PROLOG
-MENENTANG SEGALA DUNIA
-MENENTUKAN TAKDIR SENDIRI
-MERANGKAI TAKDIR YANG DIINGINKAN
-BILA LANGIT JADI PENGHALANGKU KU ROBEKAN LANGIT
-BILA BUMI MENAHAN KAKIKU KU HANCURKAN BUMI
-AKU ADALAH PEMILIK TAKDIR KU SENDIRI-
Di Kota Yinhu, di bawah langit kelabu Kerajaan Bela Diri Selatan, seorang pemuda bernama Shen Tianyang tumbuh dalam bayang-bayang kehinaan.
Terlahir dari keluarga bela diri, ia justru dianggap sebagai noda—tak berbakat, tak berguna, dan tak layak mewarisi darah leluhur.
Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Shen Tianyang hidup lebih rendah dari orang biasa.
Tatapan meremehkan dan bisikan hinaan menjadi kesehariannya, perlahan mengikis martabat dan harapannya. Namun dari jurang keputusasaan itulah, takdir yang lebih kejam mulai bergerak.
Sebuah pertemuan terlarang mengubah segalanya. Akar Spiritual yang menentang hukum langit terbangun di dalam tubuhnya, menyeretnya ke jalan yang tak dapat ditinggalkan—jalan yang dipenuhi darah, penderitaan, dan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beruang Terbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 : Peleburan Lima Unsur
Shen Yihan mendengus dingin. Di matanya, perlawanan Shen Tianyang tidak lebih dari nyala api terakhir sebelum padam.
“Percuma saja. Qi Sejatiku begitu dalam dan murni. Sebelum dia sempat menguras tenagaku, tubuhnya sendiri akan runtuh,” ejeknya, sembari kembali melancarkan serangan tanpa ampun.
Pukulan sebelumnya telah melukai Shen Tianyang, dan Shen Yihan yakin—kematian hanyalah soal waktu.
Satu demi satu tinju dilepaskan. Gang Es Misterius melesat dari kejauhan, udara di sekitarnya membeku. Shen Tianyang terpaksa terus bertahan, terhalang untuk mendekat, seolah-olah dirinya dikurung oleh dinding kematian yang tak kasatmata.
“HA HA HA HA HA… SUNGGUH MENGGELIKAN..!!" suara Shen Yihan menggema nyaring.
“Tadi kau begitu berapi-api membela ayahmu. Sekarang..? Kau bahkan tak mampu membalas..!!!”
Seiring tawa tajam itu, lubang berdarah kembali muncul di tubuh Shen Tianyang—kulitnya ditembus oleh Gang Es Misterius yang kejam.
Namun, di balik rasa sakit yang menusuk tulang, Shen Tianyang menarik napas panjang.
Di dalam tubuhnya, Diagram Tai Chi Yin–Yang perlahan berputar. Qi Sejati Lima Unsur yang selama ini tersimpan mulai bergerak, dipandu oleh kekuatan spiritualnya, menyatu sedikit demi sedikit.
Saat kelima unsur itu beresonansi, Shen Tianyang memahami satu kebenaran mutlak... hanya dengan melepaskan mereka secara bersamaan, ia memiliki secercah peluang untuk menang.
Namun, ia juga tahu— ketika Qi Sejati Lima Unsur menyatu dan dilepaskan, kekuatannya akan menjadi buas dan tak terkendali, sesuatu yang nyaris mustahil ditahan oleh meridian pada tingkatannya saat ini.
Peleburan Lima Unsur.
Belum pernah ada yang mencobanya. Belum pernah ada yang berani melangkah sejauh ini.
Kini, Shen Tianyang menyentuh wilayah terlarang— sebuah tindakan gila yang menantang kehendak Langit. Jika ia gagal mengendalikannya, penyimpangan qi akan menghancurkan tubuhnya, meledak hingga tak tersisa.
Namun… ia berhasil....!!
Meski rasa sakit seperti meridian yang pecah menghantamnya, Qi Sejati Lima Unsur di dalam dantian menyatu dengan sempurna.
Hanya saja, kendalinya masih rapuh. Qi Sejati bocor dari meridian seperti bendungan retak. Shen Tianyang tahu—ia tidak punya waktu.
Sebelum kekuatan ini menghilang, ia harus menjatuhkan Shen Yihan.
Tiba-tiba, aura buas meledak dari tubuhnya.
Jantung Shen Yihan berdegup keras. Qi Sejati ini—angkuh, brutal, penuh kehancuran—membuat naluri terdalamnya bergetar.
“AAAAARRRRGH..!!!” raung Shen Tianyang.
Gelombang energi kejam menyapu sekeliling, laksana tsunami yang menelan daratan. Alun-alun berguncang hebat, dan batu-batu di bawah kakinya hancur menjadi serpihan.
Langit dan Bumi, Qian dan Kun, tersusun dari Lima Unsur.
Ketika kelimanya menyatu, ia menjadi Langit. Ia menjadi Qian Kun.
Pada saat inilah Shen Tianyang memadatkan kekuatan Lima Unsur—melahirkan Qi Sejati Qian Kun..!!
“ROBOH...!! UNTUKKU..!!” bentak Shen Yihan, hawa dingin menyelimuti tubuhnya. Semakin ia merasakan potensi Shen Tianyang, semakin besar keinginannya untuk mengakhiri pertarungan ini secepat mungkin.
Mata Shen Tianyang berkilat bagai petir. Ia melangkah maju.
Setiap langkah yang dipijaknya dipenuhi kekuatan penghancur Qian Kun. Ubin lantai retak dan hancur. Larinya menyerupai derap sepuluh ribu kuda perang, mengguncang bumi.
“GANG ES MISTERIUS..!!!” Shen Yihan mengerutkan kening. Dengan kedua tinjunya, ia melepaskan dua aliran gang qi es yang jauh lebih kuat, udara di sekitarnya membeku dan meraung saat melesat ke depan.
Namun Shen Tianyang kini berada dalam kegilaan pertempuran.
Di matanya, hanya ada satu tujuan—menjatuhkan Shen Yihan.
Dua aliran Gang Es Misterius yang mampu membelah batu melesat mendekat. Shen Tianyang meraung dan… menangkapnya dengan tangan kosong. Telapak tangannya membeku seketika, namun es itu retak, lalu hancur berkeping-keping.
Tanpa berhenti, ia terus menerjang maju.
Dalam sekejap, jarak terpangkas.
Shen Tianyang menghujani Shen Yihan dengan rentetan pukulan. Setiap tinju meledak dengan dentuman Qi Sejati. Yang ia gunakan—ironisnya—hanyalah jurus bela diri fana tingkat tinggi yang sangat biasa....
Tinju Pembantaian Brutal.
Seni bela diri sederhana, namun mematikan.
Setiap pukulan menguras Qi Sejati dalam jumlah besar, namun daya hancurnya tak terbantahkan—dan di tangan Shen Tianyang yang kini menguasai Qi Sejati Qian Kun,...
...jurus fana itu berubah menjadi mimpi buruk yang menantang Langit itu sendiri.
-----
"BOOOOOOOMMM..!!!"
"BAAAAMMM..!!
Setiap tinju meledak dengan raungan menggelegar, disertai gelombang energi yang menghantam udara.
Kecepatan pukulan Shen Tianyang nyaris tak tertangkap mata—satu demi satu, bertubi-tubi tanpa jeda, seolah Tinju Pembantaian Brutal itu sama sekali tidak menguras Qi Sejati miliknya.
Ketika Tinju Pembantaian Brutal dipadukan dengan Qi Sejati Qian Kun, daya gentarnya mencapai tingkat yang membuat jantung bergetar. Kekuatan serangan semacam ini telah menembus batas seni bela diri fana biasa—secara langsung setara dengan Gang Sejati..!!
"BUUUUUUUUUUMMM..!!"
Pada saat itu, Shen Yihan tidak memiliki pilihan lain. Ia terpaksa mengerahkan Gang Sejati-nya sepenuhnya untuk menahan hujan tinju yang datang bagai badai tanpa akhir.
"BOOOOOOOOOOMMM..!!"
Setiap kali ia menangkis satu pukulan, jantungnya menegang tanpa sadar. Ledakan Qi Sejati yang brutal membuat rasa takut merayap ke dalam batinnya. Ia tahu betul—jika satu saja pukulan itu mengenainya secara langsung, luka parah takkan terelakkan.
"BAAAAAAAAAMMM..!!"
Dalam hitungan beberapa tarikan napas saja, Shen Tianyang telah melancarkan puluhan Tinju Pembantaian Brutal secara beruntun.
Mata Shen Tianwu membelalak. Ia hampir tak percaya putranya bisa mencapai tingkat kekuatan seperti ini.
Namun, sebagai seorang ahli, ia juga melihat dengan jelas betapa genting kondisi Shen Tianyang. Kekuatan yang melampaui batas tubuh seperti ini biasanya hanya bisa dikeluarkan dengan mengorbankan diri sendiri—meridian dan tulang akan menanggung beban kehancuran.
“Sialan…” Shen Yihan terus menahan serangan gila itu, tak kuasa menahan sumpah serapah.
Ia belum pernah melihat seseorang menggunakan Tinju Pembantaian Brutal sampai sejauh ini, apalagi menyadari bahwa seni bela diri fana tingkat tinggi tersebut bisa berubah menjadi sedemikian mengerikan.
Di sisi lain, Qi Sejati Lima Unsur dalam tubuh Shen Tianyang terkuras dengan cepat.
Ia mengutuk dalam hati—ia bisa merasakan cadangan Qi Sejatinya hampir habis. Jika ia gagal menjatuhkan Shen Yihan sebelum saat itu tiba, maka dialah yang akan menemui ajal.
Tiba-tiba, Shen Tianyang membuka mulutnya dan mengaum ke langit.
"ROOOOOOOOOOOAAAAR..!!"
Raungan itu bukan raungan manusia—melainkan raungan naga yang mengguncang angkasa.
Seketika, semburan Qi Sejati yang ganas dan tak berwarna melesat keluar dari mulutnya, menelan tubuh Shen Yihan!
Inilah Raungan Naga Hijau.
Meski Qi Sejati Qian Kun itu tampak tak berwarna, saat meledak ia memancarkan kilatan berbagai unsur—petir, api, air, dan es—berkelindan seperti kehendak Langit itu sendiri.
Shen Yihan sama sekali tak menyangka serangan mendadak ini. Wajahnya berubah drastis. Ia segera mundur, memutar Qi Sejatinya, dan melepaskan perisai Gang Sejati Es untuk menahan terjangan kekuatan mengamuk tersebut.
Pada saat itulah—
Sebuah golok besar berkilau dingin tiba-tiba muncul di tangan Shen Tianyang.
"ROOOOOOOOOOOAAAAR..!!"
Aura Qi Sejati yang buas menyelimutinya. Saat golok itu terhunus, Shen Tianyang mengaum sekali lagi, menyalurkan seluruh sisa Qi Sejatinya ke dalam bilah senjata.
Cahaya biru kehijauan menyilaukan meledak ke segala arah, disertai raungan naga yang tajam—membelah batu, menembus awan, dan mencengkeram hati semua yang menyaksikan.
Shen Tianyang melompat ke udara.
Golok bercahaya biru kehijauan meninggalkan bayangan panjang di langit, merobek udara, lalu—dengan kekuatan secepat halilintar—menebas turun tepat di atas kepala Shen Yihan!
“HENTIKAN—!!!”
Beberapa suara berseru dari kejauhan—teriakan panik para tetua.
"BOOOOOOOOOOMMM..!!"
Golok itu jatuh, membelah perisai Gang Sejati Es Shen Yihan… namun berhenti tepat di samping lehernya.
Pada detik terakhir, Shen Tianyang memaksa dirinya menarik kembali kekuatan itu. Gelombang Qi Sejati yang liar meledak keluar, menyapu sekeliling. Semua orang membeku seperti patung, menatap kosong sosok Shen Tianyang yang berdiri memegang golok besar itu.
Hati setiap orang diguncang hebat...!!
Seni bela diri yang ganas dan mendominasi ini—bagaimana mungkin dimiliki oleh seseorang yang dulu dicap tak berguna, seseorang tanpa Akar Spiritual..?
Sosok di hadapan mereka jelas bukan manusia biasa, melainkan monster yang menantang akal sehat..!!
Di usia enam belas tahun, ia telah mengalahkan seorang ahli tingkat ketujuh Ranah Bela Diri Fana.
Ini adalah mukjizat..!!
Dan lebih dari itu—Shen Tianyang juga seorang alkemis..!!
Kelahiran seorang jenius semacam ini membuat banyak anggota Keluarga Shen dipenuhi kegembiraan yang nyaris meledak.
“SHEN TIANYANG—!!!”
“SHEN TIANYANG—!!!”
“SHEN TIANYANG—!!!”
Sorakan bergema serempak, mengguncang seluruh wilayah keluarga Shen, megah dan menggema hingga ke langit.
Shen Tianyang memandang wajah-wajah terkejut dan penuh semangat di sekelilingnya. Di dalam dadanya, rasa bangga mengalir deras seperti sungai yang meluap.
Dulu, semua orang mengira tantangannya terhadap para jenius keluarga lain hanyalah telur yang menghantam batu.
Namun kini—jelas terlihat—Shen Tianyang bukan hanya punya peluang menang.
Ia sedang menulis takdirnya sendiri, dengan tinju, darah, dan kehendak yang menentang Langit.
Ya... Ia mulai menulis takdirnya
Bersambung Ke Bab 14