NovelToon NovelToon
Tahanan Ranjang Sang Mafia

Tahanan Ranjang Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Tamat / Mafia / Cinta Paksa / Roman-Angst Mafia / Persaingan Mafia
Popularitas:40.7M
Nilai: 4.7
Nama Author: Newbee

Dikhianati oleh ibu tiri dan saudara tirinya, Daisy yang baik hati menjadi tawanan di tempat tidur pemimpin mafia terbesar.
Benjove Haghwer, memiliki tinggi badan 190cm, dengan tubuh yang ideal dan wajah yang sempurna... Di balik penampilannya yang mempesona adalah iblis berhati dingin.
Daisy melarikan diri, Benjove terus mengejarnya.
Bagaikan kucing dan tikus, Benjove menikmati permainan ini, tapi tanpa disadari, dia sendiri jatuh cinta!
Akankah malaikat yang baik hati dan cantik ini bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 33

Para pelayan memandikan Daisy dengan wewangian yang mahal dan mewah, bahkan setelah itu mereka menyemprotkan parfum mahal yang di ekspor langsung dari luar negeri.

Daisy berulang kali menahan diri dari kekikukannya yang dilayani bak tuan putri, bahkan berulang kali pula ia menghembuskan nafasnya pelan dari bibir mungilnya menahan kegugupannya.

Sebuah gaun tidur berbahan sutra yang sedikit tipis membuat tubuh Daisy semakin seksi dan sensuall.

Kulit putih dan bening terlihat menggairahkan di balik gaun tidur sutra berwarna merah jambu dan biru, warna kalem yang memancarkan kecantikan Daisy.

Saat itu Daisy pun keluar dari kamar mandi diikuti para pelayan, dan kemudian para pelayan mengeringkan rambut Daisy, sebagian lagi menata makanan di atas meja.

"Nona makanlah dulu." Kata salah satu pelayan.

"Aku tidak lapar." Kata Daisy.

"Tapi Nona..."

"Nanti jika aku lapar aku akan makan." Kata Daisy.

"Baik Nona. Para pelayan sontak melihat ke arah pintu ketika seseorang masuk dan itu adalah Ben.

Semua pelayan undur diri dengan menunduk, salah satu pelayan yang menyisir rambut Daisy pun juga segera meletakkan sisir nya di meja rias dan menunduk undur diri.

Ben kemudian duduk di kursi dimana hidangan tersedia komplit di atas meja.

"Kemari dan makan." Perintah Ben tanpa melihat ke arah Daisy.

Daisy menurut dan duduk di depan Ben.

Ben meletakkan beberapa potong daging di atas piring Daisy, sedikit demi sedikit Daisy memakannya dengan lesu.

Wajah dan sikap Ben masih sedingin es, Daisy tidak ingin menyulut apapun ataupun menyiram bensin di atas api.

"Sepertinya kau sudah sembuh dan bertenaga karena berani menyusun perencanaan untuk melarikan diri." kata Ben.

Daisy hanya diam dan menunduk, ia menggenggam sendoknya erat-erat.

Ben kemudian berdiri dan hendak pergi namun ia berhenti di samping kursi Daisy.

"Aku paling tidak suka wanita murahan, yang mencoba melarikan diri dengan pria lain."

Daisy menelan ludahnya yang seakan tersangkut di tenggorokan.

"Kalau begitu kenapa anda tidak melepaskan saya, karena saya wanita murahan yang melarikan diri mendatangi pria lain." Kata Daisy seketika menggigit lidahnya, ia lupa tekadnya untuk meredam dan tak menyulut amarah Ben.

"Katakan padaku, apa yang kau nilai dari Dereck."

Daisy masih diam.

"Aku mampu meremukkan semua bisnisnya, bahkan membunuhnya tanpa ada yang tahu. Kekuatannya, kekayaan, kekuasaannya dia tidak sebanding dengan ku."

"Setidaknya dia bukan monster."

Ben seketika tertawa sinis.

"Benarkah dia pria suci? Tak pernah berbuat dosa? Kau tahu? Dia adalah orang yang paling keji, taman hiburan itu telah menelan banyak korban para pekerja yang di forsir melebihi jam kerja yang seharusnya, penggusuran semena-mena, dan juga ganti rugi yang tak sebanding. Aku tidak pernah melakukan itu pada masyarakat miskin."

"Tapi anda menyiksa para pelayan itu hingga mereka seperti zombie. Apa bedanya? Anda juga terlibat dengan obat-obatan terlarang."

"Begitukah?" Kata Ben sinis.

Kemudian Ben melangkahkan kakinya dan melihat sebuah parfum mahal dengan kualitas terbaik dan melemparkannya ke lantai.

PYAARRR!!!

Sikap itu dan suara yang memekakkan telinga membuat bahu Daisy naik, ia bergidik melihat ketegangan mulai terjadi.

Kemudian Ben mengambil lagi parfum lain dan ia lemparkan jauh membentur pintu.

PYARRRRR!!!!!

Pintu bergetar dan menimbulkan siara keras, di luar Traver dan Mena yang berjaga saling menatap.

Entah apa maksud Ben bertindak seperti itu, Daisy masih tak mengerti.

Ben mengambil parfum lagi, dan melemparnya kembali ke lantai.

PYAARRRR!!!"

Parfum itu pecah berkeping-keping dan akhirnya membuat bau wangi yang bercampur-campur berada di dalam kamar itu.

"Apa yang sedang anda lakukan." Kata Daisy.

"Aku mencoba menghilangkan bau yang paling ku benci. Melihat sikapmu yang melarikan diri dengan pria lain, membuat ku teringat dengan wanita murahan yang telah melahirkanku. Dia pergi ke ranjang para pria, aku membenci bau parfumnya." Kata Ben.

"Lalu lepaskanlah aku!!!" Teriak Daisy yang seketika muak.

Ben menarik alas kain di atas meja, membuat semua hidangan makanan, gelas, dan piring, semuanya jatuh dan pecah berhampuran di atas lantai, suara itu memekakkan telinga Daisy.

PRRAANGGGGG!!!!

Kemudian Ben menekan rahang Daisy dan mendongakkan kepalanya agar Daisy dapat melihat seberapa marahnya Ben saat ini.

"Andai aku bissaa..." Kata Ben dengan wajah geram.

Daisy menatap penuh keanehan, apa yang Ben katakan? Dalam hati Daisy, ia bertanya andai bisa? Bagaimana itu terjadi? Dia hanya tinggal melepaskannya, apakah itu terlalu rumit.

"Hanya tinggal melepaskan saya Tuan Ben..." Bujuk Daisy dengan lembut.

"Kau membuatku gila Daisy!" Kata Ben sembari melumaatt bibir Daisy.

Daisy mencoba melepaskan dirinya, ia ingin mencoba sedikit lagi, bawah Ben dapat terprovokasi.

Ben melepaskan ciumannya, wajahnya nampak kesal kembali.

"Kau membuatku gila Daisy. Ketika aku mengingat bagaimana kau diam-diam melarikan diri, ingin sekali aku menyeretmu dari sana dan menguncimu, tatapan pria itu padamu membuatku marah, bahkan cahaya yang menyentuh kulitmu membuatku kesal. Aku ingin mengurungmu di sini, tanpa ada cahaya apapun yang menjamah wajah dan kulitmu bahkan aku marah pada angin yang membelai rambutmu. Kau tahu kepala ku bahkan di penuhi oleh wajahmu, aku ingin segera pulang dan menyelesaikan pekerjaanku, tapi apa yang aku dengar? Kau mencoba lari ke pelukan pria lain!" Kata Ben dengan intonasi rendah yang mengerikan.

Daisy mendadak merinding, ia tahu Ben mulai gila, kalimatnya mulai tidak waras.

Tiba-tiba Ben merobek pakaian Daisy, membuat Daisy berteriak.

"Aagghh Tuan!!! Hentikan!!!"

"Kenapa? Kau mau melarikan diri lagi?" Tanya Ben dan menggendong Daisy lalu melemparkannya ke atas ranjang.

"Tu... Tuan..." Wajah Daisy pucat pasi, ia tahu Ben sedang di selimuti amarah,ia takut apa yang akan Ben lakukan padanya.

"Sikapmu yang diam-diam pergi menemui pria itu, membuatku mengingat wanita itu lagi Daisy.... Tapi aku tidak mampu melepaskanmu, aku gila!!! Jadi kau harus menanggungnya sekarang." Ben membuka pakaiannya dan melemparkannya sembarang.

Dengan satu kali tarikan pakaian dalam Daisy telah lepas dari tubuhnya.

"Tuan... Saya mohon jangann lakukan...." Daisy memohon dengan berlinang air mata.

Ben hanya diam dengan wajah dingin dan gelap.

Pria itu mulai mengecup menggigit Daisy, dan kemudian kedua tangan kekar itu mencengkram kedua dada Daisy dengan kasar, membuat Daisy memberontak.

"Aku tidak mau!!! Menyingkir dariku!!!" Teriak Daisy.

Namun, Ben tetap diam pria itu terus menyeesap di sana dan disini, menggigit di bagian-bagian tubuh Daisy, membuat Daisy berteriak ingin melepaskan diri. Daisy merasakan sakit.

Berulang kali Daisy berusaha memberontak, berungkali pula Daisy memukuli tubuh Ben, pria itu kemudian meraih pakaian tidur milik Daisy yang telah robek di samping ranjang, lalu mengikat kedua tangan Daisy ke atas.

"Brengsekkk!!! Bajingaannn!!! Aku tidak mau!!! Aku tidak sudi!!!" Teriak Daisy berulang kali.

"Lalu apa kau akan sudi jika dengan pria itu!" Kata Ben menatap nanar kedua mata basah Daisy.

Daisy diam saja, dan justru membuat Ben semakin marah.

Ben kemudian memutar tubuh Daisy dengan kasar agar membelakanginya lalu Ben mengangkat pinggul Daisy agar naik, Daisy bertumpu dengan kedua lutut merah marum, tiba-tiba saja Ben langsung memasukkan milikknya dengan sekali dorong, namun miliknya terlalu besar dan tidak dapat sepenuhnya masuk, membuat Daisy berteriak.

"Aaagghh sakittt!!!.

Ben kemudian memasukkan jarinya ke dalam mulut Daisy yang kala itu Daisy tenggah dengan posisi menuungging memunggungi Ben, dan pria itu mencoba kembali mendorong miliknya lagi masuk hingga sepenuhnya telah ada di dalam milik Daisy.

"Haaahh..!!!" Ben mendesaahh merasakan remasan yang hampir membuatnya klimakss, pria itu menahan diri dan menenangkan dirinya.

Saat itu, Daisy masih berusaha memberontak, ia menggoyangkan tubuhnya agar Ben pergi.

"Semakin kau memberontak aku akan tunjukkan bagaimana seharusnya aku menjinakkanmu." Ben menggigit bahu Daisy bagian belakang.

Air mata Daisy mengalir dan sesenggukkan dengan suara yang tidak jelas, karena mulutnya di sumpal 2 jari besar milik Ben.

Ben kemudian membelai punggung Daisy, dan menurunkan sedikit pinggang Daisy, kemudian tangan kekar milik Ben meraih kedua dada Daisy yang menggantung, Ben mulai menggerakkan pinggulnya maju dan mundur.

"Nnggghhh...." Suara Daisy mulai terdengar, dengan posisi menungging, dan kedua tangan yang terikat Daisy tidak dapat lagi bergerak.

Ben mulai mempercepatnya dan Daisy semakin menangis.

"Ini sangat kasar, aku kesakitan, tapi juga ada rasa yang aneh...."

Tiba-tiba tangan besar Ben memukul pantat Daisy.

PLAAKKK!!!

"Katakan Daisy, bahwa kau tidak akan melarikan diri lagi dariku."

Otot-otot besar Ben bermunculan, pria itu mempercepat gerakannya dan sangat kasar. Satu tangannya berulang kali memukul pantatt Daisy, dan satu tangannya memasukkannya ke dalam mulut Daisy.

"Katakan padaku Daisy, atau ini tidak akan pernah berakhir."

Berulang kali Ben memdengus dan menarik nafas, miliknya terus berdenyut, sedangkan Daisy juga merasakan sengatan aneh di dalam dirinya, antara rasa sakit dan sesuatu yang menggelikan di seluruh syarafnya, hingga setruman-setruman kecil dari setiap hentakan dan dorongan pinggul Ben yang kasar, membuatnya penasaran ingin lagi dan lagi.

bersambung

1
Grisella
ahahaha 🤣🤣
Grisella
.
Grisella
jangan galak2 Napa sih
Grisella
Wkwkwk
Grisella
lah?
Grisella
.
ourstars
bnr² jdi kelemahan buat ben.. tidak menguatkan smskli. mngkin yg bikin ben idup krn eksistensi daisy aja 🗿
Grisella
😭😭
ourstars
daisy anak2 yg lu lahirin emg bibitnya dri siapa,,?
gue tau tujuan lu mulia bgt sbgi ibu tpi itu bkn anak lu doang dess ampuun stress aing 😭
ourstars
gue cewe tpi gue jg mls sm cewe bgni /Smug/
nak sekali² kau hrs mengalah dgn keadaan agar hubungan mu membaik, jgn slalu mnuntut utk diprioritaskan.

weeh laki² jg manusia yaa,, jgn mentang² dia lelaki hrs slalu ngalah sm prmpuan ditiap mslh 😭

hduh cpek aing, drama apa ini lelah batin😭
ourstars
dikit mbaa dikiittttt.. lu ga tau apa aja yg dialamin daisy smpe si ben klepek² 🗿
ourstars
klo gue jdi lu, mnding gue minta ben jdiin gue pekerja dirumah nya. stidknya klo mau minta pamrih tuh tau diri lah
ourstars
bukan sdikit serakah tpi sangat serakah bro. klo lu nyelamatin dia dgn nyawa lu bru alesan lu logis. tpi lu ga lakuin apa² buat dia. lu ngejait aja ga bisa, ga punya apa², yg lu ksih ke dia cm kenekatan lu aja 🗿
ourstars
pusing bgt gue yaampun. klian bisa kan serahin ke anak buah klen yg bnyk itu? astaga knp ga prioritasin yg masih ada nyawanya duluu mlh yg sudah tidak bernyawa ambooyyy
Grisella
.
ourstars
yaampun si marry ini kyknya msti dibawa ke psikiater 🗿
ruru
ya alloh ngakak
ruru
canduuu
ruru
auuww
ruru
wahahhaahha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!