(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 2)
Setelah menaklukkan Laut Selatan dan membawa Long Tian ke Ranah Inti Emas, Han Luo menuju Kekaisaran Pusat untuk Turnamen Raja Laut. Di sana, ia mendeteksi potongan Pedang Darah Iblis lain yang dipegang oleh monster Ranah Jiwa Baru Lahir yang juga mengincar Mata Iblis Es.
Turnamen Raja Laut tahun ini akan sangat meriah!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Sang Penantang
Tiga bulan berlalu sejak kesepakatan dengan Aliansi Pedagang.
Pulau Tengkorak Naga tidak lagi bisa dikenali. Hutan liar telah dibersihkan, digantikan oleh barak militer yang rapi dan bengkel senjata yang mengepulkan asap siang malam.
Benteng Hitam kini memiliki menara-menara pengawas yang dilengkapi dengan Meriam Kristal (cetak biru Kekaisaran Pusat yang dimodifikasi oleh Baili Xue dan Xiao Ling).
Di lapangan latihan, 2.000 pasukan elit Pasukan Gerhana sedang berlatih. Mereka tidak lagi memakai baju bajak laut kumuh. Mereka mengenakan zirah pelat penuh yang terbuat dari Besi Tulang Naga yang ditempa dengan teknik Es-Api. Zirah itu ringan, namun lebih keras dari baja biasa.
"HAAAA!"
Teriakan mereka serempak, mengguncang bumi.
Han Luo berdiri di balkon, menatap pasukannya dengan puas.
"Uang memang bisa membeli segalanya," gumam Han Luo. "Termasuk loyalitas dan disiplin."
Di sampingnya, Long Tian berdiri. Aura pemuda itu telah berubah drastis. Dia bukan lagi sekadar pendekar pedang kuat.
Dia sekarang memancarkan tekanan spiritual yang berat dan dingin.
Selama tiga bulan ini, Han Luo mengizinkan Long Tian bermeditasi di dekat Jantung Iblis Es (tanpa menyentuhnya). Resonansi darah Long Tian dengan jantung itu telah memurnikan Qi-nya, membawanya ke ambang terobosan besar.
"Hei Long," kata Han Luo. "Kau sudah siap?"
"Siap untuk apa?"
"Untuk menjadi Naga sungguhan."
Han Luo mengeluarkan sebuah botol kecil. Di dalamnya, terdapat cairan biru bercahaya—ekstrak Sumsum Tulang Naga yang ditemukan di tambang bawah tanah, dicampur dengan setetes darah Raja Ulat Sutra.
"Minumlah. Ini akan menyakitkan. Tapi jika kau bertahan... kau akan menembus Inti Emas hari ini."
Long Tian mengambil botol itu. Dia tidak ragu.
"Untuk Aliansi," katanya, lalu menenggak isinya.
GLEG.
Sesaat hening.
Lalu Long Tian jatuh berlutut. Kulitnya mulai retak, menampakkan sisik-sisik biru di bawahnya. Matanya berubah menjadi vertikal seperti reptil.
"ARGHHH!" Long Tian mengaum. Suaranya bukan suara manusia, tapi suara binatang buas purba.
Langit di atas pulau tiba-tiba menjadi gelap. Awan badai berkumpul, berputar di atas kepala Long Tian.
Kesengsaraan Petir.
Langit tidak mengizinkan monster lahir dengan mudah.
"Mundur!" perintah Han Luo pada pasukan di bawah. "Biarkan dia menghadapinya sendiri!"
Han Luo terbang menjauh, mengamati dari menara.
CTAR!
Petir biru menyambar Long Tian.
Long Tian tidak menghindar. Dia meninju petir itu.
BOOM!
Dia menyerap energi petir itu ke dalam tubuhnya, menggunakannya untuk menempa Inti Emas-nya.
Satu sambaran. Dua sambaran. Sembilan sambaran.
Setelah petir terakhir, Long Tian berdiri di tengah kawah yang berasap. Zirahnya hancur, tapi tubuhnya utuh. Sisik-sisik di kulitnya perlahan memudar, masuk ke dalam pori-pori.
Di dalam dantian-nya, sebuah Inti Emas Biru (dengan corak naga) berputar stabil.
Long Tian membuka matanya. Tekanan spiritual Inti Emas Awal meledak, membuat prajurit biasa di kejauhan berlutut.
"Selamat datang di level baru, Jenderal Naga," Han Luo mendarat di depannya.
Long Tian menatap tangannya. "Kekuatan ini... luar biasa."
Di dalam cincinnya, Kakek Tua (Tianhuo) hanya bisa diam. Dia tahu, muridnya sudah melampaui ajaran api-nya. Long Tian kini adalah kultivator Es-Fisik yang sempurna.
Tiba-tiba, suara peringatan bergema dari menara pengawas pantai.
WUUUUU!
"Musuh mendekat! Arah Selatan!" teriak Xiao Ling lewat pengeras suara sihir.
Han Luo dan Long Tian menoleh ke laut.
Di kejauhan, sebuah armada besar muncul. Bukan kapal putih Sekte Langit Suci. Bukan kapal dagang.
Ini adalah kapal-kapal rongsokan yang disatukan dengan rantai besi, membentuk pulau terapung yang bergerak. Benderanya bergambar Tengkorak Bertopi Raja.
Raja Bajak Laut Laut Selatan: Kapten 'Janggut Besi'.
Penguasa lama wilayah ini.
"Dia akhirnya datang," Han Luo tersenyum dingin. "Aku sudah menunggu undangan pestanya."
Kapten Janggut Besi (Inti Emas Menengah) berdiri di atas kapal utamanya. Dia marah. Pendapatannya turun 50% sejak Aliansi Gerhana memonopoli jalur dagang.
"Keluar kau, Bocah Topeng!" teriak Janggut Besi, suaranya seperti parutan besi. "Kau mencuri wilayahku! Kau mencuri mangsaku! Hari ini aku akan meratakan pulaumu!"
Armada Janggut Besi (50 kapal) mulai menembakkan meriam kuno mereka.
DUM! DUM! DUM!
Bola-bola besi beterbangan.
Namun, sebelum bola-bola itu menyentuh pulau...
Sebuah kubah energi hitam transparan muncul. Formasi Sembilan Gerhana.
TING! TING! TING!
Bola meriam itu memantul seperti kerikil, jatuh kembali ke laut.
"Hanya itu?" cibir Han Luo.
Han Luo menoleh ke Long Tian yang baru saja naik tingkat.
"Hei Long. Kau baru saja dapat mainan baru (kekuatan). Mau mencobanya?"
Long Tian menyeringai. Seringai yang buas.
"Tentu saja."
Long Tian melompat dari tebing. Dia tidak butuh kapal. Dia berlari di atas air dengan kecepatan suara, meninggalkan jejak es di belakangnya.
"Satu orang?" Janggut Besi tertawa. "Tembak dia!"
Ribuan panah dan tombak ditembakkan ke arah Long Tian.
Long Tian tidak melambat. Dia meraung.
Teknik Naga: Raungan Pembeku Samudra!
Gelombang suara bercampur Qi Es meledak dari mulutnya.
Anak panah di udara membeku dan hancur menjadi debu es.
Long Tian melompat naik ke kapal utama Janggut Besi.
"Hai, Kakek," sapa Long Tian.
"Kau..." Janggut Besi merasakan aura Long Tian. "Inti Emas?! Baru saja?!"
"Baru lima menit yang lalu. Tubuhku masih gatal."
Long Tian mencabut pedang barunya (hadiah dari Han Luo: Pedang Pemecah Ombak - Tingkat Bumi).
Dia menebas.
Bukan menebas orangnya. Dia menebas tiang layar utama.
KRAK!
Tiang besi setebal pohon beringin itu putus. Tiang itu jatuh menimpa Janggut Besi.
Janggut Besi menahannya dengan tangan kosong. "Bocah kurang ajar!"
Saat Janggut Besi sibuk menahan tiang, Han Luo di menara memberi perintah pada pasukannya.
"Pasukan Meriam. Target: Kapal pendukung. Tembak."
BLAR! BLAR! BLAR!
Meriam Kristal baru Aliansi Gerhana menyalak. Sinar energi merah (bukan bola besi) melesat akurat.
Setiap tembakan menenggelamkan satu kapal musuh.
Itu bukan perang. Itu pembantaian.
Janggut Besi melihat armadanya hancur. Dia panik. Dia melempar tiang itu ke arah Long Tian dan mencoba kabur terjun ke laut.
"Mau kemana?"
Han Luo tiba-tiba muncul di hadapannya (Teleportasi jarak pendek menggunakan Langkah Hantu + Ulat Sutra).
Han Luo melayang di udara, jubahnya tidak basah sedikitpun.
"Laut ini milikku sekarang," kata Han Luo.
Dia menunjuk ke bawah.
Domain Gerhana.
Air laut di bawah kapal Janggut Besi tiba-tiba menghilang, menciptakan lubang udara di tengah laut.
Kapal itu jatuh bebas ke dasar laut yang kering sementara (karena air ditahan oleh Qi Han Luo).
BRAKKK!
Kapal itu hancur berkeping-keping di dasar karang.
Janggut Besi terbaring sekarat di antara puing-puing.
Han Luo menurunkan air laut kembali secara perlahan, menenggelamkan sisanya.
"Pembersihan selesai."
Sore itu, Aliansi Gerhana bukan lagi "Pendatang Baru".
Mereka adalah Penguasa Mutlak Laut Selatan.
Dan Han Luo siap untuk langkah selanjutnya: Undangan ke Turnamen Raja Laut di Pusat Benua.
Di mana dia akan bertemu dengan elit dunia yang sesungguhnya.
tpi gw demen....