Demi menutupi skandal adik dan tunangannya, Haira terpaksa menerima pertukaran pengantin. Dia menikah dengan pria yang akan dijodohkan dengan adiknya, yaitu Aiden yang merupakan orang biasa.
Bagaimana jika Haira mengetahui bahwa Aiden adalah CEO Alexan Group yang terkenal tajir melintir?
Dan apa yang melatarbelakangi penyamaran Aiden menjadi orang biasa?
Yuk kita simak kisahnya.
Follow instagram @yenitawati24 untuk mendapatkan informasi terupdate.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berbohong
Keesokan paginya, Haira dan Aiden sudah bersiap pergi ke kantor.
"Sayang, apa kau yakin ingin ke kantor? Apa tidak apa-apa. Nanti kau kelelahan, loh," ucap Aiden kembali mengingatkan.
"Tidak apa-apa sayang, lagi pula kita mengendarai mobil. Aku masih kuat, ayo berangkat," ujar Haira.
Aiden mengangguk pasrah. Mereka pun segera berangkat.
Sepanjang jalan, Aiden terlihat gelisah. Entah apa yang membuatnya gelisah, dia pun tak tau.
Sesampainya di kantor, Aiden mengantar Haira sampai dalam kantor. Dia juga memastikan Haira menaiki lift. Jika sampai Haira naik tangga, Aiden tidak mampu membayangkan apa yang akan terjadi pada istri dan calon anak kembarnya jika Haira terpeleset lagi.
"Sayang, aku mengerti kau ingin memastikan bahwa aku naik lift. Tapi tidak ikut naik juga kan?"
Aiden menyadari bahwa dirinya ikut ke dalam lift yang belum berjalan ke atas.
"Eh, maaf." Aiden keluar lift. "Jaga dirimu ya sayang," ucapnya sambil melempar senyuman.
Haira mengangguk lalu menutup pintu lift. Setelah pintu lift tertutup, Aiden pun pergi dari kantor itu.
*****
Di kediaman rumah Ziko.
"Sayang, buka mulut mu aaaaaa." Ziko menyuapi Giska yang tidak berselera makan.
"Tidak mas, aku tidak selera." Giska menjauhkan sendok yang dipegang Ziko yang berada tepat di depan mulutnya.
"Jadi kau mau apa?" tanya Ziko.
"Aku tidak ingin makan apapun. Nanti jika aku ingin, aku akan memberi tahu pelayan, mas," ucap Giska.
"Ya sudah." Ziko mengusap kepala Giska kemudian melanjutkan makannya.
Resya yang sejak tadi melihat Drama itu hanya mampu tersenyum getir. Hatinya sangat sakit melihat suaminya lebih memanjakan madunya daripada dirinya.
Setelah selesai makan, Ziko pun berangkat bekerja.
Tinggallah Resya dan Giska yang tengah beradu tatap. Resya menatap dengan sinis dan Giska menatap dengan takut.
"Sejak kapan kau mengenal Ziko?" tanya Resya.
"Sejak tiga bulan lalu. Saat itu mas Ziko sedang ada proyek di kampung tempat tinggal saya," sahut Giska.
"Lalu apa yang terjadi? Kau menawarkan keperawananmu atau dia yang mendekati mu?" tanya Resya sambil menatap sinis.
"Mas Ziko yang mendatangi saya dan meminta saya menjadi istrinya. Awalnya dia memang meniduri saya karena ingin memastikan bahwa saya masih perawan. Tapi setelah itu mas Ziko menikahi saya," terang Giska.
Resya tertawa mendengarkan penuturan Giska. "Hahaha sudah ku duga."
"Kau tau? Dia itu tipe pria hidung belang. Tunggu saja sampai dia bosan padamu, dia akan meninggalkan dirimu. Dan aku tau kau bukan hamil anaknya."
Giska terkejut mendengar ucapan Resya barusan. "Apa maksud mbak? Saya ini hamil anak mas Ziko."
"Apa kau yakin? Apa perlu aku menunjukkan padamu surat pemeriksaan dirinya saat baru menikah denganku?" tanya Resya.
Giska terlihat gugup.
"Tapi sudah lah itu tidak penting. Jangan terlalu dipikirkan. Mungkin saja saat bersamamu, dia sudah sembuh. Tapi jika suatu hari dia menikah lagi, kau jangan terkejut ya. Setidaknya kau kan bisa hidup enak disini meski kau mengandung anak orang lain demi mendapatkan dirinya." Resya tersenyum mengejek.
Giska yang semakin gugup langsung beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya.
'Pergilah perempuan sialan. Hmm aku sangat lega sekarang karena mempunyai bukti untuk menjatuhkan Ziko. Surat rumah sakit yang menyatakan bahwa Ziko mandul. Pantas saja aku tidak bisa hamil sampai sekarang. Lihat saja, aku akan menghancurkan mu diwaktu yang tepat. Sakit hatiku akan kau bayar dengan sangat mahal' Batin Resya.
Dia pergi ke kamarnya kemudian menelepon seseorang.
"Halo."
"Halo kakak."