NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Dicintai

Istri Yang Tak Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat
Popularitas:721
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Tiga kali menikah. dua kali dikhianati. Dua kali hancur berkeping-keping.
Nayara Salsabila tidak pernah menyangka bahwa mimpi indah tentang rumah tangga bahagia akan berubah menjadi mimpi buruk berkepanjangan. Gilang, suami pertamanya yang tampan dan kaya, berselingkuh saat ia hamil dan menjadi ayah yang tidak peduli.

Bima, cinta masa SMA-nya, berubah jadi penjudi brutal yang melakukan KDRT hingga meninggalkan luka fisik dan trauma mendalam.
Karena trauma yang ia alamai, kini Nayara di diagnosa penderita Anxiety Disorder, Nayara memutuskan tidak akan menikah lagi. Hingga takdir mempertemukannya dengan Reyhan—seorang kurir sederhana yang juga imam masjid. Tidak tampan. Tidak kaya. Tapi tulus.

Ketika mantan-mantannya datang dengan penyesalan, Nayara sudah berdiri di puncak kebahagiaan bersama lelaki yang mengajarkannya arti cinta sejati.

Kisah tentang air mata yang berubah jadi mutiara. Tentang sabar yang mengalahkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukti Perselingkuhan

Sudah tiga hari sejak pertengkaran terakhir. Gilang pulang makin larut. Kadang jam dua belas malam, kadang bahkan jam dua pagi. Nayara sudah tidak pernah menunggu lagi. Percuma. Gilang tidak peduli apakah Nayara menunggu atau tidak.

Pagi ini Nayara bangun dengan badan yang masih lemas. Gilang sudah tidak ada di ranjang seperti biasa. Tapi ada yang aneh. Biasanya Gilang sangat rapi, tidak pernah meninggalkan barang apapun. Tapi pagi ini ada sesuatu di meja samping tempat tidur.

Ponsel.

Ponsel Gilang tertinggal.

Nayara menatap benda persegi panjang hitam itu. Layarnya menyala sebentar, menampilkan jam 07.15, lalu mati lagi.

Gilang pasti panik sekarang. Dia tidak pernah lepas dari ponselnya. Bahkan waktu makan, ponsel selalu di samping. Waktu tidur, ponsel di charging di meja samping. Ponsel itu seperti organ tubuhnya yang paling penting.

Ting!

Notifikasi masuk. Layar ponsel menyala. Nayara bisa melihat preview pesan di layar kunci.

"Sandra: Sayang, kamu sudah sampai kantor belum?"

Sayang.

Sandra manggil Gilang sayang.

Jantung Nayara langsung berdegup kencang. Tangannya gemetar meraih ponsel itu.

Ting! Ting! Ting!

Notifikasi masuk lagi. Tiga sekaligus. Semua dari Sandra.

"Sandra: Aku kangen kemarin malam lho 💕"

"Sandra: Kapan kita dinner lagi? Aku pengen ketemu 😘"

"Sandra: Btw, aku pakai parfum yang kamu suka hari ini 💋"

Nayara menatap layar dengan mata membulat. Napasnya sesak. Dadanya sakit seperti ditusuk berkali-kali.

Kemarin malam. Sandra bilang kemarin malam. Gilang kemarin pulang jam dua pagi. Berarti semalam Gilang sama Sandra?

Tangan Nayara gemetar hebat. Dia coba buka ponsel Gilang. Layar minta password.

Nayara ketik tanggal lahir Gilang. Salah.

Ketik tanggal pernikahan mereka. Salah.

Ketik tanggal lahir Nayara. Salah juga.

Nayara hampir menyerah ketika dia teringat sesuatu. Gilang pernah bilang, angka keberuntungannya adalah 1511. Tanggal 15 November, hari pertama kali Gilang jadi CEO.

Nayara ketik 1511.

Klik.

Terbuka.

Ponsel Gilang terbuka begitu saja.

Nayara menatap layar rumah ponsel Gilang. Wallpapernya bukan foto Nayara. Bukan foto pernikahan mereka. Tapi foto pemandangan gunung yang netral.

Nayara membuka aplikasi pesan. Jantungnya berdetak seperti genderang perang. Dag dig dug dag dig dug. Keras sekali sampai terdengar di telinga.

Kontak paling atas: Sandra Amelia.

Preview pesan terakhir: "Aku kangen kemarin malam lho 💕"

Nayara mengklik nama itu dengan jari gemetar.

Chat terbuka.

Dan dunia Nayara runtuh.

Ratusan pesan. Ribuan mungkin. Scroll ke atas tidak ada habisnya.

Nayara mulai membaca dari yang paling bawah.

"Sandra: Sayang, kamu sudah sampai kantor belum?"

"Sandra: Aku kangen kemarin malam lho 💕"

"Sandra: Kapan kita dinner lagi? Aku pengen ketemu 😘"

Nayara scroll ke atas. Membaca pesan kemarin malam.

"Gilang: Aku sudah di hotel. Kamar 1507."

"Sandra: Tunggu aku ya sayang. Aku baru selesai mandi 💋"

"Gilang: Cepetan. Aku kangen."

"Sandra: Ih, kamu manis banget sih 😍"

Nayara berhenti membaca. Tangannya gemetar tidak terkendali. Hotel. Gilang bilang semalam lembur. Tapi dia di hotel. Sama Sandra.

Nayara paksa dirinya membaca lagi. Scroll lebih ke atas.

Ada foto. Foto Gilang dan Sandra di restoran mewah. Meja dihiasi lilin. Mereka berdua tersenyum lebar. Gilang merangkul bahu Sandra. Sandra mencium pipi Gilang.

Ini restoran Le Jardin. Restoran yang ada di struk yang Nayara temukan waktu itu.

"Sandra: Dinner kita malam ini sempurna ya sayang 💕 Makasih udah bawa aku ke sini."

"Gilang: Sama-sama. Apapun buat kamu."

"Sandra: Aku sayang banget sama kamu 💗"

"Gilang: Aku juga sayang sama kamu."

Aku juga sayang sama kamu.

Gilang bilang sayang sama Sandra.

Nayara scroll lagi. Makin ke atas, makin banyak bukti.

"Sandra: Istri kamu curiga tidak sih?"

"Gilang: Enggak. Dia terlalu bodoh buat curiga."

Bodoh. Gilang bilang Nayara bodoh.

"Sandra: Hahaha kasian dia. Dikasih suami ganteng kayak kamu tapi gak bisa jaga."

"Gilang: Dia emang gak bisa apa-apa. Manja. Cerewet. Gak menarik."

"Sandra: Terus kenapa kamu nikah sama dia?"

"Gilang: Salah pilih. Harusnya dari dulu aku sama kamu."

"Sandra: Aww sayang 💕 Gak papa. Sekarang kan kamu udah sama aku."

"Gilang: Iya. Untung ada kamu. Kamu jauh lebih baik dari dia."

Nayara tidak bisa bernapas. Dadanya sesak luar biasa. Seperti ada yang mencekik lehernya kuat-kuat.

Dia scroll lagi. Lebih jauh lagi ke belakang.

Ada foto lagi. Foto Gilang dan Sandra di tempat tidur hotel. Sprei putih, bantal bertumpuk. Mereka berdua cuma pakai baju tidur. Sandra memeluk Gilang dari samping, kepala bersandar di dada Gilang. Gilang mencium puncak kepala Sandra.

"Sandra: Tidur sama kamu paling enak 😘"

"Gilang: Nanti kita begini lagi ya."

"Sandra: Kapan? Aku udah kangen lagi nih."

"Gilang: Besok malam? Aku bilang ke Nayara aku lembur lagi."

"Sandra: Hahaha dia percaya aja gitu?"

"Gilang: Iya. Gampang bohongin dia. Polos banget sih."

Polos. Gampang dibohongi.

Nayara menatap layar dengan mata kosong. Air mata mengalir deras tapi dia tidak merasakannya. Tubuhnya kebas. Semua kebas.

Scroll lagi.

"Sandra: Sayang, aku hamil gak ya? Kita kan kemarin gak pake pengaman."

Jantung Nayara berhenti berdetak sedetik.

Hamil?

Sandra bilang dia mungkin hamil?

"Gilang: Jangan hamil dulu. Ribet."

"Sandra: Emang kenapa kalo aku hamil? Kamu gak mau tanggung jawab?"

"Gilang: Bukan gitu. Tapi aku kan masih ada Nayara. Dia lagi hamil juga. Repot kalo kamu hamil juga."

"Sandra: Ohiya ya. Lupa aku 😂 Yasudah aku minum pil aja."

"Gilang: Good girl. Nanti kalo Nayara udah melahirkan, aku ceraikan dia. Terus kita nikah."

Ceraikan.

Gilang mau ceraikan Nayara.

Setelah Nayara melahirkan, Gilang mau ceraikan Nayara dan nikah sama Sandra.

Nayara berdiri dari ranjang. Ponsel jatuh dari tangannya, bunyi gedebuk pelan di karpet.

Kakinya goyah. Kepalanya berputar. Perutnya mual luar biasa.

Nayara berlari ke kamar mandi. Berlutut di depan kloset. Muntah.

Keluar semua isi perutnya. Tapi bukan karena morning sickness kali ini. Bukan karena kehamilannya.

Ini karena shock. Karena sakit hati yang terlalu parah. Karena pengkhianatan yang terlalu kejam.

Nayara muntah sampai tidak ada yang keluar lagi. Cuma cairan empedu kuning pahit. Tubuhnya gemetar hebat. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.

Dia duduk di lantai kamar mandi yang dingin. Punggungnya bersandar di dinding keramik. Menatap kosong ke langit-langit.

Jadi ini yang terjadi selama ini.

Gilang selingkuh dengan Sandra.

Sudah lama. Mungkin bahkan sebelum Nayara hamil.

Mereka tidur bersama. Makan malam romantis. Bilang sayang-sayangan. Merencanakan masa depan bersama.

Sementara Nayara di rumah. Menunggu. Berharap. Berdoa. Seperti orang bodoh.

Ya. Nayara memang bodoh.

Gilang benar. Nayara bodoh. Polos. Gampang dibohongin.

Nayara tertawa. Tertawa pelan yang perlahan jadi keras. Tertawa sambil menangis. Air mata campur ingus campur air liur. Berantakan semua.

Dia tertawa karena terlalu sakit sampai tidak tahu harus bagaimana lagi selain tertawa.

Tertawa pada dirinya sendiri yang percaya janji-janji manis Gilang.

Tertawa pada dirinya yang masih berharap Gilang bisa berubah.

Tertawa pada dirinya yang bodoh, polos, naif.

Nayara memeluk lututnya, menenggelamkan wajah di sana. Menangis sekeras yang dia bisa.

Semua kata-kata manis Gilang waktu melamar. Bohong.

Semua janji-janji di malam pertama. Bohong.

Semua senyuman di Bali. Bohong.

Semuanya bohong.

Gilang tidak pernah mencintai Nayara.

Mungkin dari awal Gilang cuma butuh istri untuk dijadikan pajangan. Untuk pencitraan. Untuk bilang ke orang-orang "saya sudah berkeluarga."

Tapi hatinya? Hati Gilang ada di Sandra.

Dan sekarang Nayara tahu.

Tahu kalau dia cuma boneka. Mainan. Sesuatu yang dipakai lalu dibuang.

Nayara mengelus perutnya yang mulai membuncit. "Maafin Mama, sayang. Papa kita jahat. Papa kita pengkhianat. Papa kita mau buang kita."

Tapi bayinya tidak bisa jawab. Dia cuma bisa bergerak pelan di dalam perut Nayara. Gerakan kecil yang hampir tidak terasa.

Nayara berdiri dengan susah payah. Cuci muka dengan air dingin. Menatap pantulannya di cermin.

Wajah pucat. Mata bengkak. Bibir kering pecah-pecah.

Tidak cantik. Tidak menarik. Seperti kata Gilang.

Jauh dari Sandra yang cantik, langsing, sempurna.

Nayara keluar dari kamar mandi. Mengambil ponsel Gilang yang tergeletak di lantai.

Dia menatap layar yang masih menyala. Chat dengan Sandra masih terbuka.

Notifikasi baru masuk.

"Sandra: Sayang, kamu lupa HP ya? Hati-hati istrimu buka lho 😂"

"Sandra: Tapi gak mungkin sih. Dia kan gak tau password 😏"

Sandra bahkan tidak takut Nayara tahu.

Karena dia yakin Nayara bodoh.

Dan Nayara memang bodoh.

Nayara meletakkan ponsel Gilang kembali ke meja samping. Tepat di posisi semula.

Dia tidak akan bilang ke Gilang kalau dia sudah tahu.

Tidak sekarang.

Nayara butuh waktu untuk berpikir. Untuk memutuskan apa yang harus dilakukan.

Cerai?

Bertahan?

Atau balas dendam?

Nayara tidak tahu.

Yang dia tahu, hidupnya sudah hancur.

Dan tidak ada yang bisa memperbaikinya lagi.

1
Suanti
semoga nayara dapat jodoh lebih baik dari gilang 🤭
checangel_
Pindah ke luar negeri aja gimana Nay 🤧, suasana di sana sepertinya tak sepenuhnya mendung (mendukung)/Facepalm/
checangel_
Astaghfirullah Pak Hasan, ucapanmu loh terlalu menusuk 🤧/Facepalm/
checangel_
Sudah dimaafkan kok, tapi mohon maaf pintu hatinya Nayara sudah terlalu terkunci rapat, karena terlalu banyak luka di sana, tunggu saja sampai masa iddahnya selesai, gimana ke putusannya (Authornya)/Facepalm/
checangel_: Plongnya sampai ke ubun² ya 😇, be happy Kak🤝/Smile/
total 2 replies
Suanti
naraya jgn mau rujuk sm gilang
penyakit selingkuh tak bakal sembuh
ntar kalau rujuk kembali gilang pasti selingkuh lgi 🤭
Leoruna: betul sekali kak, selingkuh itu gk ada obatnya, dan gk akan sembuh. kecuali bner2 dapet hidayah🤭🤣
total 1 replies
checangel_
Tak ada lagi kata terucap, Author pertahankan alurmu 🤧👍🙏
Leoruna: mkasih kak🙏
total 1 replies
checangel_
Penyesalan memang seperti itu, Ibu. Jika di awal sudah bukan penyesalan lagi tetapi penerimaan yang belum sepenuhnya tertera jelas, maka dari itu ada istilah bibit, bebet, bobot dalam Jawa🤧
checangel_
Tidak semudah itu kau rangkai lagi kertas yang sudah kau robek² Mas Gilang, ingat masa Iddah sedang berlangsung 🤝
checangel_
Pernikahan toxic memang sampai segitunya, jaga diri baik-baik teruntuk yang sedang berada di ruang itu 🤗, kamu hebat, kamu kuat, dan kamu pantas mendapatkan yang lebih bermartabat 🤝
checangel_: Peluk jauh untuk yang sedang berada di sana 🤧
total 2 replies
checangel_
Rain ... go away, rain ... on the way 🎶
checangel_
Apalagi ni? Ibu Mertua datang tanpa aba 🤧 Mohon maaf Ibu, sidang sedang berlangsung .... sebaiknya masalah pribadi dibicarakan dalam tempat privasi ... Ibu Ratna! Jelek atau tidaknya istri itu alamiyah, karena bawaan dari kandungan itu sendiri selama mengandung, jikalau ingin menantumu itu tetap cantik, jangan jadikan dia menantu, tetapi pajangan 🤧 Bisa-bisanya bicara seperti itu, Ibu Ratna /Sob/, itu semua kan karena faktor alam, walaupun perawatan solusinya ... tapi kan .... tahulah perawatan itu gimana? dan habis berapa biaya?🤧
checangel_
Dua pilihan terbuka lebar, .... bertahan untuk Allah atau pergi mengikuti emosi 🤝 dan dua konsekuensi ... jika bertahan tetap menerima luka dan menyaksikan luka, jika pergi luka itu berlalu dan larut ... tapi semua keputusan ada pada genggamanmu, Nay .... pasrahkan saja pada Langit, jika Langit sudah berbicara tak ada yang bisa mengelak🤧
checangel_
Ternyata sejak tadi, baru pemanasan konflik 🤣, dan hanyalah pertengkaran biasa, padahal Readernya sudah meluap-luap 🤭
checangel_: Yup, hanya dia (reader terpilih) yang bisa menemukan berlian itu dalam kotak tulisan tak bersuara /Smile/
total 8 replies
checangel_
Jangan sampai menuju ke istilah 'baby blues' ini, yuk Nay kendalikan emosimu 🤝🤧
checangel_
Iya, di dunia ini hanya segelintir orang yang peduli akan kata Adil itu🤧
checangel_
Jika dirimu mengatakan 'istri yang menyebalkan', lantas kenapa Reynaldi hadir?🤧, itukan bukti cintamu pada Nayara, Mas Gilang!!!!!!!!!/Grimace/
checangel_
Seberharganya waktu, seorang anak juga butuh waktu dari Ayahnya /Drowsy/
checangel_
Uang tak bisa menggantikan kasih sayang seorang Ayah kepada buah hatinya, ingat itu Mas Gilang!/Smile/
checangel_
No no!! Mengurus anak itu kewajiban kedua belah pihak, baik istri maupun suami, tidak ada salah satunya /Grimace/🤝
checangel_
Yuk, maaf-maafan, sudah tiga hari itu loh kalian berdua bertengkar ... ingat 'tak baik berselisih, bahkan berdebat hingga lebih dari tiga hari' /Chuckle/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!