-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.
Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.
Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.
Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.
Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.
“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 : Sisi lain Mark
“Semua sesuai rencana anda, tuan..”
Lelaki itu duduk di kursi kebesarannya, dan tersenyum tipis mendengarkan perkataan bawahannya, lelaki dengan jas hitam, dan dasi berwarna merah, terlihat duduk dengan tenang, tapi pikirannya banyak sekali bercabang.
Ruangan kecil yang terlihat rapi, dengan beberapa rak dan juga meja kaca, serta kursi beroda yang dia duduki, menjadi sanksi dari perubahan lelaki dewasa yang terlihat sangat tenang, tapi menyimpan banyak rahasia gelap, yang tidak akan pernah di ketahui oleh siapapun, bahkan istri dan anaknya sendiri, juga tidak menyangka, pekerjaan lain suami dan ayahnya.
“Baguslah, dan sesuai informasi darimu.. Ada 6 pelayan lain, yang menjadi mata-mata di rumah, sebelumnya. Benar begitu ??”
“Benar, Tuan.. Tiga di antaranya adalah suruhan dari Jeremy, dan Damiel. Mereka berdua, selalu memata-matai Nyonya Sherly selama berada.. Di rumah anak anda.”
Senyuman Mark sedikit memudar, setelah mendengarkan nama kedua lelaki yang dia kenali. Jeremy dan Damiel, adalah dua penguasa besar dunia bawah tanah, seperti dirinya yang memiliki kekuasaan tersendiri di dunia gelap. Mark mengenali keduanya sebagai sosok yang nekad dan berdarah dingin, dia juga mengetahui obsesi kedua lelaki itu kepada mantan menantunya Sherly.
“Sherly.. Bagaimanapun dia sudah aku anggap sebagai putriku sendiri..” Celetuk Mark, mengingat Sherly. Meskipun orang luar hanya memandang mereka sebagai mantan menantu dan mertua, tapi bagi Mark, Sherly lebih dari itu.
Mark bahkan masih menyuruh anak buahnya secara diam-diam, menyebut Sherly dengan sebutan Nyonya. Bukan karena niatan yang buruk, melainkan karena penghormatan tersendiri, yang Mark berikan kepada Sherly.
“Banyak lelaki yang dengan kekayaan dan kekuasaan besar, yang menyukai Sherly, tapi tetap saja.. Paul justru memilih putraku sebagai menantunya, dan aku sangat malu dengan apa yang dilakukan oleh Vincent.” Ujar Mark, menyebut nama ayah dari Sherly.
Paul Agdariel, adalah seorang lelaki yang pernah menjadi sahabatnya, dan dia sosok yang cukup berjasa bagi Mark. Ya, Sherly tidak memakai marga Agdariel, melainkan menggunakan nama marga ibu kandungnya, karena Paul sangat menyayangi istrinya yang sudah meninggal setelah melahirkan Sherly, yaitu Karlina Brianna.
Mark ingat, di masa sulitnya, hanya Paul yang selalu menjadi penolong yang ada untuknya, hingga kini Mark sukses, dan bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Dan Mark masih ingat, saat Paul menitipkan Sherly kepadanya, sebelum menghembuskan nafas terakhir, menyusul Adelia Brianna, istrinya ke surga.
Paul, maafkan atas kesalahan putraku, pada anakmu. Batin Mark menutup matanya, seakan masih bisa berbicara dengan sahabat sejatinya. Mark membuka kembali matanya, hatinya terasa sedih saat Sherly berbicara di persidangan mengenai kekerasan yang dilakukan Vincent kepadanya.
“Sherly.. Dia sedang hamil.”
“Benar Tuan.”
“Lalu kenapa, Vincent dan istriku bisa berfikir jika Sherly mandul ??”
“Tuan.. Itu ada orang yang telah merekayasa hasil dokumen kesehatan Nyonya Sherly, dan orang yang sama yang menyuruh pelayannya untuk mencampurkan sesuatu ke dalam minuman Nyonya Sherly.”
“Siapa ??”
“Damiel Rolex Chard, dia tidak ingin Nyonya Sherly hamil dengan Vincent, jadi pelayannya telah diberikan tugas untuk mencampurkan obat pencegah kehamilan pada minuman Nyonya Sherly.”
“Damiel..” Mark menyebutkan satu nama itu, dia juga masuk salah satu orang yang turut andil atas hancurnya rumah tangga putranya, meskipun kesalahan sepenuhnya terjadi karena putranya Vincent.
“Aku pikir Aluna yang melakukan semua itu..”
“Dia.. Aluna tidak memiliki kekuatan apapun untuk melakukannya, Tuan Mark.”
“Tapi Virly, bukankah Aluna sudah sering mendapatkan uang dari putraku, apa yang dilakukan wanita itu dengan semua uang yang diberikan Vincent ??” Tanya Mark, membuat Virly, mantan kepala pelayan di rumah Vincent, membuka suaranya dengan perlahan.
“Semua uang.. Diberikan pada kekasihnya, ayah biologis dari kandungan Aluna.” Ujar Virly dengan nada lirihnya.
Mark menyeringai kecil, dia sudah bisa menebak jika Aluna hamil bukan dengan Vincent, tapi dia sengaja bungkam dan berpura-pura todak mengetahui apapun selama ini. Apakah Mark membenci putranya ?? Tidak. Mark justru ingin memberikan pelajaran pada putranya, dengan membiarkannya memilih pilihannya sendiri.
Biarkan Vincent belajar dari semua kebodohannya, dan Mark akan angkat tangan jika putranya meminta bantuannya.
“Aku tidak tahu, haruskah merasa bersalah pada putraku sendiri, karena merahasiakan pekerjaan dan perusahaanku darinya, ataukah bersyukur karena perusahaanku tidak jatuh di tangan putraku.” Ujar Mark dengan sedikit bimbang.
Padahal awalnya, Mark sengaja merahasiakan perusahaannya, dan membiarkan Vincent bekerja pada perusahaan lainnya. Untuk menumbuhkan karakter kemandirian dan tanggung jawab pada Vincent, dan pada saatnya nanti Mark akan membuka semuanya dan memberikan perusahaan ke tangan Vincent.
Tapi dengan kehadiran Aluna, karakter Vincent, dan juga istrinya, membuat Mark merasa ragu. Dia takut, perusahaannya akan jatuh bangkrut, karena Vincent sangat mudah ditipu dengan wanita rendahan, seperti Aluna.
“Virly, pastikan tidak ada pelayan yang bisa masuk bekerja di rumah itu, dan juga rahasiakan pekerjaanku dari istri dan anakku.” Ujar Mark memberikan perintah penuh penekanan, Virly menganggukkan kepalanya, dan menundukkan tubuhnya.
“Baik, Tuan Mark.”
Virly kemudian berpamitan dan pergi dari ruangan itu, Mark terdiam menikmati suasana sepi di dalam ruangan itu. Tidak ada suara apapun, ocehan apapun hanya ada suara detik jam dinding saja, yang memenuhi ruangan itu.
Mark, sengaja membiarkan tidak ada siapapun yang bisa masuk menjadi pelayan di dalam rumah, karena Mark ingin Aluna mengeluarkan sisi aslinya di hadapan istrinya dan putranya. Dari sanalah, Cath dan Vincent akan belajar banyak hal. Terutama untuk tidak mudah percaya pada seseorang hanya karena perkataan dan perbuatan seseorang yang terlihat manis, tapi aslinya busuk.
...
Ada sedikit adegan dewasa..
Disituasi yang berbeda, Sherly tidak menyangka akan melakukan sesuatu yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Padahal sebelumnya, Jeremy hanya meminta satu ciuman di bibirnya, tapi.. Sepertinya Jeremy tidak sabaran untuk bisa memiliki Sherly seutuhnya menjadi miliknya.
“Ka.. Kau harusnya.. Menikahiku dulu, sebelum ini..” Ujar Sherly terengah-engah merasakan sensasi tidak biasa yang dilakukan oleh Jeremy.
Jeremy menyeringai kecil, dia bisa melihat wajah yang memerah di hadapannya, rambut yang berkeringat, mata berkaca-kaca membuat suasana menjadi semakin lebih memanas.
“Menikah, ataukah tidak.. Kau tetap milikku Sherly, selamanya.” Ujar Jeremy dengan lembut, Sherly tidak bisa menjawab apapun, dan hanya bisa menahan dirinya.
“Pe.. Pelan.. Pelan.. Sakit..”
“Apakah aku terlalu kasar ??”
“Tidak.. Hanya saja.. Ukurannya terlalu besar..”
Jeremy tertawa geli, dia kemudian mengecupi bagian leher putih Sherly, membuat sensasi geli menyetrum di tubuh Sherly.
“Vincent.. Sangat bodoh, meninggalkan wanita sempurna sepertimu.” Bisik Jeremy dengan lembut berbisik di telinga Sherly.
Jeremy benar-benar seperti iblis, yang merubah dosa menjadi sesuatu yang sangat manis. Dan Sherly tidak tahu harus menanggapi apalagi, dirinya terlalu lemah untuk memberontak. Tapi dirinya juga tidak bisa menolak, sentuhan yang memanjakannya itu.
“Ja.. Jangan berkata seperti itu.. Akh !!”
“Sherly, aku sangat mencintaimu, aku tidak akan pernah melepaskanmu.” Ujar Jeremy menggenggam tangan Sherly dengan kuat, membuat suara-suara itu kembali terdengar memenuhi ruangan.
🌟🌟🌟🌟
..