Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terbuka Sifat Aslinya
Pagi - pagi sekali Joy Debora sudah bangun baru pukul enam pagi. Dia langsung ke dapur menyiapkan bahan - bahan makanan untuk di olah menjadi sarapan pagi mereka. Terlebih dahulu dia sudah memasak nasi. Bumbu - bumbu disiapkan. Kemudian dia membersihkan rumah, ternyata sudah bersih.
Berarti betul Luas sudah membantunya membersihkan. Dia mengambil baju kotor di kamar mandi dan mulai mencuci baju kotor dia dengan Lucas. Tidak lama Lucas bangun. Joy sudah menyiapkan air putih dan jus serta kopi hitam tanpa gula buat kekasihnya. Dan dia kembali memasak, Lucas sudah mandi bersih. Selesai masak Joy mandi. Dan mereka sarapan bersama.
"Kok sudah cantik mau kemana? Kan kerjanya jam dua belas siang."
"Hari ini Erick harus kemoterapi sayang, aku mau menemani dia. Aku sudah janji."
"Kamu hebat sayang, hati kamu baik. Aku bangga bisa menjadi pacarmu. Sudah cantik baik hati dan pintar masak lagi."
"Gombal." Mereka menikmati sarapan pagi bersama.
Erick hanya di temani oleh papa. Karena mama sambungnya sedang berada di cafe, tempat usaha mereka. Joy bergabung bersama adiknya dan papa. Tadi sebelum kesini Joy sudah menyiapkan jus khusus yang terdiri dari buah - buah segar seperti apel, wortel, nenas, buah bit dan jahe.Sengaja siapkan agar diminum adeknya. Agar bisa mengurangi efek dari kemoterapi. Bahkan Joy menyiapkan enam botol jus.
"Sakit tidak sayang."
"Sakit sedikit kakak." Joy memeluk adenya. Erick sangat senang, karena kedua kakaknya Joy dan Lucas ada bersama dia. Hanya tiga puluh menit obat itu sudah berada di dalam tubuh Erick. Joy sudah menjelaskan apa yang harus dilakukan.
"Adek , ini jus yang kakak buat juga obat buat stamina adek. Harus di minum. Erick..!!!"
"Ya kakak."
"Ini jusnya sudah kakak tulis diberikan jam berapa." Joy menjelaskan apa yang nanti Adeknya rasakan dan apa yang harus dilakukan.
Sekarang Joy sudah sibuk di IGD,banyak sekali pasien laka lantas karena rumah sakit ini dekat dengan jalan tol. Pukul enam sore ketika sudah mulai berkurang pasien, Joy ijin melihat adeknya.
"Selamat malam."
"Kakak." Erick yang menyambut Joy, walau terlihat dari mukanya dia sangat kesakitan." Joy melihat bahwa mama sambungnya sedang menjaga Erick.
"Papa kemana tante??"
"Lagi keluar sebentar."
"Tadi Erick demam, muntah, namun tertolong dengan jus yang buat. Terima kasih nak." Joy tersenyum kearah papanya. Dia lalu memeriksa keadaan adeknya. Dia melihatnya dan mencium.
"Papa ngapain ke luar??"
"Papa cari kopi."
"Kalau butuh apa - apa papa telepon Joy saja."
"Iya nak."
"Mungkin lusa adek sudah bisa pulang papa, Joy sudah selesaikan semua administrasinya." papanya hanya tertunduk. Dia tidak menyangka bahwa anak perempuannya memiliki hati yang baik, meskipun dia bertumbuh dengan kekecewaan yang papanya buat.
Joy sudah memesan makan malam buat papanya. Sekembali papanya, mama sambungnya sudah pulang. Papa yang setiap saat punya waktu banyak buat Erick. Alasannya orangtuanya,omanya Erick lagi sakit.
"Joy pamit ya. Mungkin besok Joy tidak bisa ada disini waktu adek keluar, Karena ada acara syukuran setahun mama di salah satu panti jompo. Salam saja buat adek. " Air mata papanya jatuh lagi.
"Terima kasih ya sudah jadi adek hebat buat kakak." Joy memeluk adeknya yang sudah tertidur.
Lucas sudah di ujung koridor dia datang membawa pesanan Joy makan malam buat papanya. Kemudian Joy menyiapkan makan malam itu dan dia pamit pulang. Sedangkan papanya melihat di jendela pintu, dia menangis. Mengingat bagaimana dulu dia memperlakukan Joy dan mamanya.
"Oooooo Tuhan ampunilah aku."
Dengan digandeng Lucas mereka menuju IGD masih ada satu jam lagi baru Joy selesai berdinas. Karena tidak ada pasien. Joy menggunakan waktu itu untuk makan malam bersama Lucas pacarnya.
"Aku lega loh sayang, setidaknya Erick adekku tidak menderita seperti orang - orang yang kena penyakit itu."
"Kamu hebat sayang, aku bangga punya pacar kamu sayang."
Pagi - pagi sekali, semua kesiapan acara syukuran setahun meninggal mamanya Joy sudah rampung. Acara akan dilakukan jam dua belas siang. Yang tadinya hanya mau menyerahkan uang bantuan saja ke panti jompo. Namun agenda berubah menjadi acara syukuran, karena akan ada ibadah. Bertepatan dengan ibadah awal bulan yang biasa dilakukan dan akan ada pendeta yang melayani. Joy sudah menyiapkan makanan dan minuman pada katering yang diurus Stev dan Bella. Sementara sembako sudah di antar oleh Daniel, Isak, Ismail dan Usman rekan - rekan Lucas.
Sebelum ke panti jompo, Joy menyempatkan diri ke makam mamanya, di bawa bunga mawar putih serta bunga tabur disana dia berdoa dan menceritakan semua yang dia alami.
Acara syukuran berlangsung dengan hikmat. Bahkan rekan - rekan kerja mama juga hadir. Dari kejauhan Joy melihat papanya juga ada. Kadang ada penyesalan dalam diri kenapa baru sadar sekarang ya pa. Namun Joy sadar bahwa penyesalan itu selalu datang belakangan.
"Kamu yang kasih tahu papa tempat ini sayang?"
"Iya. Papamu tanya. Jangan marah ya sayang."
"Its oke."
Selesai dari sana mereka mampir ke cafe nongkrong orang timur. Lucas menghubungi antienya . Mereka ada sembilan orang nongkrong disana. Kangen makan nasi kuningnya. Terlihat mantan dokter Beca hanya bisa melihat dari ruangannya.
"Mantan lihat tuh antie??"
"Dasar keponakan durhaka. Biari aja." Kami tertawa, karena Lucas memang Jail, mengodai antienya sendiri. Akhirnya Dokter Stev dan Dokter Bella tahu cerita dokter Beca yang betah sendiri sampai sekarang.
"Kalau ngak cinta lagi, kenapa ngak buka hati buat orang lain. Ngak nyesal aku dan Joy duluan menikah? Joy langsung memukul lengan Lucas.
"Sayang KDRT nih." Sementara yang lain hanya tertawa.
"Emang mantan usi, bung itu sudah punya pacar???"
"Itu yang baru masuk, pacarnya??"
Joy sangat kaget, dia tidak menyangka bahwa istri papanya berselingkuh. Begitu juga dengan Lucas.
"Antie tahu dari mana??"
" Dia itu yang punya cafe di mall. Katanya suaminya sudah tua." Joy langsung berdiri menghampiri mama sambungnya yang sedang mesraan bersama bung Yopi.
"Ooooo begini sikap kamu sama suami tuamu, ngak usah pikir papaku deh. Tetapi anakmu yang sedang sakit parah. Dasar!!! Kalau memang dari dulu sudah murahan, pasti tetap murahan. Kak, apa sih yang bagus dari tante - tante ini. Kamu akan bernasib sama seperti papaku, akan dicampakan."
Lucas sudah berdiri melindungi pacarnya, takut mama sambungnya Joy main tangan. Joy marah kepada mama sambungnya, namun dia tidak tegar, dia menangis.Apa yang di pikirkan mereka tidak terjadi. Di dalam mobil Joy hanya menangis, dia tidak menyangka perempuan itu jahat. Sudah merebut papaku, baru mau dicampakan lagi.
"Istri papa berselingkuh dengan owner cafe ambo, aset punya papa di urus atas nama papa."
"Kamu tahu dari mana nak?"
"Aku lihat dengan mataku sendiri. Kalau papa mau berkelahi, tidak untung buat papa, dia lebih muda dan kuat. Ini karma buat papa." Besoknya Joy bertemu dengan papanya di mall dicafe papanya ketika tahu mama sambungnya sedang di rumah sakit membawa Erick kontrol lagi. Persiapan buat kemoterapi kedua. Dia menyerahkan semua bukti, untuk papanya lihat.
Sebulan sejak mama sambungnya ketangkap tangan oleh Joy, papanya membayar orang untuk mematai gerak gerik istrinya sehingga banyak bukti foto yang papanya .
"Jangan sakiti diri papa, ingat sudah umur. Bertindaklah seperti orang terpelajar."