Terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan. Membuat Yan Jian di anggap sebagai sampah dan dijadikan sebagai Budak Tambang, setelah kedua orang tuanya di bunuh.
Namun, takdir langit berkata lain. Saat dirinya benar-benar berada di ambang kematian, ia mendapatkan kekuatan dari Permaisuri Es, yang membuatnya bangkit kembali.
Selain mendapatkan kekuatan dari Permaisuri Es, Yan Jian juga mendapatkan Cincin Ruang Ajaib dari Ratu Iblis Yao Huo, di mana di dalam cincin ruang itu, terdapat Dunia Terpisah.
Sejak saat itu, Yan Jian pun memulai perjalanannya di dunia kultivasi yang kejam. Bertemu musuh-musuh kuat, dan juga terlibat dalam kisah cinta segitiga yang rumit.
Bagaimanakah Kisah Yan Jian di dunia kultivasi yang kejam ini? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Klan Celestial
"Klan ... Celestial...!?" ucap Yan Jian dengan sangat terkejut dan bingung.
Siapa yang tidak tahu tentang Klan Celestial di benua Awan Biru ini? Suatu keberadaan yang pernah berada di peringkat dua puncak dunia, di bawah kekuatan peringkat pertama istana abadi.
Namun, Klan Celestial telah terpuruk selama seratus ribu tahun terakhir. Mereka yang pernah berada di puncak dunia, kini harus menerima kenyataan, menjadi salah satu Klan di kabupaten Bulan Matahari; salah satu kabupaten terbesar di Provinsi Chang Yuan. Kini, keadaan Klan Celestial tidak lebih hanyalah suatu keberadaan yang memiliki kekuatan kelas rendah di Provinsi Chang Yuan.
Saat itu, Zhao Ling'er menganggukkan kepalanya, dan bibirnya menggambar segaris senyuman yang yang begitu manis. Saking cantik dan menawannya wajah Zhao Ling'er, membuat Yan Jian menelan ludahnya sendiri, "Glupppp!"
Zhao Ling'er menuangkan teh hangat ke dalam cangkir putih, dia pun menyajikannya untuk Yan Jian.
"Tuan Muda, silahkan!" kata Zhao Ling'er, secangkir teh hangat telah tersedia di atas meja kayu.
Namun, Yan Jian merasa ragu untuk mengambilnya. Dia sama sekali tidak pernah bertemu dengan Zhao Ling'er sebelumnya, dan ini adalah pertemuan pertamanya, bahkan untuk pertama kalinya dia menginjakan kaki di Kabupaten Bulan Matahari. Jelas! Yan Jian merasa sedikit curiga, apalagi dengan sosok Zhao Ling'er yang terus menunjukan senyumnya kepada Yan Jian.
Namun, rasa haus dan kerongkongannya yang kering, membuat Yan Jian pun terpaksa menerima secangkir teh itu. Yan Jian pun mengambil cangkir teh dari atas meja, dan meminumnya.
"Glukkk!" satu tegukan menghabiskan satu cangkir teh hangat.
Zhao Ling'er tertawa kecil, di saat melihat pemuda di depannya yang seperti baru pertama kali minum teh. Lalu, Zhao Ling'er pun berbicara; "Pelan-pelan saja... masih banyak, kok." kata Zhao Ling'er, ia pun menutupi bibirnya dengan punggung tangannya; menyembunyikan senyumannya. Membuat raut wajah Yan Jian pun semburat memerah, ia merasa malu dihadapan gadis itu.
Sembari kembali menuangkan teh kedalam cangkir, Zhao Ling'er kembali bertanya; "Siapa namamu, Tuan Muda?" Zhao Ling'er memberikan kembali secangkir teh kepada Yan Jian.
Yan Jian pun menerimanya, lalu berbicara; "Yan ...." tetapi perkataannya terhenti! Dia berpikir, terlalu banyak masalah yang harus dia hadapi. Keluarga Yan, dan juga keluarga Liu. Jika dia mengungkap identitasnya, ia takut akan menyeret Klan Celestial kedalam masalahnya.
Saat itu, Zhao Ling'er memandang Yan Jian dengan tatapan yang sangat serius, kepalanya sedikit miring ke kiri, dan tubuhnya condong ke depan, rambut hitamnya yang panjang berkilau, terjatuh di pundaknya.
Zhao Ling'er pun berbicara; "Yan... Yan apa?" tanya Zhao Ling'er, tatapannya sangat serius.
Membuat raut wajah Yang Jian seolah-olah terbangun. Yan Jian pun tertawa kecil sembari memegangi tengkuknya, dan ia pun kembali berbicara; "Lin Yan, namaku Lin Yan." kata Yan Jian, sikapnya sedikit aneh.
Zhao Ling'er terdiam sembari menatap pemuda di depannya dengan tatapan yang serius. Seolah-olah dia tidak yakin, bahwa pemuda itu benar-benar mengatakan nama aslinya. Namun, Zhao Ling'er segera tersenyum, lalu berbicara.
"Ternyata Tuan Muda Lin Yan! Apakah kamu dari keluarga Lin di Desa Batu?" tanya Zhao Ling'er.
"Ah, tidak, bukan. Lin Yan, hanyalah nama pemberian dari mendiang kedua orang tuaku. Kini aku hanyalah pemuda malang yang tak punya arah tujuan." kata Lin Yan, dia pun duduk di kursi kayu, di depan meja yang sama dengan Zhao Ling'er.
Zhao Ling'er tersenyum, lalu mengibaskan rambutnya, dan segera menuangkan teh ke dalam cangkir lainnya. Kali ini bukan untuk diberikan kepada Lin Yan, melainkan untuk dirinya sendiri.
"Hm! Satu Minggu yang lalu, aku bersama kakakku tidak sengaja menemukanmu dalam keadaan tak sadarkan diri di dalam hutan bambu hitam! Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Tuan Muda Lin? Dan kenapa banyak sekali luka ditubuhmu saat itu!" tanya Zhao Ling'er.
Lin Yan terdiam, bingung. 'Hutan Bambu? Hm!' batinnya. Lalu sang Ratu Iblis berbicara kepada Lin Yan.
"Bocah Kecil! Lin Bing'er mengendalikan kontrol tubuhmu untuk membantumu melarikan diri saat kau berhadapan dengan Liu Jin Tian. Dan itulah kenapa kau bisa berada disini! Dan itu juga penyebab Lin Bing memasuki tahap retreat untuk memulihkan jiwanya." jelas Ratu Iblis Yao Huo.
Namun Yan Jian, sama sekali tidak mengingat apapun. Yang ada di ingatannya hanyalah ketika dirinya terus menerima serangan dari Liu Jin Tian dan empat tetua keluarga Liu.
Plak!
Zhao Ling'er menepuk bahu Yan Jian. Membuat Yan Jian pun terkejut, raut wajahnya seolah-olah terbangun.
"Tuan Muda Lin, kamu ... baik-baik saja, kan?" Zhao Ling'er menatapnya dengan tatapan yang cemas.
Membuat Yan Jian, yang kini menggunakan nama Lin Yan sebagai identitas barunya, terkejut, raut wajahnya seolah-olah terbangun.
"Ah— sampai di mana tadi?" kata Lin Yan, bertingkah aneh.
Zhao Ling'er, menghela nafasnya. Lalu berbicara, "Jika Tian Muda Lin, tidak bersedia untuk bercerita, tidak apa-apa! Aku mengerti, setiap orang memiliki rahasianya sendiri." ujar Zhao Ling'er.
"Maaf, Senior Zhao! Aku tidak bermaksud seperti itu! Tapi, panggil saja aku Lin Yan, aku tidak terbiasa dipanggil dengan sebutan seperti itu." ucap Lin Yan.
Zhao Ling'er terdiam selama beberapa detik sebelum berbicara, "Baiklah, saudara Lin ya ...." ucapan Zhao Ling'er terhenti, di saat suara tawa yang lantang terdengar jelas, menggema di Klan Celestial. "Ha haa! Aku datang untuk menjemput calon istriku!"
Mendengar itu, membuat raut wajah Zhao Ling'er yang lembut, seketika berubah, menunjukan rasa ketidak sukaan, dan marah. Kedua tangannya terkepal.
Brak! Zhao Ling'er memukul meja.
"Bajingan itu datang lagi!" Zhao Ling'er bergegas keluar dari ruangan.