NovelToon NovelToon
Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:21.7k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Dominic Vance bukan sekadar CEO; dia adalah monster korporat yang menghancurkan perusahaan demi olahraga. Kejam, paranoid, dan tak tersentuh.

​Hanya satu orang yang berani menatap matanya tanpa gemetar: Harper Sloane, sekretaris eksekutifnya yang berhati dingin. Harper membereskan kekacauan Dominic, memegang semua rahasia gelapnya, dan menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa dibeli dengan uang.

​Namun, saat Harper mengajukan pengunduran diri untuk membalas dendam masa lalunya, Dominic tidak memecatnya. Dia mengunci pintu. Baginya, Harper bukan sekadar aset. Dia adalah obsesi.

​"Kau bisa lari ke ujung dunia, Harper. Tapi aku akan membeli tanah tempatmu berpijak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Ancaman Harper

​"Alasan macam apa itu?" Suara Harper terdengar sangat rendah, namun bergetar hebat menahan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun.

​Dominic menatap sisa pensil kayu jati yang berserakan di atas karpet mahal impor miliknya. Pria itu menelan ludah, namun gengsinya terlalu tinggi untuk mundur. Dia kembali duduk di kursi kebesarannya, menyandarkan punggung dengan santai, lalu melipat tangan di dada seolah tidak ada hal buruk yang sedang terjadi.

​"Itu alasan yang sangat logis," jawab Dominic tenang. Matanya dengan sengaja menghindari tatapan membunuh Harper. "Feng shui itu penting untuk kelancaran bisnis. Klara bernapas seperti orang asma. Otakku tidak bisa fokus memikirkan strategi ekspansi kalau ada suara berisik di dekatku."

​Brak!

​Kedua telapak tangan Harper menghantam permukaan meja kerja Dominic dengan kekuatan penuh. Tumpukan dokumen bergeser seketika. Gelas air mineral bergoyang hebat hingga isinya tumpah membasahi pinggiran meja kayu tersebut.

​Dominic terlonjak kaget. Jantungnya nyaris copot. Selama lima tahun bekerja, Harper tidak pernah kehilangan kendali seperti ini. Harper selalu dingin, selalu menurut, dan selalu merespons semua perintah bodohnya dengan senyum sinis yang elegan. Tapi kali ini sangat berbeda. Mata cokelat wanita itu memerah. Napasnya memburu cepat. Harper mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap lurus ke kedalaman mata Dominic seolah ingin menguliti pria itu hidup hidup.

​"Kau sengaja," desis Harper tajam. Rasa hormatnya menguap habis. Tidak ada lagi kata ganti formal. Tidak ada lagi sapaan sopan untuk bosnya.

​"Aku tidak mengerti maksudmu," elak Dominic cepat. Dia memundurkan kursinya sedikit, tanpa sadar merasa terintimidasi oleh aura Harper.

​"Jangan pura pura bodoh, Dom!" bentak Harper. Suaranya menggema keras di seluruh ruangan eksekutif itu. "Kandidat pertama, kau tolak dengan alasan terlalu cantik. Kandidat kedua, lulusan terbaik dengan otak cemerlang, kau tolak karena kau merasa tersaingi dan kopinya kau sebut air pel. Dan Klara? Dia mesin pekerja paling sempurna yang pernah aku temui di muka bumi ini. Kerjanya super cepat, tidak banyak bicara, penampilannya luar biasa rapi. Lalu kau memecatnya karena alasan napas?"

​Dominic mengalihkan pandangannya ke arah dinding kaca. "Mereka semua memang tidak memenuhi standar perusahaanku."

​"Mereka tidak memenuhi standarmu karena kau tidak pernah berniat mencari penggantiku!" potong Harper telak. Jari telunjuknya mengetuk meja bertubi tubi, menegaskan setiap patah kata. "Kau sengaja menyabotase setiap sesi wawancara. Kau mencari cacat pada hal yang paling tidak masuk akal. Kau melakukan ini semua hanya untuk menahanku di sini, membuatku terus terjebak dengan denda penalti satu miliar itu."

​"Kau terlalu percaya diri," cibir Dominic. Pria itu berusaha keras mengembalikan wibawanya yang sempat runtuh. Dia merapikan kerah jasnya sejenak, lalu membalas tatapan Harper dengan ekspresi meremehkan. "Kau pikir kau ini siapa? Kau cuma seorang sekretaris. Di luar sana banyak orang yang mengantre posisi ini. Kalau ada orang yang jauh lebih baik darimu, aku pasti akan langsung menerimanya tanpa pikir panjang. Masalahnya, tiga orang bodoh yang baru saja kau bawa hari ini kualitas kerjanya bahkan tidak sampai setengah darimu. Mereka lemah."

​"Oh, jadi sekarang kau mengakui kinerjaku sangat bagus?" balas Harper sinis. Senyum miring terukir di bibirnya. "Kalau begitu, biarkan aku pergi dengan tenang. Bebaskan aku dari kontrak gila itu sekarang juga."

​"Tidak akan pernah." Dominic mencondongkan wajahnya ke depan, berani membalas tatapan tajam Harper. "Kau sudah menandatanganinya secara sadar. Kau tahu persis peraturannya. Temukan pengganti yang bisa membuatku puas seratus persen. Titik."

​"Kepuasanmu itu fiktif! Sekalipun aku membawa malaikat turun langsung dari langit untuk membuatkanmu jadwal rapat, kau pasti akan tetap menolaknya karena alasan bulu sayapnya mengotori karpet ruanganmu!"

​Dominic menyeringai lebar. Sudut bibirnya terangkat penuh kemenangan mutlak. "Mungkin saja. Karena itu, kau harus bekerja jauh lebih keras untuk mencari kandidat yang sempurna, Harper. Sampai hari itu tiba, kau tetap milik perusahaanku. Kau tetap harus bekerja di ruangan ini, membereskan semua kekacauanku, dan membuatkanku kopi."

​Harper memejamkan mata sejenak. Dia menarik napas dalam, mencoba menenangkan detak jantungnya yang berpacu liar. 

Dia benar benar sudah muak. Dia sudah sangat lelah menjadi pengasuh bayi besar yang luar biasa egois ini. Harta dan gaji tinggi tidak lagi sepadan dengan kewarasan mentalnya.

​Harper membuka matanya kembali. Tatapannya kini berubah sedingin bongkahan es. Dia menegakkan tubuhnya tegak lurus, tidak lagi menumpu pada meja. Dia menatap Dominic dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan raut wajah penuh tekad yang tidak bisa diganggu gugat.

​"Kau mau bermain kasar denganku, Dom?" tanya Harper pelan, tapi setiap susunan katanya terdengar seperti ancaman paling mematikan.

​Dominic mengerutkan kening. Dia sama sekali tidak menyukai nada suara Harper saat ini. Alih alih merasa menang, ada hawa dingin yang tiba tiba merayap di tengkuknya. Wanita ini terlihat seperti orang yang sudah kehilangan rem.

​"Apa yang mau kau lakukan? Menangis lalu memohon padaku? Silakan saja, aku suka melihat drama," tantang Dominic mencoba menutupi rasa gugupnya.

​Harper mengangkat tangannya lalu menunjuk tepat di depan wajah Dominic. Jari telunjuknya nyaris menyentuh hidung mancung pria angkuh tersebut.

​"Mulai besok, aku tidak akan menyaring kandidat lagi. Aku akan membawa orang paling gila yang kutemukan, atau aku bakar kantormu!"

1
Muft Smoker
Dom ,, kelakuan mu emnk udh kelewat batas ,,
Kalo emnk km tertarik dg Harper tggal ngomong baik2 gx perlu ngrendahin org lain ,,
Kostum Unik
Cuma di novel ini loh karakter cewek gk bego gk penakut gk gentar cm krn ktm lawan nya cowok.. Di novel mana pun mau gmn hbt nya karakter cewek ttp aja mereka melempem pada akhir nya...
Muft Smoker: betul kak ,,
dsini semua tokoh perempuan ny bnr2 nunjukin Kalo mereka bnr2 ras terkuat di bumi ,,
total 2 replies
Naviah
percayalah Dom, sikapmu ini bukanya bikin Harper suka sama kamu tapi bikin menjauh, arogansi mu udah over dosis
Naviah
perlu priksa mata Dominic ya Harper, ban nya gak kenapa napa tapi dibilang bocor🤣
Kostum Unik
Astaghfirullah DomDom.. Kamu mmg udah keterlaluan. Lambemu pengen ku gerus pake ulekan
Naviah
gak habis fikir ban bocor? 🤣
Rlyn
tarik nafas Harper 🤭🤣
Savana Liora: 😄🤭🤭🤭🤭🤣🙏
total 1 replies
Kostum Unik
Sabar sabar sabar ini bulan puasa... Gk ada kan manusia modelan DomDom.. Pasti gk ada. Cuma ada di cerita ini kan kak Savana... /Sob/
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭
total 1 replies
Kostum Unik
Luar biasa emg Harper ini. Sabar nya bukan main sm si ogep DomDom
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Naviah
astaga tikus got sebesar anak kucing kena fitnah🤣
Naviah
ya pintar dalam bisnis tapi mines dalam percintaan 🤣
ms. S
dom.. cemburu buta
Muft Smoker
kak Savana ,,
Dominic kasih liburan dlu deh ,,
biar fresh jiwa dn raga ny ,,
gx usah jauh2 ,,
kirim k Amazon aj laa ,,
bikin rusuh trus soalny🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
This Is Me
Kak Savana, bisa gak nih Harper lepas aja dari Dom. Sekali ini tokoh cowoknya sakit jiwa beneran. Kasian Harper
Savana Liora: lupa ya kalo judulnya pawang.

kayak pawang ular 🤣🤣
total 3 replies
Maria Lina
hellooo sapa lo pacar bukan istri ap lgi.herper bkn budok lo tau dsr ego lo
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤭🤭
total 1 replies
Maria Lina
hellooo sapa lo pacar bukan istri ap lgi.herper bkn budok lo tau dsr ego lo1
Sastri Dalila
si dom² ada aja usaha nya
Savana Liora: namwnya jg usaha 🤣🤣
total 1 replies
Sastri Dalila
si dom²😂😂
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
Kostum Unik
🤣🤣🤣 Harper kalau nanti dia cinta dan bucin sama kau. Itu anugerah apa musibah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!