Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Percintaan
Sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan rumah Nando sehingga mengundang perhatian tetangga yang sedang sibuk membahas tentang penyakit Yuli, sebab April sudah mendengar dari Farel bahwa Yuli tengah sakit keras dan sekarang para warga berunding untuk menjenguk Yuli di rumah sakit terlebih dahulu karena mereka adalah tetangga yang baik.
Walau tidak munafik bahwa sebenarnya kadang mereka juga ada bergosip di belakang namun tetap saja bila ada tetangga yang sakit seperti ini maka mereka akan bergerak cepat untuk menjenguk, kalau ada kelakuan minus tapi tetap saja mereka akan berusaha untuk memberikan perhatian kepada Yuli yang sedang menderita sakit keras di dekat mereka.
Farel mengatakan dengan sangat tegas kepada April bahwa mereka tidak boleh berkata kasar atau bahkan membicarakan Yuli di belakang ketika sudah selesai melihat keadaan Yuli di rumah sakit nanti, sebab pria ini tahu bahwa mulut wanita begitu sulit sekali untuk ditahan bila sedang berkumpul dengan teman yang lain.
Nanti Saya menjenguk orang sakit justru mereka akan bergosip satu sama lain karena bau Yuli yang memang begitu kuat menusuk hidung, sudah pasti akan menjadi bahan omongan dari semua warga yang ada di sekitar sini karena mereka pasti juga penasaran apa yang telah terjadi kepada wanita malang itu, sehingga dia sampai sakit parah dan mengeluarkan bau busuk sangat menyengat.
"Siapa yang datang ke rumah Nando itu?" tanya April bingung juga.
"Pakai Hoodie hitam seperti itu mana bisa terlihat jelas wajah dia." sahut Arumi.
"Paling saudara dari kampung atau dari kota mana ya karena mendengar Yuli tengah sakit keras." ujar April lagi.
"Nah bisa saja begitu karena memang kalau sudah sakit seperti ini maka saudara pasti akan datang semua." angguk Arumi.
"Jadi jam berapa nanti kita akan pergi melihat Yuli?" tanya Melfa ingin memastikan.
"Usai sholat ashar oke lah, jadi kita tinggal salat maghrib aja yang di jalan." sahut Arumi pelan.
Mereka bertiga setuju untuk pergi nanti sekitar pukul empat sore, sebab jarak rumah sakit dan juga perumahan mereka ini tidak terlalu jauh sehingga tidak akan memakan waktu yang sangat lama dan yang jelas mereka juga tidak bisa untuk berlama-lama di dalam rumah sakit itu bila sedang menjenguk orang sakit.
April saja sudah mulai waspada karena Farel terus mengatakan bahwa Yuli memiliki aroma yang tidak biasa, jadi nanti sebisa mungkin harus bisa menahan bau tubuh itu jangan sampai muntah di hadapan orang yang sedang sakit karena jelas nanti akan menyinggung perasaan Yuli itu sendiri, sehingga dia harus melatih hidung dulu.
"Bang itu ada tamu di rumah nya Nando dan Yuli." April berkata kepada Nando.
"Tamu? tidak ada orang di dalam rumah itu kan ya." Farel mengira bahwa Nando sedang pergi ke rumah sakit.
"Dia bisa kok masuk ke dalam tadi juga pintu rumah mereka terlihat sedang terbuka." sahut April.
"Apa mungkin Mas Niko sudah pulang dia dari rumah sakit untuk istirahat terlebih dahulu, kalau Nando jelas tidak mungkin ada di rumah." ujar Farel.
"Bisa juga sih, aku mengira mungkin saja itu adalah salah satu saudara dari mereka untuk melihat keadaan Yuli." jelas April sambil mencari baju untuk pergi jalan nanti.
"Ya mungkin saja lah, keadaan Yuli juga begitu parah sehingga mungkin para saudara sudah datang untuk melihat dia." angguk Farel yang berusaha untuk berpikir positif.
"Kasihan sekali dia, kamu ada tahu tidak Dia sakit apa?" tanya April karena dia penasaran dengan penyakit Yuli.
"Kata dokter dia kena penyakit kulit yang cukup berbahaya." dusta Farel karena dia tidak ingin mengatakan kepada April apa yang telah terjadi.
Pria ini takut bila nanti ternyata April malah tidak bisa menahan omongan dan mengatakan kepada seluruh orang yang ada di perumahan ini bahwa Yuli sedang terkena santet, jadi untuk menghindari itu semua maka dia memilih untuk tutup mulut saja dan menyimpan rahasia ini agar jangan sampai terbongkar.
Takut dan juga kasihan kepada orang yang sedang sakit bila terus di gosip kan ke sana kemari, untuk menghindari itu semua maka memang lebih baik bila tutup mulut saja dan mengatakan bahwa dia sama sekali tidak tahu akan hal itu.
...****************...
Nando yang sedang istirahat di sofa menjadi tersenyum sumringah ketika melihat Nabila sudah datang untuk menemui dia dan bersenang-senang, sungguh pria yang kurang ajar karena istri di rumah sakit sedang berjuang menahan rasa sakit di tubuh dia tapi ternyata di sini malah dia sedang bersama dengan wanita lain.
"Kamu kok sampai mengundang aku datang ke rumah seperti ini." Nabila bertanya dengan nada begitu manja.
"Sudah aku bilang kalau aku ingin mencoba sensasi bercinta dengan dirimu di rumah ini." senyum Nando mengembang.
"Padahal baru tadi malam kita bertemu dan menghabiskan waktu bersama." Nabila mencubit gemas dada Nando.
"Jadi kamu nggak mau main sama aku lagi?" Nando bertanya dengan suara merajuk.
Nabila yang melihat donatur sudah merajuk seperti itu maka dia tidak melupakan kesempatan ini lagi, dengan cepat dia melepaskan hoodie yang ada di tubuh karena di dalam hoodie itu sudah tersimpan pakaian yang begitu menggoda iman bagi para pria.
"Wuaaaah." mata Nando jadi bersinar ketika melihat bagian dalam yang berbalut kain berwarna merah.
"Aku baru beli loh ini, jangan sampai robek ya." Nabila duduk di pangkuan Nando.
"Kau luar biasa sekali, aroma yang sangat aku sukai." Nando mencium buas pada buah dada kenyal dan juga montok itu.
"Ih kamu kok langsung saja, emang enggak ada pemanasan kah." goda Nabila sambil mengelus bagian Otong.
Nando yang di sentuh seperti itu tentu saja menjadi semakin birahi dan tidak sanggup menahan sesuatu yang akan segera meledak keluar, makan celana yang sedang dia pakai terasa begitu sempit karena barang itu telah mulai mengembang karena siap untuk bertarung.
"Sayaaaang!" Nando mendesis karena sentuhan Nabila semakin menjadi.
"Hari ini aku akan menjadikan mu raja, silahkan nikmati segala perlakuan ku in." lirih Nabila menjilat telinga Nando.
"Sssssh aaaaah kau nakal sekali sayang ku." Nando tentu saja semakin birahi.
"Tapi kamu suka kan? kata nya tidak suka kalau yang kaku." goda Nabila.
Nando tidak menjawab karena dia ingin menikmati segala perlakuan lembut dari gadis yang telah dia sewa selama ini, sungguh pria yang kurang ajar dan tidak tahu diri sama sekali karena dia terus menikmati kesenangan di atas penderitaan sang istri yang tengah berjuang untuk melawan rasa sakit.
Selamat pagi menjelang siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...