NovelToon NovelToon
Mencuri Benih Mafia Mandul

Mencuri Benih Mafia Mandul

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:251.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Ava Seraphina Frederick (20) memiliki segalanya kekayaan, kekuasaan, dan nama besar keluarga mafia. Namun bagi Ava, semua itu hanyalah jeruji emas yang membuatnya hampa.

Hidupnya runtuh ketika dokter memvonis usianya tinggal dua tahun. Dalam putus asa, Ava membuat keputusan nekat, ia harus punya anak sebelum mati.

Satu malam di bawah pengaruh alkohol mengubah segalanya. Ava tidur dengan Edgar, yang tanpa Ava tahu adalah suami sepupunya sendiri.

Saat mengetahui ia hamil kembar, Ava memilih pergi. Ia meninggalkan keluarganya, kehidupannya dan juga ayah dari bayinya.

Tujuh tahun berlalu, Ava hidup tenang bersama dengan kedua anaknya. Dan vonis dokter ternyata salah.

“Mama, di mana Papa?” tanya Lily.

“Papa sudah meninggal!” sahut Luca.

​Ketika takdir membawanya bertemu kembali dengan Edgar dan menuntut kembali benihnya, apakah Ava akan jujur atau memilih kabur lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Saat melangkah ke ruang makan, Ava melihat kedua anaknya. Luca dan Lily, dua sumber kekuatan sekaligus kelemahannya, duduk bersebelahan, kepala mereka hampir bersentuhan, sibuk berbisik dengan intensitas yang mencurigakan.

“...dan kau ingat ya, kita harus naik bus nomor tiga, bukan empat. Gedungnya yang paling tinggi,” bisik Lily, jarinya menunjuk-nunjuk foto Edgar yang ia letakkan diatas meja.

“Iya, iya, Lily,” jawab Luca, mencoba menjauh sedikit karena takut ketahuan. “Tapi kalau mama marah, kau yang tanggung jawab.”

“Tenang saja, ada Lily!” ucap Lily dengan bangga sambil menepuk lengannya sendiri.

“Kalian sedang membicarakan apa?” Suara Ava yang tenang dan tiba-tiba membuat si kembar tersentak.

Lily dengan sigap menarik tangannya sembari menyembunyikan foto Edgar di bawah mangkuk sereal. Wajahnya yang chubby langsung memucat, tetapi otaknya bekerja secepat kilat.

“Oh, itu, Ma!” seru Lily, tersenyum lebar hingga matanya menyipit. “Kami sedang membahas kucing! Iya, kucing tetangga sebelah! Tadi pagi dia kencing di sepatu Luca! Kami sedang menyusun strategi bagaimana cara membalas dendam pada kucing itu!”

Luca menatap Lily dengan pandangan kosong, mencoba mengikuti alur kebohongan kakaknya yang ajaib.

Kucing? Luca bahkan tidak punya sepatu yang bisa dikencingi.

Ava menyipitkan mata. Ia adalah seorang ahli dalam membaca bahasa tubuh, kebohongan, dan motif tersembunyi.

Gerakan Lily yang panik, dan alasan konyol tentang balas dendam pada kucing itu tidak masuk akal.

Ava berjalan mendekat ke meja, pura-pura membereskan sisa sereal. Lily langsung menyandarkan tubuhnya ke meja.

“Strategi macam apa yang kalian susun sampai harus berbisik serius begitu?” tanya Ava, kini berdiri tepat di samping Lily. Ia menunduk, seolah sedang mencari remah-remah.

“Strategi senyap, Mama!” jawab Lily, mencoba mempertahankan kegirangan palsu. “Kami akan meletakkan cabai di makanan kucing itu! Tapi Luca bilang itu terlalu kejam. Kami sedang bernegosiasi batas moral pembalasan dendam.”

Ava hampir tertawa melihat betapa seriusnya Lily mengarang cerita. Tapi instingnya tetap bekerja. Ada sesuatu di balik mangkuk itu.

“Baiklah,” kata Ava, menegakkan tubuhnya. “Kalau begitu, strategimu gagal. Mama akan membuang sereal ini.”

Ava meraih mangkuk sereal Lily.

Lily berteriak kecil, panik.

“JANGAN, MAMA! Itu mangkuk keberuntungan Lily! Mama tidak boleh menyentuhnya!”

Lily segera menarik mangkuk itu kembali, tangannya yang kecil gemetar.

Ava menatap mata Lily lurus-lurus. Ia tidak marah, hanya kecewa karena putrinya tidak pernah berbohong seburuk ini.

Ava tahu, jika Lily berbohong, pasti ada sesuatu yang sangat besar dan rahasia yang ia sembunyikan. Dan rahasia itu kemungkinan besar berhubungan dengan percakapan mereka kemarin soal papanya.

Ava tidak ingin menekan mereka lebih jauh. Ia takut jika ia menekan, rencana gila si kembar justru akan semakin liar.

“Baiklah, Nona Seraphina,” ujar Ava dengan nada dingin, menggunakan nama lengkap Lily untuk memberinya peringatan. “Mama tidak akan menyentuh mangkuk keberuntunganmu. Tapi dengarkan Mama baik-baik.”

Ava kembali menatap keduanya dengan tatapan tajam yang sama digunakannya saat menginterogasi bawahan di masa lalu.

“Hari ini Mama akan menemui Om Kenzo. Mama mungkin akan pulang terlambat. Jika Mama belum datang, kalian tidak boleh pulang dulu. Kalian tunggu di ruang tunggu sekolah sampai Mama menjemput. Jangan pergi ke mana-mana. Mengerti?”

Lily dan Luca saling pandang. Rencana mereka untuk mencari Edgar Anderson segera sepulang sekolah terancam gagal.

“Tapi kenapa tidak boleh pulang dulu, Ma?” tanya Luca, mencoba memancing informasi.

“Karena dunia luar itu berbahaya, Sayang. Mama tidak mau kalian kenapa-kenapa. Kalian adalah satu-satunya yang Mama miliki,” jawab Ava, nadanya kembali melembut, dipenuhi kelelahan yang nyata.

Lily mengangguk cepat. “Baik, Ma! Kami mengerti! Kami akan menunggu Mama sampai Mama selesai dengan Om Kenzo!”

Tentu saja kami janji tidak akan pulang. Kami akan pergi ke gedung paling tinggi di kota, pikir Lily nakal.

Luca juga mengangguk, lega karena mereka berhasil lolos dari interogasi.

Ava memeluk keduanya dengan erat. “Anak-anak pintar Mama. Sekarang, ayo kita berangkat.”

Saat Ava mengantar mereka ke sekolah, ia masih merasa tidak tenang. Ada firasat buruk yang merayap di benaknya. Ia tidak tahu, bahwa janji untuk menunggu di sekolah hanyalah taktik Lily untuk memenangkan kebebasan beberapa jam.

Dan firasat buruk itu akan segera menjadi kenyataan, berkat foto seorang miliuner yang kini terlipat rapi di saku rok seragam Lily.

“Semoga saja Lily dan Luca tidak macam-macam dan mendengarkan aku,” gumam Ava dalam hati.

1
Ari Sawitri
iyalah betul menyakitkan. apalagi itu dilakukan orang yg sdh membusuk di bunker dan terbukti licik. dan dg perantara anak kecil lagi. bodoh emang si ava ga percaya dg suaminya 🤨🤨
Ari Sawitri
calon monster nih klu ga di bina dr awal .. bs jd bom waktu buat Edgar dan ava 🤔
Linda Liddia
Makanya jgn asbun cari dulu kebenarannya gimana rasanya di cuekin enak kan sok iyes sih jadi org
Ari Sawitri
emang tolol kok asisten Edgar ini. dulu berita penting begitu tdk disampaikan ke Edgar skrg berbuat tolol lagi 😒😒 kyk gt kok bs jdi asisten pribadi orang penting
R⁸
c cleo nya gimna itu🤔
Queen tie
dikisah awal Alana kakak Edward, dimn di dihamilin tp yg hamilin seneng ma Ara, lakinya2 dibuang sm Edward, krn kasihan Alana hamidun dimaafkan, lahir di ivy evil setan, karma lg si ivy hamidun jg lahir ular cilik si Cleo, emang turunan penyakit licik itu ternyta🤭
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
yetiku86
baru juga 1 hari Jeremy sudah stress berat 😅
yetiku86
bisa kompakan begitu......😅
yetiku86
yaelah.... partner gitu loh 😅
yetiku86
ternyata milik bapakmu Lili jadi ibumu tdk mencuri 🤭
Sri Rahayu
cerita nya menarik, bagus...seneng bacanya menggemaskan ada tegang ada pula lucunya 👍👍👍😘😘😘
Sri Rahayu
wah cerita jeluarga heboh uda tamat nih...makasih Thorr seneng bacanya ada tegang ada lucunya... cerita Jeremy di Dad Where's Mommy uda mampir Thorr 👍👍👍
Senja: Makasih makkk🙏
total 1 replies
Sri Rahayu
selamat Jeremy uda berhasil men unboxing Stella dimalam pertama kalian.. 😘😘😘
Elin Erliana
Luar biasa
Cheptyie Vhalhella
hukumannya sma kyak julia bibinya....yg di hukum diego....keturunan sih ngambil sipat bibinya
Ririn Nursisminingsih
pusinnnggg deh edgar 😄😄
Ririn Nursisminingsih
yesss kerenn edgar👍👍
Ririn Nursisminingsih
cerdass anak2 runtuhkan kesombongan kakekmu👍👍
Retno Palupi
kasian Jeremy kehilangan istri thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!