Kehidupan yang berat membuat seseorang memilih jalan yang salah untuk bertahan hidup,kehidupan naoya berubah setelah bertemu beberapa orang yang dia anggap sebagai keluarganya sampai pada akhirnya keputusannya membuatnya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @120, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kematian Yuka
"halo....murayama-san...apa kau sudah ditempat..??
"belum,aku masih bersama satoru,ada apa tsuki..kenapa kau terdengar gelisah.??
"ada yang tidak beres....kita bicarakan ditempat saja,aku segera kesana"
"baiklah...."
tsuki berlari dari apartemen yuka menuju parkiran dan mengendarai sepeda motornya menuju bar ditengah kegelisahannya tsuki sempat menghubungi nomor yuka namun tidak aktif.
"apa ini...??apa aku melupakan sesuatu..?"gumam murayama.
Satoru menatap wajah murayama yang sedang duduk didepan meja bar bersamanya yang juga sedang membuat minuman untuk murayama.
"apa ada masalah..?sepertinya kau terlihat pucat..??
Murayama mengalihkan pandangan pada satoru yang sedang menaruh es batu pada minumannya.
"apa kau sudah sering melakukan ini..??
Murayama mengambil minuman itu tanpa ragu ragu dia meminumnya.
"gluk....
"apa kau percaya padaku..??bisa saja aku menaruh sesuatu pada minumanmu..?
Satoru menekan meja dengan kedua tanganya dan tubuhnya condong ke depan menatap murayama dengan tegas.
"duk...
murayama meletakan gelas dan menatap balik satoru,dengan wajah yang sedikit ramah.
"ya .ya..kau bisa simpulkan sendiri bagaimana dunia bekerja,,percaya tidak percaya itu adalah hal mudah,iya kan..??
"cih....dia benar-benar bukan sembarang orang"gumam satoru.
"selamat bekerja..,,aku akan kembali,jika butuh sesuatu hubungi aku saja..."
Murayama turun dari bangku dan berjalan keluar bar dengan langkah kaki yang elegan dan terlihat sangat keren.
"entahlah...aku benci mengatakannya tapi memang dia sangat keren" ucap satoru sambil menyeringai.
Sesampainya tsuki di bar,dia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya yang tidak pernah dia alaminya selama ini,meskipun tsuki tidak terlalu dekat dengan yuka,namun akhir-akhir ini dia menjadi pribadi yang sedikit hangat dan peduli dengan orang lain.
"hei....aku mencarimu tsuki...!!! Kau habis dari mana..?
Tsuki terkejut sampai menjatuhkan sarung tangan yang dia genggam saat berjalan di lorong.
"apa itu..??kenapa wajahmu..??
Naoya menatap wajah tsuki yang sedikit panik dan melihat ke arah sarung tangan hitam yang dia jatuhkan.
"tidak mungkin...!!
Naoya mendorong tsuki kedinding dan meletakan lengannya pada leher tsuki sebagai ancaman.
"apa kau membubuh seseorang..?apa manager menyuruhmu..??
Wajah tsuki berubah menjadi menjadi sangat kesal dan memberontak.
"lepaskan bodoh...!!! Apa yang kau pikirkan..?!
"slaasshhh.....
Tsuki menangkis tangan naoya dan mencoba menjelaskan situasinya.
"a..aku....
"apa..!!!
Tatapan naoya masih saja mencurigai tsuki melakukan hal buruk dibawah perintah murayama.
"haaahh....aku kerumah yuka barusan,dia tidak ada dirumah dan pintunya terkunci sedangkan sebelumnya ada dua pria didepan rumahnya,aku sedikit khawatir dengan percakapan mereka,,apa manager belum datang...??
Ditengah keributan mereka berdua,murayama datang dengan menyembunyikan keberadaannya dan tanpa mereka sadari murayama menarik tsuki dan naoya kedalam ruangannyanya.
"adududu....
"eh....ma...manager...!!!
"gludag....!!!
Murayama melempar mereka berdua sampai tersungkur didalam ruangannya.
"jangan pernah bicarakan hal sensitif di sembarang tempat,ada banyak orang yang tidak bisa dipercaya..??
tsuki dan naoya saling menatap sambil bangkit dari lantai.
"tenaganya luar biasa,dia bisa mengangkat ku begitu saja kenapa dia memilih jadi gigolo..??" gumam tsuki
Tatapan tsuki tertuju pada murayama yang dengan santainya mengatakan hal yang membuatnya belajar akan sesuatu,
"apa ditempat ini ada mata-mata..??"ucap tsuki
Naoya yang kebingungan melihat tsuki yang terus menatap kearah murayama.
"sepertinya ini serius..."ucap naoya lirih.
"tidak tahu,,jadi...apa yang kau dapatkan tsuki..?
Tsuki bediri dan merapikan kembali pakaiannya sambil menjelaskan pada murayama apa yang telah dia lihat dan saling membaca situasi satu sama lain,naoya yang tidak terlalu paham dari akar permasalahannya hanya mendengar dan mengamati mereka berdua.
"drrtt....drrttt.....drrtt....
"buatkan aku....cocktail...
"bir 2...,,dengan es batu....,
"silahkan...,,tunggu sebentar....,
"drtt....drtt....drttt....
"hei bung ponselmu berdering...."
Satoru yang sibuk melayani tamu tidak menghiraukan suara ponsel yang bergetar terus menerus,namun pandangannya teralihkan saat ponsel itu berada dimeja bar bukan di bawah meja dia meletakan ponselnya.
"apa milik murayama..??
"oh...maaf....,,silahkan dinikmati..."
Satoru mengambil ponsel milik murayama dan menyimpannya untuk sesaat kemudian ponsel itu berdering kembali,satoru pikir nomor yang dia gunakan untuk mencari keberadaan ponselnya itu dan mengangkatnya.
"oi....gigolo...!! Bagaimana..??apa kau suka hadiahnya...??
Satoru memastikan kembali siapa yang menelfon dan melihat layar ponsel."Nomor tidak diketahui".
"apa maksudmu...??"jawab satoru dengan tegas.
"hoho...apa kau sudah bersedih ??suaramu sedikit berbeda...??
"uhukk...uhuk...aku sedang batuk...!!!
"bodoh...!! kau pasti belum membuka kado dari kami kan..,,setelah membukanya kau pasti akan berterimakasih kepadaku,, selamat menikmati malam kelammu gigolo murahan..!!!
"tut...tut...tut...
"siapa yang menelfon..?apa dia sedang mengancam murayama..??
"arghh...bodoh sekali, kenapa dia meninggalkan ponselnya disini..?siapa yang harus aku hubungi..??
Satoru meletakan kembali ponsel milik murayama dan kembali bekerja dengan tenang.
Waktu menunjukan pukul 23.00,waktu kerja runa telah usai,tsuki mengantar runa sampai dengan depan apartemen.
Setelah mengantar runa,tsuki kembali ke bar dan berpapasan dengan satoru yang sedang berjalan ke arah bar.
"satoru-san....,,kenapa kau kemari..?bagaimana dengan pekerjaanmu..??
"oh...tsuki..,,disana sudah sedikit sepi jadi,aku serahkan saja pada karyawan lain,,
"hah...seenaknya saja...!!!
"jangan khawatir,murayama pasti tidak akan marah, aku akan mengembalikan ini..."
Satoru menunjukan ponsel milik milik murayama pada tsuki,dan mereka berjalan memasuki bar bersama.
"disini juga sudah sepi...,,
Satoru melihat sekeliling bar bagian depan yang sudah jarang pengunjung,
"didalam masih banyak orang,,"ucap tsuki sambil memakai celemeknya kembali.
"eh...,,dimana murayama..??
"diruangannya pastinya....,"
"oh...aku akan menemuinya dulu.."
"pergilah...!!!
Satoru berjalan lorong dan melihat-lihat setiap ruangan sambil membaca situasi disana saat malam hari,
"kau tidak perlu was was seperti itu, kami tidak menjual narkoba disini..!!
"hahaha....,,aku ketahuan...!!!"
Murayama memergoki satoru yang mengendap-endap seperti tikus dan terkejut saat terpergok sambil melemparkan senyum palsunya.
"tetap saja aku harus mewaspadainya,siapa tau informasi itu benar adanya karena aku sudah berdiri disampingnya sekarang, jadi jauh lebih mudah kan ? Seharusnya..!!"gumam satoru.
"ah...ini...,,kau meninggalkan ponselmu"
Satoru menyerahkan ponsel pada murayama dan berjalan beriringan menuju meja depan.
"oh benar...seseorang menghubungimu,dia mengatakan apa kau suka hadiahnya..??
"kenapa kau mengangkat telefon orang lain..?
"habisnya berisik sekali dia terus saja menelfon..!!
Tanpa pikiran curiga murayama berjalan lurus kedepan sampai di meja bar bersama tsuki dia baru memeriksa ponselnya.satoru mengikuti murayama dan duduk bersama disana.
"siapa..?? Kado apa..??"ucap murayama lirih sambil melihat ponsel.
Tsuki mendengar gumaman murayama dan sedikit mengingat sesuatu.
"apa anda sudah menerima kado itu..?
murayama menatap tsuki dengan bingung.
"kado apa..??
"runa mengambil kado dipintu belakang dengan tulisan untuk anda,berarti runa belum membawanya keruangan anda..??
"tidak ada kado diruanganku kau lihat sendiri tadi kan..??
"biar aku ambilkan,,"tsuki bergegas mengambil dalam ruangannya dan membawanya ke hadapan murayama.
Bersama dengan satoru dan tsuki di bar depan,murayama membuka kotak yang lengkap dengan kertas kado dan pita tersebut.
"set...."
Murayama berdiri di depan meja bar dan perlahan membuka isi kotak itu dengan hati-hati, tatapan matanya perlahan melebar,wajahnya menjadi pucat,tsuki dan satoru melihat murayama sepertinya tidak baik-baik saja.
"murayama...!! Kau kenapa apa itu...??
Satoru merasa khawatir dengan sikap murayama.dan pada akhirnya murayama muntah-muntah dan tidak sanggup berdiri, pijakan kakinya sangat lemah,dia melangkah mundur sambil menabrak kursi dan tumbang,namun tangannya yang meraih pegangan justru meraih kotak itu dan menjatuhkannya.
"glinding...glinding....glinding....
Sebuah kepala manusia jatuh menimpanya dan menggelinding ke lantai.
"tidak mungkin....!!!
Satoru menendang kursi yang sedang dia duduki untuk mengejar kepala itu sebelum ada orang lain yang melihat begitu juga tsuki yang langsung berlari kearah jatuhnya kepala itu.
"tsuki....ambil sesuatu..,,jangan mengambilnya dengan tangan kosong...!!!
Tsuki melepas celemeknya dan berusaha tetap tenang dengan membalik kepala tersebut.
tanpa disadari tsuki meneteskan air matanya.
"apa kau mengenalnya....??
"em...." tsuki mengusap air matanya dan membungkusnya.
Satoru mengambil kembali kotak itu dan memasukan kepala itu pada kotak dan meletakannya diatas meja.
"bagaimana dengan dia..??
Satoru menatap kearah murayama yang tidak sadarkan diri setelah muntah-muntah.
"lempar saja ke sofa..!!!
"kejam sekali...!!!
Satoru dan tsuki bekerja sama memindahkan tubuh murayama ke atas sofa, tsuki mengambil peralatan kebersihan dan membersihkan bekas muntahan murayama.
"apa rumor itu benar...??
"apa..??
"murayama menjadi gigolo karena tidak tahan melihat hal seperti itu.."
"sepertinya begitu....,,,"
Tsuki masih berlarut dalam kesedihan dan ketidak percayaannya sambil mengepel lantai tangan tsuki gemeteran.
"siapa wanita itu..??apa dia kekasihnya ?kenapa dia sampai pingsan..??
tsuki meletakan alat pel dan mendekati satoru yang sedang duduk disamping kotak.
"ceg....!!!
tatapan mata tsuki mengandung sebuah amarah dan kesedihan,tangan yang meremas lengan satoru jelas terasa menyakitkan.
"hei....satoru-san...apa kau bisa menangkap bajingan yang membunuh yuka...??
"yu...yuka..??kau membuatku takut tsuki...,,lepaskan aku...!!!
Tsuki tersadar setelah melampiaskan amarahnya pada satoru untuk sesaat.
"dia bekerja disini sebagai penyanyi,tadi malam dia tidak datang,ponselnya mati,aku sempat kerumahnya,disana ada dua pria yang mencurigakan,,sial...!!! Seharusnya aku membunuh mereka saat itu..."
"tidak tsuki....,,jangan terburu-buru menyimpulkan, aku sempat melihat potongan lehernya sangat halus, itu bukan sebuah kejahatan yang dilakukan oleh amatir,
"lalu apa...???
"menurut bekas potongan dilehernya, itu sebuah katana...,,
"katana..??apa masih ada samurai dijaman ini..??
"mungkin saja,,tapi pasti mereka bukan orang biasa,apa kau tau sesuatu...??
"tidak...!!! Jawab tsuki dengan cepat.
"baiklah...,,aku akan mengambil sidik jari dan pergi ke forensik,apa aku bisa membawa ini..??
"oh...,,aku akan mengatakannya pada manager nanti, bawa ini..."
tsuki melempar kunci mobilnya pada satoru yang sudah berdiri memeluk kotak tersebut.
"hap..."
"wah....serius...ini,,aku boleh mengendarai mobilmu...?? Yaahhh...ini kesempatanku untuk bermanuver dijalanan..."
Satoru merasa senang karena kagum dengan aksi tsuki tempo hari dan membuatnya ingin sepertinya.
"ini bukan saatnya bersenang-senang diatas duka orang lain bodoh...!!!
"ah...maaf...,,,"ucap satoru sedikit menyesal.
apa...!!kau mengataiku bodoh...!! Dasar anak berandalan...!!!
"dug...!!"satoru menendang tsuki.
Tsuki hanya menerima pukulan yang tidak terasa menyakitkan baginya,ada yang jauh lebih menyakitkan baginya,meskipun sudah biasa dalam dunia bawah,namun menyakiti wanita sangat tidak dibenarkan,apa lagi membuatnya seperti itu,sangat membuat tsuki ingin membunuh seseorang yang bertanggung jawab atas hal itu.