NovelToon NovelToon
Sweet After Divorce

Sweet After Divorce

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:598.3k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Mereka pikir, bercerai adalah pilihan terbaik untuk mengakhiri pernikahan yang terasa jauh dan hambar tanpa rasa. Namun siapa menyangka, Jika setelah pahit perceraian justru terbitlah madunya pernikahan... rasa rindu yang berkepanjangan, kehilangan, rasa saling membutuhkan, dan manisnya cinta?

Sweet after divorce...manis setelah berpisah.

"Setelah berpisah, kamu jadi terlihat menawan dimataku."

"Setelah berpisah, kamu jadi manis terhadapku."

"Mau rujuk?"
.
.
.

Dear pembaca, bijaklah memilih bacaan. Jika hanya ingin mampir dan tidak berniat membaca sampai akhir, maka jangan berani membuka ya 🤗 kecuali kalau sudah tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Meeting

Anyelir terpaksa melepas maskernya padahal belum ada 30 menit, sisa-sisa uang yang dibuang sia-sia, sebab Desti mengatakan jika pagi ini, tepat pukul 8 Yahya meminta Imaginary agency untuk datang ke Jilo corp. atas permintaan Ganesha demi memberikan informasi untuk Kemang regency yang akan menjadi pekerjaan mereka kali ini.

Jika bukan karena keuntungan yang akan di dapat dan peluang besar terjualnya unit-unit apartemen serta rumah, Anyelir ingin sekali membatalkan kontrak, ditambah....si diktator itu rupanya membubuhkan denda jika sampai Imaginary agency membatalkan perjanjian.

Salahnya, yang tak membaca poin-poin perjanjian terlebih dahulu dan buru-buru menandatangani kontrak karena cukup nervous berhadapan dengan macan.

Anye berlari bolak-balik demi bersiap, mulai dari bergegas mandi, bersolek, mengambil sepatu dan mengunyah umbi-umbian hasil kukusan ibu. Sampai-sampai ia membekalnya di tas kain.

Anye meminta Desti untuk berangkat memakai motor saja agar meng-efisienkan waktu.

Baru ia rasakan sekarang menjadi partner bisnis seorang Ganesha Putra Alvian, rasanya itu---sungguh memuakan, persis dikejar siluman kuda karena harus berpacu dengan waktu dan kesempurnaan.

Kemeja slim fit putih yang ia masukan ke dalam celana bahan, dan Anye hanya mencepol rambutnya tinggi setinggi Monas untuk jaga-jaga jikalau kepalanya akan mulai pusing menghadapi mantan.

"Bu," Desti yang juga sepertinya diburu waktu itu nampak masih pucat, "minum dulu Des. Harap maklum ya, klien kita yang ini mesti sedikit disembah kaya patung berhala."

Desti hampir meledakan tawanya jika ia tidak sedang panik karena waktu. Keduanya sedang ada di lift sekarang, bersiap naik ke lantai 15 salah satu gedung pencakar langit lainnya di Jakarta ini, salah satu penyumbang pemanasan dunia.

Dan untuk itu, Anye memilih melihat pantulan diri di depan lift, memastikan jika penampilannya akan mampu menambah kekuatan berbicara dengan partner bisnisnya itu.

"Jadi penasaran, ibu beruntung banget ngga gila setahun hidup bareng, sekamar pula." Desti tertawa namun segera ia sudahi dan meminta maaf pada Anye.

Namun, Anye justru menyetujui ucapan Desti, "asli. Saya juga baru tau kalo diluar urusan ranjang, abang seiblis ini."

Kini Desti sudah benar-benar tertawa, "lah, kalo di ranjang malaikat gitu Bu?"

"Bukan, sejenis predator....rawrrr." Jawab Anye sekenanya, kembali Desti tertawa membayangkan bagaimana sadisnya Ganesha yang terlihat dingin dan kejam itu, "kemarin saya menyayangkan ibu cerai, tapi sekarang saya cuma bilang Alhamdulillah, untung ibu bisa keluar dari dunia anomali begitu ya iblis ya predator...."

Keduanya tertawa tergelak sampai-sampai Desti hampir merosot ke bawah, ngomongin keburukan orang memang enak dan seseru itu terlebih di dalam lift itu hanya ada keduanya saja. Namun lift mereka tiba-tiba berhenti sejenak di lantai 10, percayalah, keduanya langsung memaksa tawa itu untuk berhenti, sebab....

Manusia yang tengah dibicarakan berdiri tepat di lift yang pintunya terbuka bersama Yahya. Lihatlah disana, tak ada warna lain selain dari hitam, putih, biru navy atau abu. Hidupnya itu ngga pernah cheerfull kah?

Lain hal dengan Yahya yang langsung memasang wajah ramah, pria itu benar-benar tak ramah untuk anak dan wanita.

"Pagi Bu Anye, Des..." sapa Yahya. Wangi maskulin dari kedua ini menyeruak beradu dengan wangi segar melembutkan dari Anye dan Desti. Desti bergeser mepet ke pojokan belakang lift, mengeratkan pegangannya di iPad. Sementara Anye, ia tak bergerak sedikitpun, memberikan gestur bahwa ia tak akan goyah dan tak akan menyerahkan tempatnya barang seinci saja.

Yahya duluan masuk yang otomatis berada di samping Desti, sementara Ganesha, ia berdiri menjulang di samping Anye.

Pintu lift tertutup, ting! Denting kecil nan sopannya justru seperti sebuah seruan kiamat sudah dekat untuk Anye kali ini. Sebab aura dingin dan canggung mulai terasa mengular dan menjalari ujung jari tangan hingga ke kaki. Bersebelahan begini, vibesnya seperti mereka yang sedang duduk bersama di meja bersebrangan dengan penghulu, remember that? Keduanya sama-sama diam menatap samar pantulan dari dinding dan pintu lift.

Ketika lift mulai bergerak, Anye sedikit terhuyung tak bisa mempertahankan posisinya sebab gerakan lift, "Bu."

Refleksnya begitu baik, Ganesha menahan badan Anye yang oleng dan tak sengaja menjadikan lengan Ganesha pegangan.

"Sorry, sorry, bang..." Ucapnya.

"Kamu oke? Belum sarapan apa gimana?" Ganesha melirik tertarik.

"Udah...udah." Angguk Anye, wajah yang terbingkai oleh helaian rambut manis itu tak bisa menyembunyikan rasa nervousnya sekarang, kemudian melepas tangannya dari kemeja Ganesha.

5 lantai yang dilalui dengan nafas sesak. Keempatnya berjalan menembus koridor ruangan lantai 15, beberapa orang terlihat berlalu lalang dan sempat bertegur sapa dengan pada Ganesha dan Yahya.

Ketika di ujung belokan, tak sengaja mereka berpapasan dengan Sadewa.

"Weheeyyy! Jalan bareng? Apa kabar Nye?" wajahnya itu, memang riang dan Sadewa tak pernah bisa dipisahkan. Terlebih, seorang lelaki gemoy mengejar langkahnya, "pak Dewooo!"

"Ehhhh mbak Anyeeee! Apa kabar si cantik om Miki yang lainnya setelah Bu Zahra!" Bahkan dalam gerakan singkat, tangan besar Miki begitu mudah meraih Anye ke dalam pelukannya, cipika-cipiki, "ah mbak Anye...meni kerempeng gini, terlalu cape atau diet?" namun sorot matanya itu seolah getir menatap Anye, seperti----semenyakitkan itu ya cerai mbak? Move on yuk move on! Miki temenin.

"Baik bang Dewa, baik om Miki...iya lagi mengurangi lemak jahat." Tatapnya mendelik pada Ganesha. Miki tertawa tergelak membuat Dewa menggeplak keningnya, "berisik Lo. Ketawa tuh bismillah dulu."

Yahya tertawa melihat kelakuan atasannya itu.

Melihat wajah Ganesha yang diam saja Dewa sadar jika adik kembarnya itu sedang memiliki urusan dengan Anye, "ya udah, mau reunian kan---eh maksud gue rapat."

*Gaplok*! Tangan Miki menepuk punggung atasannya itu, memang tak ada asisten yang berani pada Presdir selain dari Miki, " si bapak mah, ah!"

Ganesha menghela nafasnya, "gue duluan bang, om Mik..."

Hingga akhirnya Anye menyusul langkah Ganesha dan Yahya bersama Desti, "mari bang, om Mik." pamitnya.

"Nesh, ruang rapat udah kedap suara kok...kalo udah selesai Yahya sama Desti suruh keluar aja duluan!" goda Dewa masih terdengar Anye dan Ganesha.

Anye dengan wajah memerahnya, sementara Ganesha, ia tak bergeming hanya menggeleng saja tak menganggap candaan Dewa, "maaf, omongan bang Dewa ngga usah dimasukin hati. Kamu tau dia orangnya kaya gimana." Lirih Ganesha menoleh sejenak membuat Anyelir justru menggeleng canggung, "oh ngga apa-apa, tau kok. Tenang aja, lagian antara aku sama Abang itu murni hanya menyisakan urusan pekerjaan, profesionalitas." Jawab Anye.

Ruangan rapat dibuka, aroma harum dari pengharum ruangan menguar membuai segar, terlalu luas untuk kapasitas mereka yang 4 orang sebenarnya. Namun, Ganesha memang sekonsisten itu, tidak pernah membawa sembarang orang ke dalam ruangan kantornya terlebih urusan pekerjaan dan orang luar.

Jadi, hanya beberapa saja yang pernah masuk ke dalam ruangannya, termasuk Yahya, ayah dan ibunya, Dewa dan ob khusus, serta dirinya yang pernah masuk beberapa kali.

Yahya mengatur suhu AC, lalu layar di depan mereka saat Anye, Desti dan Ganesha mulai duduk di kursi, menaruh iPad, dan tas di meja panjang.

Yahya mulai menjelaskan Kemang regency yang kini sudah terpampang di layar, perumahan elite dengan sejuta pesona dan fasilitas unggulan. Termasuk bahan material pembangunan dan model bangunan.

.

.

.

1
Karsem Karsem
sangat bagus👍👍👍
Anonymous
Ya Tuhan
Ada" aja cara menghindar sembunyi di kolong meja
Anonymous
Nes dan Nye kayaknya lomba
Nur Koni
kok ganesh jd childish gitu sih
Nur Koni
ini tuh dunia terbalik.... lg kecil sadewa yg usil plus bikin momy puyeng ganeah yg penurut gedenya keblik dewa yg jinak dan bucin akut ma pasangan jd ganesh yg gamon dan tabtruman
Anonymous
Kaaan ....udsh ada jalan tuuh
Bersatu .....masih cinta kaan
Anonymous
Balikan aja dah kan masih sama"cinta
Hanya ego saja yang tinggi
Anonymous
Emang sefrequensi mereka
🌸🌸mommy anak2..😉😉
kangen teh..
Anonymous
Semoga Nye 🤭
mariama ama
cerita nya bener bener keren pokoknya i Lop yu pul Kaka othor 😍😍😍😍😍😍😍😍
Anonymous
Bingung aku ngrasakan mereka
saling gak mau jujur
gak mau saling terbuka dgn perasaa masing"
masih cinta dia
Anonymous
Ternyata Ganes se arogan itu
sombongnya mrlampaui langit
dan tidak punya hati
aku tidak suka cara dia mrlukai Nye
Anonymous
Iklas Nye jangan teroengaruh
biar saja Ganes membawa siapa
hempaskan Ganes Mye
Dia telah bermain "dgn hatimu
Lupakan dia Nye
buat bahagia ditimu sendiri
saiLor_moon
afika tu cucunya Shania bukan ya?
🌸🌸mommy anak2..😉😉
betenya rasa kngn kitu teu aya notif ti tth euy..lila keneh teu teh..🤭🤭🙏🙏
Putri Kedua
Terimakasih teh sin, josss bgt lah semua cerita yg teteh bikin. Btw kepo kehidupan Lendra anak Mila Cara hehehhe
Anonymous
Padahal cinta tapi ambil jalan cerai 🤭
Anonymous
Kak Sint terimakasih masih mau menghibur kami melalui novelmu 🙏
olyv
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!