NovelToon NovelToon
Tertembak Cinta Nona Gangster

Tertembak Cinta Nona Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bad girl / Persaingan Mafia
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Zavian Hersa mengira jalannya menuju keseriusan cinta dengan Grace akan semulus adiknya. Namun, realitas menghantam keras. Perbedaan status yang mencolok antara putra mahkota Hersa Group dan wakil ketua Gangster Blackrats menciptakan jurang yang lebar. Zavian, yang dihantui ketakutan kehilangan Grace seperti saat ia hampir kehilangan Nalea, berubah menjadi pria yang sangat posesif. Ia mencoba "menjinakkan" Grace dengan kemewahan dan perlindungan ketat, namun bagi Grace, perlindungan itu adalah penjara.

Kekosongan kepemimpinan sementara di Blackrats setelah Nalea fokus pada pendidikannya memicu gejolak di dunia bawah. Musuh-musuh lama dan baru mulai mengincar kekuasaan Blackrats. Teror silih berganti menghantui, mulai dari sabetan senjata tajam, pertumpahan darah, hingga pengorbanan nyawa.


Akankah cinta mereka bertahan di tengah pertumpahan darah dan tuntutan status sosial, ataukah mereka memilih jalan masing-masing dan merelakan cinta sejatinya?

NB: JANGAN SALFOK COVERNYA YAA😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan

Rumah Sakit Internasional – 23.30 WIB

Lampu koridor rumah sakit sudah diredupkan, menyisakan suasana sunyi yang mencekam. Zavian berdiri di balik pintu kayu kamar 502, menunggu hingga Nalea dan Kayzo pergi untuk mencari makan malam di luar. Setelah memastikan keadaan aman, ia memutar kenop pintu perlahan.

Aroma antiseptik dan suara ritmis dari monitor jantung menyambutnya. Zavian melangkah mendekat, matanya tertuju pada sosok yang terbaring di sana. Ada rasa rindu yang membuncah hingga menyesakkan dada, namun kilatan amarah di wajahnya juga terlihat jelas saat melihat tanda keunguan di leher Grace, jejak kebiadaban Andreas kemarin malam.

Zavian mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih. "Aku bersumpah akan membalas setiap tetes air mata dan luka ini, Grace. Orang itu baru saja memesan tempat di neraka," bisiknya dengan suara rendah yang penuh ancaman.

Amarahnya begitu besar hingga ia merasa oksigen di ruangan itu menipis. Zavian tidak ingin Grace melihat sisi gelapnya jika gadis itu tiba-tiba terbangun. Ia berbalik, berniat keluar untuk menenangkan diri di balkon.

Namun, baru dua langkah ia menjauh, sebuah tarikan lemah namun tegas menahan lengan jaketnya.

Zavian tersentak. Ia menoleh dan menemukan sepasang mata yang sayu tengah menatapnya. "Grace... kamu sudah sadar?"

Grace mencoba memaksakan diri untuk bangun. Tubuhnya gemetar hebat, otot-ototnya terasa seperti jeli yang tak bertulang.

"Jangan! Jangan memaksakan diri," Zavian segera kembali ke sisi tempat tidur, menahan bahu Grace agar tetap berbaring. "Abang di sini. Abang tidak akan ke mana-mana."

Genggaman tangan Grace justru semakin erat. Jemarinya yang pucat mencengkeram lengan Zavian seolah-olah pria itu adalah satu-satunya pegangan hidupnya di tengah badai. Ia menatap Zavian dengan tatapan yang sangat dalam, seolah takut pria itu hanyalah halusinasi akibat pengaruh obat-obatan.

"Jangan marah..." ucap Grace lirih, suaranya nyaris hilang. Kedua matanya mulai berkaca-kaca, memancarkan ketakutan yang belum pernah Zavian lihat sebelumnya dari seorang pimpinan gangster.

Zavian seketika luluh. Amarah yang tadinya meluap-luap kepada Andreas kini menguap, digantikan oleh rasa kasih sayang yang tak bertepi. Ia sadar, sekuat-kuatnya Grace di dunia luar, ia tetaplah seorang gadis yang memiliki batas lelah, seorang wanita yang membutuhkan tempat untuk bersandar.

"Maafkan Abang..." Zavian duduk di pinggir ranjang, mengelus lembut rambut Grace yang berantakan. "Maaf kalau Abang terlalu tegas tadi. Abang hanya... Abang terlalu khawatir. Abang takut kehilanganmu lagi, Grace. Melihatmu seperti ini membuat separuh jiwaku rasanya ikut mati."

Zavian teringat masa-masa dulu, saat Grace terluka dalam misi Blackrats dan ia setegap karang menjaganya, menyuapinya, dan memastikan tidak ada satu pun nyamuk yang mengganggu tidurnya. Dedikasi Zavian pada Grace tidak pernah berubah, justru semakin mengakar kuat.

"Abang... haus..." rengek Grace. Suaranya terdengar manja, sisi yang hanya ia tunjukkan pada Zavian di saat-saat paling rapuh.

Zavian tersenyum tipis, sebuah senyuman tulus yang hanya diperuntukkan bagi Grace. "Tunggu sebentar."

Ia mengambil segelas air putih dari atas nakas. Dengan sangat hati-hati, Zavian menyangga tengkuk Grace dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya mengarahkan sedotan ke bibir Grace yang pecah-pecah.

"Pelan-pelan saja. Kamu sudah lama tidak sadar, lambungmu belum bisa menerima air terlalu banyak," ucap Zavian lembut sambil menyeka tetesan air yang tumpah di sudut bibir Grace menggunakan ibu jarinya.

Setelah beberapa teguk, Grace kembali berbaring. Namun matanya tetap terjaga, menolak untuk terpejam.

"Tidurlah. Ini masih malam. Kamu butuh istirahat total agar bisa segera pulang," Zavian membujuk, lalu ia membungkuk dan mengecup kening Grace cukup lama. Kecupan yang penuh dengan janji perlindungan.

Grace menggelengkan kepalanya perlahan di atas bantal.

"Jangan bandel. Kamu harus cepat sembuh," Zavian mencoba bicara lebih tegas, namun nada suaranya tetap terdengar sangat lembut.

"Takut..." ucap Grace sangat lirih.

Zavian mengernyitkan dahi, mencoba menghibur. "Takut kenapa? Masa seorang Nona Gangster yang paling sangar se-Jakarta ini tiba-tiba jadi penakut? Mana Grace yang berani menantang peluru itu?" ledek Zavian kecil.

"Takut Abang pergi lagi..." Air mata Grace akhirnya tumpah di sudut matanya. "Takut Abang menjauh karena aku... karena kejadian itu aku merasa sangat kotor, Bang."

Hati Zavian seperti dihantam godam besar mendengar kalimat itu. Ia menggenggam tangan Grace dan mencium punggung tangannya berkali-kali.

"Dengar Abang, Grace. Tatap mata Abang." Zavian memaksa Grace melihat ke dalam matanya yang jernih. "Kamu tidak kotor. Sedikit pun tidak. Kamu adalah korban, dan perbuatan monster itu tidak akan pernah mengubah nilai dirimu di mataku. Kamu tetap Grace-ku yang berharga. Abang tidak akan pergi ke mana-mana. Nih, tangan Abang saja kamu pegangi kencang banget sampai merah begini," goda Zavian sambil menunjukkan pergelangan tangannya.

Grace tersenyum simpul di tengah tangisnya. Rasa hangat menjalar di hatinya, perlahan-lahan mengusir trauma dingin yang ditinggalkan Andreas.

"Janji?"

"Janji. Sampai napas terakhirku, aku akan tetap di sampingmu. Tapi syaratnya satu..." Zavian mencondongkan tubuhnya, menatap Grace dengan tatapan intens yang membuat jantung Grace berdesir. "Setelah sembuh, kamu harus berhenti jadi pengawal pria itu. Kembalilah padaku. Biar aku yang menjagamu, atau kita cari cara lain agar kamu tidak perlu mempertaruhkan nyawa untuk orang yang tidak tahu cara menghargaimu."

Grace terdiam. Ia tahu kontrak dengan Andreas tidak semudah itu diputus, tapi di bawah tatapan Zavian yang penuh perlindungan, ia merasa memiliki kekuatan untuk melawan dunia.

"Sekarang, tutup matamu. Abang akan duduk di sini, memegang tanganmu sampai pagi. Tidurlah, Sayang..." bisik Zavian.

Zavian terus mengusap punggung tangan Grace hingga napas gadis itu mulai teratur dan ia jatuh terlelap. Namun, saat Grace benar-benar sudah tertidur, wajah Zavian kembali berubah dingin. Ia meraih ponselnya, mengirimkan pesan singkat kepada Azlan.

“Cari tahu semua aset pribadi Andreas Hadi yang tidak diketahui publik. Kita mulai permainannya besok pagi. Pastikan dia merasakan bagaimana rasanya kehilangan segalanya.”

Zavian tidak hanya ingin menjadi pelindung yang romantis, ia kini bersiap menjadi algojo bagi siapa pun yang telah menyentuh miliknya yang paling berharga. Malam itu, di bawah remang lampu rumah sakit, Zavian Hersa telah menetapkan pilihannya, menjadi iblis demi malaikatnya yang sedang terluka.

1
SENJA
weeh aku mau liat zavian balas dendam wakaaka sedahsyat apasih🤭
SENJA
laaah tau kata takut juga kau 🤭
Valencia
Nah ksn grace jadi gak sadar lagi, ini semua gara2 ksmu andreas, lagian sakit hazi sama cewek kok mabuk2an
Valencia
Aduh Andreas main sosor aja, gimana kalau sampai Zavian tau grace di cium coeok lain🙈
Valencia
Astaga Andreas sampai segitunya mau merubah penampilan grace, sampai manggil penata rias sehals🤣
Valencia
Wahh Zavian keren gak sia2 mengjilang dan belajar bels diri di swis
Valencia
syukurlah Zaviang datang tepat waktu dan busa membantu grace melawan tikus2 got itu, semoga aja zavian terus menjadi pelindung
Valencia
Wahh untung ada grace coba gak bakal ketipu tuh si Andreas, pasti andreas tambah kagum sama Grace
Valencia
wahh ternyata yang jadi pembunuh bayaran paman nya andreas adalah penerus lyus, jadi lenasaran apakah mereka akan berhasil menghabisi Andreas
Valencia
Grace benar2 hebat bisa mengwtahui niat musuh, dan untungnya cuma grace cuma luka lecet
Valencia
wkwk ngakak kasihan Andreas udah cerita banyak tapi grace tetap pads pendiriannya tetap dingin dan gak kepo sama urusannya si tuan muda🤣
Valencia
Wahh ada saingan Zavian nih,jadi penasaran gimana kalai Zavian lihat andreas bersama grace
Valencia
wajar sih kalau Grace takut secara biasanya Zavian ngomel2 mulu kek mak2, ini tiba2 mellow kan Grace malah takut🤣
Valencia
Bagus lah kalau kamu sadar diri zavian emang itu yang harus kamu lakukan, menjadi pelindung buat grace
Valencia
nah kan akhirnya kamu tau kevenarannya Zavian, percuma kamu nyesel sekarang grace juga belum sadar, makanya jadi cowok itu jangan terlalu posesif dan selalu marah2
Valencia
Zavian ini otaknya udah miring apa gimana sih, di pikirannya mau marah mulu
Valencia
Codet benar2 cari mati dah di kasih tau masih aja ngeyel, kalau udah gini siapa yang mau nolingin
SENJA
menjijikan lu sumpah 😤
SENJA
lu menjijikan soale 😤
SENJA
dih gila lu dasar 😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!