NovelToon NovelToon
Sweet After Divorce

Sweet After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:196.2k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Mereka pikir, bercerai adalah pilihan terbaik untuk mengakhiri pernikahan yang terasa jauh dan hambar tanpa rasa. Namun siapa menyangka, Jika setelah pahit perceraian justru terbitlah madunya pernikahan... rasa rindu yang berkepanjangan, kehilangan, rasa saling membutuhkan, dan manisnya cinta?

Sweet after divorce...manis setelah berpisah.

"Setelah berpisah, kamu jadi terlihat menawan dimataku."

"Setelah berpisah, kamu jadi manis terhadapku."

"Mau rujuk?"
.
.
.
Cover by Pinterest and Canva

Dear pembaca, bijaklah memilih bacaan. Jika hanya ingin mampir dan tidak berniat membaca sampai akhir, maka jangan berani membuka ya 🤗 kecuali kalau sudah tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Meeting

Anyelir terpaksa melepas maskernya padahal belum ada 30 menit, sisa-sisa uang yang dibuang sia-sia, sebab Desti mengatakan jika pagi ini, tepat pukul 8 Yahya meminta Imaginary agency untuk datang ke Jilo corp. atas permintaan Ganesha demi memberikan informasi untuk Kemang regency yang akan menjadi pekerjaan mereka kali ini.

Jika bukan karena keuntungan yang akan di dapat dan peluang besar terjualnya unit-unit apartemen serta rumah, Anyelir ingin sekali membatalkan kontrak, ditambah....si diktator itu rupanya membubuhkan denda jika sampai Imaginary agency membatalkan perjanjian.

Salahnya, yang tak membaca poin-poin perjanjian terlebih dahulu dan buru-buru menandatangani kontrak karena cukup nervous berhadapan dengan macan.

Anye berlari bolak-balik demi bersiap, mulai dari bergegas mandi, bersolek, mengambil sepatu dan mengunyah umbi-umbian hasil kukusan ibu. Sampai-sampai ia membekalnya di tas kain.

Anye meminta Desti untuk berangkat memakai motor saja agar meng-efisienkan waktu.

Baru ia rasakan sekarang menjadi partner bisnis seorang Ganesha Putra Alvian, rasanya itu---sungguh memuakan, persis dikejar siluman kuda karena harus berpacu dengan waktu dan kesempurnaan.

Kemeja slim fit putih yang ia masukan ke dalam celana bahan, dan Anye hanya mencepol rambutnya tinggi setinggi Monas untuk jaga-jaga jikalau kepalanya akan mulai pusing menghadapi mantan.

"Bu," Desti yang juga sepertinya diburu waktu itu nampak masih pucat, "minum dulu Des. Harap maklum ya, klien kita yang ini mesti sedikit disembah kaya patung berhala."

Desti hampir meledakan tawanya jika ia tidak sedang panik karena waktu. Keduanya sedang ada di lift sekarang, bersiap naik ke lantai 15 salah satu gedung pencakar langit lainnya di Jakarta ini, salah satu penyumbang pemanasan dunia.

Dan untuk itu, Anye memilih melihat pantulan diri di depan lift, memastikan jika penampilannya akan mampu menambah kekuatan berbicara dengan partner bisnisnya itu.

"Jadi penasaran, ibu beruntung banget ngga gila setahun hidup bareng, sekamar pula." Desti tertawa namun segera ia sudahi dan meminta maaf pada Anye.

Namun, Anye justru menyetujui ucapan Desti, "asli. Saya juga baru tau kalo diluar urusan ranjang, abang seiblis ini."

Kini Desti sudah benar-benar tertawa, "lah, kalo di ranjang malaikat gitu Bu?"

"Bukan, sejenis predator....rawrrr." Jawab Anye sekenanya, kembali Desti tertawa membayangkan bagaimana sadisnya Ganesha yang terlihat dingin dan kejam itu, "kemarin saya menyayangkan ibu cerai, tapi sekarang saya cuma bilang Alhamdulillah, untung ibu bisa keluar dari dunia anomali begitu ya iblis ya predator...."

Keduanya tertawa tergelak sampai-sampai Desti hampir merosot ke bawah, ngomongin keburukan orang memang enak dan seseru itu terlebih di dalam lift itu hanya ada keduanya saja. Namun lift mereka tiba-tiba berhenti sejenak di lantai 10, percayalah, keduanya langsung memaksa tawa itu untuk berhenti, sebab....

Manusia yang tengah dibicarakan berdiri tepat di lift yang pintunya terbuka bersama Yahya. Lihatlah disana, tak ada warna lain selain dari hitam, putih, biru navy atau abu. Hidupnya itu ngga pernah cheerfull kah?

Lain hal dengan Yahya yang langsung memasang wajah ramah, pria itu benar-benar tak ramah untuk anak dan wanita.

"Pagi Bu Anye, Des..." sapa Yahya. Wangi maskulin dari kedua ini menyeruak beradu dengan wangi segar melembutkan dari Anye dan Desti. Desti bergeser mepet ke pojokan belakang lift, mengeratkan pegangannya di iPad. Sementara Anye, ia tak bergerak sedikitpun, memberikan gestur bahwa ia tak akan goyah dan tak akan menyerahkan tempatnya barang seinci saja.

Yahya duluan masuk yang otomatis berada di samping Desti, sementara Ganesha, ia berdiri menjulang di samping Anye.

Pintu lift tertutup, ting! Denting kecil nan sopannya justru seperti sebuah seruan kiamat sudah dekat untuk Anye kali ini. Sebab aura dingin dan canggung mulai terasa mengular dan menjalari ujung jari tangan hingga ke kaki. Bersebelahan begini, vibesnya seperti mereka yang sedang duduk bersama di meja bersebrangan dengan penghulu, remember that? Keduanya sama-sama diam menatap samar pantulan dari dinding dan pintu lift.

Ketika lift mulai bergerak, Anye sedikit terhuyung tak bisa mempertahankan posisinya sebab gerakan lift, "Bu."

Refleksnya begitu baik, Ganesha menahan badan Anye yang oleng dan tak sengaja menjadikan lengan Ganesha pegangan.

"Sorry, sorry, bang..." Ucapnya.

"Kamu oke? Belum sarapan apa gimana?" Ganesha melirik tertarik.

"Udah...udah." Angguk Anye, wajah yang terbingkai oleh helaian rambut manis itu tak bisa menyembunyikan rasa nervousnya sekarang, kemudian melepas tangannya dari kemeja Ganesha.

5 lantai yang dilalui dengan nafas sesak. Keempatnya berjalan menembus koridor ruangan lantai 15, beberapa orang terlihat berlalu lalang dan sempat bertegur sapa dengan pada Ganesha dan Yahya.

Ketika di ujung belokan, tak sengaja mereka berpapasan dengan Sadewa.

"Weheeyyy! Jalan bareng? Apa kabar Nye?" wajahnya itu, memang riang dan Sadewa tak pernah bisa dipisahkan. Terlebih, seorang lelaki gemoy mengejar langkahnya, "pak Dewooo!"

"Ehhhh mbak Anyeeee! Apa kabar si cantik om Miki yang lainnya setelah Bu Zahra!" Bahkan dalam gerakan singkat, tangan besar Miki begitu mudah meraih Anye ke dalam pelukannya, cipika-cipiki, "ah mbak Anye...meni kerempeng gini, terlalu cape atau diet?" namun sorot matanya itu seolah getir menatap Anye, seperti----semenyakitkan itu ya cerai mbak? Move on yuk move on! Miki temenin.

"Baik bang Dewa, baik om Miki...iya lagi mengurangi lemak jahat." Tatapnya mendelik pada Ganesha. Miki tertawa tergelak membuat Dewa menggeplak keningnya, "berisik Lo. Ketawa tuh bismillah dulu."

Yahya tertawa melihat kelakuan atasannya itu.

Melihat wajah Ganesha yang diam saja Dewa sadar jika adik kembarnya itu sedang memiliki urusan dengan Anye, "ya udah, mau reunian kan---eh maksud gue rapat."

*Gaplok*! Tangan Miki menepuk punggung atasannya itu, memang tak ada asisten yang berani pada Presdir selain dari Miki, " si bapak mah, ah!"

Ganesha menghela nafasnya, "gue duluan bang, om Mik..."

Hingga akhirnya Anye menyusul langkah Ganesha dan Yahya bersama Desti, "mari bang, om Mik." pamitnya.

"Nesh, ruang rapat udah kedap suara kok...kalo udah selesai Yahya sama Desti suruh keluar aja duluan!" goda Dewa masih terdengar Anye dan Ganesha.

Anye dengan wajah memerahnya, sementara Ganesha, ia tak bergeming hanya menggeleng saja tak menganggap candaan Dewa, "maaf, omongan bang Dewa ngga usah dimasukin hati. Kamu tau dia orangnya kaya gimana." Lirih Ganesha menoleh sejenak membuat Anyelir justru menggeleng canggung, "oh ngga apa-apa, tau kok. Tenang aja, lagian antara aku sama Abang itu murni hanya menyisakan urusan pekerjaan, profesionalitas." Jawab Anye.

Ruangan rapat dibuka, aroma harum dari pengharum ruangan menguar membuai segar, terlalu luas untuk kapasitas mereka yang 4 orang sebenarnya. Namun, Ganesha memang sekonsisten itu, tidak pernah membawa sembarang orang ke dalam ruangan kantornya terlebih urusan pekerjaan dan orang luar.

Jadi, hanya beberapa saja yang pernah masuk ke dalam ruangannya, termasuk Yahya, ayah dan ibunya, Dewa dan ob khusus, serta dirinya yang pernah masuk beberapa kali.

Yahya mengatur suhu AC, lalu layar di depan mereka saat Anye, Desti dan Ganesha mulai duduk di kursi, menaruh iPad, dan tas di meja panjang.

Yahya mulai menjelaskan Kemang regency yang kini sudah terpampang di layar, perumahan elite dengan sejuta pesona dan fasilitas unggulan. Termasuk bahan material pembangunan dan model bangunan.

.

.

.

1
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
tapi apa bisa masuk ke villa nya😂
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
jadi Ibas cuma ngincer hartanya Anye doang.... kerja Ibas, kerja... jangan mokondo
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
merebut???
pera klien nya emang yg tertarik dg gaya marketing imaginary... bukan nya mengubah strategi malah njegal perusahaan lain
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
ibass cuma cover nya doang yg baik... otaknya kriminal
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤѵїёяяа
siapa pula Brotoseno, baru dimunculin kayaknya ya nama ini🤭
bubble
makasih Teh Sin,, udh up bnyk2 🙏
sehat2 trus yaa Teh
bubble
itu krn supir nya aj yg mau di ajak kerjasama Nesh... klo ga mah,, ga scpt itu jg km ktmu Anye
Nurs_tars
selamat berjuang 💪tp jgn tunggu lama2 kata Valen, nanti diambil orang, ganbate
Nurs_tars
anak buah jilo emang the best, g kaleng2, Anye ditemukan, duh bakal ngapain y pak duda
bubble
ibarat nya si Ibas ini anak bru kmrn,, blm bnyk mkn asem garem... ga ngeliat lg lawan nya siapa,, duuuuh Ibas kasian emak lu noh malu dia psti sm bu Ayu
bubble
bisa2 nya si Ibas bgtu
bubble
ibaasss... ibaaasss... klo bu ayu tau,, bersyukur bngt dia Anye ga jd sm km
Nurs_tars
g jaman y cinta ditolak dukun bertindak, sekarang jamanx cinta ditolak lambe turah bertindak, cari mati ibas
Nurs_tars
d rmh jihad ad benteng takeshi🤣
Nurs_tars
🤣🤣🤣 suruh peluk batu nisan trus nyanyi, di bawah batu nisan ini telah kau sandarkan kasih sayang.....wes lah terusin sendiri
bubble
patung gajah ga nyampe k sni Wa pikiran nya 😁😁😁
bubble
sekalian suruh pulang k makam gtu Miii
Nurs_tars
wes emakx gajah ngamuk🤣
bubble
Ganesha pov aku aj bru tau klo Anye hamil miii jd aku bukan pengecut miii 🤭🤭
Nurs_tars
selama ad Daddy ji, aman
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!