NovelToon NovelToon
Dibenci Keluarga Suami Diratukan Pemuda Kaya

Dibenci Keluarga Suami Diratukan Pemuda Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Ibu Mertua Kejam / Poligami / Penyesalan Suami / Selingkuh / Reinkarnasi
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rohima_Cahaya18

Aisyah tidak mengetahui jika suaminya telah menikah lagi dengan seorang wanita kaya pilihan mertuanya. Kenapa suaminya tidak pernah bilang jika suaminya telah menikah lagi.

Teriris sudah perasaan Aisyah, suaminya rela mengkhianati cinta di pernikahan mereka.
Mereka hanya menikah karena terpaksa, dikarenakan kedua orangtua Aisyah yang sudah sakit menderita kanker Paru-paru.

Maka keluarga Suami menerima pinangan tersebut dengan hati sukarela. Termasuk Papa Hasan dari keluarga suami merasa iba untuk menikahi anaknya.

Namun sayang, setelah menjadi istrinya Aisyah bukan di perlakukan baik di dalam sebuah rumah mewah milik suaminya tetapi dijadikan sebagai P3mb4ntu oleh Keluarga itu sendiri.

Apakah Aisyah akan mengambil haknya sebagai seorang istri, atau sebaliknya ia ingin cerai dengan suaminya tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohima_Cahaya18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Apa Dengan Tasya?

Sekar berhasil menaklukkan ini semua, tugas yang di siapkan berjalan lancar tanpa kendala sedikit pun. Hal mendasari jati dirinya selama ini, telah terlaksanakan begitu saja.

Tasya yang duduk melihat penampilan saudaranya berubah total. Tak seperti biasanya seperti ini. Entah kenapa, ada yang tidak beres dengan ini semua.

"Mau kemana Kak? Tumben sekali pakai gamis. Mau dengerin ceramah Pak Abdul."

"Bukan dek..tapi kamu tetap di rumah, jangan kemana-mana. Sebab ini sangat jauh."

"Hmm,,,bolehkah Tasya bertanya hal sesuatu pada Kaka. Apakah Kak Sekar pernah mencelakai oranglain, katanya oranglain itu Wanita memiliki anak, apakah itu benar," Tanya kepada Kaka nya berharap titik terang disana.

"Tahu dari mana? Pasti kamu sedang di guna-guna oleh Dokter itu kan, jawab Kaka dong."

"Berhenti ngomongin soal aneh kepada kekasihku. Dokter Arya ga mungkin seperti itu, yaudah males Tasya berbicara dengan kaka, kalau mau pergi, silahkan. Jangan kembali lagi, Tasya ga butuh perhatian juga sandiwaramu," jawabnya menimpali langsung pergi ke kamarnya. Mengunci pintu rapat-rapat, dan menangis di tempat tidur.

Hati siapa yang tak sakit. Arya terus terang ingin menikahi dengan seorang wanita yang sudah punya anak. Tetapi saudaranya bilang kalau Arya orangnya tidak benar, berlindung dengan siapa? Selain hanya tuhan, tapi kini jika cerita ia mengadu kepada siapa?

Setiap masalah emang ga pernah udah, ada saja permasalahan yang harus di gali, di koreksi, di selesaikan. Tetapi Tasya kuat apapun itu keputusan ny, ia tetap bisa menahan tubuhnya.

Suara tangisan terdengar dari telinga Sekar, tidak menyangka Sekar sudah kasar dengan adiknya. Jika sering ceria, berbagi bersama, tumbuh besar ia lebih memilih dengan pergaulan bebas. Tetapi Tasya juga udah besar, dan bisa merawat dirinya sendiri.

Ada luka di hatinya, tangisan Tasya tak kunjung berhenti. Kelopak matanya mengeluarkan air mata yang tak akan habis-habisnya. Tasya yang dulu mengungkit jika pada massanya akan tetap bersama dengan Arya.

"Ini semua gara-gara Gue, kalau keduluan gue ngomong seperti itu, pasti Arya udah mencintai diriku, bukan wanita itu. Tasya sebel, sebel."

Mendadak frustasi tak menjadikan harus gila seumur hidup. Rasanya trauma Tasya tak pernah lupa. Tasya membuang semua perhiasan yang di belikan oleh Arya, kosmetik, juga boneka Barbie yang sengaja ia simpan di lemari, ia buang di lantai begitu saja.

Sangking kesalnya ia tak akan pernah ridho juga saat Arya menemukan wanita tersebut.

Ada keberatan hati untuk meninggalkan adiknya, ia tak mau juga berada di penjara. Entah kenapa Arya begitu perduli dengan keadaan Sekar, tapi ia perduli agar pelaku yang sebenarnya di tangkap bukan malah di biarkan begitu saja.

Ingin mengetuk pintu kamar adiknya, tiba-tiba saja ketukan dari luar pintu sudah seseorang mengetuk pintu. Entah mengapa kegelisahan hati Sekar mulai berasa, ia melangkah perlahan-lahan. Melihat kondisi luar, mengintip dari jendela.

Bukan kepalang, apakah ini Sekar sudah ketangkap basah. Sekar mencari jalan secepatnya agar bisa pergi dari rumah tersebut. Koper yang penuh banyak pakaian ia tinggalkan sejenak, tak ada lagi pikiran untuk membawa koper. Sekar kabur sejauh mungkin, dirinya tak mau di penjara seumur hidup.

"Maafkan kaka, Kaka harus meninggalkan dirimu, Tasya. Selamat tinggal."

Tokkk.....Tok..... Tok...

Suara pintu depan menyambar di telinga Tasya, Tasya menghapus air mata nya. Pergi menemui siapa yang mengetuk sampai 3X.

Ketika pintu di buka, 2 polisi bertanya kepada Tasya. Namun Tasya tidak tahu kemana perginya Kaka nya. Polisi yang menatap sekilas wajah Tasya, seperti habis menangis.

"Selamat siang, Bu Tasya. Apakah benar ini rumah pemilik bernama Bu Sekar. "

"Siang juga, Pak! Saya adiknya. Tapi ada apa Pak polisi mencari keberadaan Kaka saya, apakah ada hal yang mencurigakan."

"Bu Sekar telah melakukan pembunuhan berencana, dan satu pelaku sudah saya tangkap. Bisa Bu Tasya menjelaskan kemana perginya, Bu Sekar. Karena pelaku akan segera di tangkap, jika tidak akan merugikan banyak orang," tegasnya untuk menindaklanjuti laporan kasus pembunuhan.

Deg

Tasya tak percaya, jika Saudara kini berbuat salah. Dan kenapa tadi Saudaranya langsung ditanya begitu enteng jawaban tersebut. Tasya merasakan denyut di bagian dadanya, disana juga ada Arya. Tak lama Tasya pingsan, ia lalu membawa Tasya ke RS. Sementara, Pihak Polisi terus menghimbau pencarian Sekar.

******

Hasan tak boleh gegabah, siapa yang sudah mencelakai anaknya. Sudah seminggu Ali terbaring lemah di RS. Ada yang mengganjal dirinya, jika ini semua pasti ada kaitan dengan Sekar. Istri siri yang Anaknya sembunyikan dari kelurganya termasuk istri yang setuju dengan hubungan mereka.

Sella hanya bisa memeluk tubuh abangnya, ada rasa bersalah di dalam hati Sella. Ia mudah tertipu dengan hasutan Sekar, tak akan dibiarkan lagi Sekar ikut campur dalam urusan keluarga nya.

Bagaimana dengan kondisi Veni yang juga terbaring lemah, koma sudah sebulan juga tak ada perkembangan. Apakah harus membawa Aisyah kesini, untuk meminta maaf atas apa Veni perbuat.

Tapi tahukah kelurga Hasan, jika Aisyah di jebak di masukan kedalam penjara. Entah bagaimana ini, Hasan yang menjadi seorang kepala kelurga tidak bertanggung jawab atas pernikahan mereka.

"Papa ingin ketemu, Aisyah. Dimana Aisyah, Papa akan menghubungi Arya. Kamu disini dulu Sel, Papa akan segera kembali. Jaga terus Abang Ali, jangan biarkan seorang pun untuk datang kesini. Kamu mengerti," ucapnya ia mencium kening anaknya, dan kini ia mengambil tas untuk jaga-jaga.

Hasan terus menghubungi Arya, namun ponselnya tak kunjung aktif. Hasan menarik nafas, saat hendak keluar, munculah sosok Arya sedang mengiring seorang pasien disana. Arya terhenyak begitu saja, tetapi ia sudah tak bisa menahan perasaan pada Aisyah.

Tidak mungkin rasa itu hanya di pendam, sebuah pertemuan itulah membuat detak jantungnya berdebar. Entah perasaan tiba-tiba muncul. Hasan yang memangil mengarah pada Arya, namun airmata Arya tak bisa berhenti.

"Arya! Om ingin bicara sebentar."

"Iya, Om, ada apa?"

"Kamu berhasil menemui, Aisyah dimana. Saya sebagai orangtua juga rindu pada menantu saya, apakah menantu saya melahirkan seorang anak perempuan," tanya Hasan dengan Arya, airmata Arya mulai membendung tapi apakah harus memberitahu soal keberadaan Aisyah.

"Om, Aisyah belum juga di temukan. Maafkan saya, Om. Maaf sekali lagi, Om."

Namun tangan Hasan tercengkal kuat di bahu Arya, sosok Hasan yang mempercayai Arya merasa berbohong. Namun dugaan Hasan hanya biasa saja. Tentu Hasan memojokkan diri Arya ke dinding, nafas Arya tersenggal. Keringatnya bercucuran, kemeja batik yang ia pakai nyaris basah. Mulutnya mengecil, nafasnya memburu perlahan-lahan. Satu kalimat nyaris diucapkan Arya, namun Hasan malah menampar wajah Arya.

"Menantu Om ada di penjara!"

Plak...

Plak..

"Kenapa bisa, Aisyah disana. Pasti kamu kan yang sudah membawa, Aisyah kesana."

"Tampar saya, Om! Om tidak tahu, banyak pun Kelurga tidak penting bagi hidup, Aisyah. Aisyah melahirkan di tengah hujan deras, tapi tak satupun dari kalian yang menyelamatkan sekedar membawa ke RS. Walaupun saya bukan dari keluarga, Aisyah. Tapi saya tahu, karena saya seorang dokter. Apakah Om mau menampar wajah saya lagi, tampar saya Om," Jawab Arya sudah kehilangan kesabaran, baginya ia mengerti namun pengaruh oleh siapa.

deg

Hasan merasa bersalah telah menampar Arya, Arya pergi meninggalkan Hasan. Seharusnya Hasan sangat bersyukur karena di tolong oleh Arya.

1
Evi Lusiana
awal sblum pernikahan aisyah fn naufal gmn thor?dan knp udh nikah gk pisah rmh dr ibuny naufal
Atik Atim
koq tetiba Sekar udah kabur dr penjara😡
Anonymous
jangan ali.. bunuh diri dosa
Anonymous
mikir kids
Heriyani Lawi
sambil mengendarai mobil bisa mendengar suara bayi menangis ???!!
Heriyani Lawi
maaf Thor, aku agak bingung bacanya, kalimat2nya belepotan byk yg gak nyambung
Ririn Ningsih
lanjutannya mana nihh
Nur Rohimah: silahkan di baca aja kak🙏😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!