NovelToon NovelToon
Ketulusan Yang Nyata

Ketulusan Yang Nyata

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:202
Nilai: 5
Nama Author: dtf_firiya

Freya Rodriguez seorang wanita cantik anggun dan dewasa dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria misterius yang dingin bahkan tak seorangpun tau kehidupannya dengan jelas. Pria itu bernama Pablo Xander seorang pria yang hidup sendirian setelah kakeknya meninggal, kakeknya menjodohkan dia dengan freya yang mau tak mau harus menurut karena kakeknya adalah kesayanganya.

_
Tanpa disadari mereka berdua telah saling mencintai satu sama lain setelah pertemuan pertama. Freya yang menerima semua kekurangan Pablo begitupun sebaliknya membuat mereka berdua sangat bahagia dengan keluarga kecilnya bersama dengan anak Pablo yang selama ini di rahasiakan dari publik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Grandfather's will

Setelah semua upacara pemakaman selesai Pablo meminta seluruh anak buahnya yang berada disana untuk membereskan semua kekacauan di mansion kakeknya.

"Alex beritahu semuanya untuk membersihkan semua ini." Alex pun mengangguk lalu dia berjalan menuju semua orang di sana kemudian menyuruhnya membereskan semua kekacauan sesuai perintah bos mereka.

"Daddy Daddy kapan kita akan pulang?" Nael menarik celananya, wajahnya lelah terlihat mengantuk, lalu pablo menoleh kebawah dan berjongkok untuk menggendongnya.

"Kita menginap disini okay? Sekarang kita akan ke ruangan kerja kakek dulu untuk melihat beberapa dokumen."

Pablo membawa anaknya di gendongan, dia berjalan menuju lantai dua di ruangan kerja sang kakek.

Pablo menurunkan anaknya ke sebuah sofa yang ada disana lalu dia ke meja kerja sang kakek dan memeriksa beberapa dokumen.

Dia dengan fokus melihat membolak-balikkan dokumen dan ada satu seperti sebuah surat yang membuatnya penasaran jadi dia membukanya.

"Pablo, cucuku... kau mungkin melihat ini sebagai belenggu. Namun, di mataku, kau adalah api yang butuh wadah, dan Freya adalah satu-satunya orang yang memiliki ketenangan untuk menjagamu tetap bersinar tanpa membakar segalanya, menikahlah dengannya dia adalah wanita yang terbaik yang kakek pilih. Ini bukan sekadar tentang bisnis; ini tentang janji lama dan tentang memberikanmu apa yang tidak bisa dibeli dengan uang: seseorang yang bisa kau percayai sepenuhnya."

Isi surat tersebut adalah permintaan kakeknya untuk menikah dengan Freya Rodryguez cucu dari sahabat kakeknya.

"Dia memang terlihat tenang, apakah aku harus menikahinya." Pablo bersandar di kursi yang didudukinya tadi, dia menatap ke arah anaknya yang juga tengah menatapnya lalu menatap keatas langit-langit ruangan kerja tersebut dan memikirkan dengan matang apa yang harus dilakukan.

"Daddy are you okay?" Nael berjalan menghampiri ayahnya disana, dia menatap kedua mata pablo, tangan kecil miliknya juga menggenggam tangan sang ayah.

"Kau ingin mempunyai Mommy?" dia meraih Nael dan membawanya keatas pangkuannya.

"Maksud Daddy? Bukankah Mommy ku sudah tidak ada?"

"Mommy baru baby boy."

"Siapa?." tanya Nael.

"Wanita yang tadi kesini bagaimana menurutmu?"

"Dia cantik tapi aku tidak tahu apakah dia akan menerima kita."

"Daddy juga tidak tahu hal ini tapi kakek menyuruh Daddy untuk menikahinya sayang." Pablo menghela nafas lelah, dia masih bingung dengan apa yang terjadi, apalagi fokusnya sekarang adalah membunuh Dante.

Pablo melirik anaknya yang sudah tertidur dipangkuan dirinya, lalu dia berdiri membawanya ke kamar yang biasa dia tinggali saat berada disini, kemudian meletakkan anaknya di ranjang dan menyelimutinya.

Pablo berjalan ke arah kamar mandi dan menyalakan shower, dia membuka seluruh pakaiannya dan mandi.

Beberapa menit berlalu dia langsung keluar mengambil pakaian miliknya yang berada di walk in closet lalu memakainya dan berjalan kembali ke arah ranjang untuk tidur bersama dengan anaknya.

Sebelum itu Pablo memeriksa ponselnya yang dia letakkan diatas nakas tadi.

Ada notifikasi dari seseorang yang muncul di pop up.

Freya: "Bagaimana keadaanmu pablo? Apakah kau sudah makan atau mau ku antarkan makan malam kesana?"

Pablo lalu mengetikkan jawaban untuk menjawab pesan dari freya.

Pablo: "Tidak usah mengirimkan makanan karena Mansion kakekku sangat jauh darimu dan kabarku juga baik-baik saja sekarang, don't worry about me."

Karena belum ada balasan dari freya pablo akhirnya memutuskan untuk meletakkan ponselnya diatas nakas dan berjalan menuju ranjang lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

...----------------...

Sedangkan di tempat lain keluarga freya baru mengadakan makan malam, tapi terlalu larut baginya karena sudah jam 9 malam baru melakukan acara makan malam.

Freya mengambil piring miliknya yang berisi steak dan kentang, dia memotong steak tersebut menggunakan pisau yang tersedia di piringnya lalu memasukkan kedalam mulutnya itu.

"Frey apakah kamu akan menikahi Pablo apalagi tadi kamu melihat dia memiliki anak saat kita ke Mansion Alaric?" freya terpaksa menghentikan aktivitas memakan steak yang berada di garpu miliknya, dia meletakkan itu kembali keatas piring.

"Aku akan menikahinya mungkin tapi untuk sekarang aku ingin mengenalnya lebih dalam apalagi menurutku saat pertama kali bertemu dengannya dia tidak terlalu buruk, sikapnya juga baik apalagi dia dididik oleh kakek Alaric."

"Menurutku juga tidak ada salahnya mengenal Pablo lebih dalam baby girl apalagi dalam dunia bisnis dia merupakan pria yang tekun dan kurasa dia family man." Joice menyahuti ucapan anaknya, anne juga mengangguk mengiyakan opini dari suaminya.

"Papamu benar sayang tapi juga jangan gegabah bukankah begitu?"

"Ya kurasa aku tahu apa yang harus kulakukan tapi bagaimana dengan anaknya aku belum pernah memiliki anak dan aku tidak tahu bagaimana mendekati anak itu."

"Kakek yakin kau tahu caranya untuk mendapatkan hati anak Pablo apalagi sifat dan sikap mu yang baik dan terdidik dengan baik."

"Baiklah baiklah sekarang kita lanjutkan makan saja." Mereka semua kembali memakan makanannya dengan tenang tanpa berceloteh lagi.

Freya selesai terlebih dahulu kemudian pamit ke semua orang disana untuk ke kamarnya, dia berjalan keatas tangga untuk menuju ke kamarnya, lalu membuka pintu dan masuk kedalam.

Dia meraih ponsel miliknya yang diletakkan di atas meja rias miliknya, kemudian dia duduk disana sambil memandang kearah cermin didepannya.

Dia membuka ponselnya dan membalas pesan dari Pablo.

Freya: "Alright good night sir!"

Dia meletakkan kembali ponselnya diatas meja rias lalu berjalan kearah ranjang untuk tidur karena sudah sangat lelah hari ini.

Di meja makan masih ada kedua orang tua freya dan kakeknya, mereka terlihat sedang berdiskusi disana.

"Pablo akan menjaga freya dari baj*ngan itu dan kita akan merasa tenang jika Freya bersamanya."

"Aku tahu pa apalagi yang membunuh uncle Alaric adalah dia." Joice menggenggam kedua tangannya meletakkan dibawah dagu miliknya, dengan mata yang menatap tajam kedepan.

"Tapi bagaimana jika Dante tidak terima freya menikah dengan Pablo pasti nanti akan ada pertengkaran yang besar." Anne menyahut.

"Tenanglah Anne semua akan baik-baik saja kita juga masih memiliki pasokan senjata yang banyak dan juga anak buah yang terlatih, nanti jika Pablo tidak bisa mengatasinya kita akan mengatasi hal tersebut." Jawaban dari sang ayah membuatnya merasa tenang.

"Baiklah pa tapi kita serahkan semuanya ke Freya apakah dia ingin menikah dengan pablo atau tidak itu hang terpenting."

"Dia akan menikah dengan Pablo lihat saja nanti."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!