Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
04
Setelah menyelesaikan urusan rumah yang uang muka nya sudah di bayar kan oleh Bayu, Vira pun bergegas pergi ke sekolah di mana kedua anak kembar nya menuntut ilmu. Sudah waktu nya si kembar pulang sekolah, dan dia harus menjemput nya.
Selama ini Vira memang tidak pernah menggunakan jasa orang lain untuk mengurus kedua anak nya, Bayu memang meminta Vira berhenti bekerja setelah Vira hamil anak kembar mereka. Dahulu, Bayu beralasan bahwa dia lah kepala keluarga dan sudah menjadi tanggung jawab nya mencari nafkah untuk istri dan juga anak - anak nya.
Jika dahulu Vira percaya sepenuhnya pada ucapan sang suami, maka sekarang sudah berbalik 180°. Kepercayaan Vira pada Bayu sudah hancur begitu saja setelah dia menyadari bahwa suami nya telah mendua kan diri nya.
Vira berdiri di samping mobil nya, dia mengawasi anak - anak yang berhamburan keluar dari sekolah itu. Matanya sibuk mencari 2 jagoan kembar nya, menunggu mereka keluar.
"Mama!" Teriak dua anak kembar itu ketika dia baru saja keluar dari gerbang sekolah nya.
"Anak - anak Mama sayang!" Vira pun berlari ke arah kedua nya.
Vira merentang kan tangan nya dan kedua anak itu berhamburan masuk ke dalam pelukan nya, Vira mencium kedua pipi anak nya secara bergantian.
"Gimana sekolah nya anak - anak Mama?" Vira bertanya pada kedua nya.
"Ma, tadi adek dapat 100 loh matematika nya!" Queen mulai menceritakan apa yang dia dapat kan di sekolahan nya.
"Ma, kakak udah jago loh main bola kaki!" Giliran si abang nya yang bercerita.
"Wah, anak - anak Mama hebat semua. Mama seneng banget loh!" Vira memuji kedua anak kembar nya.
Vira menggandeng kedua anak nya, di sisi kiri dan kanan. Dia membawa kedua nya masuk ke dalam mobil, setelah memastikan kedua nya duduk dengan nyaman dengan menggunakan saat belt nya, Vira pun mulai melakukan kendaraan nya meninggal kan tempat itu.
Kedua anak kembar Vira tampak menceritakan semua kejadian di sekolah nya hari ini, Vira pun mendengar kan mereka sambil sesekali ikut mengomentari nya. Di depan anak - anak nya, Vira berusaha untuk terlihat baik - baik saja, walaupun saat ini hati nya sedang terluka akibat ulah dari perbuatan suami nya.
Belum saat nya anak - anak nya tahu apa yang sebenar nya terjadi di antara orang tua mereka, Vira tidak ingin membuat tumbuh kembang anak - anak nya terganggu akibat kesalahan yang di buat oleh suami nya.
Mulai hari ini Vira harus bisa membagi waktu nya, antara mengurus anak - anak nya dan juga mengurus perusahaan. Vira tidak ingin para benalu itu kembali mengurus usaha milik orang tua nya, Vira bertekad akan memberi pelajaran pada mereka yang sudah mencuri milik keluarga nya.
"Sudah sampai!" Ujar Vira pada kedua anak nya.
Tidak terasa mobil yang di kemudi kan oleh Vira sudah berhenti di halaman rumah nya, kedua anak kembar Vira segera turun dan berlarian masuk ke dalam kamar nya masing - masing. Vira memang sudah memisahkan kamu mereka, karena mereka sekarang sudah berumur 10 tahun.
Dreeeet, dreeeet, dreeettt.
Ponsel milik Vira berdering, Vira merogoh isi ts nya dan mengambil sebuah benda pipih dengan gambar apel di gigit di bagian belakang nya. Vira tersenyum saat dia melihat siapa yang menelepon nya, sebuah senyum sinis terbit di sudut bibir nya ketika melihat nama sang suami terpampang di sana.
"Hallo mas!" Sapa Vira santai, dia bersikap seolah - olah dia tidak mengetahui pernikahan suami nya.
"Hallo sayang, anak - anak mana? Udah pulang sekolah belum?" Bayu berbasa - basi dengna menanyakan anak - anak nya.
"Ada mas, mereka sekarang sedang berada di kamar nya masing - masing!" Jawab Vira sambil tersenyum pahit sendiri.
"Oh gitu ya. Sayang, maaf ya sore ini mas tidak bisa pulang. Tiba - tiba ada urusan mendadak yang harus mas selesai kan di Bali. Jadi mas harus berangkat sore ini juga ke Bali, kamu gak papa kan mas tinggal?" Bayu berbicara dengna sangat manis dan alasan yang tepat agar Vira percaya.
"Oh, gitu ya mas. Apakah mas tidak pulang dulu, biar aku siap kan pakaian mas!" Tawar Vira yang mulai mengikuti permainan yang di buat oleh suami nya.
"Tidak Sayang, mas tidak punya waktu lagi jika harus pulang ke rumah dahulu. Mas bawa pakaian mas yang ada di rumah ibu saja!" Lagi dan lagi Bayu memberi alasan.
"Oh, ya udah mas. Hati - hati di sana, semoga semuanya lancar ya!" Ujar Vira sambil berusaha menahan gemuruh amarah di dalam hati nya.
"Ya udah sayang, mas berangkat dulu ya. Salam sama anak - anak ya. Mas berada di Bali cuma satu minggu kok!" Bayu berkata lagi, setelah itu dia pun memutuskan sambungan telepon nya dengan Vira.
"Silahkan kau pergi mas, silahkan nikmati bulan madu mu dan gundik mu. Aku punya hadiah untuk kalian saat kalian tiba di sana mas, hadiah yang sahabat menarik. Dan pasti nya tidak akan pernah kalian lupakan sepanjang hidup kalian!" Guman Vira sambil meremas ponsel yang berada di tangan nya.
Sementara itu di Bandara Internasional Sukarno Hatta, Bayu dan Miranda sangat bahagia. Miranda selalu bergayut dengan manja di lengan Bayu. Ya, mereka berdua akan melakukan penerbangan ke Bali untuk berbulan madu.
"Mas, nanti aku mau puas - puasin berbelanja di sana dengan di temani sama kamu ya. Kalau di Jakarta kam kita tidak bisa bebas, takut ketahuan oleh orang - orang nya Istri mu!" Miranda berkata pada Bayu.
"Iya sayang, apapun itu yang membuat mu bahagia pasti akan mas lakukan. Ini adalah bulan madu kita, jadi sudah waktu nya kita bersenang - senang!" Bayu mengelus puncak kepala istri kedua nya tersebut.
"Mas, setelah kita pulang dari bulan madu nanti, kita akan langsung tinggal di rumah kita kan?" Miranda bertanya pada Bayu.
"Tentu saja sayang, kita akan tinggal di rumah Mewah kita, hanya kita berdua!" Bayu pun menganguk kan kepala nya.
"Mas, aku tidak mau ya tinggal sama ibu mu. Jadi biar kan saja ibu dan adik lu tinggal di rumah mereka, jangan pernah bawa ibu mu untuk tinggal di rumah kita. Mas tahu sendiri kan, aku tidak nyaman tinggal sama mertua dan ipar!" Miranda mengutarakan keberatan nya jika sampai ibu dan adik nya Bayu tinggal bersama mereka.
"Iya sayang, ibu sama Raya akan tetap tinggal di rumah mereka kok. Rumah itu hanya akan ada kita berdua saja, tidak ada orang lain!" Bayu pun setuju dengan apa yang di katakan oleh istri kedua nya itu.
Baik Bayu maupun Miranda, sama - sama tidak menyadari bahwa dalam beberapa jam kedepan akan ada badai yang menerpa mereka. Badai yang tidak akan pernah mereka kira, badai yang akan menghancurkan kehidupan mereka ke depan nya.
yg di maksut vira itu... bukan mngembalikan posisimu jdi ceo... tpi mngembaliknmu ke stelan awal... di mna saat km msih jdi karyawan biasa🤣🤣
ya bgitu saja vira biar km bisa terus di manfaat kan bayu.
tak Kira teges ternyata ah sudah lah.
lagian.... jdi org g brsyukur... dpt istri baik... cantik... kaya.... derajatmu di angkat.... eeee pke belagu nmbah istri...😅😅😅