NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!

Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.

Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.

Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.

Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.

tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.

mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.

CINTA TERLARANG

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4 melihat

Yari menggandeng Xyra melangkah ke arah mobil, bu Santy dan kedua kakek dan nenek Yari sedang duduk di teras samping rumah dan melihat hal itu.

Mata bu Santy berkilat melihat hal itu, apalagi sang putra terlihat membukakan pintu untuk sang istri.

" lama lama anakmu itu akan benar benar menjadi pelayan anak yatim piatu itu San... " ucap bu Gayatri ibu mertua bu Santy.

Mendengar hal itu wajah bu Santy kian memerah, tatapan matanya sangat tajam ke arah Xyra yang sudah duduk di dalam mobil.

Sementara itu Xyra,

Ia yang memang sejak awal sudah merasa enggan di antar oleh Yari...

tanpa sengaja netranya bersirobok pandang dengan tatapan tajam sang ibu mertua di sana. Sontak Xyra merasa gemetar dan seketika ia menundukkan kepalanya dalam dalam.

Beruntung Yari segera melajukan mobilnya dan meninggalkan halaman rumahnya sehingga Xyra tak perlu lagi menerima tatapan kemarahan penuh kebencian dari keluarga Yari terutama sang ibu mertua.

Sementara itu di tempat lain,

Tepatnya di dalam vila mewah yang ada di desa sebelah desa tempat Xyra tinggal.

Sebuah desa yang masuk di dalam area puncak.

Hari masih terasa pagi, matahari baru saja terlihat batang hidungnya dan kemudian menyiratkan kehangatan yang hakiki untuk beberapa waktu.

Di dalam sebuah vila yang berlantai tiga, tepatnya di dalam kamar yang ada di lantai dua vila itu,

Seorang pria tampan dengan postur tubuhnya yang tinggi menjulan dan kulit bersihnya yang cenderung putih dan bersinar nampak sedang berdiri di hadapan jendela kaca yang ada di hadapannya.

Wajah pria itu sangat tampan dan seolah tanpa cacat sama sekali.

Kedua bola mata yang nampak jernih dengan kedua alis yang terlukis tegas.

hidung mancung dan bibir memerah natural sedikit tebal.

Rahang pria itu nampak kokoh.

Sungguh dia terlahir dengan jasmani yang sangat sempurna.

Namun sayang...

wajah tampan itu nampak begitu dingin dan datar.

Tatapan matanya tajam menusuk bagai belati tajam.

Dia adalah Bryan Nikolas Yu,

Putra tunggal keluarga Yu, dia adalah putra satu satunya tuan Yu bersama mendiang istri pertamanya yang telah tiada.

Bryan adalah pewaris utama kekayaan Tuan Yu karena ia tak lagi mempunyai anak bersama istri keduanya yang awalnya adalah simpanannya.

Ia hanya memiliki seorang anak tiri perempuan yang mati matian berusaha di jodohkan oleh ibu tirinya itu kepadanya.

Bryan panggilan akrab sang pewaris, baru kembali ke Indonesia semalam.

Ia bukannya pulang ke rumahnya atau ke apartemennya...

tapi ia justru pulang ke vila di mana neneknya yang lumpuh kini memilih tinggal dan memilih di rawat oleh orang lain ketimbang tinggal bersama putranya yang nota bene adalah papa Bryan.

Sudah satu tahun ia berada di Kanada untuk mengurus perusahaannya di sana sekaligus menghindari Yohana sang adik tiri yang terobsesi padanya.

Bryan sendiri tak pernah menjalin hubungan dengan satu wanita pun.

Sejak kematian sang ibu karena pengkhianatan sang papa.

Ia malas mengenal cinta....

Apa itu cinta...cinta hanya ketololan yang menyedihkan dan menjijikkan.

Sebuah kelucuan yang sama sekali tak berbobot.

Setidaknya itu yang ia lihat dari cinta kedua orang tuanya.

Sang papa terlihat begitu mencintai sang mama tapi nyatanya...

Papanya masih bisa berselingkuh dengan wanita lain.

Menjijikkan...

Menyedihkan....

Dan....lucu.....

Dan sejak itu, hubungan Bryan dan sang papa menjadi renggang.

Tok...tok....tok...

Daun pintu di belakang sana terdengar di ketuk,

" masuk..." suara bas Bryan terdengar, tanpa beralih dari pandangannya sama sekali...Bryan bersuara.

cklek...

Pintu terbuka dan segera menampakkan pria baya berwajah tenang.

" tuan muda...anda ingin sarapan sekarang ?! " tanya pria paruh baya itu dengan sopan sambil menundukkan wajahnya.

" apa nenekku sudah bangun ?! "

Bukannya menjawab petanyaan, tapi Bryan malah bertanya.

" sudah tuan muda...sekarang nyonya sedang bersama perawatnya "

" perawatnya ?! "

" ya tuan muda...nyonya sendiri yang memilih perawat itu "

" perawat pribadi ?! Bukankah madam Liana juga ikut bersamanya kemari ?! "

tanya Bryan lagi, pasalnya yang ia tahu sang nenek cukup sulit bergaul apalagi dekat dengan orang baru.

Neneknya itu bahkan memutuskan keluar dari rumah utama dan pindah ke vila ini karena satu tahun yang lalu papa Bryan yang merupakan satu satunya putra sang nenek berani membawa istri keduanya itu kerumah utama.

" ya tuan muda...perawat pribadi, madam Liana di tugaskan nyonya besar untuk lebih fokus mengurus segala keperluan vila ini..." jawab pria baya itu yang bernama Pak Luka.

Seorang pria kepercayaan nyonya Laura nenek Bryan sejak dulu...

sejak mendiang suaminya masih hidup dulu.

" sejak kapan nenek memiliki perawat pribadi ?! "

" hampir dua bulan yang lalu tuan muda "

" hemm...masih baru sekali, nenek cocok dengannya ?! "

" sepertinya begitu tuan muda....sehari hari nyonya besar selalu bersamanya dan hanya sekali kali madam Liana ikut bergabung.

Perawat nyonya besar terlihat sabar dan telaten menghadapi nyonya besar "

Terang pak Luka membuat Bryan sukses mengerutkan keningnya.

" baiklah...siapkan saja sarapanku, aku akan segera sarapan setelah aku menyapa nenek " kata Bryan kemudian memerintah.

" baik tuan muda..."

Usai berkata demikian pak Luka segera pamit kemudian memutar tubuhnya dan melangkah ke arah pintu.

Sementara Bryan masih setia berdiri di hadapan jendela kaca di hadapannya.

Netranya lurus menatap pucuk cemara yang bergoyang tertiup angin di hadapannya.

Pohon cemara itu telah tinggi menjulang hingga pucuknya sampai kelantai dua vila itu

Sepertinya pohon itu tumbuh dengan sempurna.

Bryan ingat...

Dulu pohon itu ia tanam bersama sang mama ketika ia masih duduk di bangku kelas satu SMP.

Mereka berdua menanamnya dengan tawa bahagia.

Sekarang...

17 tahun telah berlalu, jelas jika cemara itu telah tumbuh setinggi itu.

Bryan menghela nafas, ia hembuskan nafasnya dengan berat.

Perlahan tapi pasti, laki laki berusia 29 tahun itu memutar tubuhnya dan kemudian ia melangkah keluar kamar.

Cklek...

Menutup pintu kamarnya sebelum akhirnya ia melangkah meninggalkan kamarnya.

Bryan terlihat menuruni anak tangga berniat ke lantai bawah.

Bersamaan dengan itu, ia yang tak sengaja menoleh ke arah dinding kaca yang menjadi pemisah antara ruang tengah yang menyatu dengan meja makan dengan teras samping vila yang memanjang dari halaman belakang hingga ke halaman depan.

Tak sengaja netranya melihat sang nenek yang duduk di atas kursi roda sedang di dorong oleh seseorang menuju halaman depan.

Kening Bryan nampak berkerut seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat.

Sang nenek nampak sedang berbincang riang dengan seseorang yang mendorong kursinya.

Netra Bryan beralih pada sosok yang mendorong kursi roda sang nenek.

Ia tak dapat melihat dengan jelas wajah seseorang itu karena memang jarak yang lumayan jauh dan karena seseorang itu yang terlihat sedang menatap lurus ke depan.

Tanpa sadar...

Netra Bryan dan langkah kakinya terus mengiringi langkah kaki seseorang yang sedang mendorong kursi roda sang nenek di sana.

1
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵💪
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘰 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘳𝘺
shinta
waduh degdegan nih, dimana mereka akan bertemu, rumah sakit atau di pertemuan perusahaan. ahhhh kak Thara, gantung kita kayak jemuran iniiihhh
Widia Aldiev
jika Bryan ketemu baby Syakil jangan di persulit ya kak Tara 🙏🙏
Widia Aldiev
ayo Bryan selangkah lagi kamu bakal ketemu anak kamu ❤️❤️❤️
Titin Rosediana
wah.. nanggung bnyk up donkzz❤️❤️❤️🙏🙏🤭
nur hayati
makin seru
Widia Aldiev
ayo Bryan sedikit lagi kamu akan bertemu benihmu yg kini tumbuh menjadi Batuta yg tampan seperti kamu,semoga mereka bertemu di rumah sakit ❤️❤️❤️ g sabar nunggu nanti siang 🔥🔥
novi💜💜
berjuang bry,,,, ada bocil juga yg harus di perjuangin tuh
shinta
sepertinya perjuangan Bryan akan dimulai😍😍😍😍
novi💜💜
waaah suasana desa tempt tinggal xyra mengingatkanku di desa saat masa kecil thor, disana juga pada garap lahan milik perhutani di tanami jagung, ketela padi dan banyak lainnya.banyak tengkulak datng kesana untuk beli hasil panennya.tetep semangat thor
novi💜💜: aku orang jawa tengah ka, desa masa kecil persis banget kayak yg d cerita kaka ini
total 2 replies
Susanti
suka
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘣𝘳𝘺𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢🤔
Widia Aldiev
takdir benang merah masih terikat antara Xyra dan Bryan kalau sudah terhubung sejauh apapun Xyra berlari maka benang merah itu yg akan menuntun ya Kembali pada Bryan...yg buruk akan Tuhan singkirkan dan yg baik akan Tuhan dekatkan..karena semua sudah ada pada garis masing-masing ❤️❤️❤️
Siti Nurhasanah
aduuuhh...takdir oh takdir
takdir menuntun Xyra bertemu Bryan melalui kerjasama bisnis komoditi hasil pertanian Xyra dengan perusahaan Bryan, PT. YU SNACK & FOOD
shinta
bukankah itu perusahaan Bryan??
indy
senangnya Xyra sudah sukses. darah bisnis keluarganya mengalir deras pada xyra
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘹𝘺𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘶𝘬𝘴𝘦𝘴 𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢💪
Siti Nurhasanah
benar. uang dari Yari berhasil membangun harga firi dan kehormatan Xyra. Semangat Xyra.
Semangat, Author, secangkir kopi halu untukmu ☕😘😍😘
khitara: makasih kakak🙏
total 1 replies
shinta
Xyra tetaplah kuat.... semoga Klian cepat dipertemukan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!