NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Transmigrasi / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Han Feng, seorang peneliti sejarah kuno dari Bumi, meninggal karena kecelakaan di situs penggalian. Jiwanya bertransmigrasi ke Benua Roh Azure, masuk ke dalam tubuh Tuan Muda Ketiga keluarga Han yang dikenal sebagai "sampah" karena meridiannya yang rusak.

Namun, Han Feng membawa serta sebuah Pustaka Ilahi di dalam jiwanya—sebuah perpustakaan gaib yang berisi semua teknik bela diri yang pernah hilang dalam sejarah. Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Han Feng menolak nasibnya sebagai sampah. Dia akan memperbaiki meridiannya, membantai mereka yang menghinanya, dan mendaki puncak Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Sinar matahari pagi menyinari gerbang utama Kota Awan Terapung yang megah. Kota ini sedang berada dalam puncak kesibukannya. Jalanan utama dipenuhi oleh pedagang, pengunjung dari kota tetangga, dan karavan-karavan mewah yang membawa tamu-tamu penting.

Alasannya hanya satu: Turnamen Agung Keluarga Han.

Sebagai salah satu dari tiga kekuatan besar di kota ini, turnamen tahunan Keluarga Han bukan hanya sekadar ajang pamer kekuatan generasi muda, melainkan juga indikator politik untuk menentukan masa depan keseimbangan kekuasaan di Kota Awan Terapung. Banyak perwakilan dari keluarga lain dan bahkan utusan dari sekte-sekte kecil datang untuk melihat bibit-bibit unggul yang mungkin layak direkrut.

Di tengah keramaian itu, sesosok pemuda berjalan santai memasuki gerbang kota.

Penampilan pemuda itu cukup mencolok, bukan karena kemewahannya, melainkan karena kontras yang aneh pada dirinya. Pakaiannya adalah jubah abu-abu kasar yang sudah robek di beberapa bagian, memperlihatkan kulit berwarna tembaga yang penuh bekas luka samar. Rambut hitamnya panjang sebahu dan sedikit berantakan, diikat asal-asalan dengan tali kulit.

Namun, yang paling menarik perhatian adalah sebuah benda panjang terbungkus kain kusam yang terikat di punggungnya. Benda itu sangat besar, hampir menutupi seluruh punggung pemuda itu, dan setiap langkah kakinya terdengar berat dan mantap, seolah-olah pemuda itu sedang membawa sebuah gunung kecil.

Itu adalah Han Feng.

Han Feng telah kembali dari pelatihan nerakanya di Hutan Binatang Buas.

"Akhirnya kembali ke peradaban," gumam Han Feng sambil menghirup aroma roti bakar dan arak yang menguar dari kedai-kedai pinggir jalan.

Meskipun penampilan Han Feng terlihat seperti pengemis atau pemburu liar, tidak ada warga kota yang berani menghina atau menghalanginya. Ada aura samar yang memancar dari tubuh Han Feng—aura predator puncak yang membuat insting orang-orang di sekitarnya berteriak bahaya. Kuda-kuda penarik kereta pedagang meringkik gelisah saat Han Feng lewat di dekat mereka, menolak untuk maju sampai Han Feng menjauh.

"Pustaka Ilahi," panggil Han Feng dalam hati. "Sembunyikan kultivasiku."

Han Feng tahu bahwa kultivasi Pembentukan Tubuh Tingkat 9 Puncak terlalu mengejutkan untuk diperlihatkan sekarang. Sebulan yang lalu Han Feng hanyalah sampah tanpa kultivasi. Jika Han Feng tiba-tiba muncul dengan kekuatan setara Tetua Klan, itu bukan hanya akan menimbulkan kecurigaan, tetapi mungkin akan memancing ketakutan dari para petinggi klan yang paranoid. Mereka mungkin akan menuduh Han Feng menggunakan teknik iblis terlarang dan mencoba membunuhnya sebelum dia tumbuh lebih kuat.

[Mengaktifkan Teknik Penyamaran Aura Naga.] [Menekan fluktuasi vitalitas ke tingkat: Pembentukan Tubuh Tingkat 6.]

Aura Han Feng menyusut drastis. Kini, di mata orang luar, Han Feng hanyalah seorang kultivator tingkat menengah yang sedikit lebih kuat dari rata-rata. Tingkat 6 adalah batas yang "masuk akal" bagi seorang jenius yang mendapat keberuntungan di hutan, cukup untuk membuat orang terkejut tapi tidak sampai membuat mereka kehilangan akal sehat.

Han Feng menyeringai tipis. Dia menyukai permainan ini. Menjadi harimau yang menyamar sebagai kucing, menunggu saat yang tepat untuk menerkam leher mangsa yang lengah.

Han Feng mempercepat langkahnya menuju Distrik Utara, tempat Kediaman Utama Keluarga Han berada.

Alun-Alun Pendaftaran, Kediaman Keluarga Han.

Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran untuk Turnamen Agung. Sebuah panggung batu besar telah didirikan di tengah alun-alun, dikelilingi oleh meja-meja pendaftaran yang dijaga oleh para diaken klan. Ratusan murid keluarga, baik dari cabang utama maupun sampingan, berkumpul di sana. Suasana riuh rendah dengan obrolan penuh semangat dan ketegangan.

Di atas panggung utama, duduk beberapa tetua klan yang mengawasi jalannya pendaftaran. Di antara mereka, duduk seorang pemuda berjubah emas yang tampak bosan. Dia sedang memainkan cincin giok di jarinya sambil sesekali melirik sinis ke arah kerumunan murid di bawah.

Itu adalah Han Lie.

Kultivasi Han Lie telah meningkat selama sebulan terakhir. Berkat sumber daya klan yang melimpah, Han Lie kini telah mencapai Pembentukan Tubuh Tingkat 8 Awal. Di antara generasi muda Keluarga Han yang belum masuk sekte, Han Lie adalah raja tak terbantahkan.

"Tuan Muda Han Lie," bisik seorang pengikut di sampingnya, Han Tong—yang wajahnya masih terlihat sedikit bengkak meski kejadian tamparan itu sudah sebulan berlalu. "Sudah siang. Sepertinya si sampah itu tidak akan datang."

Han Lie tersenyum dingin. "Tentu saja dia tidak akan datang. Hutan Binatang Buas adalah tempat yang kejam. Mungkin tulang-tulangnya sudah menjadi pupuk pohon sekarang."

Han Lie merasa sangat yakin. Meskipun tiga pembunuh bayarannya mati secara misterius di depan pintunya sebulan lalu, Han Feng menghilang tanpa jejak setelahnya. Han Lie menyimpulkan bahwa Han Feng ketakutan dan melarikan diri dari kota, atau mungkin Han Feng terluka parah dalam pertarungan melawan pembunuh itu dan mati di suatu tempat terpencil.

"Sayang sekali," kata Han Lie dengan nada mengejek yang keras, sengaja agar didengar oleh orang-orang di sekitarnya. "Aku berharap bisa memberinya pelajaran di atas arena. Tapi sepertinya sampah tetaplah sampah, dia bahkan tidak punya keberanian untuk mendaftar."

Para murid di sekitar panggung tertawa setuju, mencoba mencari muka di depan Han Lie.

"Benar sekali, Tuan Muda! Han Feng pasti sudah lari terbirit-birit!"

"Mungkin dia sadar diri bahwa dia hanya akan mempermalukan leluhur jika naik ke panggung!"

Tepat ketika tawa mereka mencapai puncaknya, sebuah suara langkah kaki berat terdengar membelah kerumunan.

DUM... DUM... DUM...

Suara itu aneh. Itu adalah suara langkah kaki satu orang, tapi getarannya terasa sampai ke telapak kaki orang-orang yang berdiri di sana. Kerumunan di bagian belakang alun-alun tiba-tiba terdiam dan membelah jalan, seperti laut yang terbelah.

Hening menjalar dengan cepat dari belakang ke depan, sampai akhirnya seluruh alun-alun menjadi sunyi senyap.

Han Lie mengerutkan kening, terganggu oleh perubahan suasana yang tiba-tiba. "Ada apa ini?"

Han Lie mendongak dan melihat ke arah kerumunan yang terbelah. Matanya seketika menyipit tajam.

Di ujung jalan yang terbuka itu, berjalanlah sosok Han Feng.

Han Feng berjalan dengan tenang, wajahnya datar tanpa ekspresi. Pedang raksasa di punggungnya membuatnya terlihat seperti seorang pejuang kuno yang baru keluar dari medan perang berdarah. Aura "liar" yang belum sepenuhnya ditekan membuat beberapa murid yang bermental lemah mundur ketakutan.

"Itu... Han Feng?"

"Dia masih hidup?!"

"Demi Dewa, lihat benda di punggungnya itu! Apa dia memanggul peti mati?"

"Aura macam apa itu? Kenapa aku merasa sesak napas hanya dengan melihatnya?"

Bisik-bisik ketakutan mulai menyebar. Han Feng tidak mempedulikan mereka. Tatapan Han Feng lurus ke depan, melewati kerumunan, melewati para diaken, dan terkunci langsung pada mata Han Lie yang duduk di atas panggung.

1
Gege
mantabbb...gass thorrr lagee
Bambang Purwanto
👍bagus sekali ceritanya
Roy Kkk
bagus/CoolGuy//CoolGuy/
King Salman
bagus
King Salman
go
ikyar
Terima kasih atas dukungannya
Sarndi Kurma
bagua tor ceritanya
Turki Salman
lanjutkan ceritanya tor
jamanku
lanjutkan tor
Raikuu 1
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!