NovelToon NovelToon
Pedang Penakluk Langit

Pedang Penakluk Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: hakim2501

di Benua Roh Azure, kekuatan adalah segalanya. Ye Yuan, seorang murid luar dari Sekte Pedang Surgawi, ditakdirkan menjadi sampah seumur hidup karena Dantian-nya yang direbut kembali. Saat ia didorong ke dalam keputusasaan dan dibuang ke Lembah Kuburan Senjata, ia mendengar panggilan. Bukan dari pedang suci yang berkilauan, melainkan dari sebilah pedang besi hitam yang patah dan berkarat. Pedang itu bukan sekedar rongsokan; ia adalah pecahan dari "Penyegel Langit" yang dulu digunakan oleh Dewa Perang kuno untuk memenggal bintang. Dengan pedang patah di tangan, Ye Yuan bersumpah:"Jika Langit menindasku, akan kubelah Langit itu. Jika Dewa menghalangiku, akan kupatahkan leher Dewa itu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hakim2501, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Kekacauan di Aula Emas

Suasana pesta lelang yang meriah lenyap dalam sekejap, digantikan oleh ketegangan yang mencekik leher.

Tekanan spiritual dari Tetua Agung Penegak Hukum, Gu Tian, menyelimuti seluruh gedung seperti kubah besi. Aura Setengah Langkah Inti Emas miliknya membuat para pelayan lelang jatuh berlutut, memuntahkan darah karena organ dalam mereka terguncang.

Gu Tian melayang di udara, jubah abu-abunya berkibar tanpa angin. Matanya yang tajam memindai setiap sudut ruangan, terutama ruang-ruang VIP di lantai dua.

"Gu Tian!" Tuan Jin, Kepala Lelang, berteriak dari panggung. Wajahnya merah padam. "Apa maksudmu?! Ini wilayah netral! Kau melanggar aturan Aliansi Pedagang dengan menyegel tempat ini!"

"Diam, Jin Tua," balas Gu Tian dingin. "Ye Yuan membunuh Tetua Li Batian dan mencuri harta sekte. Ini masalah internal Sekte Pedang Surgawi. Jika kau menghalangi, aku akan menganggap Aliansi Pedagang melindungi iblis."

Tuan Jin terdiam. Dia kuat, tapi melawan Sekte Pedang Surgawi secara terbuka akan memicu perang.

Gu Tian mengeluarkan sebuah kompas kuno yang terbuat dari tulang. Jarum kompas itu berwarna merah darah.

"Darah Tetua Li ada di tangan bocah itu. Kompas Penjejak Darah ini tidak pernah bohong."

Gu Tian meneteskan setetes darah segar ke kompas itu. Jarum merah berputar liar sesaat, lalu berhenti mendadak, menunjuk lurus ke satu arah.

Ruang VIP Nomor 9.

"Di sana kau rupanya, tikus kecil," seringai kejam muncul di wajah keriput Gu Tian.

Di dalam Ruang 9, Ye Yuan menghela napas panjang. Dia meletakkan cangkir tehnya yang sudah retak.

"Yah, rencana untuk menjadi 'nelayan' batal sudah," gumam Ye Yuan.

Dia berdiri. Dia tidak melepas topengnya.

Tiba-tiba, Ye Yuan menendang meja di depannya hingga hancur. Dia mengambil sangkar besi berisi Musang Pencari Harta yang baru diantar pelayan, mengikatnya di pinggang, lalu mengambil bongkahan Logam Meteorit Es dengan tangan kiri.

"Hancurkan!"

Ye Yuan menghantam kaca dinding ruangan VIP dengan bahunya.

PRANG!

Pecahan kaca berhamburan ke bawah.

Sosok berjubah hitam melompat keluar dari Ruang 9, melayang turun menuju panggung utama.

"ITU DIA!" teriak Yan Lie dari Ruang 3. "Itu orang yang merebut musangku!"

"YE YUAN!" Gu Tian meraung. Dia tidak menunggu Ye Yuan mendarat. Dia mengibaskan tangannya, menciptakan telapak tangan raksasa dari Qi emas yang padat.

[Telapak Vajra Penghancur!]

Telapak tangan itu meluncur ke arah Ye Yuan di udara dengan kecepatan suara.

Ye Yuan tidak bisa menghindar di udara. Tapi dia tidak panik.

"Kalian ingin perang? Aku beri perang!"

Tangan kanan Ye Yuan bergerak ke belakang punggungnya (seolah mengambil pedang, padahal mengeluarkannya dari Dantian).

WUUUUUNG!

Cahaya hitam meledak. Pedang Penakluk Langit muncul di genggamannya. Berat 1.000 kilogram itu langsung menambah momentum jatuhnya.

Ye Yuan tidak menangkis telapak tangan Gu Tian.

Dia melempar bongkahan Logam Meteorit Es di tangan kirinya ke arah Peta Naga Tulang yang masih ada di atas panggung lelang!

"Apa yang dia lakukan?!" teriak Tuan Jin kaget.

Bongkahan logam sekeras berlian itu menghantam kotak kaca pelindung peta.

KRAK!

Kotak pelindung hancur. Peta kuno itu terpental ke udara akibat benturan.

Di saat yang sama, Ye Yuan menebas telapak tangan raksasa Gu Tian.

[Gaya Berat Asura: Benteng Besi!]

BLAAAARRRR!

Ledakan energi mengguncang gedung. Ye Yuan terpental mundur oleh kekuatan Gu Tian. Dia muntah darah di balik topengnya. Tulang lengannya retak. Perbedaan kekuatan antara Tingkat Empat dan Setengah Langkah Inti Emas terlalu jauh!

Namun, Ye Yuan memanfaatkan dorongan ledakan itu.

Tubuhnya terlempar... tepat ke arah Peta Naga yang melayang di udara!

"Terima kasih dorongannya, Tua Bangka!"

Ye Yuan menyambar peta itu dengan tangan kiri, memasukkannya ke dalam jubahnya dalam sekejap mata.

"JANGAN BIARKAN DIA LOLOS!" teriak Yan Lie dan para tetua sekte lain yang menginginkan peta itu.

Puluhan serangan—bola api, jarum racun, bilah angin—meluncur ke arah Ye Yuan yang masih melayang.

Ye Yuan mendarat di atas panggung yang hancur. Dia dikepung dari segala arah. Di atas ada Gu Tian, di depan ada Tuan Jin yang marah, di balkon ada Yan Lie dan Sekte Kalajengking.

"Tamat riwayatmu," desis Gu Tian, bersiap meluncurkan serangan kedua yang lebih mematikan.

Ye Yuan menyeka darah di dagunya. Dia tersenyum gila di balik topeng.

"Kalian menginginkan harta? Ambillah ini!"

Ye Yuan menusukkan Pedang Penakluk Langit-nya ke lantai panggung.

Dia menyalurkan seluruh sisa Qi Api Bintang Dingin dan resonansi dari bongkahan Logam Meteorit Es yang jatuh di dekat kakinya.

[Teknik Pedang Asura: Ledakan Kabut Beku!]

BOOM!

Bukan ledakan api, tapi ledakan uap es.

Suhu di dalam gedung lelang turun hingga minus lima puluh derajat dalam sedetik. Uap putih tebal meledak dari panggung, menyelimuti seluruh ruangan dalam kabut yang sangat pekat dan dingin.

Pandangan semua orang tertutup. Indra spiritual mereka terganggu oleh hawa dingin yang menusuk tulang.

"Argh! Mataku!"

"Dingin sekali!"

Di tengah kekacauan kabut itu, Ye Yuan bergerak.

[Langkah Hantu Asura!]

Dia tidak lari ke pintu keluar. Pintu itu dijaga.

Dia lari ke arah dinding di belakang panggung—dinding yang berbatasan langsung dengan jalanan luar.

"Hancur!"

Ye Yuan mengayunkan pedang besarnya ke dinding batu tebal itu.

DUM!

Dinding itu jebol. Ye Yuan melompat keluar, membawa Musang, Peta, dan Pedang besarnya, menghilang ke dalam keramaian jalanan kota yang panik.

"KEJAR DIA!" raung Gu Tian, mengibaskan jubahnya untuk mengusir kabut es. "Dia terluka parah! Dia tidak bisa lari jauh!"

Di Ruang VIP 1.

Mu Bingyun masih duduk tenang, menyesap tehnya yang kini dingin. Kabut es Ye Yuan tidak bisa menembus perisai Qi-nya.

"Guru," Su Qing berbisik kagum. "Orang itu... gila. Dia mengambil peta di depan mata Tetua Agung dan berhasil kabur?"

Mu Bingyun meletakkan cangkirnya. Ada kilatan aneh di matanya.

"Dia menggunakan benturan serangan musuh untuk mendekati target. Dan dia menggunakan elemen es untuk mengacaukan pandangan. Cerdas. Sangat cerdas."

Mu Bingyun berdiri.

"Ayo pergi, Su Qing. Pertunjukan di sini sudah selesai. Panggung sebenarnya ada di luar kota."

"Apakah kita akan mengejarnya, Guru?"

"Tidak," Mu Bingyun berjalan keluar dengan anggun. "Kita akan menunggu di pintu masuk Ranah Naga Tulang. Karena dia memegang petanya, dia pasti akan ke sana."

Lorong Gelap Kota Barat.

Ye Yuan berlari terhuyung-huyung. Darah menetes dari balik jubahnya.

Serangan Gu Tian tadi benar-benar berbahaya. Jika dia tidak memiliki Tubuh Pedang Perunggu, organ dalamnya pasti sudah hancur menjadi bubur.

"Uhuk..." Ye Yuan memuntahkan gumpalan darah. "Setengah Langkah Inti Emas... kekuatannya mengerikan."

Dia bersembunyi di balik tumpukan peti kayu di sebuah gang sempit.

Musang Harta Karun di pinggangnya mencicit pelan, ketakutan.

"Sstt... diamlah," bisik Ye Yuan, memberi musang itu sebutir pil roh untuk menenangkannya.

Ye Yuan memeriksa peta kuno yang baru dia curi. Peta itu terbuat dari kulit naga asli, hangat saat disentuh.

Dia membukanya cepat.

"Lokasinya... Ngarai Tulang Menangis, 500 kilometer ke arah barat daya."

Ye Yuan menutup peta itu.

Dia mendengar suara sirine kota berbunyi. Penjaga kota dan murid Sekte Pedang Surgawi mulai menyisir jalanan.

"Aku tidak bisa keluar lewat gerbang," pikir Ye Yuan. "Dan aku tidak bisa terbang."

Tiba-tiba, mata Ye Yuan tertuju pada saluran pembuangan air di sudut gang. Bau busuk menguar dari sana. Saluran ini mengarah ke sungai bawah tanah yang keluar dari kota.

Ye Yuan menyeringai getir.

"Dari langit jatuh ke selokan. Nasibmu memang sial, Ye Yuan."

Tanpa ragu, dia membuka penutup besi saluran itu dan melompat masuk ke dalam kegelapan yang bau dan lembap.

Di atas sana, Gu Tian terbang melintasi atap-atap rumah dengan wajah murka, tidak menyadari bahwa buruannya sedang berenang di bawah kakinya menuju kebebasan.

Perburuan besar menuju Ranah Naga Tulang baru saja dimulai. Dan Ye Yuan, meski terluka dan kotor, memegang kunci utamanya.

[Bersambung ke Bab 31]

Poin Ringkas Bab 30:

Confrontation: Ye Yuan ketahuan oleh Gu Tian (Tetua Agung) menggunakan alat pelacak darah.

Chaos: Ye Yuan menciptakan kekacauan di lelang, menghancurkan kaca, dan melawan serangan Gu Tian.

The Heist: Dengan cerdik memanfaatkan momentum ledakan, Ye Yuan berhasil mencuri Peta Naga Tulang di tengah udara.

Escape: Menggunakan ledakan kabut es (Smoke Bomb) untuk kabur dan melompat ke saluran pembuangan air bawah tanah.

Next Move: Mu Bingyun memprediksi Ye Yuan akan ke Ngarai Tulang Menangis, tempat lokasi rahasia berada.

1
Nanik S
pergi ke Benua Timur
Nanik S
Ronde dua pembantaian
Nanik S
Sial benar mereka berdua
Nanik S
apakah Ye Yuan dan Mu Bingyun bisa lolos dari mereka
Nanik S
Mu Bingyun peka sekali
Nanik S
Ye Yusn licin seperti belut
Nanik S
Bisakah Yuan selamat
Nanik S
Mu Bingyun... apakah Ye Chen akan pulang bersama Mu Bingyun
Nanik S
Kenapa tidak diambil cincin Komandan Zhu
Nanik S
Ye Chen.... jangan biarkan mereka membunuh Kakek Gu dan Jin Jinoi
Nanik S
Akirnya pedangnya yang patah kini telah utuh
Nanik S
Maaantap
Nanik S
Yuan ada saja.. ngakak main petak umpet di Neraka 🤣🤣🤣
Nanik S
Ternyata kota itu adalah Kuburan para Dewa dan Iblis
Nanik S
Perjalan baru di reruntuhan kuno
Nanik S
Harusnya menemui Tetua Mu
Nanik S
Mantap Tor... 👍👍👍
Nanik S
Semua masuk jebakan Yuan
Nanik S
Makin seru Tor
Nanik S
Shiiiip
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!