NovelToon NovelToon
Mencuri Benih Mafia Mandul

Mencuri Benih Mafia Mandul

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Mafia / Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:847.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Ava Seraphina Frederick (20) memiliki segalanya kekayaan, kekuasaan, dan nama besar keluarga mafia. Namun bagi Ava, semua itu hanyalah jeruji emas yang membuatnya hampa.

Hidupnya runtuh ketika dokter memvonis usianya tinggal dua tahun. Dalam putus asa, Ava membuat keputusan nekat, ia harus punya anak sebelum mati.

Satu malam di bawah pengaruh alkohol mengubah segalanya. Ava tidur dengan Edgar, yang tanpa Ava tahu adalah suami sepupunya sendiri.

Saat mengetahui ia hamil kembar, Ava memilih pergi. Ia meninggalkan keluarganya, kehidupannya dan juga ayah dari bayinya.

Tujuh tahun berlalu, Ava hidup tenang bersama dengan kedua anaknya. Dan vonis dokter ternyata salah.

“Mama, di mana Papa?” tanya Lily.

“Papa sudah meninggal!” sahut Luca.

​Ketika takdir membawanya bertemu kembali dengan Edgar dan menuntut kembali benihnya, apakah Ava akan jujur atau memilih kabur lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Saat melangkah ke ruang makan, Ava melihat kedua anaknya. Luca dan Lily, dua sumber kekuatan sekaligus kelemahannya, duduk bersebelahan, kepala mereka hampir bersentuhan, sibuk berbisik dengan intensitas yang mencurigakan.

“...dan kau ingat ya, kita harus naik bus nomor tiga, bukan empat. Gedungnya yang paling tinggi,” bisik Lily, jarinya menunjuk-nunjuk foto Edgar yang ia letakkan diatas meja.

“Iya, iya, Lily,” jawab Luca, mencoba menjauh sedikit karena takut ketahuan. “Tapi kalau mama marah, kau yang tanggung jawab.”

“Tenang saja, ada Lily!” ucap Lily dengan bangga sambil menepuk lengannya sendiri.

“Kalian sedang membicarakan apa?” Suara Ava yang tenang dan tiba-tiba membuat si kembar tersentak.

Lily dengan sigap menarik tangannya sembari menyembunyikan foto Edgar di bawah mangkuk sereal. Wajahnya yang chubby langsung memucat, tetapi otaknya bekerja secepat kilat.

“Oh, itu, Ma!” seru Lily, tersenyum lebar hingga matanya menyipit. “Kami sedang membahas kucing! Iya, kucing tetangga sebelah! Tadi pagi dia kencing di sepatu Luca! Kami sedang menyusun strategi bagaimana cara membalas dendam pada kucing itu!”

Luca menatap Lily dengan pandangan kosong, mencoba mengikuti alur kebohongan kakaknya yang ajaib.

Kucing? Luca bahkan tidak punya sepatu yang bisa dikencingi.

Ava menyipitkan mata. Ia adalah seorang ahli dalam membaca bahasa tubuh, kebohongan, dan motif tersembunyi.

Gerakan Lily yang panik, dan alasan konyol tentang balas dendam pada kucing itu tidak masuk akal.

Ava berjalan mendekat ke meja, pura-pura membereskan sisa sereal. Lily langsung menyandarkan tubuhnya ke meja.

“Strategi macam apa yang kalian susun sampai harus berbisik serius begitu?” tanya Ava, kini berdiri tepat di samping Lily. Ia menunduk, seolah sedang mencari remah-remah.

“Strategi senyap, Mama!” jawab Lily, mencoba mempertahankan kegirangan palsu. “Kami akan meletakkan cabai di makanan kucing itu! Tapi Luca bilang itu terlalu kejam. Kami sedang bernegosiasi batas moral pembalasan dendam.”

Ava hampir tertawa melihat betapa seriusnya Lily mengarang cerita. Tapi instingnya tetap bekerja. Ada sesuatu di balik mangkuk itu.

“Baiklah,” kata Ava, menegakkan tubuhnya. “Kalau begitu, strategimu gagal. Mama akan membuang sereal ini.”

Ava meraih mangkuk sereal Lily.

Lily berteriak kecil, panik.

“JANGAN, MAMA! Itu mangkuk keberuntungan Lily! Mama tidak boleh menyentuhnya!”

Lily segera menarik mangkuk itu kembali, tangannya yang kecil gemetar.

Ava menatap mata Lily lurus-lurus. Ia tidak marah, hanya kecewa karena putrinya tidak pernah berbohong seburuk ini.

Ava tahu, jika Lily berbohong, pasti ada sesuatu yang sangat besar dan rahasia yang ia sembunyikan. Dan rahasia itu kemungkinan besar berhubungan dengan percakapan mereka kemarin soal papanya.

Ava tidak ingin menekan mereka lebih jauh. Ia takut jika ia menekan, rencana gila si kembar justru akan semakin liar.

“Baiklah, Nona Seraphina,” ujar Ava dengan nada dingin, menggunakan nama lengkap Lily untuk memberinya peringatan. “Mama tidak akan menyentuh mangkuk keberuntunganmu. Tapi dengarkan Mama baik-baik.”

Ava kembali menatap keduanya dengan tatapan tajam yang sama digunakannya saat menginterogasi bawahan di masa lalu.

“Hari ini Mama akan menemui Om Kenzo. Mama mungkin akan pulang terlambat. Jika Mama belum datang, kalian tidak boleh pulang dulu. Kalian tunggu di ruang tunggu sekolah sampai Mama menjemput. Jangan pergi ke mana-mana. Mengerti?”

Lily dan Luca saling pandang. Rencana mereka untuk mencari Edgar Anderson segera sepulang sekolah terancam gagal.

“Tapi kenapa tidak boleh pulang dulu, Ma?” tanya Luca, mencoba memancing informasi.

“Karena dunia luar itu berbahaya, Sayang. Mama tidak mau kalian kenapa-kenapa. Kalian adalah satu-satunya yang Mama miliki,” jawab Ava, nadanya kembali melembut, dipenuhi kelelahan yang nyata.

Lily mengangguk cepat. “Baik, Ma! Kami mengerti! Kami akan menunggu Mama sampai Mama selesai dengan Om Kenzo!”

Tentu saja kami janji tidak akan pulang. Kami akan pergi ke gedung paling tinggi di kota, pikir Lily nakal.

Luca juga mengangguk, lega karena mereka berhasil lolos dari interogasi.

Ava memeluk keduanya dengan erat. “Anak-anak pintar Mama. Sekarang, ayo kita berangkat.”

Saat Ava mengantar mereka ke sekolah, ia masih merasa tidak tenang. Ada firasat buruk yang merayap di benaknya. Ia tidak tahu, bahwa janji untuk menunggu di sekolah hanyalah taktik Lily untuk memenangkan kebebasan beberapa jam.

Dan firasat buruk itu akan segera menjadi kenyataan, berkat foto seorang miliuner yang kini terlipat rapi di saku rok seragam Lily.

“Semoga saja Lily dan Luca tidak macam-macam dan mendengarkan aku,” gumam Ava dalam hati.

1
Yenti Sasmira
👍👍👍👍👍
Pa Muhsid
wkwkwk ngakak Edward jaga pintu beneran nih, yang dibalik pintu ga ikut dijaga pasalnya kabur ke balkon 😱🥱🥱
Pa Muhsid
sepertinya Jeremy si penghianat ya bapak nya cleo
Dinda
emang Ava terluka karena apa, karena hamil anak Edgar, atau karena ditidurin sama Edgar. lah kan dia sendiri di awal pengen benih berkualitas, nyari di klub sambil mabuk, yg nga ngenalin orangnya siapa coba 🤭🤭
Rumi Yati
Terima kasih thor
Sulis Tiyeas
yang namanya jeremy ini bodoh sekali. nggak pantas jd asisten
Meriam Tehupelasury
🥰
Asihfitr
Edward kok gini haduh bikin kesel
Asihfitr
manipulatif pantas dimusnahkan
Asihfitr
Alana sangat mengecewakan paling gara2 dulu sempet dipisahin sama Daniel kan pas hamil
Asihfitr
Ivy kpn dpt hukuman setimpal udh jahat bgt harusnya dari awal yg nikah ma Edgar Ava
Asihfitr
terlalu lemah Edgar diancam si licik Ivy gak bisa lawan mafia BKN si pake trik dong
Asihfitr
ini yg kutakutkan Anak Alana jadi cwek licik, manipulatif, obsesi gak suka fiks gak tahu terimakasih lho pdhl ortu AVA jg ikut ngerawat dari bayi
Dewi Yanti
aku suka istrinya diego🫰
Dewi Yanti
edgar hrs ganti asisten,punya asisten lemah dan bodoh ky jeremi malah bikin masalah
Dewi Yanti
itu si asisten nya sebenarnya bawahan siapa sih, si ivy ato edward. ko malah ky berpihak ke si ivy aneh
luthfie_18
ea ea ea😍😍😍
luthfie_18
👍👍👍ok bgt kk othornya
luthfie_18
mantap cerita kmu kk , kau baru nemu yg satsetsatset ga menye menye 🤣🤣🤣👍💪
Senja: Gegara oembaca gak suka yg menye2😭 jd terpaksa sat sett
total 1 replies
luthfie_18
kocak 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!