NovelToon NovelToon
Ambillah!

Ambillah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Mafia
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."

Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.

Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.

Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.

Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.

Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.

Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kaget 14

Tak tak tak

Adyaksa mengetuk-ngetuk kan jarinya di meja kerja miliknya. Dia baru saja kembali mengantar Arundari dan langsung menuju ke kantor. Meski banyak waktu yang terbuang tadi, tapi Adyaksa merasa tidak rugi dan juga tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Dia bener-bener kuat,"gumam Adyaksa lirih.

Tak diketahui oleh Arundari bahwa Adyaksa melihat segala hal yang ada di rumah Jelita tadi. Tentang pernikahan Heri dan Jelita yang diam-diam, tentang betapa tegar nya Arundari menghadapi semua itu sendiri dan juga tegasnya Arundari memutuskan hubungannya dengan sang suami.

Ya Adyaksa mengikuti Arundari diam-diam. Dia sedikit khawatir awalnya sehingga ikut turun dari mobil lalu melihat semua yang terjadi. Adyaksa benar-benar kagum dengan keberanian dan ketegaran Arundari menghadapi peristiwa buruk itu sendirian.

Tak ingin diketahui oleh Arundari, Adyaksa pun segera kembali ke mobil. Dia juga bersikap seolah-olah tidak tahu menahu dan seolah hanya duduk diam saja di dalam sana.

"Ben,"panggil Adyaksa kepada Asprinya yang sedari tadi berdiri di depan meja miliknya.

"Siap Bos!" jawab Beni Satria, dia tahu bahwa sang tuan tengah berpikir lalu akan sewaktu-waktu memberi perintah. Maka dari itu dia tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya berdiri.

"Kirim orang ke rumah Arundari. Pastikan buat jaga wanita itu. Takutnya lakinya masih macem-macem. Gimanapun juga dia sendirian di rumah itu,"perintah Adyaksa. Dia tiba-tiba kepikiran dengan Arundari. Sebenarnya bukan tiba-tiba juga, pasalnya dari tadi memang pikiran pria itu selalu mengarah kepada wanita yang namanya kerap muncul di telinganya.

"Siap laksanakan. Ada lagi?" tanya Beni. Melihat wajah bosnya, Beni yakin masih ada hal lain yang akan diperintahkan.

"Batalkan kerja sama perjalanan umroh ke HTU. Pindah ke ARJ. Lagian kan kamu belum bikin pengumuman ke karyawan soal rencana ku ini. Jadi batalin sekarang juga. Lalu hubungi ARJ buat minta waktu yang kosong."

"SIAP!"

Beni langsung undur diri meninggalkan ruangan sang pimpinan. Dia segera melakukan tugas yang baru saja diterima.

Pertama, tentu saja dia harus menghubungi 'orang-orang' milik Adyaksa. Perintah ini sangat mudah bagi Beni.

"Kalian dua atau tiga orang terserah segera menuju ke rumah yang aku udah kirimkan lokasinya. Tugas kalian menjaga seorang wanita dari bahaya apapun. Paham kan!"

"Siap paham!"

Sangat mudah bukan, ya anak buah Adyaksa yang selain karyawan AKAR memang diperuntukan untuk tugas-tugas demikian. Dan Beni sebagai tangan kanan sang tuan memiliki kedudukan tinggi dimana ucapannya pun langsung akan dipatuhi.

"Sekarang tinggal tugas kedua,"ucap Beni sambil menarik satu sudut bibirnya.

Secara garis besar dia tahu apa yang terjadi, dan apa alasan Adyaksa memintanya untuk membatalkan kerjasama dengan HTU. Pasalnya Beni juga ada di sana dan melihat semua yang terjadi antara pemilik HTU dengan istrinya.

"Cih, bisa-bisanya ya tuh orang kayak gitu. Bos tuh udah kejem ya, tapi kok ada orang yang lebih nggak punya hati macam tuh orang,"gerutu Beni.

Dia terus menghubungi nomor telpon milik pemilik HTU yang tidak lain adalah Heri. Beni tidak menghubungi kantor HTU tapi langsung menelpon Heri.

"Assalamualaikum, Pak Heri apa Anda sedang sibuk?" ucap Beni pura-pura tidak tahu. Terlebih memang sudah lebih dari tiga kali dia menelpon tapi baru panggilan terakhir yang dijawab.

"Waalaikumsalam, oh tidak Pak Beni. Saya hanya ada sedikit urusan, tapi sekarang sudah selesai. Ada apa ya Pak Beni, sepertinya penting,"jawab Heri dengan penuh kekhawatiran. Pria itu memiliki firasat yang tidak baik dengan telpon dari asisten CEO AKAR.

"Begini, Tuan saya yaitu Tuan Adyaksa membatalkan kerjasama dengan HTU. Beliau berkata tidak jadi menggunakan travel milik Anda dalam perjalanan ibadah karyawan perusahaan kami ke tanah suci."

APA?

Heri terkejut hingga tak sadar telah berbicara dengan keras. Bagaimana bisa. Ibadah yang akan dilakukan kurang dari tiga minggu itu tiba-tiba batal.

Meski persiapan belum dilakukan banyak tapi tetap saja mereka sudah mulai mempersiapkan semuanya. Terlebih AKAR bahkan sudah membayar DP sebanyak 35%.

"T-tapi kenapa Pak Beni, kenapa tiba-tiba membatalkan. Apa alasannya? Terus untuk DP nya akan hangus kalau Anda membatalkannya,"ucap Heri. Dia benar-benar bingung saat ini. Tiba-tiba semua itu dibatalkan padahal mendapat klien dari AKAR adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Dia bisa semakin naik namanya jika berhasil menjadi fasilitator perjalan ibadah mereka.

"Untuk alasannya saya sendiri tidak tahu, Pak Heri. Tuan saya hanya memerintahkan begitu. Dan untuk DP, hangus tidak masalah. Baik sekian Pak Heri, wassalamualaikum."

"Pak Beni tung~"

Tuuuut

Panggilan ditutup begitu saja menyisakan Heri dengan wajah yang kebingungan. Ia juga mengusap wajahnya kasar.

"Mas."

"APA?"

Tanpa sadar Heri berteriak ke arah Jelita yang menepuk punggungnya dari belakang. Terang saja Jelita terkejut. Belum ada satu jam mereka melangsungkan akad nikah, tapi Heri sudah berteriak kepada dirinya.

"Kamu ini kenapa, Mas? Bisa-bisanya neriakin aku kayak gini?"ucap Jelita pelan. Dia merasa malu karena masih banyak orang di rumahnya tapi Heri berteriak dengan cukup keras.

"Haaah, sorry aku kelepasan,"jawab Heri.

"Emangnya ada apa?" Jelita sangat penasaran. Wajah Heri yang sangat buruk membuat Jelita ingin tahu apa yang terjadi dan siapa yang baru saja menghubungi Heri.

Heri menarik tangan Jelita, membawa wanita itu ke kamar dan menutup pintu kamar tersebut rapat.

"Baru aja aku dapat telepon dari Pak Beni, dia asisten Adyaksa Gumilar CEO AKAR. Mereka mbatalin keberangkatan ke tanah suci dengan agen travel kita."

"APA? Kenapa bisa gitu sih? Alasannya apa dia tiba-tiba ngelakuin itu. Kamu harus datang ke sana Mas buat konfirmasi."

Jelita terkejut, dia tidak menyangka akan mendapat berita buruk di hari bahagianya. Ya wanita itu masih merasa bahwa ini adalah hari bahagia. Padahal jelas-jelas dia sudah jadi jin dasim yang membuat rumah tangga orang lain runtuh.

"Iya aku juga mikirnya gitu. Aku mikir bahwa aku harus kesana buat konfirmasi."

"Iya kudu, Mas. Kalau AKAR beneran gagal berangkat, berarti kajian dengan Ustadzah Halimah kan juga harus dibatalin. Itu beneran nggak bisa, Mas. Aku udah susah-susah ngubungin beliau. Nama kita, nama HTU bakalan naik kalau kita bisa ngundang Ustadzah Halimah."

Heri terdiam, apa yang dikatakan istri barunya ini memang benar adanya.

"Ya udah, aku akan ke AKAR."

"Aku ikut, Mas."

Heri ingin melarang sebenarnya tapi saat ini dia tak bisa berkata demikian. Saat ini fokusnya adalah menemui Adyaksa dan menanyakan kabar tentang pembatalan tersebut.

TBC

1
cinta semu
arundari terlalu lelet ... mereka udah nikah masih aja ,,mager ...
cinta semu
satu team kompak banget ...tapi nama ny dosa pasti ada cela itu terungkap
Esther
Anis yang nyebarin video dan sekarang malah didukung sama Adyaksa.
Ada maksud tersembunyi nih dari Adyaksa😄
Sri Supriatin
vuma up 1 bab yah thor🤭
Nie
Siapin fisik dan mental kalian ya,karna sebentar lg kalian akan semakin terkenal 🤭
Nanin Rahayu
good job Anis
Miss Typo
bagus Anis biar mereka berdua kapok menderita
dewi rofiqoh
Ternyata benar, anis yang udah nyebarin video itu. Tapi benar nis, heri dan jelita harus dapat sanksi sosial
Miss Typo
cie cieeee dikirim makanan sm Arun, jantung Adyaksa jedag jedug 😁
partini
Anis TK kira laki" ,
Isabela Devi
Anis yg upload semua itu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kalo bisa jdiin Istri y Ben,hihihi
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tuhkan aku dah curiga m anis
Isabela Devi
semoga Arun jd pilihannya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
baru x ini bos disuruh nunggu
GiZaNyA
wahhh beneran Anis tooo.. kirain si Adyaksa.. 😁😁
Apakah Anis nanti nya akan berjodoh sama Beni yaa..? hhmmm... 🤣🤣
Sunaryati
Arundari banyak orang yang sayang, dan siap membantu serta melindungi kamu.
LIXX
nyuruhnya agak kurang ajar ya🤣🤣🤣
dewi rofiqoh
Berjuanglah untuk hatimu adyaksa! Setelah arun ketuk palu
Esther
Karena tuanmu lagi jatuh cinta pak Anton, makanya terlihat beda😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!