NovelToon NovelToon
Perjuangan Ahli Kungfu Terlemah?

Perjuangan Ahli Kungfu Terlemah?

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Epik Petualangan / Komedi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: djase

Kisah dari seorang pemuda yang di hina karena gaya kungfunya yang unik. Apakah dia bisa menjadi legenda di masa depan, atau justru menjadi aib . Mari masuk ke novel ku yuk.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: "MEMBERSIHKAN SUMBER AIR DAN MENCARI SOLUSI"

 

Setelah mengantar Liu Qiang dan Gao Hu beserta kelompoknya ke pihak berwenang di kota, Luan dan teman-temannya kembali ke Desa Bambu Hijau untuk membantu membersihkan lingkungan yang sudah tercemar. Village Chief Yang telah mengumpulkan seluruh penduduk desa untuk bekerja sama dalam upaya pembersihan.

"Meskipun pelakunya sudah kita tangkap, kita harus segera membersihkan sumber air dan tanah kita," ujar Chief Yang kepada semua orang yang berkumpul di halaman utama desa. "Dengan bantuan Luan dan teman-temannya, kita pasti bisa mengembalikan desa kita seperti semula!"

 

Lin Mei telah melakukan analisis mendalam terhadap sampel air dan tanah yang dia kumpulkan. Pukul 08.00 pagi, dia berkumpul dengan semua orang untuk menjelaskan rencana pembersihan.

"Berdasarkan hasil analisis, zat beracun yang mencemari sumber air adalah campuran logam berat dan bahan kimia buatan," ujar Lin Mei sambil menunjukkan gambar sketsa sumber air dan aliran sungainya. "Kita tidak bisa hanya menggunakan cara biasa untuk membersihkannya – kita perlu menggabungkan teknik penyembuhan alam dengan bantuan ramuan herbal khusus."

"Bagaimana cara kerjanya, Mei-jie?" tanya Zhang Wei dengan penuh rasa ingin tahu.

"Pertama, kita akan membangun bendungan kecil di beberapa titik untuk menghentikan penyebaran zat beracun lebih jauh," jelas Lin Mei. "Kemudian kita akan menanam jenis tumbuhan khusus yang bisa menyerap zat beracun dari tanah dan air. Selain itu, saya akan membuat ramuan herbal yang bisa mempercepat proses pembersihan alamiah."

Luan juga menambahkan ide pentingnya menggunakan energi kungfu untuk membantu proses penyembuhan.

"Kita bisa menggunakan teknik penyembuhan dari gaya Wu Wei Shen Quan untuk membantu menyegarkan energi alam di sekitar sumber air," ujar Luan. "Dengan menyelaraskan energi kita dengan alam, kita bisa mempercepat proses pemulihan ekosistem di sini."

 

Zhao Tian dan Chen Hao memimpin kelompok pria desa untuk membangun bendungan kecil dari batu dan bambu. Mereka bekerja dengan sangat cepat dan teratur – Zhao Tian menggunakan keahliannya dalam struktur dan kekuatan untuk memastikan bendungan kokoh, sementara Chen Hao mengatur pekerja agar semuanya berjalan lancar.

"Pastikan setiap bagian batu terpasang dengan kuat ya!" teriak Zhao Tian saat memeriksa struktur bendungan yang sedang dibangun. "Bendungan ini harus mampu menahan aliran air agar kita bisa membersihkan bagian sumber air utama dengan aman."

"Jangan khawatir Tian-ge," jawab Wang Jun dengan penuh semangat. "Kita sudah terbiasa bekerja dengan bambu dan batu – ini adalah pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari untuk membangun rumah dan pagar desa."

Dalam waktu tiga jam, mereka berhasil membangun tiga buah bendungan kecil yang cukup kokoh untuk mengontrol aliran air. Seluruh proses diawasi oleh Luan, yang juga menggunakan sedikit energi kungfu untuk memperkuat struktur bendungan dari dalam – membuatnya lebih tahan lama tanpa menambah beban pada bahan bangunan.

 

Sementara itu, Lin Mei memimpin kelompok wanita dan pemuda desa untuk menanam tumbuhan khusus yang dia bawa dari Akademi Qinglong. Tumbuhan tersebut antara lain Hoa Thanh Cỏ (Rumput Pemurni Air) dan Kim Ngân Hoa (Bunga Emas Penyerap Logam) yang dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam membersihkan zat beracun dari lingkungan.

"Tanamkan setiap rumpun dengan jarak sekitar satu meter ya," ujar Lin Mei saat menunjukkan cara menanam yang benar. "Pastikan akarnya masuk dengan baik ke dalam tanah atau menyentuh permukaan air agar bisa bekerja dengan maksimal."

Li Ming membantu Lin Mei dalam mencampurkan ramuan herbal khusus ke dalam air dan tanah. Ramuan tersebut terbuat dari ekstrak akar Trúc Liễu (Bambu Ajaib) dan daun Sung Sâm (Tanaman Penyembuh Hutan) yang bisa mempercepat aktivitas zat yang ada di tumbuhan penyerap racun.

"Ramuan ini tidak akan membahayakan ikan atau hewan lain kan, Mei-jie?" tanya seorang ibu desa dengan khawatir.

"Tidak sama sekali Bu Li," jawab Lin Mei dengan senyum menenangkan. "Ramuan ini dibuat dari bahan alami yang aman dan hanya akan membantu mempercepat proses pembersihan."

 

Setelah semua persiapan selesai, Luan mengumpulkan semua ahli kungfu di desa dan teman-temannya untuk melakukan ritual penyembuhan alam. Mereka berkumpul di sekitar mata air utama, membentuk lingkaran dengan posisi duduk yang benar.

"Kita akan menggunakan teknik 'Qi Sembuh Alam' dari gaya Wu Wei Shen Quan," ujar Luan dengan suara tenang. "Tutup mata kalian, rasakan energi alam di sekitar kita, dan biarkan energi positif dari tubuh kalian mengalir ke dalam tanah dan air."

Mereka mulai bernapas dengan ritme yang sama, mengumpulkan energi positif dari dalam diri dan mengalirkannya ke luar. Cahaya lembut berwarna hijau dan biru mulai muncul dari sekitar tubuh mereka, menyebar perlahan ke dalam tanah dan air mata air.

Seluruh desa yang menyaksikan proses ini merasa terpesona – udara terasa lebih segar, dan air yang tadinya keruh mulai perlahan menjadi lebih jernih. Beberapa ikan kecil bahkan mulai muncul kembali di bagian air yang sudah dibersihkan.

Setelah sekitar satu jam melakukan ritual tersebut, Luan membuka matanya dengan senyum puas. "Proses penyembuhan sudah berjalan dengan baik. Sekarang kita hanya perlu memberikan waktu bagi alam untuk menyelesaikan sisanya."

 

Sementara menunggu proses pembersihan alamiah berjalan, Luan dan teman-temannya berkumpul dengan Chief Yang dan beberapa tokoh desa untuk membicarakan solusi jangka panjang agar masalah seperti ini tidak terulang lagi.

"Kita tidak bisa hanya bergantung pada bantuan dari luar jika ada masalah seperti ini lagi," ujar Chen Hao dengan serius. "Kita perlu membentuk tim penjaga lingkungan desa yang bisa mengawasi kondisi sumber air dan hutan secara teratur."

"Bisa juga kita ajarkan teknik dasar kungfu penyembuhan alam kepada beberapa pemuda desa," tambah Luan. "Sehingga mereka bisa membantu menjaga keseimbangan energi alam di sekitar desa."

Lin Mei juga mengusulkan untuk membuat kebun tumbuhan obat khusus di desa. "Kita bisa menanam berbagai jenis tumbuhan obat yang tidak hanya berguna untuk menyembuhkan orang sakit, tapi juga untuk menjaga kesehatan lingkungan kita."

Chief Yang sangat menyukai semua ide tersebut. "Baiklah, kita akan segera membentuk tim penjaga lingkungan dan mulai merencanakan kebun tumbuhan obat. Kita juga akan mengirim beberapa pemuda desa ke Akademi Qinglong untuk belajar teknik kungfu penyembuhan alam."

 

Setelah seminggu bekerja keras bersama-sama, hasilnya sangat memuaskan. Sumber air utama desa sudah kembali jernih dan aman untuk diminum – beberapa keluarga sudah mulai menggunakan air tersebut lagi. Tanaman bambu yang mulai layu juga mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, dengan daun baru yang hijau segar mulai tumbuh.

Pihak berwenang dari kota juga memberikan kabar baik – Chen Dafu telah ditangkap bersama dengan beberapa orang penting yang terlibat dalam kasus ini. Mereka akan diadili sesuai hukum, dan desa akan mendapatkan ganti rugi untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.

"Kita tidak bisa melakukan semua ini tanpa bantuan kalian, Luan dan teman-teman," ujar Chief Yang dengan mata berkaca-kaca saat memberikan piala bambu sebagai tanda terima kasih. "Kalian tidak hanya menyelamatkan sumber air kita, tapi juga memberikan harapan baru bagi desa kita."

"Kita hanya melakukan apa yang benar, Chief Yang," jawab Luan dengan senyum rendah hati. "Desa ini adalah bagian dari komunitas kita yang lebih besar – ketika satu bagian ada masalah, kita semua harus membantu."

Sebelum mereka berangkat kembali ke Akademi Qinglong, seluruh desa berkumpul untuk mengantar mereka. Anak-anak membawa bunga liar yang mereka petik sendiri, sementara orang dewasa membawa makanan dan hasil kerja tangan mereka sebagai hadiah.

"Jangan lupa untuk datang kembali ya!" teriak Zhang Wei, Li Ming, dan Wang Jun dengan tangan mengibas-ibaskan sapu tangan putih. "Kita akan menunggu kalian untuk melihat perkembangan desa kita!"

 

..."MASALAH DI KLAN PERKAKASAN BESI"...

 

Setelah kembali ke Akademi Qinglong, belum sempat mereka beristirahat cukup lama, datang seorang utusan dari Klan Perkakasan Besi – sebuah klan terkenal yang ahli dalam membuat senjata, peralatan, dan struktur bangunan dari logam berkualitas tinggi. Utusan muda mereka bernama Iron Hu datang dengan wajah penuh kekhawatiran.

"Hormat kepada Master Qing Long dan para ahli di Akademi Qinglong," ujar Iron Hu dengan sopan saat berdiri di ruang rapat utama akademi. "Klan kami menghadapi masalah yang sangat serius. Semua besi dan logam yang kami hasilkan baru-baru ini menjadi rapuh dan mudah pecah. Banyak alat yang rusak, dan beberapa struktur yang kami bangun bahkan runtuh tanpa sebab yang jelas!"

Master Qing Long mengerutkan kening mendengarnya. Klan Perkakasan Besi sudah ada selama berabad-abad dan dikenal dengan kualitas produk mereka yang tak tertandingi.

"Ini sungguh mengherankan," ujar Master Qing Long. "Kualitas besi dari klan kalian selalu menjadi contoh terbaik di seluruh wilayah. Bagaimana bisa terjadi hal seperti ini?"

"Kita juga tidak tahu pasti, Master," jawab Iron Hu dengan suara rendah. "Semua proses pembuatan tetap sama seperti biasa, tapi hasilnya jauh berbeda. Sudah beberapa pekan ini kita tidak bisa menghasilkan produk berkualitas sama sekali. Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, klan kita akan kehilangan nama baik dan tidak bisa lagi membantu klan-klan lain yang membutuhkan bantuan kita."

Luan berdiri dengan tegas. "Kita akan membantu kalian. Klan Perkakasan Besi telah banyak membantu Akademi Qinglong dan klan-klan lain dengan karya tangan kalian. Sekarang saatnya kita membayar kembali budi baik itu."

"Benar sekali!" tambah Zhao Tian dengan semangat. "Kita pasti bisa mencari tahu apa yang menyebabkan besi kalian menjadi rapuh seperti itu!"

 

Hari berikutnya, Luan, Zhao Tian, Chen Hao, dan Lin Mei berangkat menuju pemukiman Klan Perkakasan Besi yang terletak di kaki Gunung Besi Suci. Jalan menuju sana cukup jauh dan harus melewati jalur yang sering dilalui oleh pedagang dan pembuat senjata.

Saat mereka mendekati wilayah klan, mereka bisa melihat banyak tungku pembakaran besi yang biasanya menyala dengan kuat kini hanya menyala dengan kecil atau bahkan padam total. Udara yang biasanya terisi asap dari tungku pembakaran kini terasa lebih sejuk tapi juga penuh dengan kesedihan.

"Kondisinya memang tidak baik ya," bisik Chen Hao saat melihat beberapa pekerja klan yang duduk dengan wajah murung di depan bengkel mereka.

Mereka disambut oleh Iron Elder Wang – salah satu pemimpin tertua Klan Perkakasan Besi yang juga ahli dalam teknik pembuatan besi.

"Selamat datang di Klan Perkakasan Besi," ujar Iron Elder Wang dengan suara penuh rasa syukur. "Kami sangat berterima kasih bahwa kalian mau datang membantu kami dalam kesusahan ini."

"Silakan tunjukkan kepada kami apa yang terjadi pada besi kalian," ujar Luan dengan sopan. "Kita akan melakukan yang terbaik untuk mencari tahu penyebabnya."

 

Iron Elder Wang membawanya ke gudang utama klan di mana mereka menyimpan hasil produksi besi dan alat yang sudah jadi. Di sana, mereka melihat banyak potongan besi yang seharusnya kokoh kini retak dan mudah pecah saat ditekan dengan lembut. Bahkan pedang dan tombak yang sudah jadi hanya bisa bertahan beberapa pukulan sebelum patah.

"Lihat ini," ujar Iron Elder Wang saat mengambil sebuah bilah besi yang sudah jadi. Dia hanya perlu sedikit kekuatan agar bilah tersebut patah menjadi dua bagian. "Biasanya besi kita bisa menahan benturan dari pedang terbaik sekalipun tanpa sedikit pun goresan."

Lin Mei segera mengambil sampel kecil dari besi yang patah untuk diperiksa. Dia menggunakan alat analisis yang dia bawa dan juga teknik khusus untuk merasakan komposisi bahan dari dalam.

"Komposisi logamnya tidak ada yang salah," ujar Lin Mei setelah selesai memeriksa. "Kandungan besi, karbon, dan unsur lain sudah sesuai standar. Tapi ada sesuatu yang tidak biasa di dalam struktur molekulnya – seolah ada energi negatif yang merusak ikatan antar molekul."

Luan menyentuhkan tangannya ke atas satu potong besi besar. Dia menutup mata dan merasakan energi yang ada di dalamnya. Setelah beberapa saat, dia membuka matanya dengan wajah serius.

"Lin Mei benar. Ada energi negatif yang sudah meresap ke dalam setiap bagian besi ini," ujar Luan. "Energi ini membuat struktur besi menjadi lemah dan tidak stabil. Tapi dari mana energi ini bisa datang?"

 

Iron Elder Wang mengajak mereka ke sumber besi utama klan – sebuah tambang besi yang terletak di dalam Gunung Besi Suci. Menurutnya, semua besi yang mereka gunakan berasal dari tambang tersebut selama berabad-abad.

"Kita selalu mengambil besi dari tambang ini," ujar Iron Elder Wang saat mereka memasuki lorong tambang yang gelap tapi cukup luas. "Kualitas besi dari sini selalu terbaik di seluruh wilayah."

Saat mereka semakin dalam ke tambang, Luan merasakan energi negatif yang semakin kuat. Udara juga terasa lebih dingin dan berat dibandingkan biasanya. Di dinding-dinding tambang, mereka melihat beberapa goresan aneh yang tidak seperti bekas alat penambangan.

"Ini bukan goresan dari pahat atau alat lainnya," ujar Zhao Tian saat menyentuh salah satu goresan di dinding. "Ini lebih seperti bekas cakar atau garukan dari makhluk besar."

Chen Hao juga menemukan beberapa jejak besar di lantai tambang yang tampak seperti jejak kaki makhluk yang tidak dikenal. "Jejak ini cukup baru – mungkin beberapa hari yang lalu saja makhluk ini berada di sini."

Saat mereka mencapai ruangan penambangan utama, mereka menemukan sesuatu yang mengejutkan. Sebuah batu besar berwarna hitam pekat dengan pola seperti kilat terletak di tengah ruangan. Dari batu tersebut terpancar energi negatif yang sangat kuat – jelas ini adalah sumber dari semua masalah yang terjadi pada besi klan tersebut.

"Itu adalah Batu Kegelapan!" teriak Iron Elder Wang dengan mata membulat lebar. "Kisah nenek moyang kita mengatakan bahwa batu ini terkubur jauh di dalam gunung dan hanya akan muncul jika ada bahaya besar bagi klan kita!"

Tiba-tiba, suara dering yang mengerikan menggema dari dalam tambang. Seorang pekerja penambangan berlari ke arah mereka dengan wajah penuh ketakutan.

"Elder Wang! Ada makhluk besar yang keluar dari lorong dalam! Dia sedang menghancurkan semua yang ada di depannya!"

 

Segera setelah itu, sebuah makhluk besar dengan tubuh seperti singa tapi memiliki sisik besi hitam muncul dari lorong dalam. Matanya menyala dengan cahaya merah pekat, dan cakarnya seperti pisau tajam yang bisa menusuk besi dengan mudah.

"Ini adalah Singa Besi Kegelapan!" ujar Iron Elder Wang dengan suara gemetar. "Menurut legenda, dia adalah penjaga Batu Kegelapan dan akan muncul untuk melindunginya jika ada yang mencoba mengganggunya!"

Makhluk tersebut mengaum dengan suara yang menggema dan segera menyerang mereka. Luan cepat mengambil posisi depan untuk menghadapinya. Zhao Tian dan Chen Hao berdiri di sisi kanan dan kiri untuk memberikan dukungan.

"Jangan menyakiti dia jika tidak perlu!" teriak Luan kepada teman-temannya. "Dia hanya melakukan tugasnya sebagai penjaga. Kita harus mencari cara untuk menghentikannya tanpa harus membunuhnya!"

Singa Besi Kegelapan menyerang dengan sangat cepat dan kuat. Setiap serangannya bisa menghancurkan batu dan besi dengan mudah. Luan dan teman-temannya berusaha menghindari serangan sambil mencari celah untuk menghubungkan dengan makhluk tersebut.

Lin Mei mencoba menggunakan ramuan khusus untuk menenangkan makhluk tersebut, tapi tidak berhasil – energi negatif dari Batu Kegelapan terlalu kuat dan membuatnya tidak bisa menerima energi positif apa pun.

"Kita harus menangkapnya dengan cara lain!" ujar Chen Hao saat menghindari serangan ekor makhluk tersebut yang seperti rantai besi.

Luan mengingat teknik khusus dari gaya Wu Wei Shen Quan yang bisa mengendalikan energi negatif. Dia memutuskan untuk menggunakan teknik tersebut, meskipun ini akan menghabiskan banyak energi darinya.

"Tian, Hao – bantu saya membentuk lingkaran perlindungan!" teriak Luan. "Saya akan mencoba membersihkan energi negatif dari dalam makhluk ini!"

Zhao Tian dan Chen Hao segera membentuk lingkaran dengan gerakan kungfu mereka, sementara Luan berdiri di tengah dan mulai mengumpulkan energi positif dari dalam dirinya dan alam sekitarnya. Cahaya keemasan mulai muncul dari tubuhnya, menyebar perlahan ke seluruh ruangan tambang.

 

Dengan kekuatan yang besar, Luan mengarahkan energi positifnya ke arah Singa Besi Kegelapan. Makhluk tersebut mulai merasa tidak nyaman dan mencoba melarikan diri, tapi lingkaran yang dibentuk oleh Zhao Tian dan Chen Hao mencegahnya.

"Percayalah padaku," ujar Luan dengan suara lembut tapi tegas kepada makhluk tersebut. "Saya tidak akan menyakitimu. Saya hanya ingin membersihkan energi negatif yang telah menguasaimu."

Energi positif dari Luan perlahan menyebar ke dalam tubuh Singa Besi Kegelapan. Cahaya merah di matanya mulai memudar dan digantikan dengan cahaya keemasan yang tenang. Tubuhnya yang tadinya hitam pekat mulai berubah menjadi warna emas yang bersinar lembut.

Setelah beberapa saat yang tampak sangat lama, energi negatif sepenuhnya hilang dari tubuh makhluk tersebut. Dia menjadi lebih kecil dan lebih lembut – kini dia terlihat seperti singa biasa dengan sisik emas yang indah.

"Terima kasih," suara lembut terdengar di benak semua orang – seolah makhluk tersebut berkomunikasi dengan cara telepati. "Saya telah dikendalikan oleh energi negatif dari Batu Kegelapan selama bertahun-tahun. Sekarang saya merasa bebas kembali."

Luan kemudian berjalan menuju Batu Kegelapan yang terletak di tengah ruangan. Dia menggunakan energi positifnya untuk membersihkan batu tersebut dari energi negatif. Setelah beberapa saat, batu hitam pekat tersebut berubah menjadi batu kristal bening yang bersinar dengan cahaya keemasan.

"Batu ini bukan lagi Batu Kegelapan," ujar Luan dengan senyum. "Sekarang ini adalah Batu Energi Positif yang bisa membantu memperkuat besi dan logam yang kalian hasilkan."

 

Ketika mereka keluar dari tambang bersama dengan Singa Emas (nama baru dari makhluk tersebut), seluruh anggota Klan Perkakasan Besi sudah menunggu dengan penuh harapan. Mereka terkejut melihat makhluk yang tadinya menyerang kini berdiri dengan tenang di sisi Luan.

Iron Elder Wang menangis dengan emosi saat melihat Batu Energi Positif yang mereka bawa keluar. "Ini adalah berkah besar bagi klan kita! Kisah nenek moyang kita mengatakan bahwa jika Batu Kegelapan bisa diubah menjadi Batu Energi Positif, klan kita akan memasuki masa kejayaan yang baru!"

Mereka segera melakukan percobaan dengan menggunakan besi yang baru diambil dari tambang dan diproses dengan bantuan energi dari Batu Energi Positif. Hasilnya luar biasa – besi yang dihasilkan lebih kuat, lebih tahan lama, dan bahkan memiliki kilau emas yang indah tanpa perlu dicat atau diasah khusus.

"Ini adalah besi terbaik yang pernah kita hasilkan!" teriak seorang pekerja klan dengan penuh kegembiraan saat menguji kekuatan pedang yang baru dibuat. "Dia bisa memotong besi biasa seperti memotong kertas!"

Iron Elder Wang menghadapkan diri kepada Luan dan teman-temannya dengan rasa hormat yang dalam. "Kalian tidak hanya menyelamatkan klan kita dari kehancuran, tapi juga membawa berkah besar yang akan kita nikmati selama berabad-abad ke depan. Klan Perkakasan Besi akan selalu berhutang budi pada kalian."

"Kita hanya melakukan apa yang benar," jawab Luan dengan senyum rendah hati. "Kita semua adalah bagian dari komunitas kungfu yang sama – ketika satu klan ada masalah, kita semua harus saling membantu."

Singa Emas memilih untuk tinggal di sekitar tambang sebagai penjaga baru, menjaga keamanan sumber besi dan Batu Energi Positif. Seluruh klan merayakan kebahagiaan mereka dengan pesta besar yang diisi dengan makanan lezat dan pertunjukan pembuatan besi yang mengagumkan.

Sebelum mereka berangkat kembali ke Akademi Qinglong, Iron Elder Wang memberikan sebuah pedang khusus sebagai hadiah – dibuat dari besi pertama yang diproses dengan bantuan Batu Energi Positif, dengan ukiran naga dan singa yang sangat indah.

"Pedang ini dinamakan 'Pedang Persahabatan'," ujar Iron Elder Wang saat menyerahkannya kepada Luan. "Semoga dia selalu melindungi kalian dalam perjalanan kalian dan menjadi bukti persahabatan antara Klan Perkakasan Besi dan Akademi Qinglong."

1
pinguin
semangat kk💪🤗
djase: maacih kak💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!