NovelToon NovelToon
THE CHEF’S RECHARGE: Protecting The Oracle

THE CHEF’S RECHARGE: Protecting The Oracle

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / Dunia Masa Depan / Mata Batin
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

​"Sentuhan kakak-kakakku adalah napasku, tapi sentuhannya... adalah hidupku."
​Shine terlahir dengan mata yang bisa melihat melampaui waktu. Namun, setiap penglihatan tentang masa lalu yang kelam dan masa depan yang berdarah menuntut bayaran mahal: energi hidupnya. Ia rapuh, tersiksa, dan bergantung pada pelukan dua kakak laki-lakinya yang posesif, Jin dan Suga.
​Hingga ia melangkah masuk ke restoran Euphoria.
​Jeon Jungkook adalah koki jenius yang selalu memimpikan gadis yang sama selama bertahun-tahun. Saat mereka bersentuhan, Shine menyadari satu hal: Jungkook bukan sekadar manusia, dia adalah 'baterai' abadi yang bisa memulihkan kekuatannya secara instan.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 The CEO's Wrath

Langkah kaki Jungkook bergema di atas lantai marmer kediaman Kim yang dingin dan angkuh. Di belakangnya, RM mengekor dengan tatapan waspada, seolah sedang menggiring tawanan kelas kakap menuju ruang eksekusi. Shine berjalan di samping Jungkook, jemarinya sesekali menyentuh ujung lengan jaket pria itu—sebuah gerakan bawah sadar untuk mencari ketenangan, atau mungkin sekadar memastikan bahwa pria ini nyata dan tidak akan menghilang ditarik kegelapan malam.

Mereka sampai di ruang tamu utama. Ruangan itu begitu luas dengan langit-langit tinggi yang menggantungkan lampu kristal megah, namun atmosfer di dalamnya terasa menyesakkan. Di sana, di atas sofa kulit berwarna hitam legam, Kim Seokjin duduk dengan kaki bersilang. Ia tidak memakai jasnya lagi; hanya kemeja putih dengan lengan yang tergulung rapi hingga siku, namun auranya jauh lebih mengintimidasi daripada saat ia memimpin rapat pemegang saham.

Di sudut lain, Suga berdiri bersandar pada pilar granit, memutar-mutar sebuah pulpen perak di jemarinya dengan gerakan ritmis yang menggelisahkan. Matanya yang tajam langsung mengunci sosok Jungkook begitu pria koki itu menginjakkan kaki di ruangan.

"Duduk," perintah Jin. Suaranya tidak keras, tapi memiliki berat yang sanggup menekan pundak siapa pun yang mendengarnya.

Jungkook menarik napas panjang, lalu duduk di kursi tunggal di hadapan Jin. Ia tetap memegang kotak makan siang kayu itu di pangkuannya, seolah itu adalah perisai terakhirnya. Shine hendak duduk di samping Jungkook, namun tatapan tajam Suga menghentikannya.

"Shine, kamar. Sekarang," ucap Suga pendek.

"Tidak, Kak. Aku ingin di sini," bantah Shine, suaranya sedikit gemetar namun tegas.

"Ini bukan permintaan, Shine. Ini perintah medis. Kau baru saja pulih, dan kehadiran... orang asing ini hanya akan mengacaukan ritme energimu," lanjut Suga tanpa mengalihkan pandangan dari Jungkook.

Jungkook menoleh pada Shine, memberikan senyum tipis yang sangat lembut, sangat kontras dengan situasi yang sedang terjadi. "Tidak apa-apa, Shine. Makanlah di kamarmu selagi masih hangat. Aku tidak akan ke mana-mana."

Dengan berat hati dan dorongan pelan dari RM, Shine terpaksa melangkah pergi. Ia sempat menoleh sekali lagi, menatap Jungkook dengan tatapan yang seolah berkata, 'Tolong bertahanlah', sebelum akhirnya menghilang di balik pintu besar.

Begitu Shine pergi, keheningan di ruangan itu menjadi berkali-kali lipat lebih tajam. Jin menyesap kopi hitam dari cangkir porselennya sebelum meletakkannya kembali dengan denting yang memekakkan telinga di kesunyian itu.

"Jeon Jungkook," Jin menyebut nama itu dengan nada meremehkan. "Seorang koki berbakat. Pemilik restoran Euphoria. Yatim piatu yang tumbuh besar di bawah asuhan keluarga Jung. Catatanmu bersih, bahkan mengesankan untuk seseorang yang memulai dari nol."

Jungkook tidak terkejut. Ia tahu keluarga Kim punya mata di mana-mana. "Terima kasih atas risetnya, Tuan Kim. Tapi saya yakin Anda tidak memanggil saya masuk hanya untuk memuji karier saya."

Jin tertawa kecil, tawa yang kering tanpa rasa humor. Ia merogoh saku kemejanya, mengeluarkan selembar cek yang sudah ditandatangani namun kolom nominalnya dibiarkan kosong. Ia menggeser kertas kecil itu ke atas meja marmer menuju arah Jungkook.

"Aku orang bisnis, Jungkook. Aku menghargai kerja keras. Dan aku tahu pria sepertimu pasti punya ambisi besar. Mungkin cabang baru di Paris? Atau sekolah kuliner atas namamu sendiri?" Jin mencondongkan tubuh, matanya menatap Jungkook seperti predator yang sedang mengevaluasi mangsanya. "Tulis angka berapa pun yang kau butuhkan. Ambillah, lalu pergilah dari hidup adikku. Jangan pernah muncul di depannya, jangan pernah mengiriminya makanan, dan jangan pernah menyentuhnya lagi."

Jungkook menatap cek kosong itu selama beberapa detik. Ada keheningan panjang yang menyiksa. Suga mendengus, yakin bahwa pria di hadapannya akan segera menyambar tiket menuju kekayaan instan tersebut.

Namun, Jungkook justru tersenyum. Bukan senyum sopan, melainkan senyum yang mengandung tantangan. Ia mengambil cek itu, tapi bukan untuk menulis angka. Ia melipatnya menjadi dua, lalu meletakkannya kembali di atas meja dengan tenang.

"Tuan Kim," suara Jungkook rendah namun bergema kuat. "Anda mungkin bisa membeli seluruh restoran di Seoul dengan kertas ini. Tapi ada satu hal yang tidak Anda mengerti."

Jungkook berdiri, membuat RM di belakangnya langsung menegang siap bertindak. Namun Jungkook hanya berdiri dengan tegak, menatap Jin tepat di matanya.

"Uang Anda tidak bisa menyembuhkan rasa haus Shine. Uang Anda tidak bisa meredam rasa sakitnya saat dia melihat kematian dalam penglihatannya," Jungkook menjeda, suaranya sedikit bergetar oleh emosi. "Anda menawarkan saya uang agar saya pergi? Anda salah besar. Bukan saya yang mengejarnya. Tapi adikmu... adikmu yang mencariku. Dia butuh aku, bukan uangmu."

Wajah Jin berubah menjadi merah padam dalam sekejap. Ia berdiri dari sofanya, suaranya meninggi penuh kemarahan yang selama ini ia tahan. "Kau pikir kau siapa?! Kau hanya seorang koki! Aku adalah kakaknya! Aku yang menjaganya sejak dia masih kecil, aku yang memeluknya setiap kali dia menangis ketakutan karena kekuatannya! Kau tidak tahu apa-apa tentang penderitaannya!"

"Aku tahu lebih banyak daripada yang Anda duga!" balas Jungkook, suaranya kini sama kerasnya. "Aku melihatnya dalam mimpiku selama bertahun-tahun! Aku merasakannya setiap kali dia kesepian di dalam benteng mewah ini yang Anda sebut rumah! Anda mungkin kakaknya, tapi Anda memperlakukannya seperti pajangan kaca yang rapuh, bukan seperti manusia yang ingin hidup!"

"Cukup!" Suga melangkah maju, memotong perdebatan itu. Ia berdiri di samping Jin, aura dinginnya kini berubah menjadi kemarahan yang tenang namun mematikan. "Jungkook, kau tidak mengerti risiko medisnya. Kekuatan Shine mengonsumsi jiwanya. Jika kau terus berada di dekatnya, kau hanya akan menjadi pengalihan yang berbahaya. Kau adalah anomali yang belum teruji."

Jungkook menoleh pada Suga. "Kalau begitu uji aku, Dokter. Periksa aku sesuka Anda. Tapi jangan harap saya akan menjauh hanya karena selembar kertas ini."

Jin melangkah mendekati Jungkook hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter. Bau aroma tembakau mahal dan amarah tercium kuat. "Dengar, anak muda. Aku punya seribu cara untuk membuatmu menghilang dari kota ini tanpa meninggalkan jejak. Jangan menguji batas kesabaranku."

"Dan Anda punya satu adik perempuan yang akan sangat membenci Anda jika Anda melakukannya," tantang Jungkook tanpa berkedip. "Shine bukan lagi anak kecil yang bisa Anda dikte hatinya. Dia butuh saya untuk bertahan hidup, dan jika Anda benar-benar mencintainya seperti yang Anda katakan, Anda seharusnya bersyukur saya ada di sini."

Tangan Jin terkepal kuat di samping tubuhnya. Ia sangat ingin melayangkan pukulan ke wajah koki yang terlalu berani ini, namun logika bisnisnya berbisik bahwa apa yang dikatakan Jungkook ada benarnya—Shine memang terlihat jauh lebih sehat sejak kemarin.

Tepat saat ketegangan memuncak, terdengar suara langkah kaki terburu-buru dari tangga. Shine muncul, mengabaikan larangan kakaknya. Ia membawa kotak kayu yang sudah kosong di tangannya. Wajahnya tidak lagi pucat; ada semburat merah di pipinya yang membuat Jin dan Suga tertegun diam.

"Jin oppa, Suga oppa," panggil Shine, suaranya jernih dan penuh keyakinan. "Berhenti menakut-nakutinya. Makanan ini... energinya... rasanya berbeda. Aku merasa benar-benar kenyang untuk pertama kalinya dalam hidupku."

Shine berjalan mendekat, lalu dengan berani ia meraih lengan Jungkook, berdiri di samping pria itu menghadap kedua kakaknya. Ia menunjukkan bahwa ia tidak lagi sendirian.

Jin menatap adiknya, lalu menatap Jungkook, dan akhirnya beralih pada cek yang terlipat di atas meja. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, sang CEO besar merasa kalah. Bukan oleh pesaing bisnis, tapi oleh seorang koki yang membawa bekal makan malam.

"Namjoon," ucap Jin dengan suara serak, masih menahan amarah. "Antar koki ini keluar. Dan pastikan dia sampai ke rumahnya dengan selamat."

Jin kemudian menatap Jungkook tajam. "Ini bukan akhir, Jungkook. Aku tidak menerima tawaranmu. Tapi aku akan mengawasimu. Satu kesalahan kecil, satu tetes air mata dari Shine karena perbuatanmu, dan kau akan tahu seberapa jauh kekuasaan Kim Seokjin bisa menjangkaumu."

Jungkook mengangguk hormat, namun genggamannya pada tangan Shine tidak mengendur sedikit pun sebelum ia harus pergi. "Saya mengerti, Tuan Kim. Dan saya tidak berencana melakukan kesalahan."

Jungkook melangkah pergi mengikuti RM, meninggalkan ruangan yang masih terasa panas oleh sisa-sisa kemarahan. Sementara itu, Shine berdiri mematung, menatap punggung Jungkook yang menghilang di kegelapan malam, menyadari bahwa mulai hari ini, dunianya tidak akan pernah sama lagi. Kakak-kakaknya mungkin masih memiliki otoritas, tapi koki itu kini memiliki kuncinya.

...****************...

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
army v nya jadi apa, JHope sama jimin blm kluar y
sabana: v jadi sepupunya shine, belum pada keluar lagi🤭. semoga berkenan
total 1 replies
sabana
ini fanfiction tentang BTS ya tapi fokus pada Jungkook semoga suka
sabana: mungkin fokusnya lebih ke Jungkook🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!