Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa khawatir
Acara liburan mereka akhirnya berakhir luka adinda juga sudah mulai membaik, karena hari ini hari minggu jadi adinda memutuskan untuk mengunjungi butiknya
“Waahh mbak adinda selamat datang” ucap seorang manager yang ada disana
“Oohh widi selamat pagi.. bagaimana apakah ada kendala maaf ya jarang datang soalnya mbak sibuk dikantor” ucapnya dengan senyuman manis
“Iya mbk gak apa-apa.. laporanya sudah saya siapkan dimeja kerja mbak” ucapnya dan dianguki oleh adinda
“Okey makasi widi saya naik keatas dulu ya” adinda tersenyum lalu pergi untuk kelantai atas, saat hendak menaiki lift tiba-tiba tubuhnya menabrak seseorang membuatnya meringis karena bahunya yang terasa sedikit sakit
Adinda melotot tidak percaya melihat orang yang ada dihadapanya yang sudah menatapnya begitu tajam
Adinda menghela nafasnya berat, kenapa sering sekali melihat makhluk jadi-jagian yang ada didepanya ini akhir-akhir ini
“LO!!” tunjuknya kearah adinda
Adinda tidak mengumbris gadis itu, ia hanya ingin menghindari pertengkaran apalagi ini pagi-pagi buta dan lukanya belum sembuh total
“Tunggu!!” Ucap berlin dengan suara yang cukup keras membuat banyak pengunjung dan karyawan yang ada disana seketika melihat kearah mereka
“Nona.. maaf saya saat ini sedang sibuk, jadi silakan anda lanjutkan berbelanja tanpa menghiraukan saya!” Ucapnya dengan nada lembut dan senyuman manis
Berlin yang melihat itu tentu saja geram, sunguh ia sangat benci dengan gadis yang ada dihadapanya ini
“Hhmm kenapa, apa kau takut jika orang-orang yang ada disini tau jika kau diceraikan tepat dimana satu minggu pernikahanmu?? Kau lebih baik sadar dengan posisimu itu jalang, orang miskin sepertimu bermimpi menjadi orang kaya tapi dengan cara ingin merampas milik orang lain” ucapnya penuh ejekan
Adinda yang mendengar itu mengepalkan tanganya erat, bisa-bisanya kekasih mantan suaminya ini membahas masalah ini didepan banyak orang padahal sesuai kesepatan jika pernikahan mereka akan disembunyikan
Melihat adinda yang hanya diam tentu saja membuat berlin semakin puas, zyan memang mengakui jika dirinya sudah menikahi adinda atas paksaan orang tuanya tapi ia juga sudah berjanji untuk menceraikan adinda secepatnya
Tapi keberuntungan seperti berpihak padanya karena adinda membawakan surat pembatalan pernikahan
Adinda hendak berbalik karena tidak ingin meladeni gadis yang ada dihadapanya saat ini tapi belum sempat adinda pergi tangan berlin sudah menjambak rambut adinda membuat gadis itu meringis kesakitan
“Aaakkkkhhhh kauuu!” Marahnya kearah adinda sang tiba-tiba mencakar wajah cantiknya dan dengan cepat menangkis tanganya dari kepala adinda
Adinda menatap datar kearah gadis yang sejak tadi menghina dirinya, apalagi berlin sudah berani mengambil mahkota miliknya
Selama ini tidak ada yang memperlakukannya seperti itu apalagi membentak dirinya
Zyan merupakan orang pertaman yang sudah memperlakukanya tidak adil, karena ia sudah bertekad untuk melupakan pria itu jadi untuk apa ia harus takut pada kekasihnya yang tidak bermoral ini
“Kenapa?? Kau ingin yang lebih?” Tanya adinda dengan nada lembut tapi penuh penekanan
Berlin berteriak histeris karena ulah adinda ia bahkan berteriak-teriak memanggil manager yang ada disana
Widi yang datang tentu saja terkejut karen bossnya yang terlibat dalam pertengakaran dibutik adinda
“Apa kau manager disini?? Aku ingin kau mengusir gadis ini kalau tidak aku akan melaporkan kalian pada polisi!” Ucapnya dengan tatapan nyalang
Widi kebingungan, ia melihat kearah bossnya yang saat ini hanya tersenyum
“Cepaattt sereett diaaaaa!” Teriaknya dengan lantang
Melihat widi yang tidak bergeming membuat berlin begitu geram wanita itu mengeluarkan benda pipih miliknya lalu menghubungi seseorang
hanya butuh waktu 20 menit akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang dia adalah zyan kekasih berlin sekaligus mantan suami adinda
Melihat kedatangan pria itu membuat adinda tersenyum miring, begitu cintakah zyan kepada gadis yang ada dihadapannya saat ini sehingga datang dengan tergesa-gesa hanya sekali panggil saja
Berlin bergelut manja kelengan pria yang ada disampingnya saat ini dengan wajah yang memelas berlin memperlihatkan luka diwajahnya
“Kauuu!! Sudah kuperingatkan untuk tidak mencari gara-gara dengan kekasihku! Jalang sepertimu tidaklah pantas bersanding dengan wanita berkelas sepertinya” jlebbb sakit tentu saja perkataan zyan begitu menyakitkan baginya
Ia selalu saja mendapatkan hinaan dari pria yang begitu ia cintai selama bertahun-tahun ini
“Tuan, lebih baik anda segera membawa kekasih anda pergi dari tempat ini, jika anda ingin tahu kebenarannya saya akan memperlihtkan cctv yang ada ditempat ini jadi anda bisa tahu siapa yang memulai” ucapanya dengan senyuman
Berlin tentu saja terkejut, ia melupakan itu tapi tidak dengan zyan yang begitu membenci adinda apapun kebenaran tentang adinda selalu salah dimatanya
Adinda berbalik dan naik keatas untuk pergi keruanganya dengan langkah cepat, ia tidak ingin berlama-lama berdiam diri disana hanya untuk mendengar apa yang zyan katakan
Adinda Menutup pintu ruanganya dan menempelkan punggungnya dibalik pintu, air matanya menetes begitu saja gadis itu lalu gadis itu menangis sejadi-jadinya
Sedangkan dilantai bawah zyan memeriksa luka yang ada dipipi berlin pria itu mengandeng tangan kekasihnya dan hendak membawanya pergi kerumah sakit
Widi yang melihat itu merasa sedih, ia sangat tahu sifat dari bossnya yang tidak mungkin jika akan memulai pertengkaran jika tidak ada sebab
Dimata para karyawan adinda merupakan sosok yang sangat lembut, bahkan terkesan sangat baik dan penyayang
Dddrrrttt
Dddrrtttt
Ponsel andinda berdering dan nampak nama sang bos yang mengubunginya
“Hallo” ucap adinda dengan suara serak
mendengar suara adinda membuat rey menautkan kedua alisnya
“Kau dimana?” Tanya rey to the poin seperti biasa tanpa basa-basi
“Butikk” tuutttt tuuuttt tuuuttt
Adinda kebingungan ia melihat kearah ponsel yang sudah dimatikan secara sepihak oleh sang boss
Adida menghela nafasnya kasar, gadis itu sudah cukup lama menangis membuatnya terlihat memerah dan bengkak
Gadis itu masuk kedalam toilet dan membersihkan wajahnya, adinda melihat dirinya dipantulan cermin dan tersenyum melihat keadaanya yang berantakan
Ceklekkk
Adinda terkejut karena ada seseorang yang masuk keruanganya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
Adinda keluar dengan tergesa-gesa membuat tubunnya mematung melihat orang yang datang kebutik miliknya
“Rey” bisiknya dengan menatap wajah pria itu. Untuk sesaat pandangan mereka bertemu beberapa detik
Glleeeppp
“Bodohh” ucap pria itu yang berhasil membuyarkan lamunan adinda
Rey memeluk erat tubuh gadis itu, mengelus lembut rambut adinda dan membenamkan wajah adinda tepat di dada bidangnya
Beberapa saat yang lalu
“Tom, cari tahu apa yang terjadi pada adinda hari ini!” Ucapnya kepada sang asisten
Hanya butuh waktu 10 menit tom memberitahukan jika saat ini adinda sedang ditindas oleh 2 pasang kekasih yang selama ini begitu dibenci oleh rey
Dengan cepat rey pergi dimana butik adinda berada karena memang hari ini hari minggu jadi adinda libur dikantor sedangkan rey tetap bekerja dengan tom menghadiri pertemuan disebuah restoran bersama klien
Happy readingg💫💫💫
gadis bodoh
cinta bertepuk sebelah tangan aja sulit melupakan apalah lagi sama-sama cinta baru dihianati
mampuslah kau Adinda makan itu cintamu pd Ziyan