NovelToon NovelToon
Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Shafira Azzahra, tidak menyangka laki-laki yang dulu selalu baik dan royal berubah ketika dirinya sudah menikah dengan Aris Permana. Aris, suaminya menunjukkan sifat aslinya yang pelit dan perhitungan dengannya. Apalagi sikapnya yang lebih mengutamakan keluarganya dibandingkan dirinya yang sebagai istri.

Setiap hari Shafira akan dikasih jatah belanja 20 ribu sehari oleh suaminya, Aris. Setiap hari Shafira harus memutar otak, harus dibuat apa dengan uang 20 ribu rupiah. Jika lauk tak enak, Sharifa'lah yang akan mendapatkan makian dari mulut julid keluarga suaminya.

Akhirnya Shafira memanfaatkan waktunya dirumah dengan menulis novel dan berjualan online dengan nama pena dan nama tokonya memakai nama samaran agar suami dan keluarganya tidak tahu kalau Sahfira juga memiliki penghasilan.

Suatu hari Shafira tidak sengaja melihat sang suami sedang jalan dengan seorang wanita. Karena mencium bau bau perselingkuhan, Shafira pun mulai masa bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Empat

"Shafira?" Kenzo juga tak kalah kaget dengan Shafira yang berada dirumahnya.

"Loh, kalian sudah saling kenal?" tanya bu Dinda melihat keduanya.

"Iya ma, Kenzo juga sering makan di tempat kateringnya Fira." ujar Kenzo melirik ke arah Shafira yang sedari tadi berusaha menghindari tatapannya.

"Oh, jadi karna selalu makan ditempat Shafira, makanya kamu jarang makan dirumah, gitu?" ujar bu Dinda menyipitkan matanya.

"Y-ya karna masakan ditempat Fira semuanya enak-enak, ma." ucap Kenzo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia jadi salah tingkah sendiri apalagi Shafira juga sedang menatapnya.

"Mama tahu darimana kateringannya Fira?" tanya Kenzo yang malah mengalihkan pembicaraan.

"Mama tahu dari teman yang pernah pesan makanan juga ditempat Shafira. Kalian udah lama saling kenal ya, sampai-sampai kamu punya panggilan khusus buat Shafira."

"Ya."

"Kita baru kenal, bu."

Bu Dinda menoleh kearah keduanya ketika mendengar jawaban yang berbeda sambil mengerutkan alisnya.

"Ma-maksudnya baru-baru ini saat pak Kenzo sering mampir ketempat katering saya." ucap Shafira cepat-cepat. Ia takut Kenzo malah berbicara yang aneh-aneh.

"Oh gitu." bu Dinda manggut-manggut sambil melirik anaknya, bu Dinda bisa membaca gelagat putranya itu.

"Ya sudah kami permisi ya bu, semua makanannya sudah ditata. Semoga teman-teman ibu juga suka sama makanannya ya." pamit Shafira.

"Jangan pulang dulu Ra!" latah Kenzo tiba-tiba, setelahnya ia menutup mulutnya yang berbicara spontan itu.

"Ma-maksudnya iya, hati-hati." Ia merutuk didalam hati, kentara sekali kalau ia ingin Shafira berlama-lama dirumahnya.

Apalagi sejak kemarin ia tidak bertemu dengan pujaan hatinya ini. Niatnya pamit pada sang mama juga karna ingin datang menemui Shafira. Tapi siapa sangka, perempuan yang ia sukai ini ada dirumahnya. Ia senang sekali, sampai tidak sadar membuatnya senyum-senyum.

"Kak Ken." pekik Angel datang dan langsung memeluk Kenzo yang diam mematung sambil melirik Shafira yang melengos.

Kebahagiaannya seketika terhempas dengan kedatangan Angel, apalagi Angel yang langsung memeluknya erat.

"Angel kangen tau sama kakak. Kakak sih gak pernah jawab telpon dari Angel." Angel mengerucutkan bibirnya sambil bergelayut manja dilengan Kenzo yang terlihat risih.

"Lepas ih, jangan main peluk-peluk gini." ketus Kenzo sambil berusaha melepaskan lilitan tangan Angel dilengannya.

"Kakak kebiasaan deh, malu-malu terus. Tante juga pasti ngerti kok, kita kan sebentar lagi juga menikah. Iya kan Tan?" ujar Angel penuh percaya diri, yang tidak mau lepas dari lengan Kenzo.

Kenzo mendengus sedangkan mama Dinda hanya tersenyum menanggapi perkataan anak dari sahabatnya itu.

"Ya sudah bu, saya permisi ya. Sekali lagi terima kasih atas pesanannya ya." pamit Shafira lagi sambil berjalan, ia melirik sekilas kearah Kenzo yang terus menatapnya.

'Dasar buaya, semua laki-laki sama aja. Padahal udah punya calon istri, masih aja berusaha deketin perempuan lain.' tanpa sadar Shafira menggerutu didalam hati melihat kedekatan Kenzo dengan perempuan yang memeluknya. Ada rasa tidak suka didalam hatinya melihat perempuan lain memeluk Kenzo.

"Ayo balik!" Shafira masuk kedalam mobil dengan perasaan dongkol.

Nita dan kedua karyawan yang sudah menunggu didalam mobil terheran-heran melihat Shafira datang dengan wajah yang sudah masam.

"Lo kenapa? Bukannya senang bisa ketemu ayang, ini malah balik-balik dengan muka masam." tanya Nita.

"Ayang apa? Dia udah punya calon istri!" sewot Shafira.

"Calon istri? Siapa?"

"Pak Kenzo lah. Dasar buaya! udah punya calon istri tapi masih aja deketin perempuan lain." ketus Shafira tanpa sadar.

Nita melongo melihat tingkah Shafira.

"Ciee.. Lo cemburu ya." goda Nita.

"Gak lah, siapa juga yang cemburu." dengus Shafira.

"Itu buktikan lo uring-uringan tahu pak Kenzo punya calon istri." ujar Nita menaik-turunkan alisnya.

"Eh, tapi gak mungkin lah pak Kenzo deketin lo kalau dia udah punya calon istri. Lo salah dengar kali." ujar Nita lagi, ragu. Pasalnya Satria tidak memberi tahunya kalau pak Kenzo sudah punya calon istri.

"Gue belum budeg kali, jelas-jelas perempuan itu ngaku calon istrinya sambil peluk-peluk pak Kenzo." sahut Shafira dongkol.

'Gue gak mungkin cemburu kan?' Shafira baru sadar dengan tingkahnya yang seakan cemburu mengetahui Kenzo yang sudah punya calon istri itu.

Nita terdiam, ia tidak mengetahui kalau Kenzo punya calon istri, Satria juga tidak memberi tahu dirinya. Kalau pun tahu, ia juga tidak akan menggoda dan setuju sahabatnya untuk dekat dengan bosnya itu.

Nita tidak mau sahabatnya itu mendapatkan lelaki seperti Aris yang tidak cukup dengan satu wanita, sama dengan mantan suaminya juga.

'Nanti deh gue tanya mas Satria, apa benar pak Kenzo udah punya calon istri.' gumam Nita dalam hati.

Saat dilampu merah, Aris yang sedang mengantar penumpang tidak sengaja melihat Shafira didalam mobil, karna Shafira yang kebetulan menurunkan sedikit kaca mobil dibagian kemudi.

"Loh, itu bukannya Shafira?" gumam Aris yang mengucek-ngucek kedua matanya memastikan penglihatannya yang tidak salah.

"Benar, itu memang Shafira. Dia bawa mobil siapa? Dan sejak kapan Shafira bisa bawa mobil, bawa motor aja kayaknya gak bisa." gumam Aris, meskipun motornya terhalang dengan motor yang ada didekat mobil Shafira, dan kaca mobil yang hanya turun sebatas setengah dari kepala Shafira.

Tapi Aris masih lah hafal betul dengan wajah mantan istrinya itu, walaupun sekarang Shafira terlihat lebih cantik dan glowing dengan make-up naturalnya.

Aris ingin memanggil, tapi lampu merah sudah berganti. Dan sayangnya arah mobil Shafira berbeda dengan arah penumpang yang akan ia antar. Ya, setelah lelah mencari pekerjaan dikantor-kantor, dan selalu ditolak. Aris akhirnya banting stir menjadi tukang ojek online.

Karna ibunya yang juga setiap hari mengomel karna melihatnya yang tidak kunjung bekerja. Membuatnya mau tidak mau menjadi tukang ojek, demi menghindari omelan ibunya itu.

"Shafira bawa mobil? Apa itu mobilnya ya? Shafira juga sekarang terlihat lebih cantik." gumam Aris terheran-heran, dan malah salah fokus dengan Shafira yang membawa mobil.

Padahal setahunya Shafira tidak bisa membawa kendaraan, bawa motor saja Aris tidak pernah lihat selama menikah.

"Kenapa mas?" tanya penumpang yang mendengar Aris berbicara.

"Gak ada pak, ini benar gangnya kan?" tanya Aris yang masih baru menjadi tukang ojek.

"Iya, masuk aja. Saya turun didepan rumah pagar putih itu." tunjuk bapak-bapak yang sudah melihat rumahnya.

"Sipp, disini aja. Terima kasih ya mas." ucap bapak tersebut setelah sampai didepan rumahnya.

"Sama-sama pak."

Aris melajukan motornya dengan pikiran yang masih dipenuhi pertanyaan-pertanyaan tentang Shafira.

"Apa Shafira sudah sukses ya. Masak iya baru tiga bulan pisah dia udah sukses aja. Sedangkan aku malah sial begini. Mana Shafira makin cantik aja lagi. Saat menikah aja gak pernah dandan, selalu kucel dan dasteran aja dirumah. Mana dasternya banyak tambalannya lagi, jadi wajar dong aku cari yang lebih cantik diluar." kesal Aris yang malah menyalahkan mantan istrinya itu.

Ia tidak sadar kalau cantik juga butuh uang. Sedangkan ia sendiri buat makan saja pelit sekali, dan tidak pernah memberi istrinya uang lebih. Bagaimana mau cantik, jajan cilok dua ribu saja Aris tidak pernah kasih. Apalagi membeli pakaian dan make-up yang menurutnya tidak terlalu penting itu.

Sebenarnya Shafira juga tidak lah kucel, diam-diam Shafira selalu merawat wajahnya itu. Bahkan jerawat saja tidak ada diwajahnya. Hanya saja Shafira tidak pernah memakai make-up dirumah. Karna tidak ingin suami dan keluarga suaminya yang pelit itu tahu kalau ia mempunyai uang untuk membeli make-up.

"Aku harus pastiin, hari ini harus jadi kerumah Shafira. Kalau benar Shafira sudah sukses, aku harus bisa dekati Shafira lagi, Shafira juga pasti masih cinta sama aku. Aku juga masih lah cinta sama Shafira." gumamnya penuh percaya diri.

"Fira kenapa?" tanya Vinna pada Nita yang melihat Shafira yang langsung masuk kamar dengan wajah yang ditekuk.

"Lagi cemburu." ujar Nita.

"Cemburu sama siapa?" tanya Vinna dengan kening berkerut.

"Pak Kenzo, ternyata yang pesan makanan itu mamanya pak Kenzo. Dan Shafira ketemu dirumahnya, eh tau-tau ada yang meluk-meluk pak Kenzo dan ngaku sebagai calon istrinya. Jadilah Shafira pulang-pulang kesal gitu." ujar Nita sesuai cerita Shafira. Ia juga kesal andai benar Kenzo sudah punya calon istri, tapi masih mencoba mendekati sahabatnya itu.

"Masak iya?" Vinna juga kaget dan seketika ikut geram, tidak terima Shafira seakan dipermainkan.

Nita mengendikkan bahunya.

"Gak tahu juga, mas Satria juga gak ada kasih tahu kalau pak Kenzo sebenarnya sudah punya calon istri."

Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing.

Sedangkan Shafira tidak berhenti menggerutu dan menyalahkan dirinya yang seperti orang cemburu.

"Dasar buaya! kadal buntung! Lagian kenapa juga gue mudah sekali baper hanya karna pak Kenzo setiap hari kesini dan muji-muji masakan gue. Kayak murahan sekali. Padahal aslinya pak Kenzo memang lagi laper aja makanya makan disini." umpatnya.

1
Desi Belitong
aku suka dia melawan bukan hanya bisa nangis💪💪
Aisyah Sabilla
THOR KAPAN UPDATE
Iry: kemungkinan bsk aku update langsung banyak yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!