Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sisi lain Raka
Raka membawa Alya ke unit gawat darurat, setelah ia keluar dari toilet. Alya kemudian berbaring di ranjang untuk ditangani oleh sang dokter.
dokter kemudian menjahit luka di kepala bagian kanannya yang tidak terlalu besar.
Raka kembali menghubungi Dave, untuk mengetahui bagaimana keadaan di kantor polisi. ia juga meminta Dave untuk menghubungi pengacara mereka, untuk menyelesaikan masalah itu
"bagaimana keadaannya, dok?" tanya Raka, setelah sang dokter selesai menjahit luka Alya.
"nona Alya baik-baik saja, ia hanya perlu istirahat" jelas dokter.
"apa nggak perlu di rontgen?" tanya Raka lagi yang masih sangat mengkhawatirkan Alya.
"tidak perlu, karena pasien tidak sampai pingsan, walaupun mengeluarkan darah yang cukup banyak. ia hanya perlu beristirahat" jelas sang dokter.
"hm,,baiklah, terima kasih dokter" ucap Raka. setelah sang dokter meninggalkan ruang itu, Raka kemudian menghampiri Alya.
"maafkan aku," ucap Raka, sambil mencium tangan Alya.
"nggak apa,aku baik-baik aja" jawab Alya. kepala Alya sedikit pusing, namun masih bisa ia tahan.
"aku ingin tidur sebentar" ucap Alya lagi.
"hmm, baiklah. aku akan menjagamu" jawab Raka.
"oh yaa, Ka, bagaimana dengan Clara?" tanya Alya sebelum menutup matanya. entah mengapa, ia masih sangat penasaran dengan keadaan wanita itu.
"kata Dave, ia juga dibawa ke rumah sakit, karena kepalanya juga terluka," jawab Raka.
"jadi,, apakah aku akan dipenjara karena hal itu" tanya Alya Takut.
Raka menggeleng pelan. "enggak, apa yang kamu lakukan itu, untuk membela diri jadi kamu nggak salah" ucap Rak, pria itu mengelus kepala Alya dengan hati-hati.
mendengar itu membuat Alya menarik nafas lega. ia sudah akan memejamkan matanya, namun ucapan Raka membuat Alya kembali membuka matanya.
"sepertinya ia akan mendapat hukuman yang cukup berat," Raka mengantungkan ucapannya, sambil merapikan Selimut Alya.
"maksudnya?" tanya Alya tak mengerti.
"ternyata orang yang mencoba untuk menyerangmu waktu itu, adalah dia. Akhir-akhir ini, dia juga sering memata-mataimu" jelas Raka.
Alya terdiam mendengar ucapan Raka. jika benar apa yang dikatakan pria itu, maka Alya tak akan merasa bersalah setelah melakukan hal itu Clara.
wanita cantik itu juga menyadari, jika tidak melakukan rencana itu. mungkin ia yang akan diserang oleh Clara.
Clara merupakan wanita yang sangat nekat, ia akan melakukan apapun, untuk mencapai maksudnya.
Alya masih sangat ingat, waktu Clara pernah meninggalkan Darla, adiknya pada seorang om-om hanya karena pria itu menawarkan uang seratus ribu padanya. waktu itu Clara masih berusia dua belas tahun, namun ia sudah mempunyai pikiran sejauh itu.
di antara Clara, Alya dan Darla. Usia Clara lah yang paling tua. ia tiga tahun di atas Alya. sedangkan adiknya Darla empat tahun di bawahnya.
beruntungnya, karena waktu itu ayahnya dengan cepat mencari Darla, jika tidak, Darla sudah di bawa oleh om-om itu.
uang yang di dapatnya, digunakan untuk membeli jajan. Hanya karena jajan Clara melakukan hal itu. apalagi hal lain, yang dibayar dengan sangat mahal. ia akan rela melakukan apapun, asalkan keinginannya terpenuhi.
Alya memejamkan matanya, namun bayang-bayang masalalu kembali muncul dalam kepalanya.
ia kembali mengingat, saat Clara dengan sengaja menguncinya dalam gudang, saat mereka bermain bersama. waktu itu ayahnya tak memarahi Clara, walau Alya menangis ketakutan.
waktu itu, entah bagaimana Clara dan Darla sering main dirumah mereka. bahkan mereka sempat tinggal bersama saat ibu Alya sedang sakit keras waktu itu.
setelah dewasa barulah, Alya mengerti. ayahnya dan ibu Melny sudah memiliki hubungan khusus saat ibunya masih hidup, bahkan kedua orang itu tega mengkhianati ibunya yang sedang sekarat itu.
tak sadar, cairan bening mengalir dari mata Alya, membuat Raka yang sedang menjaganya tampak kebingungan.
"nggak usah takut, aku ada disini" bisik Raka lembut, sambil mengusap pelan air mata Alya. Raka pikir Alya mimpi buruk, sehingga ia terus menggenggam tangan wanita cantik itu dan menciumnya.
"semuanya akan baik-baik saja, tenanglah" bisik Raka lagi.
^^^^^
keesokan harinya, Raka membawa Alya ke apartemennya yang didekat perusahaan. Raka juga tak memberitahu ibunya tentang kejadian yang menimpa Alya. pria itu juga sudah meminta Dave, untuk merahasiakan hal itu.
Raka hanya tak ingin memperbesar masalah, karena baginya urusan Clara tak begitu penting hingga harus melibatkan ibunya.
"aku udah bilang sama ibu, jadi kamu nggak perlu ke perusahaan hari ini" ucap Raka, sambil merapikan tempat tidurnya untuk Alya.
"tapi, bagaimana dengan laporannya?" tanya Alya.
"tenang aja, kamu nggak usah mikirin itu. fokus saja dulu dengan pemulihan mu" jawab Raka.
pria itu membuka pintu apartemennya dan membantu Alya masuk. Alya sudah terlihat baik, namun Raka ingin melakukan hal itu.
Raka jarang ke apartemennya, sehingga ia harus mengganti sepreinya, dan sarung bantalnya dahulu sebelum wanitanya beristirahat.
awalnya Alya menolak, namun bukan Raka namanya jika tak memaksa.
"apa kau ingin makan sesuatu?" tanya Raka, setelah merapikan Selimut Alya. tak langsung menjawab, Alya tampak berpikir sebentar.
"aku ingin sup ayam" ucap Alya.
"hm, ok. istirahatlah, aku akan membangunkanmu, setelah semuanya siap" jawab Raka.
untungnya Raka sudah meminta Dave agar mengisi isi kulkasnya setelah pria itu selesai mengurus Clara di kantor polisi.
sebelum meninggalkan Alya untuk ke dapur, Raka mendekati Alya dan mencium kening wanita itu.
"cepatlah sembuh" ucapnya, sambil menunjukan senyum termanisnya, membuat wajah Alya seketika memanas. sepertinya, Alya membutuhkan lebih banyak oksigen jika harus melihat senyum pria itu.
Raka memiliki mata yang sedikit tajam namun lembut, membuat siapa yang menatap matanya akan tenggelam dalam tatapan itu.
"istirahatlah" ucap Raka lalu menjauhkan wajahnya dari Alya.
Raka pergi ke dapur, untuk memasak makanan khusus untuk Alya, sesuai dengan permintaan wanita itu.
Raka memeriksa kulkasnya, untuk melihat bahan-bahan yang akan ia gunakan. sepertinya ia harus berterima kasih pada Dave, karena sudah mengisi isi kulkasnya dengan sangat lengkap.
pria itu melipat lengan kamejanya memperlihatkan tangannya yang cukup besar, terlihat juga urat-urat tangannya saat Raka dengan lihai memotong ayam untuk bahan sup.
tak menunggu lama, seporsi sup ayam telah tersedia.
Raka langsung membangunkan Alya, karena wanita itu belum makan sejak semalam. Raka juga ingin, agar sup ayamnya harus di cicipi Alya selagi hangat.
"heii,,,ayo bangun" ucap Raka sambil mengelus pelan kepala Alya. Alya mengerjap-ngerjap matanya saat mendengar suara lembut pria itu.
Alya sudah duduk di balik meja makan setelah mencuci wajahnya, dan berkumur sebentar.
"cicipilah" ucap Raka, setelah menyodorkan sendok pada Alya.
Alya mengambil sedikit kuah sup itu, dan memasukannya ke mulut. mata wanita itu berbinar setelah kuah sup itu membasahi tenggorokan nya.
"kau yang memasaknya, ka?" tanya Alya tak percaya.
"aku tahu, respon mu akan seperti ini." Raka mengangkat kedua bahunya.
"asal kau tahu, aku pernah tinggal sendirian di luar negeri. so, masakan seperti ini sangatlah mudah bagiku " puji Raka pada diri sendiri.
Alya terkekeh mendengar ucapan Raka. ia baru menyadari, ternyata ada sisi Raka yang seperti ini.
Alya pikir, Raka adalah orang yang serius dalam hal apapun, namun setelah mengenalnya, ternyata ada sifat pria itu yang tak banyak orang tahu.
"hmm, kau benar, masakan mu sangat,sangat enak,," puji Alya sambil mengangkat kedua jempolnya pada Raka. membuat pria itu tersenyum malu.
"makanlah, selagi hangat " ucap Raka. Alya menganggukan kepalanya patuh, dan mulai menghabiskan sup buatan Raka itu.
tak ada yang tahu dengan kemampuan memasak Raka. pria itu jarang memasak di rumah. ibunya bahkan tak tahu dengan kemampuan anaknya itu.
selain tampan, dan berkharisma Raka juga pandai memasak membuat Alya seperti mendapatkan harta karun karena mendapatkan pria itu.
biar cepet koit tuhhhh marah-marah melulu 😤
lanjuuttttt 💪💪💪🤩🤩
semoga langgeng dan harmonis terus rumah tangga nya 👍👍🤗🤗🤗
gak tergoda yg lain, atau menyakiti hati Alya 👍👍🤗