🩸 HEI YING TUN TIAN(Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)⚠️ Han Xuan Sang Penelan Takdir Itu Sendiri
Sinopsis:
Di kehidupan sebelumnya, ia adalah monster yang ditakuti dunia dan Dao itu sendiri.
Ia mencapai Law Devouring Realm, melahap Dao para genius, menghancurkan sekte besar, dan hampir menantang Langit itu sendiri.
Namun Langit tidak membunuhnya.
Langit menghukumnya.
Jiwanya dipecah dan dilempar kembali ke masa lalu, terlahir sebagai anak klan kecil dengan meridian retak dan akar spiritual cacat. Di mata dunia, ia hanyalah sampah kultivasi yang tak akan pernah melangkah jauh.
Mereka salah.
Tubuh barunya menyimpan Void Devouring Constitution, konstitusi terkutuk yang hanya bangkit setelah kehancuran total. Dengan ingatan penuh dari kehidupan sebelumnya, ia memilih jalan yang lebih sunyi dan lebih kejam.
Ia tidak lagi membantai secara terang terangan.
Ia membangun bayangan nya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18 - Perjamuan Para Pengawas
...Bab 18: Perjamuan Para Pengawas...
Kegelapan di dasar Sumur Kekosongan mendadak robek oleh kehadiran empat pilar cahaya emas yang turun dari portal langit. Keempat sosok berjubah putih itu bukan lagi utusan rendahan seperti yang ditemui Han Xuan di Kota Azure.
Mereka adalah The Heavenly Overseers, algojo tingkat Spirit Severing yang tugasnya adalah memangkas keberadaan apa pun yang dianggap sebagai anomali oleh Langit. Di bawah kaki mereka, udara mengkristal karena tekanan Qi yang begitu suci namun mematikan
Han Xuan berdiri di atas Inti Dunia yang berdenyut,
rambut putihnya berkibar liar tertiup badai energi perak.
Tubuhnya yang telah mencapai tingkat Core Condensation level dua tengah terlihat kecil di hadapan keempat raksasa kultivasi tersebut, namun aura yang ia pancarkan memiliki kepadatan yang membuat cahaya emas mereka sedikit meredup di bagian tepinya.
Dunianya tetap hitam-putih, namun kini ia bisa melihat "warna" kelima: warna Hukum yang berdenyut di dalam nadi para eksekutor itu
"Kau sungguh lancang, serangga dari klan Han" salah satu eksekutor bersuara, suaranya mengandung resonansi Hukum Kebenaran yang membuat dinding Sumur Kekosongan bergetar.
"Menyentuh Inti Dunia adalah pengkhianatan terhadap seluruh kehidupan di Benua Cangyuan. Kami tidak akan hanya membunuhmu, kami akan menghapus jejak reinkarnasimu dari sungai waktu"
Han Xuan tidak membalas dengan kata-kata. Ia justru menarik napas dalam-dalam, menghirup uap perak dari jantung dunia yang sedang ia serap.
Ia merasakan setiap sel di tubuhnya berteriak kesakitan, namun sarafnya yang sudah mati rasa tidak lagi mengirimkan sinyal peringatan. Ia justru merasa lapar sebuah kelaparan yang begitu dalam hingga ia merasa bisa menelan seluruh panggung pertempuran ini
"Bicara kalian terlalu banyak untuk orang-orang yang sebentar lagi akan menjadi nutrisi" bisik Han Xuan. Suaranya rendah namun memotong suara badai
Tanpa peringatan, salah satu eksekutor mengayunkan rantai cahaya murni ke arah Han Xuan. Rantai itu bergerak bukan melalui ruang fisik, melainkan melalui garis takdir.
Ia dirancang untuk mengikat jiwa sebelum menghancurkan raga. Namun, saat rantai itu hampir menyentuh leher Han Xuan, tangan pemuda itu bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh akal sehat
Han Xuan tidak menghindar. Ia justru mencengkeram rantai cahaya itu dengan tangan telanjangnya. Kilat ungu dari Void-Thundering Sovereign Body miliknya beradu dengan cahaya emas Langit, menciptakan ledakan energi yang melontarkan ribuan pecahan cahaya ke segala arah
"Apa!" eksekutor itu terbelalak. "Bagaimana mungkin seorang tingkat Core Condensation bisa menyentuh Rantai Penghukuman dengan tangan kosong?"
"Rantai ini terbuat dari Hukum Langit" sahut Han Xuan, sebuah senyum mengerikan muncul di wajahnya yang retak. "Dan bagiku, Hukum Langit hanyalah jenis energi yang sangat murni. Dan energi murni... adalah makanan favoritku"
Han Xuan menarik rantai itu dengan kekuatan yang luar biasa. Pusaran hitam di telapak tangannya membesar, mulai menghisap cahaya emas dari rantai tersebut.
Eksekutor yang memegangnya merasa jiwanya ditarik paksa menuju lubang hitam yang ada di tangan Han Xuan. Ia mencoba memutus koneksinya dengan rantai itu, namun terlambat. Hukum Devour telah mengunci frekuensi energinya
"Tolong aku!!" teriak eksekutor itu saat tubuhnya mulai terseret menuju Han Xuan
Tiga eksekutor lainnya segera bergerak. Mereka membentuk formasi segitiga di udara, mengeluarkan teknik gabungan: Sun’s Judgment: Thousand Blades of Light.
Ribuan pedang cahaya muncul di atas kepala Han Xuan, masing-masing membawa kekuatan yang sanggup meratakan satu kota kecil. Pedang-pedang itu menghujani Han Xuan, menutup segala celah untuk melarikan diri
Han Xuan mendongak. Di matanya yang ungu tua, ribuan pedang itu terlihat seperti hujan nutrisi yang jatuh dari langit. Ia melepaskan pegangannya pada rantai dan melebarkan kedua tangannya.
Ia mengaktifkan aplikasi tingkat tinggi dari Hukum Ruang yang ia curi dari Record of the Vanished Sovereigns: Singularity Field
Seluruh gravitasi di dalam Sumur Kekosongan mendadak bergeser. Pusat gravitasi bukan lagi berada di dasar sumur, melainkan di dalam inti jantung Han Xuan.
Ribuan pedang cahaya yang seharusnya menghujam tubuhnya mendadak berbelok, tertarik ke arah pusat gravitasi tersebut dan terkompresi menjadi satu bola cahaya kecil di depan dada Han Xuan
"Terima kasih atas hidangannya" ucap Han Xuan
Ia menelan bola cahaya hasil kompresi ribuan pedang tersebut. Tubuhnya bergetar hebat, darah perak menyembur dari pori-porinya saat energinya dipaksa naik melampaui kapasitas normal. Langit di luar Sumur Kekosongan mendadak menjadi gelap gulita karena begitu banyak energi yang ditarik masuk ke dalam sumur itu
[Realm: Core Condensation - Tingkat 3 Awal]
Han Xuan tidak mempedulikan peringatan itu. Ia melesat ke atas, menabrak salah satu eksekutor. Gerakannya begitu cepat hingga ia terlihat seperti garis ungu yang membelah kegelapan. Ia menghantam dada sang eksekutor dengan tinjunya yang dialiri Hukum Devour dan Thundering Law sekaligus
BOOM!
Zirah emas sang eksekutor hancur berantakan. Namun Han Xuan tidak berhenti di situ. Ia menancapkan jari-jarinya ke dalam dada pria itu, langsung menuju ke arah Nascent Soul yang ada di dalamnya. Ia menarik paksa inti kekuatan sang ahli tingkat Spirit Severing tersebut keluar
Eksekutor itu menjerit pilu saat seluruh esensi hidupnya, ingatan kultivasinya selama ratusan tahun, dan pemahamannya tentang hukum dunia diserap habis oleh Han Xuan dalam hitungan detik. Tubuh agung sang pengawas itu mengkerut, berubah menjadi abu putih yang tertiup angin ketiadaan
"Satu" ucap Han Xuan datar
Tiga eksekutor yang tersisa gemetar hebat. Mereka yang biasanya dipuja sebagai perwakilan tuhan kini merasa seperti ternak yang menunggu giliran untuk dipotong. Mereka menyadari bahwa Han Xuan bukan lagi manusia yang bisa diukur dengan tingkatan kultivasi. Dia adalah lubang hitam yang hidup
"Kita harus mundur! Laporkan ini pada Istana Pusat!" teriak pemimpin eksekutor. Mereka mencoba membuka portal untuk melarikan diri, namun Han Xuan sudah mengantisipasi hal itu. Ia telah menyebarkan bayangannya ke seluruh dinding sumur, menciptakan segel bayangan yang mengisolasi ruang tersebut sepenuhnya dari dunia luar
"Kalian datang tanpa undangan, tapi kalian tidak bisa pergi tanpa izin sekarang" ucap Han Xuan. Suaranya kini terdengar seperti guntur yang bergulung-gulung di dasar lembah
Ia memanggil bayangan-bayangan dari dasar sumur. Ribuan tangan hitam muncul dari kegelapan, menangkap kaki ketiga eksekutor tersebut. Tangan-tangan itu mulai merayap naik, mengikis cahaya pelindung mereka. Han Xuan berdiri di tengah-tengah mereka, sementara Inti Dunia di bawahnya terus memompa energi perak ke dalam tubuhnya melalui kakinya
Dalam kondisi ini, Han Xuan adalah penghubung antara langit dan bumi. Namun ia bukan jembatan, ia adalah filter yang memproses segalanya menjadi kekuatan pribadi.
Ia kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi kasihan. Saat ia melihat Lin Xi atau Xiao Mei di dalam pikirannya, mereka hanya terlihat seperti data-data yang tidak relevan lagi bagi tujuannya
"Kenapa kau melakukan ini, Han Xuan?" tanya pemimpin eksekutor yang sudah terjerat bayangan hingga lehernya. "Jika kau menghancurkan keseimbangan ini, Benua Cangyuan akan musnah karena hukuman ######. Kau akan menjadi penguasa di atas tumpukan bangkai!"
Han Xuan mendekat, menatap mata pria itu dengan pandangan yang kosong. "Dunia ini sudah lama menjadi bangkai yang membusuk di bawah pemerintahan kalian. Aku tidak menghancurkannya. Aku hanya sedang memanen apa yang sudah seharusnya gugur. Bangkai harus dimakan agar energi bisa kembali berputar"
Han Xuan meletakkan tangannya di kepala pemimpin eksekutor itu. Dua eksekutor lainnya sudah habis tertelan oleh bayangan di belakangnya. Ia menyerap mereka semua sekaligus.
Ledakan informasi dan kekuatan yang masuk ke dalam dirinya begitu besar hingga Han Xuan merasakan jiwanya seolah-olah akan terbelah menjadi dua
[Realm: Core Condensation - Tingkat 5 Puncak]
Tubuh Han Xuan meledak dalam cahaya ungu dan perak. Saat cahaya itu mereda, ia berdiri di dasar sumur yang kini benar-benar kosong.
Tidak ada lagi Inti Dunia, tidak ada lagi pengawas, dan tidak ada lagi Sumur Kekosongan. Tempat itu telah runtuh ke dalam dirinya sendiri. Han Xuan berdiri di tengah kawah raksasa yang dulunya adalah sebuah lembah
Rambutnya kini sepenuhnya putih bersih dan panjang menyentuh tanah. Matanya tidak memiliki warna sama sekali, hanya putih murni dengan pusaran hitam di tengahnya. Ia telah kehilangan indra pendengarannya sebagai harga terakhir dari penyerapan Inti Dunia. Dunia baginya kini adalah sunyi yang absolut
Ia melihat ke atas. Langit Benua Cangyuan tidak lagi berwarna biru, melainkan kelabu. Ia telah mencuri sebagian dari energi vital planet ini.
Di kejauhan, ia bisa merasakan ribuan ahli dari seluruh penjuru benua sedang bergerak menuju tempatnya berada. Mereka ketakutan, mereka marah, dan mereka lapar akan jawaban
Han Xuan mengambil topeng peraknya yang retak dari tanah dan memakainya kembali. Ia melambaikan tangannya, dan sebuah gerbang bayangan terbuka di depannya. Ia tidak akan menunggu mereka di sini. Ia akan menuju ke jantung Kekaisaran, tempat di mana "makanan utama" sebenarnya berada
Namun, sebelum ia melangkah masuk, ia merasakan sebuah getaran kecil di saku jubahnya. Cincin pemberian Si Tua Bumi bergetar. Sebuah pesan dari Wei muncul di permukaan cincin tersebut: Tuan... Ibukota telah jatuh ke dalam kegelapan. Seseorang yang menyebut dirinya 'The Real Devourer' telah bangkit di istana.
Han Xuan berhenti sejenak. Sebuah variabel yang tidak ia duga muncul. Ternyata, ia bukan satu-satunya yang merencanakan kembalinya sang penelan. Ada bayangan lain yang bergerak di dalam istana, menggunakan metodenya sendiri
"Menarik" gumam Han Xuan, meskipun ia sendiri tidak bisa mendengar suaranya. "Mari kita lihat siapa yang memiliki nafsu makan lebih besar"
Han Xuan melangkah masuk ke dalam gerbang bayangan, meninggalkan Wilayah Barat yang kini hanya berupa tanah mati. Di belakangnya, Mo Shura yang masih hidup menatap kepergiannya dengan air mata darah. Sang penjaga tahu, bahwa hari ini adalah awal dari kiamat yang lambat bagi Benua Cangyuan
Pertempuran di Ibukota bukan lagi soal kebenaran atau kejahatan. Ini adalah perang antara dua predator yang ingin memperebutkan satu-satunya mangsa yang tersisa: Eksistensi itu sendiri
Dapatkan Han Xuan yang kini telah menyatu dengan Inti Dunia menghadapi sosok misterius di Ibukota yang mengklaim gelar 'The Real Devourer'? Dan apa yang akan terjadi pada Lin Xi yang saat ini berada di jantung konflik tersebut?
<>Cerita Bersambung
Btw Makin seru aja nih.