca chat lama mereka dari beberapa bulan yang lalu.
"Pagi Fir, udah sarapan? Jangan lupa makan yang banyak ya."
"Fira, aku lagi di jalan nih. Pengen cepet-cepet ketemu kamu."
"Makasih ya Fir, udah mau dengerin aku curhat. Kamu selalu tau cara bikin aku tenang."
"Aku sayang sama kamu, Fira."
Chat manis yang dulu membuat Fira senyum-senyum sendiri. Ditya sayang sama Fira, dan Fira percaya begitu saja. Tapi sayang aja nggak cukup kan, Fira juga butuh kepastian soal hubungannya.
Fira menaruh ponselnya di dada, menutup mata sambil tarik nafas dalam-dalam.
Dia harus memutuskan, bertahan dengan tetap HTS, atau pergi dan meninggalkan semuanya. Kalau pergi, dia bakal bebas dari status yang nggak jelas.
Tapi kalau pergi, dia juga bakal kehilangan Ditya. Kehilangan orang yang udah membuat dia merasa jatuh cinta lagi setelah Anggara. Kehilangan harapan kalau mungkin, Ditya bisa jadi orang yang tepat buat dia.
"Berat banget," gumam Fira pelan sambil air mata mengalir ke pipinya. "Berat banget buat ninggalin semuanya, tapi masa iya, aku harus HTS terus sama Ditya."
Fira inget kata-kata Rania waktu itu.
"Jangan menyiksa diri kamu sendiri, hanya demi orang yang belum bisa memberi hubungan yang jelas."
Tapi Fira juga inget kata hatinya sendiri.
"Aku sayang sama dia, dan aku nggak mau kehilangan dia."
Dan di antara dua suara itu, Fira harus memilih.
Jam tiga pagi, Fira akhirnya bangkit dari kasur. Jalan ke jendela, membuka tirai, melihat langit malam yang gelap.
Yogyakarta tidur, tapi Fira masih terjaga dengan hati yang berantakan.
"Ya Allah," bisiknya pelan sambil bersandar ke kusen jendela. "Kasih aku petunjuk. Aku bingung, aku nggak tau harus pilih yang mana. Pergi atau bertahan, melepaskan atau tetep berharap."
Angin malam menghembus pelan, dinginnya terasa menusuk tulang. Tapi Fira nggak bergerak, dia cuma berdiri di situ, ngeliatin kegelapan sambil air mata terus mengalir.
Dan perlahan, ada sesuatu yang mulai jelas di hatinya. Dia sayang sama Ditya, terlalu sayang buat meninggalkan gitu aja.
Tapi dia juga sayang sama diri sendiri, terlalu sayang buat terus-terusan sakit hati.
Jadi dia harus cari jalan tengah, bertahan, tapi nggak berharap terlalu banyak. Meunggu, tapi tetep menjaga hati.
Pagi harinya, Fira bangun dengan mata bengkak parah. Dia cuma tidur sejam dua jam, sisanya cuma merem doang sambil pikiran kemana mana.
Ponselnya berbunyi, sebuah pesan masuk dari Ditya.
...📩...
Ditya: Pagi, Fira. Semangat ya kerjanya,
Fira membaca pesan itu berkali-kali. Jarinya gemetar di atas keyboard ponselnya.
Dia pengen mebalas, tapi bingung harus membalas apa? Setelah berpikir lama, akhirnya Fira mengetik pelan.
^^^Fira: Iya makasih, Dit. Aku mau siap-siap dulu ya.^^^
Tak lama Ditya langsung membalasnya.
Ditya: Iya, Fira. Aku juga bentar lagi mau berangkat kerja.
^^^Fira: Ya udah, kamu hati-hati ya.^^^
Ditya: Oh, iya. Besok aku mampir ke kafe ya, kebetulan besok aku masuk sore.
^^^Fira: Iya, datang aja nggak papa.^^^
Setelah berkirim pesan dengan Ditya, Fira segera bersiap untuk berangkat kerja. Entah kenapa, hari ini kepalanya terasa sangat pusing.
Tapi Fira nggak menghiraukan rasa pusing itu, ia harus tetap bekerja.
***
Siang itu Fira masuk kerja dengan wajah lelah, Anna langsung melihatnya dengan wajah yang terlihat khawatir.
"Fira, kamu beneran nggak papa?" tanya Anna yang begitu terlihat khawatir.
"Aku baik baik aja kok, Anna. Cuma ada sedikit yang menganggu pikiranku aja."
"Masalah sama Ditya, ya?"
Fira mengangguk pelan.
"Sekarang, gimana kelanjutan hubungan kalian?"
Fira terdiam sebentar, lalu menghela nafas pelan. "Itu dia masalahnya, Ditya masih tetap ingin kita HTS."
"Fira, dengerin aku. HTS itu suatu hubungan yang nggak jelas, masa iya kamu terus HTS, tanpa ada kejelasan apapun."
"Aku juga nggak tau, aku kuat apa nggak. Karena aku juga nggak mau kehilangan dia, Anna."
"Apapun hubungan kalian nanti, aku tetep dukung kamu kok."
"Makasih, Anna. Makasih karena udah selalu ada buat aku."
Dan hari itu, Fira kerja sambil mencoba senyum ke pelanggan, walau hati dan pikirannya terus memikirkan hubungan yang tanpa nama itu.
Walau Fira nggak tau, apa dia bakal menyesal atau nggak, dengan apa yang sudah terjadi. Yang penting sekarang, Fira masih menjalin hubungan yang baik dengan Ditya. Sekalipun itu hanya sekedar HTS, bukan hubungan resmi kayak pacaran.
bab ini kita full karokean...😅😅😅😅
bener gak sih nadanya gini....😅😅😅