Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Sekitar jam 10 malam, Asisten Fara masuk ke ruangan VVIP atas perintah dari Bianca. Sambil tersenyum, dia langsung bertanya pada atasannya itu, "Bagaimana, Nona? Apakah dia sudah menerima tawaran dari Anda?"
Namun, Asisten Fara malah dibuat terkejut saat Bianca tiba-tiba menggebrak meja dengan penuh amarah.
Brak!
Bianca mendesis kesal, "Apa mungkin matanya rabun? Tanpa basa basi dia menolak tawaranku."
Asisten Fara membulatkan mata. Rasanya sungguh tak percaya, seorang nona muda yang selama ini begitu dipuja oleh banyak pria, telah ditolak mentah-mentah hanya oleh seorang tukang galon.
Asisten Fara merasa Dylan telah menjadi pemecah rekor. Padahal pria-pria yang menginginkan Bianca bukan sembarangan orang, mereka adalah kalangan pengusaha dan pejabat muda.
"Tapi... tapi... kenapa, Nona? Maksud saya... apa alasan dia menolak Nona?" tanya Asisten Fara dengan nada penasaran.
Bianca malah balik bertanya, "Menurutmu, apakah wajahku menyeramkan?"
Asisten Fara langsung menjawab, "Sama sekali tidak. Anda sangat cantik, Nona."
Meskipun dia menambahkan perkataannya di dalam hati, paras wajah Bianca memang sangat cantik, tapi kepribadiannya yang menyeramkan.
"Memangnya kenapa Nona bertanya seperti itu?" tanya Asisten Fara, semakin penasaran.
Bianca menggertakan gigi, lalu menjawab dengan nada kesal, "Dia bilang tidak bisa menikah denganku karena tidak ingin mati muda."
Saat mendengar jawaban dari Bianca, Asisten Fara berusaha keras untuk menahan tawa, sampai wajahnya memerah, dan mengigit bibir bawahnya sekuat mungkin. Perutnya benar-benar sangat terasa sakit.
"Dia pikir aku akan memakannya sampai bilang takut mati segala? Dia sangat menyebalkan." Bianca sangat tidak terima. Seumur hidup, baru kali ini ada pria yang berani menolaknya.
Bianca berkata lagi, "Waktu semakin mepet. Kita harus mencari kandidat lain."
...****************...
Yoga yang sedang makan cilok hampir keselek saat mendengarkan cerita dari Dylan yang telah dilamar oleh seorang pewaris cantik dari Barack Group.
Bagaimana Dylan tidak syok, tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba diajak menikah oleh seorang gadis galak seperti Bianca.
Gadis itu mengajaknya menikah dengan ekspresi dingin dan tatapan tajam, lebih seperti sedang menodongkan senjata dari pada melamar. Bagaimana Dylan tidak terkejut?
"Lan, dari kemarin aku percaya-percaya saja saat kamu menceritakan tentang Bianca. Tapi kali ini aku pikir kamu terlalu banyak berkhayal, bagaimana mungkin gadis seperfect Bianca melamar pria biasa-biasa seperti kamu? Maksudku, dunia kita tuh beda dengannya. Antara langit dan bumi. Kamu pasti lagi mabok, kan?"
Dylan mendesis kesal. "Aku serius. Dia tiba-tiba ingin bilang menikah denganku."
Yoga tetap tidak percaya. "Aku tahu kamu baru putus dengan Niken. Tapi jangan gara-gara karena patah hati, kamu menjadi gila. Banyak pengusaha dan pejabat muda yang menginginkan Bianca Barack, mana mungkin tiba-tiba dia melamar kamu?"
Dylan menghela napas dalam-dalam. "Untuk apa aku bercanda? Justru sampai kini aku masih syok, kenapa dia tiba-tiba ingin menikah denganku."
Yoga berusaha memastikan. "Jadi, serius nih kamu dilamar olehnya?"
Dylan menjawab dengan serius, "Untuk apa aku berbohong?"
Yoga nampak menganga sebentar, berharap Dylan tidak sedang halu. "Terus kamu terima?"
Dylan hanya menggelengkan kepalanya. Pertanda dia menolak lamaran dari Bianca.
"Lho kenapa? Aku tahu dia kepribadiannya memang mengerikan. Tapi kan..."
Dylan memotong perkataan Yoga. "Pernikahan itu bukan permainan. Saat aku bertanya mengapa dia ingin menikah denganku, apakah dia menyukaiku? Dia bilang tidak. Lalu untuk apa dia ingin menikah denganku? Justru dia membuatkan bingung."
"Terus kamu sendiri, bagaimana? Apa kamu tertarik padanya?" tanya Yoga, penasaran.
Dylan hanya diam. Saat pertama kali melihatnya, dia memang sempat terpesona. Tapi tipe wanita yang dia sukai adalah seorang perempuan yang lemah lembut dan ceria. Berbanding terbalik dengan Bianca yang memiliki kepribadian yang begitu dingin dan arogan.
ahh author nya pasti riset dl ini👍👍👍@DF_14 ᴶᵘʳᵃᵍᵃⁿ ᴱˢ ᴮᵃᵗᵘ good job thor👍
I know you gonna make it, Dy 👏...
Biancaaaa kasih reward special untuk Dylan yaakkk /Drool/....
Awass ditagih lho janjinya wkwkwkwk...
Selalu melarikan diri dari kenyataan dan lari dari tanggu gjawab 😡👊✊...
Mental pecundang telah mendarah daging ☹️....
Luar biasa, nasib baik masih menyertaimu Miler...
Biarkan yang berkompeten saja yang turun tangan menangani pasien....
Jangan berisik dan nyrimpeti...
Cukup diam, anteng, dan renungi kesalahan yang seringkali terjadi ketika menangani pasien..
Siap2 menerima konsekuensi..
Karena kecerobohan dan kelalaianmu...
Yang sudah berada di level yang sangat membahayakan pasien 😱😡...
Meski ada yang sedang meregang nyawa di depan mata /Panic/...
Lakukan sesuatu semaksimal mungkin papa, semampu yang Anda bisa..
Langkah awal ini akan sangat berarti sebagai salah satu dukungan moral untuk Dylan...
Percayalah papa itu akan menjadi hal luar biasa yang akan selalu diingat oleh Dylan sepanjang hidup..
Bobby sebentar lagi keangkuhanmu akan digantikan dengan penyesalan seumur hidupmu😩