NovelToon NovelToon
PLEASURE AND PUNISHMENT

PLEASURE AND PUNISHMENT

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Kriminal dan Bidadari / Misteri / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:884
Nilai: 5
Nama Author: lanasyah

"Satu tubuh dicumbu, satu jiwa diburu; saat kehormatan dicuri, kenikmatan adalah hukuman mati yang paling sunyi."
​Dunia Valerie adalah logika. Sebagai psikolog forensik, ia terbiasa membedah kegelapan. Namun, insiden misterius melempar jiwanya ke raga yang paling ia benci: Zura, bintang film dewasa yang baru saja dieksekusi rapi. Valerie terbangun di hotel pengap, menyadari ia terjebak dalam raga seorang "pendosa".
​Ia terpaksa memasuki "Klub 0,1%", lingkaran elit berisi penguasa dengan fantasi gelap. Valerie harus memerankan Zura demi membongkar konspirasi pembunuhannya. Namun,kejutan mengerikan menanti; tubuh asli Valerie telah bangun, dihuni jiwa Zura yang licik. Zura sengaja menukar nasib untuk mencuci masa lalunya, menjadikan Valerie tumbal bagi musuh-musuhnya. Kini, Valerie harus bertarung melawan waktu dan adiksi fisik sebelum identitasnya hancur total. Dalam dunia noir ini,kehormatan dan kehancuran hanya setipis kulit yang mereka kenakan. Kesucian mati,kini waktunya pembalasan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lanasyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: BAYANGAN DI CERMIN

SUV hitam yang dikemudikan Julian membelah jalanan kota yang basah. Di luar, neon-neon bar dan gedung pencakar langit berpendar samar dalam kabut subuh, menciptakan bias cahaya yang tampak seperti luka di atas aspal. Di dalam mobil, keheningan terasa begitu pekat, hanya dipecahkan oleh suara napas Zura yang pendek dan tidak beraturan.

Aku menyandarkan kepala pada kaca jendela yang dingin. Otakku, yang biasanya bekerja seakurat jam atom, kini harus berjuang melawan kabut opioid yang mulai menipis dan meninggalkan rasa sakit yang tajam. Namun, pemandangan di hotel tadi—sosok "Valerie" yang melambaikan tangan dengan senyum kemenangan—adalah stimulasi yang lebih kuat daripada zat kimia apa pun.

"Kau melihatnya, kan?" suaraku keluar, memecah kesunyian.

Julian melirik melalui spion tengah. Matanya yang lelah tampak waspada. "Melihat apa? Polisi yang mengepung tempat itu? Ya, aku melihatnya. Itu sebabnya kita harus segera menyingkir."

"Bukan polisi itu. Wanita yang keluar dari ambulans. Psikolog Valerie," desisku. "Kau mengenalnya?"

Julian mendengus, tangannya yang kasar memutar kemudi dengan santai. "Siapa yang tidak kenal Dr. Valerie? Wanita suci yang suka menguliti isi kepala kriminal di ruang sidang. Dia kebetulan ada di lokasi kecelakaan yang sama denganmu semalam. Kabarnya dia koma, tapi melihat dia sudah berdiri tegak tadi... sepertinya Tuhan memang punya selera humor yang buruk untuk menyelamatkan orang sepertinya sementara kau berakhir seperti ini."

Aku memejamkan mata. 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘑𝘶𝘭𝘪𝘢𝘯. 𝘐𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.

"Dia tersenyum padaku," bisikku.

"Jangan mulai berhalusinasi, Zura. Efek obat itu sedang memuncak di otakmu. Kau hanya pelacur yang beruntung bisa kabur dari TKP pembunuhan. Jangan coba-coba menghubungkan dirimu dengan wanita berkelas seperti dia."

Kata-kata Julian pedas, tapi aku mengabaikannya. Sebagai seorang profesional di bidang kejiwaan, aku mulai melakukan diagnosa terhadap situasiku sendiri. Apa yang kulihat bukan sekadar kebetulan. Pertukaran ini bukan kecelakaan kosmik. Dari cara Zura—dalam tubuhku—tersenyum ke arah mobil ini, dia tahu aku ada di sini. Dia tahu aku masih hidup. Dan yang paling mengerikan, dia memang menginginkan aku hidup di dalam raganya.

Ini adalah bentuk hukuman sekaligus pelarian paling mutakhir. Dia mengambil hidupku yang bersih, kredibilitasku, dan masa depanku, lalu melemparku ke dalam "sampah" yang selama ini ia tinggali.

SUV itu akhirnya berhenti di depan sebuah kompleks apartemen tua yang tampak kumuh di pinggiran distrik industri. Julian mematikan mesin, tapi ia tidak segera keluar. Ia mengeluarkan sebuah kantong plastik kecil berisi bubuk putih dari laci dasbor.

"Ambil ini," perintahnya sambil melempar kantong itu ke pangkuanku.

Aku menatap serbuk itu dengan jijik. "Apa ini?"

"Jangan berakting suci di depanku. Aku tahu tubuhmu sedang berontak. Kau tremor, Zura. Jika kau pingsan atau mati di tanganku sekarang, aku tidak bisa mendapatkan informasi tentang Koin Hitam itu. Gunakan sedikit agar kau bisa bicara dengan waras."

Tanganku gemetar—bukan karena takut, tapi karena reaksi fisiologis raga ini. Aku bisa merasakan setiap sel dalam tubuh Zura memohon untuk merobek plastik itu dan menghirup isinya. Tapi aku adalah Valerie.

Kekuatanku adalah kontrol. Jika aku menyerah pada zat ini sekali saja, aku akan kehilangan satu-satunya hal yang tersisa dariku: integritas mentalku.

Aku meremas kantong itu, lalu melemparkannya kembali ke wajah Julian.

"Aku tidak butuh itu untuk bicara," kataku dengan nada dingin yang membuat Julian tertegun. "Dan jangan panggil aku dengan nama itu lagi."

Julian menatap kantong plastik yang jatuh di lantai mobil, lalu menatapku. Ada kilatan rasa hormat yang sangat tipis yang muncul di matanya, tertutup dengan cepat oleh sinisme. "Terserah kau saja. Tapi jangan salahkan aku jika kau mulai mencakar dinding sebentar lagi."

Ia membawaku masuk ke dalam salah satu unit apartemen. Ruangannya sempit, berbau rokok basi dan sisa makanan cepat saji. Di sudut ruangan, ada meja yang dipenuhi dengan monitor pengawas dan tumpukan berkas kepolisian. Ini bukan rumah; ini adalah sarang pengintai.

Julian mendorongku ke sebuah kursi kayu tua di tengah ruangan, lalu ia menyalakan lampu neon tunggal yang berkedip-kedip di atas kepalaku. Atmosfernya berubah seketika. Ini bukan lagi penyelamatan; ini adalah interogasi.

"Sekarang, mari kita bicara sebagai mitra bisnis," kata Julian sambil duduk di depanku, kakinya disilangkan dengan santai. "Klub 0,1% mengirimkan pesan padaku bahwa kau punya sesuatu yang milik mereka. Sebuah koin. Dan mereka ingin koin itu kembali beserta kepalamu di dalam kantong plastik. Tapi aku punya penawaran lain."

"Kau ingin mengkhianati mereka?" tanyaku.

"Aku ingin pensiun dengan tenang, dan koin itu adalah asuransiku," jawab Julian. "Beri aku koin itu, dan aku akan membantumu menghilang. Aku akan mencarikanmu paspor palsu, wajah baru, dan kau bisa memulai hidup di luar negeri sebagai siapa pun selain Zura."

Aku menatapnya tajam. "Bagaimana jika aku bilang aku tidak ingin menghilang? Bagaimana jika aku bilang aku ingin mengambil kembali hidupku yang dicuri?"

Julian tertawa terbahak-bahak. "Mengambil kembali hidupmu? Zura, lihat dirimu di cermin!"

Ia menyambar sebuah cermin kecil dari meja dan menyodorkannya tepat di depan wajahku.

Di bawah cahaya neon yang kejam, aku melihat bayanganku. Rambut yang kusut, riasan yang hancur, dan mata yang merah karena kelelahan. Tapi yang paling menghancurkan adalah ekspresi wajah itu. Meskipun jiwaku adalah Valerie, otot-otot wajah ini sudah terbiasa dengan ekspresi keputusasaan Zura.

"Dunia melihatmu sebagai sampah," lanjut Julian, suaranya kini melunak tapi tetap tajam. "Bahkan jika kau pergi ke kantor polisi dan berteriak bahwa kau adalah Dr. Valerie, mereka hanya akan menganggapmu gila karena overdosis. Tidak ada yang akan percaya pada pelacur kelas bawah yang mengaku sebagai psikolog elit. Kau sudah mati bagi dunia, Zura. Terimalah itu.

Aku menatap bayangan di cermin itu dengan intensitas yang membuat Julian terdiam. Aku tidak melihat Zura. Aku melihat sebuah subjek penelitian.

"Kau salah, Julian," kataku pelan. Aku menyentuh permukaan cermin dengan jari-jariku yang bertato. "Identitas bukan hanya soal wajah atau sidik jari. Identitas adalah pola perilaku. Sebagai psikolog, aku tahu bahwa manusia adalah makhluk kebiasaan. Zura mungkin berada di tubuhku, tapi dia tidak memiliki otakku. Dia tidak tahu cara bicara seperti aku, cara berpikir seperti aku, atau cara membedah kebohongan seperti aku."

Aku meletakkan cermin itu di meja dengan dentuman keras.

"Dia akan melakukan kesalahan. Dia akan bertindak impulsif, karena itu adalah sifat aslinya. Dan saat dia melakukannya, aku akan ada di sana untuk menjatuhkannya."

Julian menatapku seolah-olah aku baru saja menumbuhkan kepala kedua. "Kau benar-benar gila. Kau ingin melawan dirimu sendiri?"

"Aku ingin memburu diriku sendiri," koreksiku. "Dan kau akan membantuku. Bukan karena kau kasihan padaku, tapi karena kau tahu bahwa jika aku bisa menjatuhkan 'Valerie' yang palsu itu, kita akan mendapatkan akses langsung ke jantung Klub 0,1%—lingkaran yang saat ini sedang memegang lehermu."

Julian terdiam cukup lama. Ia mengambil korek api, menyalakan rokok baru, dan menghembuskan asapnya ke langit-langit. Kepentingan pribadinya mulai beradu dengan logika yang baru saja kutawarkan.

"Apa rencana pertamamu?" tanyanya akhirnya.

Aku tersenyum. Senyuman ini berbeda—ini adalah senyuman predator yang sedang menyusun strategi di atas papan catur.

"Bawa aku ke rumah sakit tempat 'Dr. Valerie' dirawat. Aku perlu melihat bagaimana dia memerankan peranku. Dan aku perlu mengambil satu hal yang dia lupakan: catatan pasien rahasia di brankas kantorku. Catatan yang berisi daftar anggota Klub 0,1% yang pernah menjadi pasienku."

Julian berdiri, mematikan rokoknya di asbak yang penuh. "Baiklah, Dr. Zura. Tapi jika ini jebakan, aku akan memastikan kau menjadi mayat pertama yang kubedah tanpa bius."

Aku berdiri, mengabaikan rasa sakit yang menusuk di kakiku. Saat aku berjalan melewati cermin itu sekali lagi, aku tidak lagi merasa asing. Tubuh ini mungkin milik Zura, tapi mulai detik ini, tubuh ini adalah instrumen pembalasanku.

Bayangan di cermin itu tidak lagi tampak rapuh. Ia tampak seperti senjata.

1
ayin muPp
SEMANGAT KAKK, isi novel yang kamu buat berbobot banget ga cuma cinta'an gitu. anw ga ada niatan buat up di apk lain gituu? biar lebih ramee
XXAURORA: apaaaa terimakasih yaaa, ada rekomendasi apk apa kira²?/Slight/
total 1 replies
Rani Saraswaty
sbg pembaca agaknya ikut mikir lama nih, penuh dg analisa utk menambah ilmu
XXAURORA: biar ikut mikir, jadi author ada temen🤭
total 1 replies
pocong
semangat
XXAURORA: terimakasih, terus ikutin ceritanya yaaa/Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!