Di malam Festival Bulan Darah yang kelam, klan kecil Lin di pinggiran Benua Timur Dunia Fana Bawah dibantai habis-habisan oleh pasukan elit Sekte Bayangan Abadi.
Sebuah Tanah Suci 8 bintang yang ditakuti seluruh alam rendah. Penyebabnya? Hanya sebuah cincin perak tua yang tampak biasa, namun menyimpan rahasia mengerikan.
Lin Xuan, pemuda berusia 17 tahun dengan bakat kultivasi biasa-biasa saja di Qi Condensation Lapisan 3, menyaksikan segalanya dengan mata terbuka lebar.
Ayahnya Kepala Klan Lin dibunuh di depan matanya. Ibunya, dalam keputusasaan terakhir, merobek jantungnya sendiri dengan tangan gemetar, menyerahkan cincin itu ke telapak tangan anaknya sambil berbisik.
“Jangan pernah menyerah… balas dendam… bahkan jika kau harus menjadi iblis.”
Lin Xuan dilempar ke jurang maut Laut Darah Terlarang, tubuhnya hancur, darah mengalir deras. Di ambang kematian, cincin itu bergetar hebat. Cahaya hitam pekat menyelimuti tubuhnya. Suara tua yang dalam dan dingin bergema di benaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32: Duri di Lautan Kesadaran
Paviliun Warisan Puncak Awan Dalam terasa jauh lebih sunyi dari biasanya.
Lin Xuan melangkah melewati Tetua berambut putih yang masih tertidur di kursi goyangnya. Kali ini, Lin Xuan tidak berhenti di lantai pertama. Ia menempelkan token Murid Dalamnya yang kini memiliki segel akses khusus dari Tetua Wang ke dinding penghalang di ujung tangga.
Sebuah riak cahaya keemasan terbuka, mengizinkan Lin Xuan melangkah naik ke lantai dua.
Udara di lantai dua jauh lebih padat. Energi spiritual (Spiritual Qi) di sini sangat kental hingga membentuk kabut tipis yang melayang di atas lantai kayu gaharu. Rak-rak di sini tidak lagi berisi gulungan bambu usang, melainkan jajaran lempengan batu giok (Jade Slips) yang memancarkan cahaya redup. Ini adalah pusaka pengetahuan tingkat menengah sekte.
Di dalam Lautan Kesadaran Lin Xuan, Gu Tianxie mendengus meremehkan.
"Teknik-teknik di sini hanyalah sampah bagi ahli sepertiku," kata hantu tua itu dengan nada angkuh. "Namun, untuk ukuranmu sekarang, carilah teknik pergerakan (Movement Art). Fisik Tulang Tembaga Darah-mu terlalu berat. Tanpa teknik pergerakan yang mengandalkan ledakan otot, kau akan menjadi sasaran empuk bagi kultivator berelemen Petir atau Angin."
"Saran yang masuk akal," batin Lin Xuan datar. Ketenangannya sempurna, tanpa ada sedikit pun gejolak emosi.
Lin Xuan berjalan menyusuri rak-rak bagian Seni Pergerakan. Ia mengambil sebuah lempengan giok berwarna hijau, menempelkannya ke dahi, dan mengalirkan sedikit Qi untuk membaca isinya.
[Langkah Bayangan Berat]
Tingkat: Bumi Tingkat Menengah
Deskripsi: Memanfaatkan bobot tubuh ekstrem untuk menciptakan tolakan gaya kejut di tanah, menghasilkan kecepatan ledakan jarak pendek.
"Sempurna untukmu," puji Gu. "Pelajari itu. Dan setelah ini, kita harus mencari darah kultivator ahli lagi untuk menutupi retakan di pilarmu akibat Kesengsaraan Surgawi tempo hari."
Lin Xuan tidak membalas. Ia terus menempelkan lempengan giok itu di dahinya, tampak seolah sedang membenamkan seluruh fokusnya untuk menghafal diagram aliran Qi di dalam teknik tersebut.
Namun, itu hanyalah ilusi.
Sebagai kultivator yang melangkah di Jalan Asura, Lin Xuan telah terbiasa membelah konsentrasinya di tengah rasa sakit yang gila. Kini, ia membelah Mata Batinnya (Divine Sense). Delapan puluh persen kesadarannya difokuskan untuk membaca dan mengirimkan ingatan tentang Langkah Bayangan Berat kepada Gu Tianxie, membuat hantu itu percaya bahwa inangnya sedang sibuk belajar.
Dua puluh persen sisa kesadaran Lin Xuan, yang sangat tipis dan tak terdeteksi, merayap keluar dari tubuhnya. Untaian Mata Batin itu melayang bagaikan benang laba-laba transparan, menyusuri rak-rak di sudut paling gelap di lantai dua Bagian Pengetahuan Tabu dan Sejarah Kuno.
Untaian Mata Batin Lin Xuan menyentuh sebuah lempengan giok hitam legam yang berdebu.
[Catatan Formasi Jiwa dan Seni Demonic Kuno]
Penulis: Tetua Pendiri Balai Hukuman (Generasi Ketiga)
Dengan sangat hati-hati, Lin Xuan menyerap informasi dari lempengan itu, membacanya huruf demi huruf tanpa memicu fluktuasi Qi di Dantian-nya.
Ribuan informasi mengalir. Mulai dari Kutukan Darah, Formasi Pemakan Mayat, hingga Seni Boneka. Lin Xuan mengabaikan semuanya, terus mencari kata kunci yang berhubungan dengan kondisinya.
Hingga akhirnya, untaian kesadarannya menemukan sebuah bab yang membuat jantungnya seolah berhenti berdetak selama sepersekian detik.
[Parasit Pengikat Jiwa (Soul Binding Parasite)]
Deskripsi: Sebuah teknik tingkat tinggi yang digunakan oleh kultivator Demonic purba untuk merebut fondasi Dao orang lain. Ahli yang tersisa jiwanya akan menanamkan benih energinya ke dalam Dantian inang saat inang berada di titik paling rentan seperti saat menerobos ranah (Breakthrough).
Terlihat seperti retakan pada Pilar Foundation Establishment. Retakan ini tidak mengurangi kekuatan inang, melainkan bertindak sebagai lintah. Semakin banyak inang menyerap energi kehidupan (Qi Darah) untuk 'menyembuhkan' retakan tersebut, semakin kuat jiwa parasit itu tumbuh. Pada akhirnya, parasit akan menelan Lautan Kesadaran inang dari dalam.
Mata fisik Lin Xuan masih terpejam, berpura-pura membaca teknik pergerakan. Namun di dalam batinnya yang tersembunyi, Niat Membunuh yang sangat dingin dan pekat meledak dalam keheningan mutlak.
Bagus sekali, Hantu Tua, batin Lin Xuan, kekejaman menyelimuti kewarasannya. Kau menjadikan tubuhku sebagai ladang ternak, membiarkanku membunuh dan tumbuh kuat hanya agar buahnya bisa kau panen nanti.
Lin Xuan terus membaca bagian penawar dari teknik mematikan tersebut.
Penawar: Sangat sulit dihilangkan karena parasit telah menyatu dengan pilar fondasi. Memaksa menghancurkannya akan meledakkan Dantian inang. Satu-satunya cara adalah menggunakan Energi Yin Ekstrem (Extreme Yin Energy) dari luar untuk membekukan parasit tersebut selama tiga tarikan napas, lalu inang harus menggunakan Qi Yang murni atau Api Jiwa untuk membakarnya dari akar.
Energi Yin Ekstrem.
Di seluruh Sekte Awan Hijau, kultivator yang menggunakan energi elemen sekeras dan sedingin itu sangatlah langka. Mayoritas murid menggunakan elemen dasar seperti Angin, Tanah, Logam, atau Api.
Namun, Lin Xuan mengenal satu orang. Seorang wanita yang jarum peraknya memancarkan hawa dingin Yin yang mampu membekukan Boneka Mayat tingkat tinggi di Makam Darah Abadi.
Bai Qing'er.
Lin Xuan perlahan melepaskan lempengan giok hijau dari dahinya. Ia telah selesai menghafal Langkah Bayangan Berat, dan rahasia kelam cincinnya kini telah terpecahkan.
"Sudah selesai?" tanya Gu Tianxie, tidak menyadari bahwa vonis kematiannya baru saja diketuk oleh inangnya sendiri.
"Sudah," jawab Lin Xuan datar. Ia berjalan menuruni tangga Paviliun Warisan, wajahnya tidak menunjukkan perubahan emosi sedikit pun. "Teknik ini membutuhkan penyesuaian dengan Tulang Tembaga Darah-ku. Aku akan berlatih di Hutan Bambu Hitam malam ini."
"Pilihan yang cerdas," balas Gu Tianxie puas.
Malam harinya, di bawah rimbunnya pepohonan yang tersisa di tepi luar Hutan Bambu Hitam.
Lin Xuan berdiri di tengah kegelapan. Ia tidak berlatih. Ia merogoh saku jubahnya dan mengeluarkan sebuah token kayu kecil berukir bunga lili darah.
Ia mengalirkan seutas Qi murni ke dalam token tersebut.
Klik.
Token itu bergetar pelan, memancarkan cahaya merah yang sangat redup. Suara merdu namun dipenuhi racun menggoda langsung bergema di telinga Lin Xuan melalui transmisi suara.
"Aku tidak menyangka kau akan menghubungiku secepat ini, Tuan Pembunuh. Merindukanku?" suara Bai Qing'er terdengar diiringi tawa pelan.
"Aku butuh Energi Yin Ekstrem milikmu," ucap Lin Xuan langsung pada intinya, tanpa basa-basi. "Cukup kuat untuk membekukan untaian jiwa kuno di dalam Dantian selama tiga tarikan napas."
Di ujung transmisi, keheningan terjadi selama beberapa detik. Tawa Bai Qing'er menghilang, digantikan oleh nada yang sangat serius dan penuh kalkulasi.
"Membekukan jiwa di dalam Dantian? Kau meminta bantuanku untuk membedah fondasimu sendiri? Lin Xuan, jika aku meleset sedikit saja, Lautan Kesadaranmu akan membeku dan kau akan menjadi orang cacat abadi," kata Bai Qing'er.
Lalu nada wanita itu kembali menggoda, "Lagipula, mengapa aku harus membantumu? Kau tahu betapa berharganya Yin Qi murni milikku."
"Sutra Iblis Bunga Darah," sebut Lin Xuan dingin.
Bai Qing'er tersentak pelan di seberang sana.
"Di Makam Darah Abadi, kau mengambil kotak giok itu," lanjut Lin Xuan, ingatannya setajam pisau. "Namun, untuk mempraktikkan sutra iblis tingkat tinggi, kau butuh tumbal yang memiliki vitalitas darah sekuat naga. Binatang roh tidak akan cukup. Kau butuh darah Asura."
Lin Xuan menatap rembulan yang tertutup awan gelap.
"Bantu aku mencabut duri di dalam Dantian-ku. Sebagai bayarannya, aku akan membiarkanmu menyedot tiga mangkuk darah murni dari jantungku untuk mematangkan Sutra Iblis Bunga Darah-mu. Jika aku mati karena darahku kehabisan, itu urusanku. Tapi jika kau menolak..."
Suara Lin Xuan merendah menjadi bisikan yang mematikan.
"...aku akan mendatangi kediamanmu malam ini juga, dan kita akan melihat apakah kau bisa mempraktikkan sutra itu tanpa kepala."
Terdengar helaan napas panjang dari Bai Qing'er, lalu diikuti oleh tawa yang melengking rendah, dipenuhi kekaguman yang gila.
Wanita iblis itu menyukai negosiasi Lin Xuan. Tidak ada permohonan, tidak ada janji palsu. Hanya pertukaran keuntungan yang diikat dengan ancaman saling membunuh. Ini adalah romansa paling tulus di dunia kultivasi beraliran gelap.
"Kau benar-benar monster yang menarik, Mu Chen," desah Bai Qing'er. "Berdarah dingin hingga berani menawar menggunakan nyawamu sendiri. Sangat baik. Datanglah ke Mata Air Dingin di Puncak Belakang saat tengah malam. Bawa pedangmu. Jika kau berbohong soal darah itu, aku sendiri yang akan mengukir jantungmu."
Klik. Transmisi terputus.
Lin Xuan meremas token itu hingga menjadi serbuk kayu di genggamannya. Ia menunduk menatap cincin hitam di jari kanannya. Matanya memancarkan kegelapan yang lebih pekat dari malam itu sendiri.
Tidurlah yang nyenyak malam ini, Gu Tianxie, batin Lin Xuan. Karena besok, Lautan Kesadaranku hanya akan memiliki satu penguasa.