Su Ran terbangun ketika mendengar suara melengking keras dan tangan kasar yang mengguncangnya..
Heh~ Apakah ini layanan Apartemennya, kenapa begitu kasar pijatannya?
Lalu, kenapa kedap suaranya sangat jelek?
Begitu sadar, ia ternyata masuk kesebuah era dinasti Ping yang tidak tercatat dibuku sejarah manapun.
Hee.. ingin menantangku soal bertani? dan menjual barang?
Jangan panggil aku Su 'si marketer andalan' jika tidak bisa mendapat untung apapun!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubun ntib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Saat beberapa pemuda berhasil menarik pasangan yang berpelukan erat tersebut ke daratan, tampak pemuda bodoh dari keluarga Fu itu menutupi erat wajah gadisnya. Seolah ia sedang menjaga harta karun terbaik di dunia.
‘ Jika kau ingin mendapatkan istrimu, jangan sampai orang lain melihat rupa gadismu sebelum semua orang berkumpul. Nantinya jika sudah ada banyak orang, istrimu tidak akan bisa mengelak lagi dan kalian akan menjadi pasangan yang resmi,’ bisik bibi ketiganya pagi tadi.
Kata – kata inilah yang dipegang teguh oleh pemuda Fu. Ia benar – benar menghalangi pandangan gadisnya.
“ Sshhh.. Hiks Hiks, lepaskan aku. Tolong .. tolong,” teriakan serak tetapi teredam, sedikit terdengar dibalik pemuda Fu itu.
Beberapa orang menjulurkan leher mereka, berusaha melihat siapa gerangan yang sedang didekap oleh tuan muda bodoh tersebut.
“ Waduhh, malang sekali nasibmu gadis Ran. Tuan muda, tolong lepaskan RanRan kami terlebih dahulu. Bibi janji akan mengembalikan kepadamu setelah menggantikannya baju yang bersih. Kasihan sekali dia basah kuyup,” bujuk Ma Liu sambil bernyanyi.
“ Istriku... ini istriku, tidak boleh .. Rebut,” gumam pemuda Fu ini sambil lebih mengeratkan pelukannya, menekan wajah sang gadis.
“ Emmmmppptt.. Emmmpptt,” ronta gadis tersebut.
Ma Liu diam – diam gembira tetapi juga sedikit khawatir jika pelukan pemuda bodoh ini akan membunuh Su Ran, gadis bau itu tidak boleh mati terlebih dahulu sebelum keluarga Fen Tua mendapatkan uang maharnya!
“ Ya ya ya, bibi tidak akan merebutnya, bibi hanya akan menggantikan bajunya dna memberikan kepadamu,” ucap Ma Liu jelas tidak sabar.
“ Hei, Liusan. Kamu sedari tadi mengatakan ‘ gadis Ran kami’ secara membabi buta. Gadis dalam pelukan pemuda Fu itu ... apakah Su Ran?” salah satu bibi yang gemar bergosip memberanikan diri bertanya. Ia memang datang lebih awal dari istri pertama keluarga Fen tersebut, tetapi ia merasa jika istri pertama ini justru lebih kenal dengan gadis tak tahu malu ini.
Ma Liu menoleh dan tersenyum malu.
“ Maafkan aku. Ini juga karena didikanku yang kurang cukup. Gadis Ran kami sedikit memberontak dan malah menyebabkan kejadian yang memalukan ini,” jawab Ma Liu berpura – pura pasrah dan gelisah.
Su Ran ingin sekali menepak kepala bibinya itu!
“ Ya Ampun, jadi benar – benar gadis Ran? Aku tadinya sangat kagum kepada gadis kecil yang nekat hidup mandiri itu. Tetapi tak kusangka ia malah berbuat liar seperti ini,”
“ Huh, sudah aku katakan, dia sama sekali tidak tahu aturan. Tidak memiliki sandaran hidup dan akhirnya memilih jalan yang memalukan seperti ini,”
“ Bukankah ini akan memalukan desa kita? Kepala desa, sebaiknya kau mengusir gadis itu”
“ Ya benar, usir saja. Usir dari sini jangan biarkan dia menginjakkan kakinya di desa kita,”
“ Di desa banyak sekali gadis dan pemuda yang belum menikah, apa jadinya jika ada gosip dan sampai menyeret pernikahan banyak orang,”
“ USIR..”
“ USIR..”
Suara – suara keras semakin membahana, menyakiti telinga kepala desa yang juga datang karena dipanggil oleh salah satu warga.
Ia menoleh ke arah sungai dan mendapati cabang tertua Fen kembali disana dan langsung merasa kesal dan geram.
Lagi – lagi keluarga FEN tua! Ada apa sebenarnya dengan mereka!
“ CUKUP! Kenapa kalian begitu ribut!” teriakan kepala desa terbukti manjur, kerumunan langsung sunyi senyap karena kaget dan takut. Mereka melihat wajah kepala desa yang merah karena amarah!
“ Kalian begitu yakin jika itu adalah gadis Ran? Kenapa kalian tidak memisahkan keduanya dan melihatnya secara langsung! Baru kalian bisa memprotes dna menuntut penjelasan,” kesal paman kepala desa.
“ Tetapi aku sangat yakin jika gadis itu sama sekali bukan anak Ran!,” tambahnya lagi membuat para warga saling berpandangan.
“ Kepala desa, Anda jangan terlalu memihak!” sengit salah satu warga. Kepala desa tidak menanggapinya dan hanya mendengus. Jelas sekali ia sangat lelah dengan segala drama di desanya ini.
“ Benar kepala desa. Saya tahu jika anak Anda dibantu oleh gadis kami, tetapi orang yang salah tetap harus dihukum, bukan?” Ma Liu kembali bersuara. Ia terdengar seperti seorang yang bijak. Istri kepala desa, bibi Chen, bibi Ma, dan bibi Wu mencibirnya bersamaan tetapi Ma Liu hanya tersenyum setengah mengejek.
“ Jelas sekali itu adalah gadis Ran kami. Tuan muda Fu, tolong lepaskan terlebih dahulu,” ucap Ma Liu dilanjutkan membujuk lagi.
“ BIBI, KENAPA KAMU TERUS MENYEBUTKAN JIKA AKU ADALAH GADIS YANG DIPELUK OLEH FU CAO?” suara renyah dan lembut terdengar dari arah kerumunan membuat Ma Liu yang melangkah ke depan pemuda bodoh sedikit tersandung.
Suara ini .. suara ini .. punggung Ma Liu langsung meremang hebat. Dengan gerakan leher yang patah – patah, ia menoleh, menyesuaikan pandangannya ke arah suara yang datang.
Seakan tahu dengan keinginan Ma Liu yang ingin melihat siapa gerangan suara tersebut, kerumunan langsung membelah, memberi jalan hingga menunjukkan siluet gadis cantik.
Gadis itu mengepang rambutnya dan membiarkannya menjuntai bebas di pundaknya. Dihiasi dengan pita merah besar disamping kiri. Ia mengenakan dress biru telur bebek yang mempermanis penampilannya.
Kedua tangannya disilangkan bahkan terlihat di genggamannya terdapat biji bunga matahari, tampak sangat menikmati kegembiraan hari ini.
“ KAU ... KAU ,, KENAPA KAU BISA ADA DISANA?” mata Ma Liu melotot seperti hendak keluarg dari sarangnya. Jari telunjuk nya terangkat dan dengan gemetar menunjuk ke arah Su Ran.
“ Apa? Kenapa aku tidak boleh ada disini? Dari tadi aku ada disini, bibi pertama,” jawabnya santai.
“ Tapi aku sangat heran, kenapa kau terus menerus menyebutku mempermalukan keluargamu? Jelas – jelas aku ada disini, sehat dan selamat tidak ada suatu apapun bahkan aku tidak melakukan apapun,” ucapnya dengan mimik seakan kebingungan dan canggung, teraniaya.
“ Apa jangan – jangan bibi mengira jika gadis yang tercebur di kolam adalah aku? Upssss,” gerakan menutup mulut Su Ran sungguh dramatis, matanya bahkan berkaca – kaca seolah ia benar – benar dianiaya dengan tuduhan yang kejam.
Para warga, langsung tersadar dengan keadaan. Benar juga, gadis Su Ran ada di kerumunan. Bajunya sama sekali tidak basah dan yang jelas ini bukan rekayasa. Mereka menoleh ke arah pemuda bodoh Fu yang masih memeluk seorang gadis.
Jantung Ma Liu berdebar sangat cepat, ia merasakan firasat buruk begitu para warga mengarahkan pandangan mereka kearah pasangan tidak senonoh itu.
“ Dasar bodoh. Sungguh sangat memalukan,” umpat nyonya tua Fen. Ia sangat tahu taktik ini karena dulu ia juga melakukannya untuk menggaet hati kepala keluarga Fen kala itu.
Meskipun dinikahi, tetapi ia sama sekali tidak mendapatkan hati kepala keluarga meskipun sudah melahirkan paman pertama Fen.
Tanpa memperdulikan pelukan erat pemuda Fu, ia langsung meraih gadis yang dipeluk erat, entah mendapat kekuatan dari mana, Ma Liu berhasil merebut gadis yang hampir mati lemas karena kuatnya dekapan.
“ TIDAAAKKKKKKK.....”