Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Sandiwara Sang Putri
Kepulangan Alessandra ke kediaman Alistair di Jakarta disambut dengan ketegangan yang luar biasa. Natalie ibunya menangis histeris, sementara Giuliano de Medici berdiri kaku, antara lega dan waspada. Namun, yang mengejutkan mereka adalah perubahan sikap Alessandra.
Ia melangkah masuk dengan tenang, menjatuhkan pisau bedah peraknya di depan kaki kakeknya, Adrian. "Aku lelah berlari, Kakek. Jakarta terlalu bising. Aku ingin pulang ke rumah... ke Italia," ucapnya dengan nada yang begitu tulus hingga hampir menipu Natalie.
Xander berdiri di belakangnya, wajahnya tetap sedingin es. "Aku menemukannya di pelabuhan. Dia tidak melawan. Sepertinya dia sudah sadar," lapor Xander dengan kebohongan yang sempurna.
Adrian menatap cucunya lama, lalu mengangguk. "Kembalilah ke Roma bersama ayahmu. Tapi kali ini, tidak ada lagi ruang bawah tanah. Kau akan tinggal di sayap utama, namun di bawah pengawasan ketat."
Beberapa bulan berlalu.
Keluarga Alistair-Medici-Alexandra perlahan mulai berbaikan. Alessandra menunjukkan perilaku yang sangat kooperatif. Ia mulai mengikuti kelas tata krama, mempelajari manajemen bisnis, dan bahkan sering terlihat minum teh bersama ibunya Natalie.
Dunia luar diberitahu bahwa putri kedua Medici selama ini menempuh pendidikan di sekolah asrama tertutup di Swiss karena masalah kesehatan.
Dan juga Skandal kematian Arkan dikubur sedalam mungkin oleh departemen hukum keluarga Alexandra, seolah-olah detektif itu tidak pernah ada.
Namun, di balik senyum manis Alessandra saat memeluk ibunya, ia hanya merasakan kekosongan. Satu-satunya hal yang membuatnya merasa hidup adalah pesan-pesan terenkripsi yang ia tukar setiap malam dengan Xander.
Xander tetap menjalankan tugasnya sebagai pemimpin unit paramiliter Alexandra. Karena posisinya, ia memiliki alasan sah untuk sering melakukan perjalanan ke Roma guna mengoordinasikan keamanan antar-keluarga.
Di sinilah sandiwara mereka dimulai. Di mata Nathan Alexandra dan Natalie de Medici, Xander adalah sepupu yang sangat protektif dan bertanggung jawab mengawasi Sandra agar tidak kumat kembali. Namun, saat pintu ruang belajar di Kastil Medici tertutup rapat, realitas berubah.
"Kau sangat pandai bersandiwara, sayang," bisik Xander suatu malam di dalam perpustakaan kastil yang sepi.
Alessandra menyandarkan tubuhnya pada deretan buku tua, menatap Xander dengan rasa haus yang terpendam. "Aku belajar dari yang terbaik, Xander. Bukankah keluarga kita dibangun di atas tumpukan rahasia?"
Mereka saling berbagi cumbuan panas yang sunyi, sebuah ritual terlarang yang dilakukan dengan kewaspadaan tingkat tinggi. Mereka tidak pernah melakukan penyatuan fisik yang melampaui batas, menjaga agar tidak ada bukti biologis atau perubahan sikap yang bisa dicium oleh Natalie atau Giuliano. Xander tetap menjadi sepupu yang kaku, dan Sandra tetap menjadi putri yang sedang Dalam masa pemulihan.
Waktu berlalu hingga Dua tahun lamanya. Leonardo telah menikah dan memiliki jalannya sendiri, sementara Alessandra kini resmi memegang peran sebagai direktur riset di Medici Group. Kedisiplinannya luar biasa, kepintarannya dipuji oleh Don Lorenzo. Tidak ada yang curiga.
Setiap liburan musim panas di Danau Como atau perayaan Natal di Jakarta, Xander dan Alessandra selalu berada di ruangan yang sama. Mereka bisa duduk berseberangan di meja makan besar, berdiskusi tentang bursa saham atau logistik keamanan, sementara di bawah meja, ujung sepatu Alessandra akan mengelus betis Xander dengan berani.
Natalie sering berbisik pada Nathan, "Aku senang Xander bisa membimbing Sandra. Sandra tampak sangat menghormati sepupunya itu."
Nathan mengangguk setuju. "Xander adalah pria yang lurus. Dia tahu batasannya."
Mereka tidak tahu bahwa setiap kali Xander pamit untuk patroli keamanan di sekitar vila, ia sebenarnya sedang menuju balkon kamar Alessandra. Mereka telah menciptakan bahasa rahasia mereka sendiri, sebuah dunia di mana psikopati Sandra diredam oleh obsesi Xander, dan amarah Xander ditenangkan oleh kehadiran Sandra.
Alessandra sesekali masih merasakan dorongan untuk menyakiti, namun kini ia memiliki saluran yang lebih cerdas. Ia menggunakan kekuasaannya untuk menghancurkan lawan bisnis keluarga secara sistematis melalui jalur legal yang kejam. Jika ada yang benar-benar harus dihilangkan, Xander yang akan melakukannya melalui unit militernya.
Mereka menjadi tim yang sempurna, Sandra sebagai otak yang dingin, dan Xander sebagai tangan yang mengeksekusi.
Pada suatu malam di ulang tahun Adrian yang ke-80, keluarga besar berkumpul untuk foto bersama. Sandra berdiri di samping ibunya, sementara Xander berdiri tepat di belakangnya. Saat kamera menyala, tangan Xander secara halus menyentuh pinggang Sandra di balik gaunnya yang lebar.
Tidak ada yang tahu. Tidak ada yang curiga. Di mata dunia, mereka adalah simbol kebangkitan dinasti yang harmonis. Namun di dalam nadi mereka, darah Alexandra terus bergejolak, menyimpan rahasia tentang cinta yang lahir dari kegelapan dan bertahan hidup dalam kepura-puraan yang sempurna.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Happy reading😍😍😍😍😍😍