NovelToon NovelToon
Belaian Kakak Iparku

Belaian Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: syizha

Menumpang di rumah kakaknya sendiri seharusnya terasa aman.
Namun justru di sanalah semuanya berubah.
Di balik rumah tangga yang terlihat tenang, ternyata tersimpan jarak, kesunyian, dan luka yang tak pernah terlihat orang lain. Ia hanya berniat tinggal sementara… tapi semakin lama, ia mulai melihat sisi lain dari pria yang seharusnya tak boleh ia perhatikan.
Tatapan yang terlalu lama.
Perhatian yang terasa berbeda.
Dan debar yang muncul di waktu yang salah.
Ia tahu batasnya.
Ia tahu itu salah.
Tapi bagaimana jika hati justru tertarik pada seseorang yang tak pernah dimiliki siapa pun bahkan oleh istrinya sendiri?
Dan ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap…
hubungan terlarang itu perlahan menjadi sesuatu yang tak bisa lagi dihentikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syizha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita

Deggg...

Pertanyaannya sedikit membuatku tertegun.

"Bahagia apanya?"

"Mas Juna bahagia nggak nikah sama Mbak Liliana?"

Deg ....

Aku terkejut dengan perntanyaan Alana yang sedikit membuatku gugup. Entahlah, lidahku tiba-tiba terasa ngilu untuk menjawabnya.

"Bahagia." Aku mengucapkan kebohongan tanpa melihat ke arah Alana.

"Tapi mata Mas Juna nggak seperti itu. Mas Juna nggak bahagia. Mas Juna kesepian."

Tatapan kami bertemu. Aku melihatnya lekat. Untuk beberapa saat aku bungkam. Aku sedang terheran kenapa Alana basa tahu sedetail itu tentang perasaanku. Sepintar apa dia bisa membaca pikiranku.

"Ayolah, Mas, jujur aja sama aku. Seburuk-buruknya orang, lebih buruk orang yang berkata bohong."

Aku melempar pandang. Aku tak lagi melihat ke arahnya. Aku menghela nafas. Saat ini aku serasa narapidana yang tengah dipaksa untuk mengakui kejahatanku. Dan akhirnya___

"Ya." Kebenaran keluar juga dari bibirku.

"Mas Juna nggak bahagia?"

Alana memperjelas. Aku menganggukkan kepala.

"Kenapa?"

Sudah kuduga ia akan bertanya lebih lanjut lagi. Aku terdiam. Aku enggan menjawab pertanyaannya.

"Aku adalah pendengar yang baik. Jadi tak ada salahnya Mas Juna berbagi beban sama aku." Alana terus mendesak.

Bebanku memang terasa berat untuk kupikul sendiri, selama tiga tahun ini. Karena selain Ronal, tak ada yang kuajak bicara tentang masalah rumah tanggaku. Kini, haruskah aku mempercayai seseorang seperti Alana. Ga_dis kemarin sore yang mungkin belum begitu mengenal dunia. Tetapi bukankah tak ada salahnya jika aku mencoba. Mungkin saja dia bisa memberikanku masukan dari sudut pandang seorang wanita.

"Mas selama ini menjalani pernikahan secara sepihak." Aku akhirnya bersuara.

"Sepihak! Maksudnya?"

"Hanya Mas yang mencintai Mbakmu. Dan Mbakmu, sama sekali enggak."

Bibir Alana langsung menganga. Tampaknya dia terkejut dengan ucapanku baru saja.

"Kenapa bisa kayak gitu?"

"Mas yang bebal. Mas yang terlalu percaya diri. Pikir Mas, seiring waktu pas Mas bisa menggerakkan hati Mbakmu.

Tapi ternyata enggak. Mas tetap saja gagal. Sampai hari ini pun perasaan Mbakmu masih tetap seperti dulu."

Alana menatapku lekat. Wajahnya sendu. Sepertinya dia sedang mengasihaniku.

"Lalu kalau tak ada cinta, bagaimana kalian menjalani pernikahan selama tiga tahun ini."

"Ya kami seperti orang lain. Aku tak boleh bersikap layaknya suami."

"Kalau masalah ranjang?"

Tak langsung menjawab, aku menundukkan kepala. Lalu aku menggeleng pelan. Alana lagi-lagi terkejut.

"Jadi Mas Juna belum pernah menyentuh Mbak Liliana?"

"Belum, sama sekali. Dia nggak pernah mengizinkan Mas. Walau aku memohon sekalipun."

Alana menggelengkan kepalanya. Ia seperti tak habis pikir mendengar pengakuanku. Sedang aku, sedikit menyesal. Aku terlampau jauh bercerita. Seharusnya bagian ini tetap menjadi rahasiaku. Seharusnya tak ada yang boleh mengetahuinya, apalagi seorang Alana.

Aku tak mau menjadi laki-laki yang terkesan menyedihkan. Aku tak mau dikasihani olehnya. Terlebih dia mengenalku bahkan tidak dapat dipungkiri bahwa setelah sekarang aku dan Alana akan sering bertemu karena kita tinggal se atap.

Brakkkk....

Aku beranjak berdiri dengan tiba-tiba.

"Maaf, Alana. Mas udah ngantuk. Mas mau tidur dulu." Aku melangkah. Sikapku sangat kentara sedang melarikan diri. Tapi ini lebih baik. Ketimbang aku yang harus terus mengumbar aibku sendiri.

"Mas!" Alana memanggilku. Langkahku terhenti, aku menengok ke arahnya.

"Kalau Mas ingin, aku bisa menggantikan Mbak Liliana. Mas boleh menyentuhku."

Deg....

Mataku langsung membulat.

1
Anna leticia
baru mampir Thor, penasaran banget semoga aja ceritanya seru dan berkesan sampai keakhiir🌹🌹❤️😊
Anna leticia
penasaran mampir, penasaran banget, cuma kata plakor,itu merusak mata, cerita cinta dimulai dari kesalahan 🌹🌹🤔😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!